3 Januari 2026
Beranda blog Halaman 38517

Penjualan Mobil Secara Kredit Diminati Pembeli

Jakarta, Aktual.co —   Penjualan mobil dengan promo diminati pembeli terutama mereka yang berasal dari kalangan menengah karena dapat meringankan biaya pembelian.

“Salah satu promo yang diminati pembeli adalah kemudahan pembayaran melalui sistem kredit,” kata Staf Marketing Suzuki Mobil Ina di Semarang, Minggu (15/2).

Bahkan, saat ini penjualan mobil didominasi oleh sistem pembayaran melalui kredit. Fasilitas tersebut tidak hanya dimanfaatkan oleh kalangan menengah, tetapi juga kalangan atas.

Apalagi, pihak perbankan memberikan sejumlah kemudahan kepada para nasabah saat mengajukan permintaan kredit, salah satunya persyaratan yang tidak terlampau banyak.

“Ada banyak diskon untuk pembelian secara kredit, mulai dari diskon uang muka yang relatif besar sampai cicilan yang tidak ‘mencekik leher’,” katanya.

Ia mengatakan diskon yang diberikan untuk uang muka bisa memangkas biaya sampai kisaran Rp10 juta-20 juta.

Selain itu, saat ini mulai banyak mobil yang harganya murah dan lebih terjangkau bagi masyarakat kalangan menengah sehingga biaya yang harus dikeluarkan juga semakin murah.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Pertamina Targetkan 128 SPBG Beroperasi pada 2015

Jakarta, Aktual.co —   PT Pertamina (Persero) menargetkan sebanyak 128 unit stasiun pengisian bahan bakar gas (SPBG) bisa operasional sampai akhir 2015. Pihaknya saat ini mengelola 52 SPBG berbagai jenis.

“Pada 2015, kami rencanakan bertambah 76 unit lagi, sehingga total SPBG yang beroperasi sampai akhir tahun bisa 128 unit,” ujar Vice President Corporate Communication Pertamina Ali Mundakir di Jakarta, Minggu (15/2).

Menurut dia, tambahan 76 unit SPBG tersebut terdiri atas stasiun yang menyalurkan gas terkompresi (compressed natural gas/CNG) dengan merek Envogas sebanyak 47 unit.

Sisanya, SPBG yang menyalurkan “liquified gas vehicle” (LGV) dengan merek Vi-Gas sebanyak 27 unit. Penambahan 47 unit SPBG Envogas, lanjutnya, tersebut terdiri atas 22 unit yang merupakan penugasan pemerintah.

Lalu, Pertamina bekerja sama dengan PT PGN Tbk akan membangun SPBG yang terintegrasi SPBU atau SPBG Ecostation dengan target awal 25 unit pada 2015.

Ali juga mengatakan Pertamina saat ini mengelola 52 unit SPBG yang terdiri atas 34 Envogas dan 18 Vi-Gas.

Dari 34 SPBG Envogas itu, pom gas yang terhubung langsung dengan pipa (online) sebanyak 27 unit dan tujuh lainnya berupa SPBG bergerak atau “mobile refuelling unit” (MRU).

“Akan tetapi, memang sebagian SPBG ‘online’ itu masih belum beroperasi akibat minimnya pasar, masalah izin, dan juga sosial,” kata Ali.

Kini, lanjutnya, SPBG “online” yang beroperasi hanya enam unit di Jabodetabek dan satu di Palembang dengan utilisasi di bawah 50 persen.

Sementara itu, ketujuh MRU yang merupakan penugasan pemerintah, baru saja diselesaikan pembangunannya oleh Pertamina kurang dari tiga bulan.

Pertamina menjual BBG jenis Envogas dengan harga Rp3.100 per liter setara premium (LSP), sementara Vi-Gas Rp5.100 per LSP.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Pebalap Liar Kucing-kucingan” dengan Polisi

Jakarta, Aktual.co —   Para pelaku balapan liar di wilayah Kota Banjarmasin berani bermain “kucing-kucingan” dengan pihak kepolisian yang melakukan pemantauan di sejumlah jalan yang disinyalir marak aksi balapan liar tersebut.

Pantauan Wartawan di lapangan, Minggu (15/2) dini hari terlihat polisi dari satuan lalu lintas terus melakukan patroli di jalan raya untuk melakukan pengawasan.

Terlihat juga pada saat polisi melakukan patroli pada saat itu juga aksi balapan liar tersebut sepi dan tidak ada kegiatan. Mereka seakan sudah mengetahui adanya patroli tersebut.

Pada saat polisi selesai melakukan patroli di titik-titik rawan aksi berbahaya itu saat itu juga aksi balapan liar tersebut mulai terlihat dan mereka mengadu kencangannya sepeda motor dengan tidak peduli pengguna jalan lainnya.

Seperti pentauan pada Minggu (15/2) dini hari sekitar pukul 03.00 Wita, patroli dari Satuan Lalu Lintas melakukan pengawasan di Jalan Ahmad Yani km 4 hingga Km 5 namun satupun tidak ada pelaku balapan liar yang terlihat. Namun pada sekitar pukul 04.00 Wita, para pelaku balapan liar mulai bermunculan satu persatu hingga jalan Ahmad Yani ramai dengan aski tersebut.

Tidak hanya di jalan Ahmad Yani yang di sinyalir maraknya balapan liar dan ada lokasi lainnya seperti kawasan Kayu Tangi Jalan Hasan Basri, Jalan Zafri Jam-Jam, Jalan Banua Anyar dan lainnya.

Sementara itu seorang warga di Jalan Hasan Basri Mariono di Banjarmasin mengatakan tiap malam Minggu di kawasan ini ramai dipakai anak-anak muda untuk balapan. Namun saat polisi datang mereka langsung tancap gas dan menghilang entah sembunyi di mana namun setelah polisi tidak ada mereka memulai lagi aksi balapan tersebut.

Biasanya mereka mulai balapan jam 24.00 Wita hingga pukul 04.00 Wita dan akibat aksi mereka itu sering terjadi kecelakaan antara pelaku balapan liar dengan pengguna jalan.

“Kami berharap polisi bisa lebih meningkatkan lagi jam patroli ke daerah ini kalau bisa setengah jam sekali agar tidak ada kesempatan mereka untuk melakukan aksi berbahaya itu,” ucap pria berperawakan kurus itu.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Bank BTN Targetkan Rp 1 Triliun Kredit Baru

Pengunjung memperhatikan tawaran kredit rumah di Indonesia Property Expo 2015, Jakarta Convention Center, Senayan, Jakarta, Minggu (15/2/2015). BTN menargetkan realisasi kredit baru sebesar Rp1 triliun, dimana kebijakan khusus yang dapat dimanfaatkan antara lain approval permohonan kredit langsung di tempat, suku bunga kredit 9,25%, uang muka hanya 5%, diskon biaya asuransi, diskon biaya provisi 50%, bebas biaya administrasi. AKTUAL/TINO OKTAVIANO

Tol Gempol-Pandaan Optimistis Operasi Maret 2015

Jakarta, Aktual.co —  PT Jasa Marga (Persero) Tbk melalui anak usahanya, PT Jasamarga Pandaan Tol, optimistis mampu mengoperasikan jalan tol ruas Gempol-Pandaan, Jawa Timur, sepanjang 13,61, pada Maret 2015.

“Fisik sudah selesai 100 persen. Pada 23 Januari sudah ada kunjungan pertama kelaikan dari BPJT. Karena itu, perkiraan kami Maret siap,” kata Direktur Teknik, PT Jasamarga Pandaan Tol (JPT), Rahardjo, saat dihubungi, di Jakarta, Minggu (15/2).

Namun, lanjutnya, pada awal Februari ada sedikit gangguan berupa longsor di dinding pinggir jalan tol pada Km 6+250 hingga 6+450 Gempol-Pandaan karena tingginya curah hujan di kawasan itu.

“Perbaikan sedang dilakukan oleh kontraktor bekerja sama dan koordinasi dengan pihak terkait sehingga dalam waktu dekat ini sudah selesai,” katanya.

Ia juga menegaskan, perbaikan itu tidak menimbulkan eskalasi biaya investasi proyek senilai Rp1,2 triliun karena merupakan bagian dari risiko kontraktor. Selain itu, sesuai dengan rencana bisnis jalan tol tersebut, saat dioperasikan diperkirakan mampu melayani kendaraan dengan rata-rata lalu lintas harian sebanyak 22 ribu unit.

“Tarif sesuai rencana bisnis sebesar Rp607 per kilometer untuk golongan satu. Soal ini, nanti tunggu keputusan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat,” katanya.

Pemegang saham PT JPT adalah PT Jasa Marga 74,75 persen, PT Jalan Tol Kabupaten Pasuruan 13,8 persen dan PT Margabumi Matraraya 11,29 persen dengan masa konsesi selama 35 tahun.

Proyek Jalan Tol Gempol-Pandaan dicanangkan pada April 2013 dan ditargetkan selesai secara fisik pada Agustus 2014. Namun, karena ada persoalan pembebasan lahan dan perubahan kepemilikan saham perseroan pada Juni 2013, proyek molor hingga awal 2015.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Lahan Hutan PT Agro Muko Belum Berizin Menteri Kehutanan

Jakarta, Aktual.co — Seorang tokoh masyarakat Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu, menduga lahan yang digarap PT Agro Muko dalam kawasan hutan produksi Air Manjuto register 62 belum memiliki izin dari Kementerian Kehutanan.

“Lahan seluas 1.515 hektare yang digarap PT Agro Muko dalam kawasan hutan produksi terbatas (HPT) Air Manjuto itu belum ada izin Menteri Kehutanan,” kata tokoh masyarakat Kabupaten Mukomuko Bodi Rahmad Sentosa, di Mukomuko, Minggu (15/2).

Seluas 1.515 hektare lahan HPT Air Manjuto register 62 di daerah itu diduga digarap oleh PT Agro Muko perusahaan penanaman modal asing (PMA). Bodi yang juga mantan ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) setempat mengatakan mengetahui lahan itu belum memiliki izin dari hasil koordinasi dengan Badan Pertanahan Nasional (BPN) setempat.

Menurutnya, perusahaan PMA tersebut baru mau mengusulkan perubahan status lahan dalam HPT Air Manjuto.

“BPN sendiri yang bilang tidak semudah itu lahan dalam kawasan hutan berubah statusnya, kecuali peruntukan lahan itu untuk masyarakat,” ujarnya.

Ia mengatakan, dirinya dan lembaga swadaya masyarakat lain akan terus mengusut legalitas hukum lahan kawasan hutan yang diklaim oleh perusahaan PMA tersebut.

Kepala Kantor Kesatuan Pengelolaan Hutan Produksi (KPHP) Kabupaten Mukomuko Jasmin Sinaga mengatakan lahan seluas 1.515 hektare dalam HPT Air Manjuto itu bukan wilayah tugas instansi itu karena lahan tersebut sudah keluar izin Menteri sebagai hutan produksi yang dapat dikonversi atau HPK.

“Ada surat keputusan (SK) Menteri Kehutanan penurunan status lahan tersebut turun dari HPT jadi HPK. SK itu nomor 643 tahun 2012. SK itu keluar bersamaan dengan perubahan status pemukiman pendudukan dalam kawasan hutan jadi hak pengunaan lain (HPL),” ujarnya.

Ia menerangkan, dengan status HPK tersebut, perusahaan bebas menanam tanaman kelapa sawit.

Lebih lanjut, ia mengatakan, perusahaan sekarang sedang menggurus penurunan status lahan itu dari HPK menjadi hak pengelolaan lahan (HPL).

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Berita Lain