2 Januari 2026
Beranda blog Halaman 38729

Pemkab Mangar Telusuri SHM Pulau Punggu

Kupang, Aktual.co — Isu penjualan Pulau Punggu di Kabupaten Mangarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT) tetap menjadi perhatian pemerintah daerah setempat, lantaran hal tersebut sudah menyangkut harkat dan martabat Negara Indonesia.
Bupati Manggarai Barat, Agustinus Ch.Dula yang dihubungi dari Kupang, Senin (9/2) mengatakan, hingga kini pihaknya masih mencari tahu  dan menelusuri siapa pemilik sertifikat hak milik (SHM) atas pulau itu.
“Saya masih menugaskan Camat Komodo untuk menelusuri pemilik SHM atas Pulau Punggu. Isu penjulan pulau ini bukan lagi menjadi urusan orang per orang, tetapi sudah menjadi urusan pemerintah juga,” katanya.
Dia mengatakan, di Kabupaten Manggarai Barat, ada cukup banyak pulau yang menarik minat investor. Tidak sedikit pula ada yang berkeinginan membeli pulau-pulau yang ada.
Sebagaimana diberitakan, kabar tentang penjualan pulau di Indnmesia kembali merebak di dunia maya. Kali ini Pulau Punggu di Kabupaten Manggarai Barat, Flores, Nusa Tenggara Timur, dikabarkan dijual dengan harga ratusan miliar.
Melalui iklan yang diketahui dari situs Skyproperty, Pulau Punggu dijual seharga Rp134,2 miliar.
Pulau Punggu berstatus sertifikat hak milik (SHM), dan keterangan mengenai pulau itu dimuat dalam versi bahasa Indonesia dan Inggris. Tak dijelaskan siapa pemilik pulau tersebut. Pulau Punggu memiliki luas 117 hektar. Di pulau ini terdapat pantai dan terumbu karang yang menakjubkan. Tempat ini sempurna untuk dijadikan sebagai tempat peristirahatan. “Jarak antara Pulau itu dengan Bandara Komodo di Labuhan Bajo, 20 menit menggunakan speed boat, Sementara ke Taman nasional Komodo 20 menit menggunakan speed boat,” keterangan dari iklan tersebut, Jumat (6/2).

Artikel ini ditulis oleh:

Komisi V akan Cecar Jonan Soal Pelantikan Tersangka Gratifikasi

Jakarta, Aktual.co — Anggota Komisi V Bahrum Daido mempertanyakan alasan Menhub Ignasius Jonan melantik tersangka gratifikasi Eddi sebagai Direktur Angkutan Lalu Lintas Jalan. Bahrum mengatakan Jonan harus ikuti standar operasional untuk tidak melantik tersangka.
“Jonan harus lihat contoh yang dilakukan oleh pak Jokowi. Jokowi kan tidak melantik tersangka seharusnya dia juga ikut SOP-nya Pak Jokowi untuk tidak melantik tersangka. Kalau dia melantik tersangka gitu ya kita perlu tanyakan subjektifitasnya Pak Jonan terhadap pembrantasan korupsi,” ujar Bahrum Daido, Senin (9/2).
Bahrum mengatakan persoalan tersebut akan ditanyakan pada saat rapat kerja Komisi V DPR dengan Kemenhub selanjutnya.
“Pertanyaannya kenapa sampai dilantik, apa alasannya, jadi mungkin nanti ada raker dengan menhub dalam rangka pembahasan anggaran sekaligus kita akan tanyakan kepada pak Jonan di rapat kerja dengan Komisi V,” katanya
Bahrum menambahkan kemungkinan hari selasa atau rabu minggu ini Komisi V DPR akan mengadakan raker sekaligus mempertanyakan alasan melantik Eddi.

Artikel ini ditulis oleh:

Kembalikan APBD DKI, Ini Penjelasan Tjahjo Kumolo

Jakarta, Aktual.co —Format Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DKI 2015, dikembalikan oleh Kementerian Dalam Negeri. Saat dikonfirmasi Aktual.co, kabar itu dibenarkan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo. Kata dia, pihaknya hanya meminta agar Pemprov DKI memperbaiki kembali format APBD yang disodorkan ke Kemendagri agar segera bisa dievaluasi.
“Betul minta diperbaiki saja. Karena Rancangan Peraturan Daerah APBD DKI Jakarta yang telah mendapatkan persetujuan bersama dengan DPRD benar telah diterima tanggal 5 Februari untuk dievaluasi. Namun ternyata setelah dicermati dokumen tidak lengkap,” ujar Tjahjo, kepada Aktual.co, Senin (9/2). 
Adapun kekurangan yang ditemui di dokumen APBD DKI 2015, tutur Tjahjo yakni seperti tidak ada ringkasan APBD, dan tidak ada Pembiayaan Belanja Tidak Langsung. “Yang intinya struktur dan format Raperda tidak sesuai dengan PP 58/05 dan PMDN 13/06. Oleh karenanya tentu tidak dapat dievaluasi oleh kementerian dalam negeri,” ujar dia.
Kata politisi PDI-P itu, pemanggilan juga sudah dilakukan kepada Kepala Bappeda DKI dan Kepala BPKD DKI guna memberitahukan kekurangan di format APBD, agar segera disempurnakan.
Tjahjo juga mengakui adanya surat dari DPRD DKI yang mengatakan format APBD yang dilayangkan Pemprov DKI ada cacat prosedur. Namun dia sendiri masih bertanya dengan cacat prosedur yang dimaksud pihak DPRD DKI. Lantaran si APBD sebelum diserahkan ke Kemendagri, tentunya sudah dapat persetujuan DPRD DKI.
Sebelumnya, dari informasi yang dihimpun aktual.co, Dirjen Keuangan Daerah Kemendagri Reydonnyzar Moenek mengatakan kalau dari penjelasan Kepala Bappeda DKI dan Kepala BPKD DKI, permasalah di APBD DKI ada di penerapan e-Budgeting. Moenek sendiri tak memasalahkan penerapan sistem e-budgeting.
“Tidak ada yang salah dengan sistem (e-budgeting) itu. Improvisasi dimungkinkan kalau memudahkan membacanya. Tapi ini kami tidak bisa membacanya. Dan ini harus sama persis mengikuti PP 58 Tahun 2005 karena itu diatur oleh Undang-undang,” ujar dia, seperti dilansir dari Detik.com, Senin (9/2).
Tadi pagi, ditemui di Balai Kota DKI, Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) sendiri tetap ngotot e-Budgeting harus tetap berjalan. Dia juga tak percaya dikembalikannya APBD DKI oleh kemendagri lantaran persoalan e-Budgeting, melainkan karena ulah oknum DPRD. Ahok menuding oknum DPRD itu mengirim surat ke Kemendagri dan mengatakan APBD DKI yang diterima Kemendagri adalah cacat prosedur.
“Ini persoalan oknum DPRD ngomong atau kirim surat ke kemendagri bahwa yang dikirim dari kita nggak sah tapi harus dari mereka. Kita mau nggak versinya mereka lagi ditukar-tukar? Nggak fair kan,” ujar dia, di Balai Kota DKI, Jakarta, Senin (9/2).

Artikel ini ditulis oleh:

IPW Desak Bongkar Bantuan Dana Rp30 Miliar

Jakarta, Aktual.co — Bareskrim Mabes Polri didesak untuk mengusut dugaan bantuan dana sebesar Rp30 miliar dari KPK ke 31 LSM (lembaga swadaya masyarakat).
Pengusutan itu untuk memastikan, apakah ada gratifikasi dan penyalahgunaan wewenang dalampemberian dana itu.
Indonesia Police Watch (IPW) menduga bahwa aliran dana tersebut kuat dugaan berhubungan dengan penangkapan terhadap mantan Ketua BPK Hadi Purnomo yang mencoba membongkar aliran dana tersebut.
“IPW menilai, Bareskrim perlu mengusut kasus ini. Sebab KPK adalah lembaga negara yang jumlah pendanaannya dari negarasangat terbatas. KPK bukanlah perusahaan profit atau konglomerasi NGO yang bertugas menyalurkan dana-dana luar negeri ke sejumlah LSM,” kata Ketua Presidium IPW, Neta S Pane dalam keterangan tertulisnya yang diterima Aktual.co, di Jakarta, Senin (9/2).
“Sehingga, jika benar ada penggunaan “dana komunitas” KPK sebesar Rp 10 miliar per tahun periode 2011 – 2013 yang dibagikan kepada 31 LSM, itu berpotensi sebagai gratifikasi atau penyalahgunaan uang negara yangharus dipertanggungjawabkan,” tambahnya.
Dikatakan Neta, dana tersebut mirip dengan dana bantuan sosial untuk LSM dan komunitas anti korupsi. Namun, tujuan dan prosedur pengunaannya tidak sejelas dana Bansos. Sehingga bisa diduga sejumlah LSM mengkampanyekan antikorupsi dengan menggunakan dana gratifikasi. Akan tetapi, sambung dia, dukungan dana ituberhenti di 2013 setelah diaudit oleh BPK dan dilaporkan ke DPR.
“Hal inilah yang diduga menjadi sebab penetapan tersangka atas mantan Ketua BPK Hadi Purnomo yang hingga sekarang tidak pernah diproses KPK,” bebernya.
IPW, ucap Neta mendesak, Bareskrim Polri mengusut dugaan penyalahgunaan dana KPK itu dengan cara membuka audit BPK dan meminta penjelasan Hadi Purnomo.
“Jika ditemukan data-data penyalahgunaan anggaran di KPK, Bareskrim jangan ragu dan takut untuk membongkarnya dan memeriksa semua pihak yang terlibat, baik pejabat KPK maupun sejumlah LSM yang menerima dana Rp 30 miliar dari KPK tersebut,” tandasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Novrizal Sikumbang

APBD 2015 Dikembalikan Kemendagri, Ahok: Warga DKI Tak Butuh!

Jakarta, Aktual.co —Entah lantaran kesal Anggaran Penerimaan dan Belanja Daerah (APBD) DKI 2015 dikembalikan Kementerian Dalam Negeri, Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengatakan warga DKI Jakarta tak butuh itu.
“Orang Jakarta nggak butuh APBD kok. Lu percaya sama saya. Orang Jakarta yang penting urusin sampah, transportasi terus nggak banjir. Sudah itu saja,” ujar dia ketus, saat ditemui di Balai Kota DKI, Jakarta, Senin (9/2).
Mengenai ‘nasib’ APBD yang dikembalikan Kemendagri dengan alasan struktur pengisian APBD dianggap tidak sesuai PP No 58 Tahun 2005, Ahok mengatakan ini bukan kali pertama dialami DKI. “Dulu juga gitu,” ucap dia.
Terkait ancaman tak terima gaji selama enam bulan karena APBD telat diserahkan, mantan Bupati Belitung Timur itu juga mengaku tak masalah. Dia juga tetap ngotot e-budgeting tetap diberlakukan meski dianggap sebagai penyebab format APBD dikembalikan Kemendagri.
“Tetap e-budgeting. Nggak boleh di-print out keluar. Kalau itu curi duit rakyat saya bilang. Nah kalau alasan itu kita nggak mau dikasih APBD, ya sudah nggak usah. Nggak usah,” ujar dia.

Artikel ini ditulis oleh:

Rupiah Dibuka Melemah 35 Poin ke Rp12.655

Jakarta, Aktual.co —  Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta bergerak melemah sebesar 35 poin menjadi Rp12.655 dibandingkan sebelumnya di posisi Rp12.620 per dolar AS.

“Dolar AS bergerak menguat di pasar uang global setelah data kerja Amerika Serikat mengalami peningkatan sehingga kembali mengangkat spekulasi kenaikan suku bunga pada pertengahan tahun ini,” kata Kepala Riset Monex Investindo Futures Ariston Tjendra di Jakarta, Senin (9/2).

Ariston mengemukakan bahwa data Amerika Serikat menunjukkan kenaikan angka non-farm payroll (jumlah upah yang dibayarkan kepada tenaga kerja di luar pekerja pemerintahan) meningkat sebanyak 257.000 di bulan Januari, melampaui perkiraan kalangan ekonom.

“Angka kerja yang solid akan mendorong outlook perekonomian the Fed menaikan suku bunga dan telah membantu menempatkan mata uang dolar AS lebih kuat terhadap mayoritas mata uang dunia,” katanya.

Menurut dia, jika pasar tenaga kerja AS membaik, hal tersebut akan membesarkan peluang Bank Sentral AS atau the Fed tetap bertahan dalam jalur kenaikan suku bunga di bulan Juni mendatang, hal itu akan memberikan dolar AS tambahan momentum kedepannya.

Sementara itu, Analis PT Platon Niaga Berjangka Lukman Leong mengatakan bahwa sentimen di dalam negeri yang terbilang masih cukup positif masih mampu menahan rupiah tidak tertekan lebih dalam.

“Serangkaian kabar bagus dari dalam negeri tetang perekonomian sedang menyelimuti Indonesia seperti cadangan devisa Januari 2015 yang bertambah, inflasi ke depan diperkirakan stabil serta defisit neraca perdagangan yang mengalami perbaikan seiring dengan harga minyak dunia yang melemah,” kata Lukman.

Dalam jangka panjang, lanjut dia, dirinya melihat kondisi perekonomian dalam negeri masih positif maka potensi rupiah untuk kembali naik terhadap dolar AS cukup terbuka.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Berita Lain