14 Mei 2026
Beranda blog Halaman 38861

Mentristek: Potensi Kebutuhan Pesawat Indonesia Capai 40 Unit/Tahun

Jakarta, Aktual.co — Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristek) M Nasir mengatakan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) saat ini sedang merancang pesawat komersial dengan jarak tempuh pendek sesuai kondisi geografis Indonesia.

“Riset pesawat sudah hampir selesai, prototipenya jarak pendek sesuai kondisi geografis Indonesia,” katanya usai mengadakan ramah tamah dan dialog dengan civitas akademika Universitas Mataram (Unram), di Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), Jumat (20/2).

Ia mengatakan riset pesawat komersial sesuai kondisi geografis Indonesia itu dilakukan karena ada potensi pasarnya di Indonesia.

“Market share pesawat di Indonesia, dalam kurun waktu lima tahun mencapai 200 unit, sedangkan Perseroan Terbatas (PT) Dirgantara Indonesia (DI) selaku badan usaha milik negara (BUMN), hanya mampu memproduksi pesawat sebanyak 24 unit per tahun,” jelasnya.

Artinya, kata Nasir, dari potensi pasar pesawat di Indonesia, yang mampu dipenuhi oleh PT DI hanya 120 unit selama lima tahun.

“Makanya, hasil riset Lapan terkait pesawat komersial dengan jarak tempuh pendek itu nanti juga akan digunakan oleh PT DI,” ujarnya.

Menurut Nasir, pihaknya terus mendorong para peneliti baik yang ada di lembaga penelitian maupuh di perguruan tinggi negeri untuk terus berinovasi melakukan riset ilmiah. Kemenristek Dikti sudah menyediakan alokasi anggaran sebesar 30 persen dari total biaya operasional perguruan tinggi negeri (BOPTN) untuk melakukan riset yang bermanfaat bagi kehidupan masyarakat.

“Jadi penelitian di Indonesia tidak hanya berhenti pada tataran riset, tapi harus bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Tiga Pesawat Alami Gangguan, Lion Air ‘Kelabakan’

Jakarta, Aktual.co — Direktur Utama Lion Air Edward Sirait mengatakan bahwa sistem produksi di Lion Air saling terkait satu sama lain.
Dijabarkan, Lion Air memiliki 110 pesawat, 81 pesawat yang diterbangkan, dan 6 pesawat cadangan, namun Lion Air ternyata masih kelabakan saat 3 pesawatnya mengalami gangguan.
“Yang kita terapkan adalah produksi seperti rantai, jadi kalau satu terganggu apalagi melalui Cengkareng, itu banyak gangguan besar,” kata Edward, di Bandara Soetta, Jumat (20/2).
Edward menambahkan, pihaknya akan mengkaji ulang untuk membagi beban produksi tidak hanya dari Cengkareng.
“Ini yang sedang kami pikirkan untuk mendistribusikan sebagian produksi dari Cengkareng, contohnya mungkin Batam kita lagi progress,” ungkapnya.
Dijelaskan sebelumnya, Lion Air mengalami gangguan terhadap 3 pesawatnya sejak Rabu (18/2). Akibatnya, 21 penerbangan terganggu dan berimbas pada ‘delay’ hingga berhari-hari.

Artikel ini ditulis oleh:

Ada yang Spesial dalam Konser AKB48 dan JKT48 Malam Ini

Jakarta, Aktual.co — Grup idola remaja JKT48 malam ini akan menggelar konsernya bersama AKB48 yang berasal dari Jepang di Main Hall, Kota Kasablanka, Jakarta Selatan, sekitar pukul 18:30 WIB. Ini adalah konser mereka yang kedua dengan tajuk ‘Bergandeng Tangan Dengan Kakak’.
Para penggemar JKT48 sudah bersiap-siap sejak siang tadi untuk kembali menyaksikan konser tersebut. 
“Perbedaannya dengan konser tahun kemarin adalah kalau konser tahun ini adalah hadirnya leader tim A AKB48 Yokoyama Yui,” beber Kuramochi Asuka, anggota AKB48, dalam bahasa Jepang-nya, Jumat (20/2), di Jakarta
Namun sayang, baik AKB48 dan JKT48 belum mau membeberkan berapa lagu yang akan mereka nyanyikan dalam konser malam ini.
“Masih rahasia yah, dan juga kita akan ada kolaborasi juga nanti, nonton aja nanti” timpal Melodi, ketua JKT48.

Artikel ini ditulis oleh:

Mafia Beras Bakal Diberangus Mendag Gobel

Jakarta, Aktual.co —  Pemerintah akan memberantas mafia beras, dikarenakan saat ini harga kebutuhan pokok masyarakat tersebut terus mengalami kenaikan mencapai 30 persen kendati operasi pasar telah dilakukan sejak Desember 2014.

“Mafia beras itu ada dan harus diberantas, itu harus kita lakukan. Kita harus lawan, dan harus kita bersihkan,’ kata Menteri Perdagangan, Rachmat Gobel, dalam jumpa pers di Kementerian Perdagangan, Jakarta, Jumat (20/2).

Kecurigaan tersebut, lanjut Rachmat, akibat masuknya beras Bulog khususnya di Pasar Induk Beras Cipinang dalam waktu beberapa hari terakhir yang mencapai 1.800 ton, sementara dari gudang Bulog sendiri tidak ada pengiriman.

“Saya mendapatkan laporan beras yang masuk bukan dari gudang Bulog, siapa yang memasukkan beras tersebut. Sampai saat ini sudah 1.800 ton, itu terjadi sejak awal Februari 2015,” ujar Rachmat.

Pemerintah pada Desember 2014 sampai dengan Januari 2015 telah melakukan operasi pasar, kurang lebih sebanyak 75.000 ton beras Bulog disalurkan namun masih belum bisa menurunkan harga kebutuhan pokok tersebut.

Pada Februari 2015, pemerintah akhirnya menurunkan satgas untuk segera mendistribusikan beras Bulog langsung ke masyarakat, melalui 12 titik pasar rakyat dan 50 titik permukiman di Jakarta, Depok, Tangerang dan Bekasi.

“Kita menggunakan satgas, karena langsung ke masyarakat. Karena saat dilihat, skenario dengan menggunakan sebelumnya kurang efektif, apakah sistemnya harus diubah. Kita akan audit sistem yang ada selama ini,” kata Rachmat.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Bulog Leni Sugihat menyatakan bahwa sejak Desember 2014 lalu, Bulog sudah melakukan operasi pasar yang bertujuan untuk melakukan pengendalian dan stabilisasi harga beras.

Skema operasi pasar tersebut memiliki tiga cara, yang pertama adalah berdasarkan permintaan pemerintah daerah yang disalurkan Pasar Induk Cipinang melalui kios-kios, kedua kerja sama dengan PD Pasar Jaya, dan yang terakhir dilakukan oleh satgas Bulog sendiri.

“Kami memantau di DKI Jakarta, sejak Desember 2014-Januari 2015 kita sudah keluarkan lebih dari 75.000 ton beras dalam rangka OP. seharusnya harga tidak naik, akan tetapi saat dicek di pasar, tidak ada beras dengan harga Rp7.400 per kilo,” kata Leni.

Terkait dengan dugaan Delivery Order (DO) yang disalahgunakan oleh oknum Bulog, Leni menyatakan pihaknya tidak akan memberikan toleransi jika terbukti ada permainan. Seluruh sistem yang ada di Bulog akan dievaluasi.

“Jika dalam tubuh Bulog ada indikasi itu (permainan) akan saya kejar. Saya sudah sampaikan pada jajaran Bulog kalau tidak ada toleransi untuk kejahatan. Kalau ada yang terlibat akan diproses hukum,” ujar Leni.

Harga beras terus mengalami kenaikan, di Pasar Induk Cipinang, Jakarta Selatan, kenaikan bahan kebutuhan pokok masyarakat tersebut mencapai 30 persen. Harga beras Bulog sendiri seharusnya dijual sebesar Rp7.400 per kilogram.

Namun, beras Bulog tersebut tidak ada di pasaran kendati beberapa waktu lalu Bulog sudah melakukan operasi pasar dan menyalurkan beras kurang lebih mencapai 75.000 ton.

Pemerintah bersikap, skema yang dilakukan Bulog pada Desember 2014 hingga Januari 2015 lalu dinilai tidak mampu meredam kenaikan harga beras dan pada akhirnya penyaluran dilakukan oleh satgas Bulog ke 12 pasar rakyat dan 50 titik permukiman di Jadetabek.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Said Didu Tuding Bisnis Maskapai Alat Cuci Uang

Jakarta, Aktual.co — Tertundanya penerbangan maskapai Lion Air hingga beberapa hari membuat beberapa rentetan panjang dan kritikan dari pelbagai pihak. Mulai dari tudingan mogok kerja karyawan Lion Air hingga permasalahan keuangan. Pasalnya, Lion Air sempat melakukan kerja sama bisnis dengan membeli 150 pesawat Air Bus dari Amerika Serikat.

Mantan Sekretaris Menteri BUMN era Jusuf Kalla, Said Didu menilai pembelian 150 pesawat patut dipertanyakan. Pasalnya, untuk membeli pesawat tersebut, Rusdi Kirana harus menyediakan setidaknya 30 persen dari Rp500 triliun, atau Rp150 triliun.

“Secara bisnis pembelian pesawat Rp500 triliun, Rusdi kirana harus menyediakan modal 30 persen, artinya mereka harus memiliki Rp150 triliun,” ujar Said Didu di Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (20/2).

Menurutnya, Rusdi Kirana akan masuk daftar orang terkaya di Indonesia kalau dia memiliki uang segitu banyak. Drinya mempertanyakan darimana Rusdi mendapatkan uang segitu banyak, apabila menggunakan jaminan, melalui siapa dia meminta jaminan sebanyak itu. Dirinya mencurigai bisnis maskapai menjadi celah pebisnis nakal untuk melakukan pencucian uang.

“Pencucian uang itu banyak di bisnis pesawat. Karena satu pesawat saja bisa berharga Rp700 miliar, kalau dibelikan mobil banyak banget, engga masuk akal,” tegasnya.

Lion Air, menurutnya, banyak melibatkan campur tangan semua pihak sehingga menjadikan maskapai tersebut anak istimewa. Bahkan kementerian perhubungan terlihat enggan menegur maskapai milik Rusdi Kirana. 

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Kejati Sulsel Terima SPDP Abraham Samad

Jakarta, Aktual.co — Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan telah menerima Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) terhadap Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi tidak aktif, Abraham Samad yang telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan.
“Polda Sulsel sudah mengirim SPDP-nya dan kita sudah menerimanya. Dalam SPDP itu juga terlampir SPDP Feriyani Lim yang juga ditetapkan menjadi tersangka,” ujar Asisten Pidana Umum Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan, Muh Yusuf di Makassar, Jumat (20/2).
Dia mengatakan, penyidik Ditreskrim Umum Polda Sulsel sudah menyerahkan SPDP untuk kedua tersangka kasus pemalsuan dokumen kependudukan tersebut. Untuk SPDP ketua KPK dengan No A.3/.10/11/2015/ Ditreskrimum, sedangkan Feriyani Lim SDPP No A.3/A10/II/2015/ditrekskrimum.
Muh Yusuf menjelaskan bahwa, setelah SPDP berkas kedua tersangka itu diterima, Kejati Sulsel kemudian membentuk tim jaksa peneliti, dimana telah ditunjuk tiga jaksa senior, masing masing Muh Iksan, Christian R, dan Andi Syahrir.
Penunjukan tiga jaksa senior yang akan meneliti berkas Ketua KPK non aktif ini karena diharapkan bisa melakukan penelitian terhadap berkas yang diserahkan tim penyidik Polda Sulselbar.
Dalam kasus tersebut Ketua KPK dijerat dengan pasal 264 KUHP tentang pemalsuan dokumen kependudukan yang memiliki ancaman hukuman maksimal delapan tahun.
Dijelaskan Muh Yusuf bahwa dalam kasus yang menjerat Ketua KPK ini, sebenarnya biasa-biasa saja, sama seperti kasus pemalsuan lainnya, hanya yang membadakan adalah tersangkanya Ketua KPK sehingga kasus.
“Ini kasus biasa, mungkin dianggap menarik. Alasan itu juga yang membuat saya menempatkan jaksa yang memiliki kemampuan dalam kasus tersebut,” tandas dia.
Sebelumnya Kepala Bidang Humas Polda Sulawesi Selatan dan Barat Komisaris Besar Endi Sutendi menjelaskan bahwa Abraham Samad sudah ditetapkan sebagai tersangka sejak 9 Februari 2015.
Penetapan tersangka terhadap Samad berdasarkan hasil gelar perkara Polda Sulawesi Selatan dan Barat menindaklanjuti gelar perkara di Markas Besar Polri pada 5 Februari 2015.
Dalam kasus itu, Polda Sulawesi Selatan dan Barat telah menetapkan Feriyani Lim sebagai tersangka. Polda Sulawesi Selatan dan Barat juga telah memeriksa sekitar 20 orang saksi.
Sejauh ini, saksi-saksi yang diperiksa adalah aparatur pemerintahan di Makassar, dari tingkat RT, kelurahan, kecamatan, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil, hingga pihak Imigrasi. Pemeriksaan juga dilakukan terhadap Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Jakarta.
Kasus ini dilaporkan Ketua Lembaga Peduli KPK dan Polri Chairil Chaidar Said ke Badan Reserse Kriminal Mabes Polri beberapa waktu lalu. Selanjutnya, kasus ini dilimpahkan ke Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan dan Barat per 29 Januari 2015. Berselang empat hari kemudian, polisi menetapkan Feriyani sebagai tersangka.
Dalam kasus ini, Feriyani disinyalir memakai lampiran dokumen administrasi kependudukan palsu berupa KK dan KTP saat mengurus paspor di Makassar pada 2007. Pasalnya, ditemukan dokumen administrasi kependudukan Feriyani di Jakarta dengan data berbeda. Yang paling mencolok adalah perbedaan nama orang tua tersangka.
Kasus pemalsuan dokumen administrasi kependudukan ini belakangan menyeret Ketua KPK Abraham Samad, yang diduga membantu Feriyani dalam pembuatan dokumen.

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

Berita Lain