14 Mei 2026
Beranda blog Halaman 38862

Siti Zuhro: Proses Politik di Indonesia Mengalami Kemunduran

Jakarta, Aktual.co — Pengamat Politik LIPI Siti Zuhro mengatakan bahwa proses politik yang terjadi di Indonesia mengalami langkah mundur. 
Hal ini dikarenakan, bangsa ini selalu dihadapkan pada inkonsistensi pemimpin yang begitu cepatnya berubah sikap dan pendirian. 
“Kadang-kadang menjadi kedelai, kadang menjadi tempe,” kata Siti Zuhro, Jumat (20/2).
Padahal, pemimpin seharusnya sadar bahwa mereka dipilih untuk memimpin dan bukannya justru membingungkan orang yang dipimpinnya. Hal ini juga yang ditunjukkan oleh Presiden Jokowi. “Seringkali, Jokowi berubah sikap hanya dalam hitungan hari. Sayangnya, hal-hal semacam ini mudah terulang dan masyarakat justru membiarkannya,” tutur Zuhro. Kali ini Jokowi dinilai sedang ‘terpeleset’ oleh politik ‘aji mumpung’ yang selama ini dilakukannya. Sehingga, tak kurang dari Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang dan Keputusan Presiden pun ‘terpaksa’ dikeluarkan.

Artikel ini ditulis oleh:

Jambret Dompet Isi Rp11 Ribu, Satu Pelaku Dihajar Warga

Jakarta, Aktual.co — Junius Sarianto (24) terpaksa harus mendapatkan bogem-bogem mentah dari warga. Pasalnya Junius tertangkap oleh warga setelah aksinya menjambret  Khairunisa Ristia (24) di Jalan Jamblang 1 RT 08 RW 02, Duri Selatan, Tambora, Jakarta Barat berhasil digagalkan.
Menurut Kapolsek Tambora Kompol Dedy Tabrani bahwa peristiwa penjambretan tersebut bermula saat korban yang saat itu tengah berjalan bersama rekannya. 
“Tiba-tiba dari belakang tas korban dirampas oleh pelaku yang menggunakan sepeda motor,” ujarnya, Jumat (20/2). 
Dikatakan Dedy kalau korban Khairunisa yang dijambret pun langsung berteriak kencang. Warga yang mendengar teriakan gadis tersebut langsung meringkus pelaku dan menghajarnya. 
“Satu pelaku berhasil melarikan diri, sementara satu pelaku berhasil diamankan,’ tambahnya.  
Dedy menambahkan dari tangan tersangka, polisi menyita beberapa barang bukti seperti satu buah tas warna ungu, satu buah dompet warna hijau yang berisi uang tunai sebesar Rp11 ribu.
“Tersangka BO masih kita lakukan pengejaran,” tutupnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Kisah Anak Sufi Islami: Alam Semesta adalah Guru yang Bijak

Jakarta, Aktual.co — Jakarta, Aktual.co —Jumat (20/2) malam, Aktual.co kembali menghadirkan kisah Islami bagi anak-anak yang mendidik. Kali ini, menceritakan tentang pencarian Tuhan, yang dikisahkan oleh Sufi. Berikut kisahnya.

Tatkala seorang Guru Sufi Besar Hasan, mendekati akhir masa hidupnya, seseorang bertanya kepadanya, “Hasan, siapakah gurumu?”

Dia menjawab, “Aku memiliki ribuan guru. Menyebut nama mereka satu-persatu akan memakan waktu berbulan-bulan, bertahun-tahun dan sudah tidak ada waktu lagi untuk menjelaskannya. Tetapi ada tiga orang guru yang akan aku ceritakan kepadamu.

Pertama adalah seorang pencuri. Suatu saat aku tersesat di gurun pasir, dan ketika aku tiba di suatu desa, karena larut malam maka semua tempat telah tutup. Tetapi akhirnya aku menemukan seorang pemuda yang sedang melubangi dinding pada sebuah rumah.

Aku bertanya kepadanya dimana aku bisa menginap dan dia berkata “Adalah sulit untuk mencarinya pada larut malam seperti ini, tetapi engkau bisa menginap bersamaku, jika engkau bisa menginap bersama seorang pencuri.”

Sungguh menakjubkan pemuda ini. Aku menetap bersamanya selama satu bulan. Dan setiap malam ia akan berkata kepadaku, “Sekarang aku akan pergi bekerja. Engkau beristirahatlah dan berdoa.” Ketika dia telah kembali aku bertanya “apakah engkau mendapatkan sesuatu?” dia menjawab, “Tidak malam ini. Tetapi besok aku akan mencobanya kembali, jika Tuhan berkehendak.” Dia tidak pernah patah semangat, dia selalu bahagia.

Ketika aku berkhalwat (mengasingkan diri) selama bertahun-tahun dan di akhir waktu tidak terjadi apapun, begitu banyak masa dimana aku begitu putus asa, begitu patah semangat, hingga akhirnya aku berniat untuk menghentikan semua omong kosong ini.

Dan tiba-tiba aku teringat akan si pencuri yang selalu berkata pada malam hari. “Jika Tuhan berkehendak, besok akan terjadi.”

Guruku yang kedua adalah seekor anjing. Tatkala aku pergi ke sungai karena haus, seekor anjing mendekatiku dan ia juga kehausan. Pada saat ia melihat ke airnya dan ia melihat ada anjing lainnya disana “bayangannya sendiri”, dan ia pun ketakutan. Anjing itu kemudian menggonggong dan berlari menjauh. Tetapi karena begitu haus ia kembali lagi.

Akhirnya, terlepas dari rasa takutnya, ia langsung melompat ke airnya, dan hilanglah bayangannya. Dan pada saat itulah aku menyadari sebuah pesan datang dari Tuhan: ketakutanmu hanyalah bayangan, ceburkan dirimu ke dalamnya dan bayangan rasa takutmu akan hilang.

Guruku yang ketiga adalah seorang anak kecil. Tatkala aku memasuki sebuah kota dan aku melihat seorang anak kecil membawa sebatang liling yang menyala. Dia sedang menuju mesjid untuk meletakkan lilinnya disana.

“Sekedar bercanda”, kataku kepadanya, “Apakah engkau sendiri yang menyalakan lilinnya?” Dia menjawab, “Ya tuan.” Kemudian aku bertanya kembali, “Ada suatu waktu dimana lilinnya belum menyala, lalu ada suatu waktu dimana lilinnya menyala. Bisakah engkau tunjukkan kepadaku darimana datangnya sumber cahaya pada lilinnya?”

Anak kecil itu tertawa, lalu menghembuskan lilinnya, dan berkata, “Sekarang tuan telah melihat cahayanya pergi. Kemana ia perginya? Jelaskan kepadaku!”

Egoku remuk, seluruh pengetahuanku remuk. Pada saat itu aku menyadari kebodohanku sendiri. Sejak saat itu aku letakkan seluruh ilmu pengetahuanku.

Adalah benar bahwa aku tidak memiliki guru. Tetapi bukan berarti bahwa aku bukanlah seorang murid, aku menerima semua kehidupan sebagai guruku. Pembelajaranku sebagai seorang murid jauh lebih besar dibandingkan dengan dirimu. Aku mempercayai awan-awan, pohon-pohon.

Seperti itulah aku belajar dari kehidupan. Aku tidak memiliki seorang guru karena aku memiliki jutaan guru yang aku pelajari dari berbagai sumber. Menjadi seorang murid adalah sebuah keharusan di jalan sufi. Apa maksud dari menjadi seorang murid?

Maksud dari menjadi seorang murid adalah untuk belajar. Bersedia belajar atas apa yang diajarkan oleh kehidupan. Melalui seorang guru engkau akan memulai pembelajaranmu.

Sang guru adalah sebuah kolam dimana engkau bisa belajar bagaimana untuk berenang. Dan tatkala engkau telah mahir berenang, seluruh Samudera adalah milikmu. (Dikutip dari Berbagai Sumber).

Artikel ini ditulis oleh:

Soal Kapolri, Jokowi Disarankan Tingkatkan Komunikasi Politik dengan PDIP

Jakarta, Aktual.co — Pengamat politik LIPI Siti Zuhro menyarankan Presiden Joko Widodo meningkatkan komunikasi politiknya dengan PDIP dan partai politik lainnya di parlemen.
Dirinya menilai pengusulan nama Komjen Pol Badrodin Haiti sebagai calon kapolri pengganti Budi Gunawan, akan menambah resistensi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan terhadap Presiden Joko Widodo. “Presiden harus tingkatkan komunikasi politiknya dengan PDIP dan parpol lain, sehingga kekecewaan partai pendukungnya itu tidak berujung pada penggunaan hak interpelasi,” kata Siti Zuhro, Jumat (20/2). Menurutnya, persoalan politik dan hukum yang terjadi belakangan ini memiliki sejumlah konsekuensi. Bila hingga masa reses DPR berakhir dan Jokowi bisa berkomunikasi serta mengelola kekuatan yang ada di PDIP dan Koalisi Indonesia Hebat, maka kekecewaan yang muncul bisa diredam. Zuhro mengatakan posisi PDIP dilematis. Bila tidak didukung, Jokowi merupakan kader PDIP. Sementara bila tetap didukung, hubungan keduanya semakin memburuk. Sehingga, tidak alasan bagi Jokowi untuk tidak mengelola konflik yang terlanjur membesar dengan PDIP. 
Selanjutnya, Jokowi juga harus bisa mempertanggungjawabkan pembatalan penunjukkan Komjen Pol Budi Gunawan sebagai kapolri. “Bila PDIP menganggap bahwa pembatalan BG adalah hal prinsip, maka resistensinya bisa makin membesar. Namun apakah akan berujung pada penggunaan hak interpelasi atau tidak, tentu akan sangat tergantung pada komunikasi kedua belah pihak,” tegasnya. Sementara itu, bila DPR menganggap tindakan Jokowi tersebut tidak dapat diterima, maka tidak menututup kemungkinan interpelasi akan diajukan. Hal itu mengingat bahwa BG telah mengikuti ‘fit and proper test dan dinyatakan lolos. “Tidak ada yang tidak mungkin. Namun kali ini, KMP sengaja untuk tidak terlalu mengambil peran. Sehingga, KMP melepas dan tidak terlalu ngotot untuk menyerang Jokowi,”katanya.

Artikel ini ditulis oleh:

Ahok: Gaji Tinggi, Satpol PP DKI Kebanyakan “Leye-Leye”

Jakarta, Aktual.co — Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama mengatakan bahwa saat ini kinerja Satpol PP milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta selama ini tidak optimal. Pasalnya menurut pria yang disapa Ahok ini bahwa Satpol PP sudah mendapatkan gaji pokok dan tunjangan kinerja yang tinggi, sehingga meninggalkan dan melepaskan tanggungjawabnya.
“Dia keenakan. Dapat gaji dan tunjangan, kerjanya cuma duduk-duduk,” ujarnya kepada wartawan, Jumat (20/2). 
Untuk mencegah hal tersebut, kata Ahok pihaknya akan memberlakukan sistem penggajian berdasarkan kinerja atau salary based on performance melalui mekanisme Tunjangan Kinerja Daerah (TKD).
“Sekarang kalau Anda mau dapat TKD, Anda harus tangkapin orang, harus tilang pelanggaran. Kita hitung poinnya dari situ,” tandasnya. 
Dikatakan Ahok apabila sistem tersebut dapat berjalan dengan baik, maka Satpol PP yang kerjanya santai dalam melakukan pekerjaannya, maka pendapatan yang diperoleh hanya sedikit dibandingkan petugas Satpol PP yang rajin menegakkan Perda.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Permudah Penerbitan Obligasi, BEI Siapkan Peraturan Baru

Jakarta, Aktual.co — Bursa Efek Indonesia (BEI) merencanakan untuk menerbitkan peraturan baru tentang obligasi atau sukuk (obligasi syariah) yang memberikan kemudahan bagi perusahaan sektor energi, infrastruktur, dan energi baru yang terbarukan dalam mencari pendanaan ekspansi.

“Diharapkan, peraturan itu terbit pada tahun ini. Dalam peraturan itu nantinya perusahaan diperbolehkan untuk mengeluarkan obligasi atau sukuk meski belum ada penghasilan,” kata Direktur Penilaian Perusahaan BEI Hoesen di Jakarta, Jumat (20/2).

Misal, ia mencontohkan bahwa perusahaan di sektor energi itu berniat membangun pembangkit listrik namun belum menghasilkan pendapatan sehingga kesulitan untuk merealisasikan rencananya, dengan peraturan itu BEI berharap dapat membantu pencarian pendanaan sehingga infrastruktur di dalam negeri berjalan.

“Selain pembiayaan untuk sektor energi, infrastruktur serta energi baru yang terbarukan, bisa juga nantinya untuk pembiayaan biasa,” ucapnya.

Kendati demikian, Hoesen mengatakan bahwa perusahaan yang berencana menerbitkan obligasi atau sukuk dengan peraturan baru itu, wajib memiliki penjamin atau “guarantor” dalam merealisasikan rencananya.

“Harus ada yang ‘guarantor’. Dan yang menjadi ‘guarantor’ itu yang harus diperingkat oleh lembaga pemeringkat,” papar Hoesen.

Hoesen mengemukakan bahwa peraturan baru tentang obligasi itu dinsipirasi dari Peraturan Nomor I-A.1 tentang Pencatatan Saham dan Efek Bersifat Ekuitas Selain Saham yang Diterbitkan oleh Perusahaan di Bidang Pertambangan Mineral dan Batubara yang resmi diberlakukan pada 1 November 2014 itu.

“Semacam peraturan tambang yang baru, tetapi ini terkait obligasi,” katanya.

Hoesen juga mengatakan bahwa pihaknya akan menerbitkan peraturan mengenai mekanisme penghapusan saham yang tercatat di BEI dengan mewajibkan pembayaran biaya.

“Nanti perusahaan yang ingin ‘delisting’ harus bayar. Sebelumnya pembayaran sukarela tapi ada minimalnya. Nantinya akan diatur berdasarkan nilai kapiotalisasi pasar. Draft peraturan masih dibuat,” katanya.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Berita Lain