9 Mei 2026
Beranda blog Halaman 38886

Polda Jatim Ungkap 106 Kasus Dalam Operasi Sikat Semeru

Surabaya, Aktual.co — Kepolisian Daerah Jawa Timur mengungkap 106 kasus dengan 134 tersangka dalam “Operasi Sikat Semeru 2015” mulai 12 Februari dan akan berakhir 25 Februari.

“Itu hasil sementara untuk Operasi Sikat hingga 15 Februari,” kata Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Awi Setiyono di Surabaya, Kamis (19/2).

Dalam operasi yang dipimpin langsung Kapolda Jatim Irjen Pol Anas Yusuf itu, Polda Jatim mengerahkan 2.120 personel se-Jatim dan 230 personel Polda Jatim sendiri.

“Polda Jatim sendiri mengerahkan Sabhara, Brimob, Intelkam, Reskrimum, Lantas, Propam, Bidang Informatika dan Telematika,” katanya.

Menurut dia, operasi mengedepankan kegiatan penegakan hukum yang didukung kegiatan intelijen dan penindakan dengan sasaran potensi gangguan, ambang gangguan hingga gangguan nyata.

“Operasi itu bertujuan menanggulangi kejahatan konvensional yang meresahkan masyarakat, di antaranya curas, curat, curanmor, curhewan, dan penyalahgunaan sajam dan senpi,” katanya.

Hasil sementara dari pengungkapan 106 kasus adalah 12 kasus curas (pencurian dengan kekerasan), 40 kasus curat (pencurian dengan pemberatan/penganiayaan), dan 22 kasus curanmor (pencurian kendaraan bermotor).

Selain itu, lima kasus curhewan (pencurian hewan), 14 kasus penyalahgunaan senjata tajam (sajam) dan senjata api (senpi), serta dua kasus pencurian.

“Barang bukti yang dapat disita antara lain 39 sepeda motor, tiga mobil, lima laptop, 20 handphone, 17 sajam, enam tabung LPG, tiga helm, 49,5 gram perhiasan, 81 ekor hewan, dan sebagainya,” katanya.

Ia menambahkan 37 item barang bukti yang telah disita dalam empat hari operasi, padahal operasi direncanakan berlangsung hingga 25 Februari (dua minggu).

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Menguasai Sumber Daya Strategis di Irak

Jakarta, Aktual.co —Untuk melihat dan mengetahui keadaan Irak yang sebenarnya memang tidak cukup  dengan mengandalkan referensi media massa Barat, yang sering bias dalam memberitakan masalah Irak, seperti yang dilaporkan Wartawan Aktual.co, Satrio Arismunandar, dari Irak. Tetapi kita perlu datang dan melihat langsung situasinya ke Irak. Banyak kepentingan asing yang bermain di sini, dan media massa Barat mainstream adalah juga bagian dari kepentingan tersebut.

Apalagi Irak ada negeri Arab yang menempati posisi strategis. Mayoritas warganya beragama Islam, yang terbagi dalam tiga kelompok etnis dan sektarian besar, yakni warga Syiah, Sunni, dan Kurdi. Dari 36 juta penduduk Irak, dilihat dari aspek agama, penganut Muslim Syiah mencapai sekitar 60-65 persen, dan penganut Sunni 32-37 persen. Sedangkan  dilihat dari aspek etnis, mayoritas 75-80 persen penduduk Irak adalah bangsa Arab.

Kelompok etnis utama lainnya adalah Kurdi (15-20 persen), Asiria, Turkmen Irak, dan lain-lain (5 persen), yang kebanyakan tinggal di utara dan timurlaut negeri itu. Dalam konteks minyak bumi sebagai sumber daya strategis dunia, Irak adalah negara yang kaya minyak dan menguasai cadangan minyak terbukti yang sangat besar. Cadangan minyak Irak hanya kalah dari Arab Saudi. Daerah minyak Irak banyak berlokasi di wilayah etnis Kurdi di bagian utara. Konflik politik internal dan eksternal Irak, yang menyangkut penguasaan wilayah, dengan demikian juga tidak bisa dipisahkan dari motivasi menguasai sumber-sumber minyak tersebut.

Dengan latar belakang seperti itu, tak heran jika Irak menjadi obyek pertarungan kepentingan kekuatan-kekuatan besar, perusahaan perminyakan raksasa, industri pertahanan, dan banyak lagi. Saat ini mayoritas alat utama sistem persenjataan militer Irak didominasi pasokannya oleh industri pertahanan AS. Maklum, sebagai kekuatan penakluk utama, pasukan AS masih bercokol di Irak dan mereka tentu tidak mau rugi, sesudah capek-capek berperang dan mengeluarkan ongkos besar untuk sampai di sini. Posisi pemasok kedua dikuasai Rusia, yang merupakan pemasok senjata tradisional Irak sejak zaman Saddam.

Guru TPA di Riau Lecehkan Enam Anak Didiknya

Jakarta, Aktual.co — Sebanyak enam anak berumur dibawah 10 tahun di Kota Pekanbaru, Riau, diduga mengalami kekerasan seksual oleh pihak sekolah tempat mereka belajar di Taman Pendidikan AlQuran (TPA) Kecamatan Rumbai.

Kepala Bidang Organisasi Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Riau, Moreno, di Pekanbaru, Rabu (18/2) malam, mengatakan kekerasan seksual yang dialami oleh enam anak tersebut diduga dilakukan lebih dari dua tahun lamanya.

“Anak anak tersebut mengalami kekerasan seksual pada saat jam istirahat sekolah dan dilakukan di ruang kelas. Caranya adalah pelaku meminta kepada anak untuk duduk di pangkuan pelaku, kemudian pelaku meraba alat vital korban,” kata Moreno.

Bahkan, lanjut Moreno, perlakuan tidak senonoh itu dilakukan selama berulang kali oleh pelaku selama dua tahun terakhir.

Terungkapnya kasus ini atas saat salah seorang korban mengalami sakit pada bagian alat vital saat buang air kecil.

Kemudian, orang tua korban yang menanyai anak dan sang anak menceritakan kepada orang tua bahwa dilakukan tindakan asusila oleh oknum pengelola sekolah.

Moreno menduga masih ada korban lainnya yang belum melaporkan kejadian tersebut kepada LPA Riau atau Kepolisian. Namun ia berharap tidak ada korban lainnya atas kasus yang sama.

Senada dengan Moreno, perwakilan LPA Riau lainnya Ester juga mengatakan kasus ini sebenarnya pernah terungkap, lalu dilakukan perdamaian oleh pihak RT dan RW, namun perbuatan tersebut dilakukan kembali oleh pelaku.

Secara terpisah, Kepala Kepolisian Resor Kota Pekanbaru, Komisaris Besar Polisi Robert Haryanto berjanji akan segera mengungkap kasus ini.

Untuk saat ini, Kapolres mengatakan masih terus melakukan pemeriksaan terhadap pelapor dan para korban untuk menelusuri kasus itu.

“Untuk pemeriksaan terhadap para korban, akan dilakukan oleh unit Pelayanan Perempuan dan Anak Polresta Pekanbaru dan didampingi dengan psikolog,” ujar Kombes Pol Robert.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Bibit Anggap 3 Plt Sanggup Perbaiki KPK

Jakarta, Aktual.co — Presiden Joko Widodo resmi menunjuk tiga orang sebagai pelaksana tugas (Plt) pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), menyusul ditetapkannya dua pimpinan, Abraham Samad dan Bambang Widjojanto sebagai tersangka, dan pensiunnya Busyro Muqoddas.
Tiga orang yang dipilih yakni, mantan Ketua KPK Jilidi I, Taufiqurahman Ruki, Deputi Pencegahan KPK, Johan Budi SP dan Akademisi yang juga mantan Pengacara pemilik Bank Century, Indriyanto Seno Aji.
Menanggapi hal tersebut, mantan komisioner KPK, Bibit Samad Riyanto menyambut baik. Ia pun meyakini, ketiga orang ini mampu memperbaiki KPK.
“TR (Taufiqurahman Ruki)  dinilai punya  pengalaman pimpin KPK, JB (Johan Budi) dinilai tahu persis masalah-masalah KPK saat ini dan ISA (Indriyanto Seno Aji) adalah pakar hukum bisa handle friksi dalam tafsirkan hukum pada pelaksanaantugas KPK,” ujar dia, ketika berbincang dengan Aktual.co, Rabu (18/2).
Presiden Joko Widodo memberhentikan Abraham Samad dan Bambang Widjojanto sebagai komisioner KPK, karena saat ini keduanya berstatus tersangka di Mabes Polri.
“Karena adanya masalah hukum pimpinan KPK, Abraham Samad dan Bambang Widjojanto maka sesuai perundang-undangan yang berlaku, kami mengeluarkan Keputusan Presiden (Kepres). Saya akan memberhetikan sementara dua pimpinan KPK,” kata dia di Istana Negara, Rabu (18/2).
Seperti yang diketahui Bambang Widjojanto saat ini menyandang status tersangka di Bareskrim Polri, Bambang terlibat dalam kasus mengarahkan saksi di sidang sengketa Pilkada Kotawaringin Barat di Mahkamah Konstitusi.
Sedangkan Abraham Samad juga saat ini menyandang status tersangka di Polda Sulawesi Selatan dan Barat (Sulsesbar) dalam kasus pemalsuan dokumen.

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

Empat Polisi Tunisia Tewas oleh Teroris

Jakarta, Aktual.co — Empat polisi Tunisia tewas dalam sebuah serangan yang terjadi pada Selasa (17/2). Serangan tersebut terjadi di wilayah Boulaaba, wilayah yang dikenal sebagai basis kelompok militan. Pemerintah Tunisia menyebut serangan tersebut sebagai serangan teroris, seperti yang dikutip Al Jazeera.

“Empat polisi nasional negeri ini tewas menyusul serangan teroris di Boulaaba di Provinsi Kasserine,” kata Kementerian Dalam Negeri melalui sebuah pernyataan yang disampaikan pada Rabu (18/2). Namun kementerian tak memberikan rincian lebih lanjut bagaimana mereka tewas.

Wilayah Boulaaba merupakan bagian dari pegunungan di perbatasan Aljazair. Wilayah ini disebut sebagai rumah bagi kelompok jihad utama Tunisia, Al-Qaeda yang terkait dengan jalur Phalangis Okba Ibn Nafaa.  Kelompok ini dituduh menjadi dalang dalam serangan yang menewaskan 15 tentara Tunisia pada bulan Juli 2014.

Selain empat korban tewas, puluhan tentara dan polisi Tunisia juga sering menjadi korban dalam  penyergapan yang dilakukan oleh para pejuang Islam dengan menggunakan ranjau darat. Sejak tahun 2012, Angkatan bersenjata Tunisia terus melakukan serangan darat dan udara terhadap kelompok tersebut. Namun serangan itu tak memberikan hasil yang signifikan.

Bibit: Budi Gunawan Biang Masalah KPK-Polri

Jakarta, Aktual.co — Mantan pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Bibit Samad Riyanto menilai sudah tepat langkah Presiden Joko Widodo yang membatalkan pencalonan Komjen Pol Budi Gunawan sebagai Kapolri.
“Baguslah,” ujar Bibit ketika berbincang dengan Aktual.co, Rabu (18/2).
Pasalnya menurut dia, Budi Gunawan adalah biang kerok dari kisruh antara KPK dengan Polri.
“Yang jelas BG tidak dilantik yang merupakan sumber masalah,” kata dia.
Seperti diketahui, Presiden Joko Widodo menganulir pencalonan Budi Gunawan. Sebagai penggantinya, Presiden menunjuk Komjen Pol Badrodin Haiti sebagai calon tunggal Kapolri.

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

Berita Lain