6 Mei 2026
Beranda blog Halaman 38898

Ditunjuk Kapolri, Badrodin Akan Benahi internal Polri

Jakarta, Aktual.co — Komjen Pol Badrodin Haiti akan mempersiapkan diri guna menghadapi uji kelayakan dan kepatutan di DPR menyusul ditunjuk sebagai calon tunggal Kapolri oleh Presiden Joko Widodo.
Ia mengatakan, dirinya akan memaparkan beberapa program yang akan dilakukan Polri ke DPR.
“Tentu kita akan memaparkan program yang jadi prioritas Polri,” ujar dia, di salah satu televisi nasional, Rabu (18/2).
Salah satu program yang akan diusung Badrodin, yakni pembenahan di internal korps bahayangkara.”Kita akan melakukan pembenahan di internal dan  soliditas Polri,” kata dia.
Fokus lain, sambung Badrodin, tentu saja meredam konflik dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).”Itu sudah pasti kita lakukan (kordinasi dengan KPK),” kata dia.

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

Ahok Berang Mobil Dihadang Nenek

Jakarta, Aktual.co —Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dibuat naik pitam oleh seorang nenek-nenek. Hal itu terjadi saat dirinya akan berangkat ‘blusukan’ bersama Presiden Joko Widodo. Tiba-tiba mobilnya dihadang seorang nenek renta yang duduk di kursi. Dia ternyata mau mengadu soal sengketa tanah. Si nenek tak datang sendirian. Bersama dia ada seorang laki-laki berkumis tebal berbadan tegap dan ibu-ibu. Obrolan pun  terjadi. 
Namun pembicaraan menjadi panas, saat tak juga ditemukan titik temu. Si nenek tetap meminta Ahok tinggal membantu mencari solusi atas masalahnya. Begitu melihat gelagat Ahok akan masuk ke mobil, si lelaki  malah keluarkan kata-kata kasar bernada makian.
Mendengar makian, Ahok yang hendak masuk mobil balik badan, bermaksud menghampiri si lelaki. Namun dihadang petugas protokoler. Ahok yang terlihat sudah naik pitam pun menggebrak kap mobilnya. Sembari berkata setengah berteriak, “Itu bukan wewenang kita.”
Bukannya ciut, si lelaki justru terus menunjuk-nunjuk ke arah Ahok sembari terus berteriak. Beruntung keadaan bisa terkendali setelah pasukan protokoler dibantu satpol PP mengamankannya.
Sang nenek yang tidak berdaya pun dituntun menjauh dari mobil Ahok. Sementara si wanita berkerudung yang belakangan diketahui bernama Neli, langsung menghampiri Ahok dan mencium tangan Ahok untuk meminta maaf, sambil tetap meminta bantuan.
“Kami mohon bantuannya pak Ahok,” pinta Neli sembari mencium tangan Ahok.
Namun Ahok yang raut wajahnya sudah terlanjur menegang kembali menyemprot.”Kalau minta bantuan sopan,” ketusnya.
Ahok pun masuk mobil dan melanjutkan agenda blusukan bersama Presiden Jokowi. Sementara si nenek terus digiring menjauh dari rombongan mobil Ahok.
Usut punya usut, keributan ini berawal dari si Nenek yang tanahnya ‘diambil’ oleh pengembang dan dijadikan Rumah Sakit Puri Kembangan, Jakarta Barat. Nenek itu meminta bantuan dari pemerintah sebab dirinya sudah lebih dari 70 tahun tinggal didaerah tersebut, serta memiliki Girik asli.

Artikel ini ditulis oleh:

Cegah Illegal Fishing, KKP Siapkan Observer

Jakarta, Aktual.co — Jakarta, Aktual.co —  Penempatan tenaga observer di atas kapal penangkap dan pengangkut ikan yang beroperasi di wilayah pengelolaan perikanan Negara Republik Indonesia (WPP-NRI) merupakan kewajiban tiap pemilik kapal. Hal tersebut dimaksud untuk mencegah terjadinya Illegal, Unreported, dan Unregulated (IUU) Fishing. Observer adalah setiap WNI yang mempunyai pengetahuan dan keahlian sebagai pemantau kapal penangkap ikan dan pengangkut ikan.

“Tugasnya (observer) yaitu melaksanakan pengamatan, pengukuran, pencatatan, dan melaporkan kegiatan penangkap ikan ke kapal pengangkut ikan sesuai format yang ditetapkan,” ujar Direktur Jenderal Perikanan Tangkap, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Gellwynn Jusuf di Gedung Mina Bahari II Jakarta, Rabu (18/2).

Lebih lanjut dikatakan Gellwynn, tujuan pemantauan tersebut untuk mendapatkan data yang obyektif dan akurat terhadap kegiatan penangkapan dan pemindahan ikan yang diperoleh secara langsung di atas kapal.

“Dengan adanya observer ini kita lebih optimis mengenai data-data yang kita perlukan, dimana lokasinya, dan sebaginya. Kita sandingkan dengan trackingnya, kehadiran observer bisa menjamin hasil penangkapan kita lebih baik,” kata dia.

Selain itu, menurut Gellwynn untuk tahun 2015 ini terdapat 403 observer, dan 150 orang diantaranya akan dilakukan upgrading professional jenias alat penangkapan ikan (API) long line dan purse seine sebanyak masing-masing 75 orang untuk kebutuhan nasional dan laut lepas.

“Upgrading ini akan dilakukan terus-menerus. Ini observer yang bayar dari KKP, bukan perusahaan, kalau dari perusahaan nanti ngga independen,” pungkasnya.

Untuk diketahui, pelaksanaan pemantauan di atas kapal penangkap dan pengangkut ikan di Indonesia diamanatkan dalam Undang-Undang No 45 Tahun 2009 tentang perikanan terkait kerahasiaan data observer. Selain itu juga terdapat dalam Peraturan Menteri KP No 1/Permen-KP/2013 tentang pemantau kapal penangkap ikan dan kapal pengangkut ikan.

Artikel ini ditulis oleh:

Tim Independen Pertanyakan Komitmen Indrayanto Seno Adji

Jakarta, Aktual.co — Dua pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang menyandang status tersangka, Abraham Samad dan Bambang Wijojanto resmi diberhentikan sementara oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada Rabu (18/2).
Sebagai gantinya, Jokowi langsung menetapkan tiga tokoh untuk diangkat sebagai Pelaksana Tugas (Plt) komisioner KPK. Ketiganya yakni Indrayanto Seno Adji, Johan Budi Sapto Pribowo serta Taufiqqurahman Ruki.
Menanggapi hal itu, salah satu anggota Tim Independen atau dikenal dengan Tim Sembilan, Imam Prasodjo menilai bahwa keputusan yang diambil Presiden sangat tepat. Menurutnya, jika tidak lakukan sekarang malah nama baik Jokowi yang dipertaruhkan.
“Alhamdulilah baru saja kita dengar ada keputusan, jangan ditunda terlalu lama. Kalau hal itu terjadi maka akan menciptakanketidakpastian dan pada saat yang sama wibawa Presiden itu akan runtuh,” papar Imam, di gedung KPK, Rabu (18/2).
Selain itu, Imam juga mengometari perihal nama Johan Budi dan Taufiqqurahman Ruki. Dia mengatakan bahwa keduanya punya rekam jejak yang bagus dalam pemberantasan korupsi di tanah air.
Seperti diketahui, Johan saat ini tengah menjabat sebagai Deputi Pencegahan KPK. Sedangkan Taufiqqurahman adalah mantan Ketua KPK di periode pertama saat didirikan. Indriyanto sendiri adalah pakar hukum dari Universitas Indonesia.
“Saya nggak bisa komen terlalu banyak terkait rekam jejaknya (Indriyanto Seno Adji). Saya tidak tahu seberapa jauh dia punya komitmen pemberantasan korupsi. Tapi yang jelas kalau pak Johan dan pak Taufiqqurahman itu kita sudah kenal dan mudah-mudahan dia bisa menhjalankan fungsinya dengan lebih baik,” pungkasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

Faktor Struktural, Alasan Pilih Badrodin Haiti

Jakarta, Aktual.co — Wakil Presiden Jusuf Kalla menyebutkan alasan pemilihan nama Komjen Badrodin Haiti selaku calon kapolri baru menggantikan Komjen Budi Gunawan dikarenakan faktor struktural.
Menurutnya, Badrodin merupakan sosok yang profesional dan sesuai dengan kriteria pemerintah saat ini.
“Jadi dari Wakapolri naik (Kapolri). Jadi tidak perlu dari luar. Jadikan ada step-step yang baik, proporsional,” kata JK, di Jakarta, Rabu (18/2).
Sebelumnya, Presiden Joko Widodo mengumumkan nama Badrodin Haiti sebagai calon kapolri, menggantikan Budi Gunawan. Pergantian ini dilakukan demi menjaga ketenangan dan memperhatikan kebutuhan institusi kepolisian.

Artikel ini ditulis oleh:

Ahok ‘Ngadu’ Ditipu DPRD ke Pengusaha Kaya

Jakarta, Aktual.co —Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) kembali melontarkan tudingan bahwa DPRD DKI telah menipu dirinya. Kali ini, tudingan disampaikannya di depan para pengusaha yang tengah menyambangi Balai Kota DKI untuk memberi sumbangan dana hibah.
Dia juga menantang DPRD DKI agar melakukan interpelasi, agar punya kesempatan menjelaskan panjang lebar soal e-budgeting di APBD DKI 2015 yang dipermasalahkan dewan. “Saya lebih baik tersingkir dari gubernur daripada ditipu terus. Saya tantang DPRD kok nggak jadi interpelasi saya, ‘impeachment’ saya,” ujar Ahok di Balai Kota DKI, Rabu (18/2).
Kepada Dato Sri Tahir yang merupakan CEO Mayapada Group, Ahok bahkan sempat mengadu soal ‘hilangnya’ uang sumbangan truk hibah di 2013.  
“Ingat sumbangan bapak soal truk sampah? Itu tiba-tiba hilang duitnya pas sampai ke Mendagri. Sudah hilang 2013, ya sudah di 2014 keluarin sudah pesan di e-katalog. APBD diketik DPRD hilang setengah duitnya di APBD-P. Ini karena nggak ada e-budgeting,” ujar dia mengadu.
Dijelaskan Ahok, dengan menggunakan e-budgeting, Pemprov DKI bisa menghemat anggaran hingga Rp4,3 triliun. Lantaran pengajuan anggaran yang dianggap mengada-ada bisa langsung ditolak.
“Begitu masukin kata-kata seperti mesin penghitung uang, pemotong kertas, papan tulis elektronik. Semua haram! Jadi kalau dimasukkan kata-kata yang tidak diinginkan langsung tidak terinput,” ujar dia.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain