2 Januari 2026
Beranda blog Halaman 38911

Rupiah Dibuka Stagnan, IHSG Naik 11,38 Poin

Jakarta, Aktual.co — Nilai tukar rupiah di Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta, hari ini dibuka belum bergerak nilainya atau stagnan di posisi Rp12.666 per dolar AS.

“Sentimen positif data BPS pun tidak banyak berpengaruh pada laju Rupiah. Meski demikian kami masih berharap pelemahan dapat terbatas. Namun tetap cermati potensi pelemahan lanjutan,” ujar Kepala Riset dari Woori Korindo Securities Indonesia (WKSI), Reza Priyambada di Jakarta, Selasa (3/2).

Sedangkan, indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) dibuka naik 11,38 poin atau 0,22 persen menjadi 5.287,62. Kelompok 45 saham unggulan atau LQ45 bergerak menguat 2,87 poin (0,32 persen) menjadi 911,26.

Dari 507 saham yang ada di BEI, 31 saham bergerak naik, 7 saham turun. Sedangkan 469 saham lainnya stagnan. Seluruh sektor menguat. Penguatan dipimpin sektor properti dengan kenaikan 0,88% diikuti oleh sektor pertambangan yang naik 0,73%.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

BKB Ajukan Putusan BANI ke Arbitrase AS dan Singapura

Jakarta, Aktual.co — Guna memastikan PT Berkah Karya Bersama (BKB)mendapatkan haknya, Perusahaan akan mendaftarkan putusan Badan Arbitrase Nasional Indonesia (BANI) ke arbitrase di Singapura dan Amerika Serikat. Hal tersebut dilakukan setelah BANI Indonesia mewajibkan pihak Siti Hardiyanti Rukmana (mba Tutut) membayar sebesar Rp510 miliar kepada PT. Berkah Karya Bersama.
“Sikap korporasi ini dilakukan agar pelaksanaan eksekusi terhadap aset-aset Siti Hardiyanti Rukmana yang berada di Singapura dan Amerika Serikat dapat segera dilaksanakan,” ujar Direktur PT. Berkah Karya Bersama, Effendi Syahputra dalam keterangan persnya, Senin (2/2).
Menurutnya langkah ini penting, mengingat sampai saat ini pihak Siti Hardiyanti Rukmana tidak menunjukkan itikad baik untuk tunduk pada putusan Majelis Arbitrase Badan Arbitrase Nasional Indonesia Arbiter yang dibacakan pada bulan Desember 2014 lalu.
Effendi menjelaskan, BANI sudah memutuskan beberapa hal penting terkait sengketa perjanjian investasi antara PT. Berkah Karya Bersama dan Siti Hardiyanti Rumana. Diantaranya adalah menyatakan PT. Berkah Karya Bersama sebagai pemilik sah 75 persen saham di PT CTPI. selain itu pihak Tutut juga telah mencederai perjanjian.
Atas dasar itu, BANI mengeluarkan putusan agar Tutut mengembalikan kelebihan pembayaran pinjaman berikut cost of fund kepada PT. Berkah Karya Bersama sebesar Rp 510 miliar.
Pilihan penyelesaian sengketa forum BANI adalah amanat perjanjian investasi antara PT. Berkah Karya Bersama dan Tutut yang ditanda tangani oleh para pihak pada tahun 2002.
“Sebagai produk hukum yang bersifat final dan mengikat, maka sebagai warga negara yang patuh pada hukum, seharusnya putusan Badan Arbitrase Nasional Indonesia tersebut wajib untuk dilaksanakan,” katanya.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Masyarakat Diminta Tak Selalu Hujat Parpol

Jakarta, Aktual.co — Rektor Universitas Muhamadiyah Gorontalo (UMG) Nelson Pomalingo minta agar masyarakat jangan selalu menghujat partai politik (Parpol) jika timbul polemik ataupun persoalan di negara ini.
“Jangan semua polemik ataupun persoalan yang timbul pada pemerintahan ataupun diberbagai lembaga yang harus salahkan partai politik,” Kata Nelson, Selasa (3/2).
Menurut dia, kehadiran parpol dalam suatu negara sangat penting dan merupakan salah satu aset bangsa yang juga turut dilahirkan oleh rakyat, sehingga harus sama-sama dijaga.
Dia menjelaskan, sudah banyak program maupun terobosan yang dilaksanakan parpol untuk rakyat, sehingga tanpa kehadiran parpol dalam suatu negara, maka tidak akan maksimal bahkan pembangunan dan pemerintahan bisa lumpuh.
Partai politik berperan penting dalam roda pemerintahan suatu bangsa dan negara, sehingga masyarakat perlu mengetahui, jangan selalu melimpahkan kesalahan pada partai politik.
Indonesia merupakan negara hukum, namun tidak boleh memungkiri peran parpol tetap harus ada dan sampai kapanpun tetap diperlukan.
Menurut dia, jika ada kebijakan ataupun persoalan yang terjadi maka masyarakat jangan selalu menyalahkan partai politik, tapi figur yng mewakili partai tersebut yang harus dikritisi, apalagi tindakannya tidak sesuai dengan tujuan dan mekanisme dalam aturan dan ketentuan parpol.
“Semua partai politik di Indoensia punya tujuan untuk menjadikan masyarakat hidup sejahtera dan bangsa Indonesia makin jaya dan makmur,” Katanya.

Artikel ini ditulis oleh:

PMN Direstui, Pindad Targetkan Pendapatan 2019 Rp4,035 Triliun

Jakarta, Aktual.co — Dalam rangka pengembangan produksi alat utama sistem persenjataan (alutsista) tahun 2015, PT Pindad (Persero), perusahaan plat merah produsen alat-alat militer dan komersial, menyatakan membutuhkan dana segar sekitar Rp4,7 triliun.

“Sebanyak Rp700 miliar diharapkan dapat diperoleh dari Penyertaan Modal Negara (PMN) APBN-P 2015, dari kas internal Rp100 miliar. Selebihnya tentu diupayakan dari mitra,” kata Direktur Utama Pindad Silmy Karim saat ditemui di gedung DPR RI, Jakarta, Senin (2/2) sore.

Seperti diketahui, saat ini Komisi VI DPR tengah membahas rencana penyuntikan dana PMN sebesar Rp700 miliar itu pada 2015 untuk Pindad.

Ia menjelaskan, dana tersebut akan dialokasikan untuk perbaikan lini produksi alutsista sebesar Rp593,5 miliar, meliputi pengembangan lini amunisi kalber besar dan roket, lini produksi tank dan kendaraan tempur, amunisi kaliber kecil senjata laras panjang dan laras pendek.

“Selanjutnya pengembangan bisnis produk industrial untuk mendukung proros maritim Rp66,5 miliar, meliiputi bisnis peledak, bisnis sarana dan pertahanan transportasi,” ujarnya.

Sedangkan sebesar Rp25 miliar dialokasikan untuk pengembangan fasilitas produk dan proses “learning center”, serta pengembangan kompetensi sumber daya manusia sebesar Rp15 miliar.

Berdasarkan materi rapat PMN dengan Komisi VI DPR RI, disebutkan jika PMN dikucurkan, maka Pindad menargetkan pendapatan pada 2019 sebesar Rp4,035 triliun, naik dari pendapatan tahun 2015 yang diproyeksikan sebesar Rp2,1 triliun. Sementara laba bersih Pindad diperkirakan Rp200,7 miliar pada 2019, tumbuh dari tahun 2015 yang diperkirakan Rp85,3 triliun.

Selain itu, Pindad juga akan menggandeng sejumlah negara untuk pengembangan produksi Alutsista.

“Kerja sama pengembangan kami lakukan tahun ini (2015) dengan Jerman, Turki dan Belgia,” ungkap Silmy.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Siasati Keterbatasan Dana, Pindad Gandeng Tiga Negara Eropa

Jakarta, Aktual.co —  PT Pindad (Persero), BUMN produsen alat-alat militer dan komersial akan menggandeng sejumlah negara di kawasan Eropa dalam pengembangan produksi alat utama sistem persenjataan (alutsista).

“Kerja sama pengembangan kami lakukan tahun ini (2015) dengan Jerman, Turki dan Belgia,” kata Direktur Utama Pindad Silmy Karim saat ditemui di gedung DPR RI, Jakarta, Senin (2/2) sore.

Silmy menerangkan, dengan Jerman, Pindad akan bermitra bersama Rheinmetal untuk memproduksi pabrik amunisi tank. Dengan FNSS Turki, Pindad akan mengembangkan pembuatan tank kelas sedang. Sementara dengan Belgia berkolaborasi dengan Cockerell Maintenance & Ingeniere SA Defence (CMI) untuk memproduksi sistem senjata atau turret berkaliber 90 mm dan 105 mm.

“Kerja sama ini dilakukan dengan negara-negara yang memang memiliki kemampuan teknologi persenjataan dan tank terkemuka di dunia. Bentuk kerja sama fleksibel, bisa joint operation, joint product, joint venture,” ujarnya.

Lebih lanjut ia menerangkan, kerja sama dengan negara tertentu selain ingin transfer teknologi juga untuk memenuhi kebutuhan alusista dalam negeri.

“Banyak negara yang menawarkan kerja sama tapi kami memilih dengan tiga negara ini,” ucapnya.

Alasan lainnya adalah termasuk keterbatasan Pindad dalam hal pendanaan untuk pengembangan produk alutsista sendiri.

Seperti diketahui, untuk pengembangan produksi alutsista tahun ini, Pindad membutuhkan dana sekitar Rp4,7 triliun.

“Sebanyak Rp700 miliar diharapkan dapat diperoleh dari Penyertaan Modal Negara (PMN) APBN-P 2015, dari kas internal Rp100 miliar. Selebihnya tentu diupayakan dari mitra,” pungkasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Rupiah Diprediksi Masih Melemah Pascarilis Data BPS

Jakarta, Aktual.co — Laju Rupiah kemarin kembali melanjutkan pelemahannya, seiring melemahnya laju Yuan pasca dirilisnya penurunan indeks manufakturnya. Selain itu, membaiknya laju inflasi dan neraca perdagangan Indonesia kurang mampu membawa perbaikan pada laju Rupiah.

“Pergerakan Rupiah pun sesuai dengan ekspektasi kami sebelumnya dimana masih akan melanjutkan pelemahannya,” ujar Kepala Riset dari Woori Korindo Securities Indonesia (WKSI), Reza Priyambada.

Lebih lanjut dikatakan Reza, Laju Dolar AS turun setelah merespon pelemahan pada pertumbuhan GDP di akhir pekan lalu. Namun, menurutnya pelemahan tersebut diimbangi dengan penurunan Yuan.

Pada Selasa (2/2), Reza memprediksikan Rupiah berada di bawah target level support 12.685, yakni Rp12.725-12.695 (kurs tengah BI).

“Bahkan sentimen positif pun tidak banyak berpengaruh pada laju Rupiah. Meski kami masih berharap pelemahan dapat terbatas namun, tetap cermati potensi pelemahan lanjutan,” pungkasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Berita Lain