2 Mei 2026
Beranda blog Halaman 38952

BG Minta KPK Pulihkan Nama Baik Dirinya dan Polri

Jakarta, Aktual.co — Calon Kapolri, Komjen Pol Budi Gunawan meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memulihkan nama baiknya menyusul putusan Praperadilan yang menyatakan penetapan tersangka oleh KPK melanggara hukum.
“Harkat dan martabat serta nama baik saya, dan tentu institusi polri yang saya cintai harus dipulihkan,” ujar dia, ketika diwawancarai salah satu stasiun televisi nasional, Senin (16/2).
Pada kesempatan ini, Budi pun menilai bahwa KPK tidak lagi mempunyai langkah hukum terkait putusan Praperadilan tersebut.
“Supaya diketahui putusan praperadilan bersifat final and ending, itu inkrah, final dan mengikat, hal ini ada pada peraturan perundang-undangan Makamah Konstitusi No 65 tangal 1 mei tahun 2012” kata Budi.

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

Ini Efek Negatif Terlalu Banyak Konsumsi Minuman Soda

Jakarta, Aktual.co — Siapa yang tidak menyukai minum soda? Sebagian orang mengonsumsi soda mungkin dalam jumlah yang relatif banyak. Tapi, tahukah Anda dampak buruk dari minuman soda tersebut? Berikut efek sampingnya.

1. Nol Nilai Gizi
Sebagai catatan, soda tidak mengandung nutrisi. Memiliki nol protein, vitamin atau mineral. Selain itu, soda tidak mengandung ‘penyaringan’ dan gula halus selain kafein, asam, pewarna serta pengawet.

Asupan soda yang berlebihan dapat menyebabkan penyakit gaya hidup modern seperti diabetes, peradangan kronis dan komplikasi jantung koroner.

2. Penyebab Obesitas
Konsumsi soda dalam waktu yang lama menyebabkan obesitas. Lantaran, soda memiliki tingkat tinggi gula dan kalori sehingga dapat membuat berat badan Anda naik.

Minum soda bisa menyebabkan ‘Soda Belly’. Karena mampu, membangun lemak di hati dan perut Anda, yang keduanya dapat berkontribusi terhadap resistensi insulin dan diabetes.

Minuman ringan juga mengandung kafein, yang membuat orang kecanduan soda. Pecandu soda akan terus mengonsumsi minuman tersebut tanpa menyadari bahwa 330 ml per hari soda sama dengan lebih beberapa kilogram berat badan setiap bulannya.

Ada bukti kuat yang menunjukkan mengurangi konsumsi soda membantu orang mengurangi indeks massa tubuh mereka.

3. Diabetes
Soda menyebabkan kenaikan berat badan, dan karenanya membuat Anda rentan untuk terserang diabetes tipe 2, yang timbul karena ‘inefficacy insulin’ dalam mengurai gula.

Rasa manis dari soda yang mengandung sirup jagung, yang tinggi fruktosa. Fruktosa sirup jagung mampu memproduksi insulin dalam pankreas lebih dari makanan lain. Setelah Anda minum soda, sejumlah besar gula memasuki aliran darah Anda sangat banyak dan cepat. Ini meningkatkan pankreas untuk mengeluarkan sejumlah besar insulin bagi tubuh untuk memproses gula.

Soda juga penuh dengan racun seperti aspartam, pemanis buatan yang sekitar 200 kali lebih manis dari gula biasa. Aspartam terdiri dari tiga bahan kimia – asam aspartat, fenilalanin, dan metanol. Metanol dalam soda terurai menjadi karsinogen seperti formalin dan asam format. Aspartame juga menyebabkan sakit kepala dan migrain.

4. Meningkatkan Risiko Osteoporosis
Studi membuktikan, bahwa konsumsi sering minuman soda dapat meningkatkan risiko osteoporosis. Konsumsi soda yang tinggi, berbahaya bagi pertumbuhan tulang yang tidak memiliki kalsium yang cukup.

Soda memiliki tingkat pH sekitar 2,5, hampir sama dengan cuka. Kandungan gula dalam soda bisa menimbulkan keasaman. Keasaman minuman ringan menyebabkan dekalsifikasi dan melemahnya tulang. Alasan lain yang menghubungkan osteoporosis dan soda adalah fakta bahwa kebanyakan orang dengan kebiasaan minum susu soda yang mengandung sedikit kalsium.

5.  Erosi Gigi
Tingginya kadar asam sitrat dalam soda mampu menghilangkan enamel gigi manusia. Penelitian membuktikan bahwa minum soda melebihi kadar batas sebanyak tiga kali dalam sehari bisa merusak gigi. Erosi enamel membuat gigi lemah, sensitif dan rentan terhadap kerusakan, demikian dilansir dari laman Stylecraze, Senin (16/2).

Artikel ini ditulis oleh:

Wagub Kalbar Harap Pajak Proyek APBN Dialihkan ke Daerah

Jakarta, Aktual.co —  Wakil Gubernur Kalbar Christiandy Sanjaya mengharapkan adanya kebijakan dari pemerintah pusat kepada pemerintah provinsi terkait pemungutan pajak yang diperoleh dari berbagai proyek yang bersumber dari APBN.

“Selama ini berbagai proyek pembangunan yang dananya bersumber dari APBN, selama ini pajak yang dibayarkan pemegang proyek itu dibayarkan kepada daerah asal pemegang proyek. Karena yang menang proyek berasal dari Jakarta, maka pajaknya akan dibayar ke pemerintah Jakarta, sementara pemerintah daerah lain tempat dilaksanakannya proyek itu hanya gigit jari,” katanya di Pontianak, Senin (16/2).

Dia mencontohkan, seperti pada tahun ini, saat Pemprov Kalbar mendapatkan proyek pembangunan di daerah perbatasan sebesar Rp2 triliun dan jika pajak dari proyek tersebut masuk ke kas daerah, tentu bisa menjadi salah satu pendapatan asli daerah yang sangat besar.

“Bayangkan saja, 10 persen dari Rp2 triliun lebih, jumlahnya mencapai Rp200 miliar lebih. Jika itu menjadi PAD bagi Kalbar, tentu itu menjadi salah satu PAD bagi Kalbar,” tuturnya.

Namun, lanjut Christiandy, sayangnya pajak itu tidak bisa diterima oleh Pemprov Kalbar padahal pelaksanaan proyek pembangunan tersebut dilakukan di daerah. Hal itu dikarenakan semua kegiatan tender proyek dilakukan oleh pemerintah pusat melalui kementerian terkait.

“Makanya selama ini, dari berbagai proyek yang dananya bersumber dari APBN, pajaknya tidak pernah masuk ke kita. Makanya kita minta ada suatu kebijakan dari pemerintah pusat untuk mengatur hal ini, agar pemerintah daerah bisa menerima pajak dari proyek yang bersumber dari APBN,” katanya.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Mantan Atlet Nilai Menpora Banyak Lakukan Kegiatan Seremonial

Jakarta, Aktual.co — Mantan-mantan atlet nasional, mendesak pemerintah melalui Kementerian Pemuda dan Olahraga, untuk lebih serius mempersiapkan pelaksanaan dan prestasi olahraga nasional dalam Asian Games 2018.

“Kami menilai apa yang dilakukan Menteri Pemuda dan Olahraga (Imam Nahrawi) lebih banyak pada kegiatan-kegiatan seremonial saja,” kata Koordinator Forum Komunikasi Mantan Atlet Nasional, Taufik Hidayat di Jakarta, Senin (16/2).

Selain Taufik, Forum Komunikasi Mantan Atlet Nasional antara lain diikuti oleh mantan atlet renang Lukman Niode, mantan atlet bulu tangkis Rexy Mainaky, mantan atlet Tinju Syamsur Anwar, mantan atlet bulu tangkis Ivana Lie, mantan atlet menembak Selviana Husein, mantan atlet judo Krisna Bayu, manajer tim angkat besi nasional Sony Kasiran dan sejumlah mantan atlet cabang olahraga yang lain.

Forum mantan atlet itu berharap Menpora lebih keras menyiapkan pembinaan atlet-atlet untuk menghadapi Asian Games 2018 menyusul Indonesia sebagai tuan rumah.

“Negara lain biasanya butuh waktu hingga enam tahun untuk sukses melaksanakan penyelenggaraan dan sukses meraih prestasi sebagai juara umum. Saat ini kita punya waktu efektif kurang dari tiga tahun,” kata Taufik yang juga peraih medali emas cabang bulu tangkis Olimpiade 2004 di Athena Yunani itu.

Lukman Niode mengatakan harapan keseriusan penyelenggaraan dan pembinaan olahraga terutama menjelang Asian Games 2018 dilatarbelakangi penurunan prestasi olahraga Indonesia sejak gagal meraih medali emas pada Olimpiade 2012 di London Inggris.

“Tim Merah Putih juga melorot ke posisi nomor empat pada SEA Games 2013 Myanmar dan gagal mencapai 10 besar pada Asian Games 2014 di Incheon Korea Selatan,” kata Lukman.

Ivana Lie mengatakan pendirian forum mantan atlet itu menyusul berbagai persoalan yang melatarbelakangi bidang keolahragaan nasional seperti perhatian yang kurang terhadap atlet, baik dalam sarana hingga uang saku.

“Kami tahu benar bagaimana susahnya untuk berprestasi dalam ajang Asian Games. Jika para atlet tidak berprestasi, itu sama saja dengan pemborosan uang rakyat,” kata Ivana.

Syamsul Anwar menambah forum mantan atlet itu tidak bermaksud menggantikan para pejabat di lingkungan Kementerian Pemuda dan Olahraga, Komite Olahraga Nasional Indonesia, ataupun Satuan Pelaksana Program Indonesia Emas (Satlak Prima).

“Kami berharap menjadi pemantau kinerja terhadap pembinaan bidang olahraga di Indonesia, karena kami telah berpengalaman dalam kejuaraan baik tingkat daerah maupun tingkat dunia,” kata Syamsul.

Artikel ini ditulis oleh:

Kemenperin Proses Tax Holiday Enam Perusahaan

Jakarta, Aktual.co — Permohonan fasilitas tax holiday enam perusahaan dengan nilai investasi di atas Rp1 triliun masih dalam proses. Salah satunya adalah PT Ogan Komering Ilir Pulp and Paper Mills di Sumatera Selatan yang mengajukan Tax Holiday dengan investasi Rp29 triliun.

“Fasilitas tax holiday diberikan kepada industri pionir yang memenuhi empat syarat utama, minimal investasi Rp1 triliun dan berbadan hukum setelah 15 Agustus 2010,” kata Kepala Pusat Pengkajian Kebijakan dan Iklim Usaha Industri Kementerian Perindustrian Haris Munandar di Yogyakarta, Senin (16/2).

Perusahaan lainnya yakni PT Feni Haltim di Halmahera Timur dengan investasi Rp16 triliun, PT Well Harvest Winning Alumina Refinery di Ketapang dengan investasi Rp6,7 triliun, PT Synthetic Rubber Indonesia di Cilegon dengan investasi Rp4,6 triliun.

Kemudian, PT Indonesia Polycem Indonesia di Purwakarta dengan investasi Rp2,5 triliun dan PT Caterpillar Indonesia di Ogan Komering Ilir dengan investasi Rp1,4 triliun.

Haris mengatakan, perusahaan harus memenuhi empat syarat sebagai industri pionir, yaitu memiliki keterkaitan yang luas, memberi nilai tambah dan eksternalitas yang tinggi, memperkenalkan teknologi baru dan memiliki nilai strategis bagi perekonomian nasional.

Mekanisme permohonan fasilitas tax holiday diawali dengan wajib pajak badan mengajukan permohonan fasilitas, kemudian permohonan fasilitas masuk ke Menteri Perindustrian atau Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM).

Lalu, tambah Haris, permohonan fasilitas masuk ke Kementerian Keuangan untuk menugaskan Komite Verifikasi untuk melakukan verifikasi, lalu masuk ke Komite Verifikasi untuk diteliti.

Jika hasil verifikasi tersebut memenuhi syarat, maka akan keluar Surat Keputusan Menteri Keuangan. Namun, jika tidak, pemerintah akan memberikan surat pemberitahuan.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Forum Atlet Nasional Berikan Lima Saran Buat Kemenpora

Jakarta, Aktual.co — Forum Komunikasi Mantan Atlet Nasional, memberikan lima saran kepada pemerintah, dalam hal ini Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora). Ini dilakukan terkait pelaksanaan Asian Games 2018 mendatang yang akan diselenggarakan di Indonesia.

Dikatakan salah satu anggota forum tersebut, Syamsul Anwar, forum mantan atlet itu tidak bermaksud menggantikan para pejabat di lingkungan Kemenpora, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI), ataupun Satuan Pelaksana Program Indonesia Emas (Satlak Prima).

“Kami berharap menjadi pemantau kinerja terhadap pembinaan bidang olahraga di Indonesia, karena kami telah berpengalaman dalam kejuaraan baik tingkat daerah maupun tingkat dunia,” kata Syamsul di Jakarta, Senin (16/2).

Berikut lima butir saran yang dihasilkan oleh Forum Mantan Atlet Nasional untuk Kemenpora:

1. evaluasi Peraturan Presiden No. 22 tahun 2010 tentang Prima terutama terkait pembagian kewenangan atau tugas pokok dan fungsi.
2. mengganti semua pejabat maupun pelaksana yang tidak kompeten dan sudah gagal melalui sistem “test and proper”.
3. melaksanakan pembinaan pelatihan performa tinggi dengan penerapan “sport science” secara konsisten dan bukan sekedar retorika.
4. memperbaiki tata kelola keuangan dan akuntabilitas tinggi.
5. mengefisiensikan mata rantai birokrasi dukungan anggaran.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain