2 Mei 2026
Beranda blog Halaman 39032

Soal Banjir, Dirjen Kemenpupera: Drainase di Jakarta Tak Memadai

Jakarta, Aktual.co —  Banjir dan banyaknya genangan yang terjadi di wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya karena kapasitas drainase yang terdapat di kawasan ibu kota tidak memadai dalam menampung curah hujan berintensitas tinggi.

“Fakta-faktanya adalah hujan yang turun Minggu (8/2) malam sampai Senin (9/2) sore adalah curah hujan yang sangat tinggi,” kata Plt Dirjen Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Mudjiadi dalam jumpa pers di Jakarta, Jumat (13/2).

Menurut dia, tingkat curah hujan yang paling tinggi tercatat di kawasan Jakarta Utara seperti di Tanjung Priok yang konsentrasi curah hujan hingga di atas 360 mm.

Sedangkan di tempat lain tercatat seperti di Setiabudi sebesar 220 mm dan di Krukuthulu sebesar 190 mm. Sementara hujan yang jatuh di sekitar Katulampa hanya 77 mm dan di Bogor 60 mm.

Mudjiadi mengungkapkan, kapasitas drainase Jakarta diperkirakan hanya bisa menanggulangi hujan 80-100 mm.

“Meski dalam keadaan bagus, drainase tidak akan mampu menampung itu, pasti akan ada genangan,” katanya.

Ia juga menyorot masih banyaknya daerah resapan yang sekarang telah menjadi pembangunan gedung seperti kawasan perkantoran dan mal atau pusat perbelanjaan.

Karena sekarang semua daerah resapan tertutup atau menjadi beton, ujar dia, maka air akan terjatuh ke jalan yang lebih rendah sehingga banyak genangan di jalan. “Fenomena ini berbeda dengan tahun-tahun dulu karena masalahnya berbeda, bukan karena meluapnya kali Ciliwung,” katanya.

Namun, menurut Mudjiadi, berbagai pelaksanaan infrastruktur meski belum 100 persen selesai, tetapi dinilai telah mampu menghasilkan perubahan.

Plt Dirjen SDA Kemenpupera menyebutkan bahwa ke depannya, pembangunan infrastruktur tidak akan hanya berdasarkan struktural agar bisa lebih berkelanjutan.

Ia memaparkan, untuk daerah hulu yang penting untuk konservasi akan direboisasi dan membuat waduk, sedangkan di tengah kota akan meningkatkan kapasitas sungai, dan di hilir bakal diperkuat tanggul laut yang ada.

Berdasarkan perintah Presiden Joko Widodo, maka Mudjiadi mengemukakan bahwa sudetan ciliwung ke kanal banjir timur diperkirakan bakal selesai sebelum musim hujan mendatang atau sekitar Oktober-November 2015.

Sebelumnya, Wakil Ketua MPR RI Oesman Sapta mengungkapkan, persoalan infrastruktur yang masih minim di berbagai daerah mesti menjadi perhatian serius dari pemerintah.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Inilah Titik Genangan Air di Jakarta

Jakarta, Aktual.co — Berdasarkan data BPBD DKI, genangan air paling banyak terjadi di wilayah Jakarta Utara, yaitu sebanyak empat titik. Ketinggian air yang merendam setiap wilayah berbeda-beda. Lokasi genangan itu, antara lain: 
Jakarta Utara: 
1. Kelurahan Kali Baru, Kecamatan Cilincing RW 08 (RT 06, 07 dan 08) dan RW 012 (RT 05, 06, 07, 08, 011, 012 dan 013) ketinggian 10-30 cm.

2. Kelurahan Semper Barat, Kecamatan Cilincing RW 03 RT 08,12 dan 014 ketinggian 5cm.

3. Kelurahan Penjaringan, Kecamatan Penjaringan RW 05 RT 09 ketinggian 20-30 cm.

4. Kelurahan Tanjung Priok, Kecamatan Tanjung Priok RW 06 dan RW 011 ketinggian 30-40 cm.

Jakarta Barat: 
1. Kelurahan Kapuk, Kecamatan Cengkareng RW 01 RT 01 dan 02 ketinggian 10-20 cm.

2. Kelurahan Grogol, Kecamatan Grogol Petamburan RW 03 RT 01 hingga RT 015 ketinggian 10-15 cm.

3. Kelurahan Tegal, Alur Kecamatan Kalideres RW 02 RT 02 hingga RT 07 dan 012 ketinggian 20-50 cm.

Jakarta Timur: 
1. Kelurahan Cakung Barat, Kecamatan Cakung RW 07 RT 04, 014 dan 017 ketinggian 20-30 cm.

2. Kelurahan Rawa Terate, Kecamatan Cakung RW 05 RT 04 ketinggian 60 cm.

3. Kelurahan Kampung Melayu, Kecamatan Jatinegara RW 01 hingga RW 08 ketinggian 20-100 cm. (

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Tidak Hanya KPK, BG dan Pengacaranya Juga Mengaku Kena Teror

Jakarta, Aktual.co — Ternyata tidak hanya pejabat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang mengklaim mendapatkan teror. Komisaris Jenderal Polisi (Komjen Pol) Budi Gunawan (BG) dan pengacaranya, Razman Nasution mengaku dirinya juga mengalami teror.
“Saya katakan persoalan teror meneror, tekan menekan, kami mengalami itu. Selama dua hari ini saya mengalami itu, pak BG juga diteror,” ungkap Razman di gedung KPK, Jumat (13/2). 
Ia mengungkapkan, cara mengancam yang diterimanya hampir sama dengan apa yang dialami pejabat KPK. Peneror tersebut juga mengancam akan membunuhnya.
Meski begitu, baik BG maupun dirinya belum memutuskan untuk melaporkan ancaman tersebut. Karena menurutnya, hal itu lumrah terjadi.
“Kami tidak laporkan ke Bareskrim. Tapi, kalau kami anggap teror ini masih datang, ya kita akan laporkan ke Bareskrim. Tapi sekarang belum ada laporan, saya pun tidak melaopr,” jelasnya.
Namun, jika dianggap teror itu sudah benar-benar mengacam, Razman pun tidak menutup kemungkinan untuk melapor ke polisi. 
“Kalau memang sudah merasa tidak aman, laporkan kepada pihak berwajib. Jangan diumumkan ke publik,” pungkasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

BPBD DKI: Sepuluh Genangan Air Terjadi di Jakarta

Jakarta, Aktual.co — Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mencatat sebanyak sepuluh titik genangan muncul akibat hujan yang mengguyur sejumlah wilayah ibukota Jumat pagi.

“Pagi ini, kami mencatat ada sebanyak sepuluh titik genangan yang tersebar di tiga wilayah Jakarta,” kata petugas piket Pusdalops BPBD DKI Tri Indrawan di Jakarta, Jumat (13/2).

Berdasarkan data BPBD DKI, genangan air paling banyak terjadi di wilayah Jakarta Utara, yaitu sebanyak empat titik. Ketinggian air yang merendam setiap wilayah berbeda-beda. 

“Jakarta Utara, Jakarta Barat dan Jakarta Timur,” tambahnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Catat Rekor Baru, IHSG Ditutup Menguat ke Level 5.374

Jakarta, Aktual.co — Indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup kembali menguat 18,74 poin atau 0,58 persen dan mencatatkan rekor baru ke posisi 5.374,16 poin. Sementara itu indeks 45 saham unggulan (LQ45) menguat sebesar 8,89 poin atau 0,96 persen ke posisi 937,82.

“Faktor eksternal menjadi penopang IHSG BEI kembali menembus rekor barunya. Adanya kesepakatan gencatatn senjata antara Rusia dan Ukraina membuat bursa saham global mengalami peningkatan,” ujar Kepala Riset Recapital Securities Andrew Argado di Jakarta, Jumat (13/2).

Menurut Andrew Argado, gencatan senjata itu membuat harga minyak dunia kembali meningkat mendorong saham-saham global di sektor energi, termasuk di Indonesia mengalami peningkatan. Terpantau harga minyak dunia bergerak ke level 51,92 dlar AS per barel.

Dari dalam negeri, ekspektasi kinerja keuangan emiten Indonesia untuk tahun buku 2014 juga cukup positif meski pada kuartal IV muncul sentimen negatif seperti kenaikan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi yang dapat membuat beban emiten meningkat.

“Namun, secara tahunan kinerjanya masih positif, sejauh ini baru beberapa emiten perbankan yang melaporkan hasil kinerjanya yang membukukan kenaikan,” katanya.

Selain itu, lanjut dia, pelaku pasar asing yang kembali membukukan beli bersih (foreign net buy) pada akhir pekan ini (Jumat, 13/2) sekitar Rp1,28 triliun menjadi penopang IHSG BEI.

“Investor asing melihat industri pasar modal Indonesia memiliki kinerja yang baik seiring dengan data perekonomian indonesia yang telah dirilis diantaranya inflasi yang terkendali, defisit neraca perdagangan Indonesia yang mengecil serta cadangan devisa Indonesia yang mengalami peningkatan,” ujarnya Dalam data BEI, posisi IHSG BEI tertinggi sebelumnya berada di posisi 5.348,47 poin pada 9 Februari 2015 lalu.

Tercatat transaksi perdagangan saham di BEI sebanyak 182.265 kali dengan volume mencapai 3,61 miliar lembar saham senilai Rp5,01 triliun. Efek yang mengalami kenaikan sebanyak 144 saham, yang melemah 146 saham, dan yang tidak bergerak nilainya atau stagnan 112 saham.

Bursa regional, di antaranya indeks Bursa Hang Seng menguat 260,39 poin (1,07 persen) ke 24.682,54, indeks Bursa Nikkei turun 66,36 poin (0,37 persen) ke 17.913,36, dan Straits Times menguat 5,71 poin (0,14 persen) ke posisi 3.423,35.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Tak Lantilk BG, Presiden Akan Berhadapan dengan Konstitusi

Jakarta, Aktual.co — Pengacara Komisaris Jenderal Polisi (Komjen Pol) Budi Gunawan (BG), Razman Nasution menilai pelatikan kliennya sebagai Kapolri merupakan sebuah keharusan.
Ia menilai, Presiden tidak perlu lagi ragu untuk melantik kliennya. Itu karena BG sudah melalui proses ‘Fit and Proper Test’ sesuai dengan amanah Konstitusi.
“Karena ini bukan usulan lagi, sudah pada sidang paripurna DPR. Jadi itu, bisa dikatakan tidak 100 persen preogratif Presiden,” tegas Razman, di gedung KPK, Jumat (13/2).
Menurutnya, jika Presiden membatalkan pelantikan BG, hal itu sama saja dengan menantang Konstitusi serta menghina DPR sebagai isntitusi yang telah menyetejui.
“Presiden menurut saya tidak berada preogratif melantik atau tidak melantik. Jika batal, Presiden akan berhadapan dengan konstitusi dan institusi negara,” paparnya.
Seperti diketahui, proses pelantikan calon Kapolri tunggal itu terhambat akibat penetapan status tersangka yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Hal itu membuat, Presiden urung melantik BG. Sementara itu, saat ini pihak BG tengah menindak lanjut status tersangka oleh KPK dengan mengajukan praperadilan.

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

Berita Lain