3 Mei 2026
Beranda blog Halaman 39056

Muslim AS Marah atas Penembakan Tersebut

Jakarta, Aktual.co —Sekitar 2.000 orang memenuhi acara penghormatan terhadap tiga warga Muslim Amerika Serikat (AS) yang ditembak mati oleh seorang warga kulit putih. Di balik kejadian itu ada kemarahan dari warga Muslim AS. Deah Barakat dan istrinya Yusor Mohammad Abu-Salha  serta adik Yusor, Razan Mohammad Abu-Salha, tewas di tangan Craig Stephen Hicks. Mereka ditembak Hicks dengan posisi seperti dieksekusi, seperti yang dilansir Metrotvnews.com.

Orangtua dari Deah Barakat mengeluarkan pernyataan meminta polisi menyelidiki kasus pembunuhan ini, sebagai kasus yang berdasarkan atas kebencian. Sementara istri dari Hicks menilai insiden ini tidak ada hubungannya dengan agama dari ketiga korban. “Penyelidikan atas kejahatan yang mungkin terkait dengan kejahatan kebencian ini sudah berjalan. Sementara pengumuman keputusan penyebab insiden ini sudah dijadwalkan pada 4 Maret 2015,” ujar Kepala Polisi Chapel Hilla Chris Blue, seperti dikutip Independent, Kamis (12/2).

Tetapi terlepas dari spekulasi motif pembunuhan yang dilakukan oleh sosok ateis dan pecinta senjata itu, ada satu hal yang membuat marah warga Muslim AS. Hal tersebut adalah minimnya perhatian bahwa ketiga korban,-yang aktif dalam kegiatan sosial masyarakat Chapel Hill- tewas dengan cara seperti dieksekusi. “Semua akan berbeda jika korban bukan Muslim. 100 persen peristiwa ini akan menjadi perhatian besar, jika korban adalah bukan Muslim,” tutur Direktur Hukum lembaga American-Arab Anti-Discrimination Committee (ADC), Abed Ayoub.

Sementara Wakil Presiden Asosiasi Mahasiswa Muslim University of North Carolina, Ayoub Ouederni mengakui peningkatan Islamofobia di AS. Tetapi dia menilai tidak ada bukti hal itu terjadi di Chapel Hill. Sedangkan Sabbiyah Pervez menuliskan pemberitaan yang minim dalam insiden ini membuktikan bahwa pihak Barat hampir rampung melakukan dehumanisasi terhadap Muslim. “Semakin Anda melabeli sebuah komunitas sebagai bagian asing, sebuah ancaman, Anda telah melakukan dehumanisasi terhadap mereka. Ini telah terjadi saat ini, karena tidak ada perhatian diberikan kepada korban,” terangnya.

37 Pelatnas PBSI Raih Kontrak Individu Dengan Sponsor

Jakarta, Aktual.co —  Sebanyak 37 atlet pemusatan pelatihan nasional (pelatnas) Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) meraih kontrak individu dengan sponsor untuk periode 2015 hingga 2017.

“Program kontrak individu dengan sponsor ini telah memasuki tahun ketiga sekaligus sebagai pembuktian bagi para orang tua jika anak mereka menjadi atlet dan meraih prestasi bagus akan mendapatkan kehidupan layak,” kata Wakil Sekretaris Jenderal PBSI Achmad Budiharto di Jakarta, Kamis (12/2).

Atlet-atlet pelatnas PBSI yang menandatangani kontrak sponsor dengan Yonex yaitu Greysia Polii, Nitya Krishinda Maheswari, Riky Widianto, Richi Puspita Dili, Debby Susanto, Angga Pratama, Rian Agung Saputra, Ricky Karanda Suwandi, Berry Angriawan, Lina Wenifanetri, Bellaetrix Manuputty, Anggia Shitta Awanda, Della Destiara Haris, Rosyita Putri Ekasari, Hanna Ramadhini, Ihsan Maulana Mustofa, dan Anthony Sinisuka Ginting.

Kemudian 12 atlet yang meraih sponsor Victor yaitu Marcus Fernaldi Gideon, Alfian Eko Prasetyo, Annisa Saufika, Edi Subaktiar, Gloria Emanuelle Widjaja, Kevin Sanjaya Sukamuljo, Lukhi Apri Nugroho, Masita Mahmudin, Jonatan Christie, Hafiz Faisal, Fitriani, Zakia Ulfa.

Tujuh atlet pelatnas PBSI yang mendapatkan sponsor Li Ning yaitu Hardianto, Muhammad Bayu Pangisthu, Tiara Rosalia Nuraidah, Gebby Ristiyani Imawan, Riyanto Subagja, Rian Swastedian, dan Hantoro. Sedangkan Suci Rizki Andini mendapatkan kontrak sponsor dengan Flypower.

Selain 37 atlet bulu tangkis pelatnas itu, sebanyak 18 atlet masih melanjutkan kontrak dengan masing-masing sponsor seperti Mohammad Ahsan, Hendra Setiawan, Praveen Jordan, Muhammad Rian Ardianto, Ni Ketut Mahadewi oleh Yonex.

Kemudian Tontowi Ahmad, Liliyana Natsir, Firman Abdul Kholik, Maretha Dea Giovani, dan Fajar Alvian oleh Victor.

Lima atlet pelatnas yang masih terikat kontrak dengan Astec yaitu Simon Santoso, Wahyu Nayaka Arya Pankaryanira, Ade Yusuf, Ronald Alexander, dan Melati Daeva Oktavianti.

Gregoria Mariska masih menjalin kontrak dengan Li Ning sedangkan Kenas Adi Haryanto dan Dinar Dyah Ayustine masih terikat kontrak dengan Dunlop.

Kepala Bidang Pemasaran dan Sponsorship PBSI Yoppy Rosimin mengakui Yonex menjadi sponsor yang paling banyak untuk atlet pada periode 2015-2017.

“Tapi, masih ada empat atlet yang masih dalam proses negosiasi dengan sponsor yaitu Melvira Oklamona, Nisak Puji Lestari, Rika Rositawati, dan Meirisa Cindy Sahputri,” kata Yoppy.

Meski Yonex menjadi sponsor yang paling banyak menyepakati kontrak dengan atlet-atlet PBSI, Li Ning masih memegang sponsor untuk seragam tim nasional hingga 2016.

“Li Ning akan menjadi sponsor tim nasional pada kejuaraan beregu seperti Piala Thomas dan Piala Uber, serta Piala Sudirman. Sedangkan untuk pertandingan multi-olahraga seperti Asian Games atau SEA Games kami mengikuti kebijakan dari Komite Olimpiade Indonesia (KOI) dan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI).

Yoppy menjelaskan penentuan nilai kontrak oleh pihak sponsor didasarkan pada prestasi masing-masing atlet, potensi prestasi masing-masing atlet untuk atlet muda, dan penampilan atlet.

“Untuk atlet berpotensi seperti Kevin, Anthony, dan Fitriani. Sedangkan untuk atlet dengan penampilan menarik seperti Gloria, Hanna, Jonatan atau Bella,” kata Yoppy.

PBSI, lanjut Yoppy, juga mewajibkan para sponsor untuk mengirim atlet-atlet pelatnas ke turnamen di luar negeri dengan biaya tiket dan hotel ditanggung pihak sponsor.

“Itu aturan baru mulai tahun ini. Pada 2015 minimal satu kali turnamen di luar negeri dan pada 2016 minimal dua kali turnamen di luar negeri,” kata Yoppy.

Yoppy mengatakan nilai kontrak para atlet pelatnas PBSI mengalami kenaikan bahkan ada atlet yang meraih kenaikan nilai kontrak hingga 400 persen.

“Saya tidak dapat menyebut siapa yang dapat peningkatan nilai kontrak empat kali lipat ataupun nilai kontraknya. Tapi, mereka yang meraih medali pada Asian Games 2014 mendapatkan nilai kontrak yang tinggi,” kata Yoppy.

Selain para atlet, PBSI juga menhubungkan sponsor dengan para pelatih dan hampir seluruh pelatih pelatnas PBSI telah terjalin kontrak dengan Yonex kecuali Sarwendah Kusumawardhani, Hendry Saputra, dan Endang Nursugianti yang masih terikat kontrak dengan Victor hingga pertengahan 2015.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Malaysia Diminta Anulir Pernyataan tentang MH370

Jakarta, Aktual.co —Sejumlah anggota keluarga penumpang pesawat Malaysia Airlines MH370 meminta pemerintah Malaysia menarik sebuah pernyataan yang mendeklarasikan kematian semua penumpang. Sebulan lalu, Malaysia menyatakan menghilangnya MH370 sebagai kecelakaan dan 239 orang yang ada di dalamnya dianggap meninggal dunia. Pemerintah berencana memberikan kompensasi pada semua keluarga korban.

Deklarasi kematian memicu kemarahan keluarga, yang sebagian di antaranya menolak uang kompensasi. Sekitar 15 anggota keluarga korban berkumpul di luar markas Malaysia Airlines di Selangor, Kamis (12/2). Mereka mendesak ingin bertemu CEO Malaysia Airlines Ahmad Jauhari Yahya. “Suami saya ada di pesawat itu. Kami ingin pemerintah Malaysia membatalkan deklarasi yang telah mereka buat,” ucap Kelly Wen, istri penumpang MH370 yang bernama Li, pada AFP.

Pendemo dibawa ke Bandara Subang Malaysia, namun belum diketahui apakah mereka bertemu dengan Ahmad atau petinggi lainnya. MH370 dengan 239 penumpang dan kru pada 8 Maret 2014 dalam perjalanan dari Kuala Lumpur ke Beijing. Setelah menganalisis berbagai data, tim pencarian yang dipimpin Australia meyakini lokasi jatuhnya MH370 di wilayah selatan Samudera Hindia.

Mantan Menteri Pertahanan Australia Angus Houston, yang memimpin usaha pencarian internasional, memperingatkan kemungkinan terburuk: MH370 hilang selamanya. “Samudera adalah tempat yang luas. Airnya sangat, sangat dalam dan ada kemungkinan itu (MH370) tidak akan pernah ditemukan,” kata Houston.

Schuerrle Siap Hajar Mantan Klubnya Leverkusen

Jakarta, Aktual.co —  Pemain yang memecahkan rekor transfer VfL Wolfsburg Andre Schuerrle akan menghadapi bekas klubnya Bayer Leverkusen, pada pertandingan keduanya kembali bermain di Liga Jerman pada Sabtu, namun tidak ada ruang untuk rasa sentimen ketika mereka mengejar pemuncak klasemen Bayern Munich.

Schuerrle kembali ke Jerman setelah kurang sukses dalam petualangannya di Chelsea pada awal bulan ini, dengan nilai transfer yang dilaporkan sebesar 32 juta euro, yang membuat dirinya menjadi salah satu pemain termahal sepanjang sejarah transfer Liga Jerman.

Pemain sayap yang cepat itu, yang membuat dirinya semakin populer ketika ia pindah dari Mainz 05 ke Leverkusen pada 2011, menikmati debut sensasional pada pekan lalu, di mana ia mengkreasikan dua gol saat Wolfsburg menang 3-0 atas Hoffenheim yang membuat mereka tetap menduduki peringkat kedua, tertinggal delapan angka dari Bayern.

Wolfsburg yakin dengan adanya tambahan pemain yang ikut membawa Jerman menjuarai Piala Dunia itu akan memberi mereka kekuatan ekstra yang mereka perlukan untuk kembali bergabung dengan jajaran elit Liga Jerman, setelah sempat terpuruk menyusul kesuksesan mereka menjuarai Liga Jerman 2009.

“Saya memiliki tahun-tahun hebat di Leverkusen, dan tidak sabar untuk kembali melihat anak-anak itu lagi,” kata Schuerrle kepada para pewarta. “Namun ini adalah mengenai tiga angka.” “Ini bukan pertandingan istimewa bagi saya karena saya sekarang di Wolfsburg, dan saya sangat menginginkan tiga angka.” Klub asal Lower Saxony itu, yang kerap dikritik karena menggunakan jutaan euro dari produsen mobil Volkswagen untuk memperkuat tim mereka, sedang berada dalam penampilan bagus sebelum kedatangan Schuerrle, dan mereka telah menggenggam keunggulan tujuh angka atas tim peringkat ketiga Schalke 04.

Penyerang Ivan Perisic diragukan dapat tampil pada pertandingan di markas Leverkusen pada Sabtu, namun Wolfsburg memiliki daya gedor yang cukup meski tidak diperkuat pemain asal Kroasia tersebut, di mana pemain asal Belgia Kevin De Bruyne telah mencetak empat gol pada dua pertandingan terakhirnya, dan penyerang Belanda Bas Dost juga sedang berada dalam penampilan terbaiknya.

Bagaimanapun, mereka akan berharap Bayern tergelincir saat berhadapan dengan Hamburg SV, setelah sang juara bertahan menorehkan start tidak meyakinkan pada tahun ini dengan hanya meraih satu kemenangan dari tiga pertandingan terakhirnya di liga.

Hamburg berharap pada rekrutan-rekrutan baru mereka, mantan penyerang Bayern Ivica Olic dan bek pekerja keras asal Chile Marcelo Diaz, untuk membantu mereka keluar dari ancaman degradasi pada ‘derby’ ke-100nya di Liga Jerman melawan tim Bavaria itu.

Mantan juara Eropa itu kini menduduki peringkat ke-12, unggul empat angka dari posisi playoff degradasi.

Borussia Dortmund, runner up musim lalu, mendapat tambahan semnagat dengan diperpanjangnya kontrak pemain sayap Marco Reus pada pekan ini, dan mereka akan berupaya mendapatkan kemenangan kandang pertamanya tahun ini ketika mereka mengahdapi Mainz 05.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Menpora dan Komisi X Sepakat Alokasikan Rp395 Miliar Untuk PRIMA

Jakarta, Aktual.co — Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi dan Komisi X DPR RI sepakat mengalokasikan anggaran sebesar 395 miliar rupiah dalam APBNP 2015 untuk Progam Indonesia Emas (PRIMA).

“PRIMA ini semata-mata bukan hanya untuk persiapan SEA Games 2015 di Singapura, tetapi ini persiapan untuk Asian Games 2018 di Jakarta, Palembang dan beberapa kota lain,” kata Imam saat rapat kerja Penetapan APBN-P TA 2015 Kemenpora bersama Komisi X DPR RI di Ruang Sidang Komisi X DPR Senayan, Kamis (12/2).

Imam mengatakan alokasi dana dengan jumlah terbesar dalam tambahan anggaran dalam RAPBN-P TA 2015 tersebut dimaksimalkan untuk pembinaan atlet dan persiapan Asian Games 2018 sejak dini.

Senada dengan itu, Deputi IV Bidang Peningkatan Prestasi dan Olahraga Djoko Pekik Irianto menegaskan PRIMA adalah porgram jangka panjang.

“PRIMA jangan diasumsikan hanya untuk SEA Games, tetapi juga Asian Games dan Asian ParaGames. Saya katakan ini semacam pelatnas jangka panjang yang dilakukan terus menerus,” kata Joko.

Dalam rapat kerja tersebut, alokasi dana untuk PRIMA yang dinilai terlalu besar menjadi sorotan.

Sejumlah anggota Komisi X DPR sempat mengeluhkan tentang besarnya jumlah anggaran yang dialokasikan untuk PRIMA karena kinerja PRIMA dinilai kurang maksimal untuk membantu kontingen Indonesia membawa pulang medali emas di turnamen multinasional.

Namun demikian, Imam mengaku hal tersebut adalah cara dari DPR untuk mengingatkan Kemenpora untuk lebih serius membenahi sistem dan kinerja PRIMA.

“Saya kira itu adalah sesuatu yang sangat konstruktif dan menjadi satu pikiran yang sama bahwa harus ada evaluasi di tubuh PRIMA,” kata orang nomor satu di Kemenpora tersebut.

Kemenpora akan melakukan evaluasi dan perubahan sistem, termasuk regulasi setelah Sea Games 2015 Singapura selesai.

Adapun tambahan anggaran dalam RAPBN-P TA 2015 sebesar Rp1,252,946 triliun yang disepakati bersama Komisi X DPR sebagai berikut.

1.PRIMA sebesar Rp395 miliar 2.Persiapan penyelenggaraan Asian Games ke-18 2018 sebesar Rp381,946 miliar 3.Penguatan KONI dalam rangka Asian Games ke-18 2018 sebesar Rp102 miliar 4.Penyelenggaraan olahraga di kampus dalam rangka pembudayaan olahraga dan sosialisasi Asian Games ke-18 2018 sebesar Rp20.000 miliar 5.Fasilitasi organisasi kepemudaan sebesar Rp5 miliar 6.Renovasi Buperta Cibubur untuk persiapan Jambore dan Raimuna sebesar Rp96 miliar 7.Fasilitasi pengembangan sarpras keolahragaan di daerah sebesar Rp130 miliar 8.Penyediaan alat kesehatan untuk RSON Cibubur sebesar Rp20 miliar 9.Bantuan peralatan olahraga untuk cabor unggulan sebesar Rp79 miliar 10.Penyusunan database olahraga nasional sebesar Rp9 miliar 11.Bantuan peralatan olahraga untuk PON XIX 2016 Jawa Barat sebesar Rp15 miliar.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Bakal Calon Ketum PSSI Belum Lengkapi Persyaratan Administrasi

Jakarta, Aktual.co — Tahapan pemilihan calon Ketua Umum PSSI telah memasuki tahap melengkapi persyaratan administrasi, namun hingga waktu yang ditetapkan pada Rabu (11/2) tengah malam tidak semua bakal calon melengkapinnya.

Wakil Ketua Komisi Pemilihan Max Boboy mengatakan berdasarkan data yang masuk hingga batas waktu yang ditentukan hanya antara sembilan hingga 10 bakal calon yang melengkapi persyarakat administrasi.

“Dari 11 nama yang dicalonkan menjadi Ketua Umum PSSI yang sudah melengkapi persyarakatan administrasi sembilan sampai 10 saja. Setelah itu akan dilakukan verifikasi lagi,” katanya di Kantor PSSI Senayan, Jakarta, Kamis (12/2).

Meski mengumumkan antara sembilan hingga 10 bakal calon yang melengkapi persyaratan, Max Boboy belum bersedia mengumumkan nama-nama bakal calon. Namun, berasarkan nama yang ditetapkan pada rapat pleno 21 Januari 2015 di antaranya Djohar Arifin Husin dan La Nyalla Mattalitti.

Khusus untuk bakal calon Ketua Umum PSSI yang tidak melengkapi persyaratan, kata Max Boboy mengatakan di antaranya Sekjen PSSI Joko Driyono.

Setelah persyaratan administrasi masuk ke Komisi Pemilihan, kata dia, tahapan selanjutnya adalah melakukan verifikasi lanjutan mulai dari usia, daftar riwayat hidup hingga kebenaran bakal calon sudah berkecimpung dalam sepak bola slam lima tahun.

“Verifikasi lanjutan akan segera kami lakukan. Yang jelas hasil verifikasi bakal calon akan diumumkan pada 18 Februari 2015,” kata Max Boboy.

Berkurangnya jumlah bakal calon yang tidak melengkapi persyaratan administrasi juga terjadi pada posisi Wakil Ketua Umum PSSI. Pada awalnya ada 29 yang diajukan, namun hanya 12-13 orang yang melengkapinya.

Begitu juga dengan bakal calon anggota Komite Eksekutif PSSI. Data awal menunjukkan jika ada 147 orang yang diajukan. Hanya saja, hingga batas akhir yang ditetapkan tinggal 20-22 orang yang melengkapi persyaratan administrasi.

Sesuai dengan tahapan yang ada, setelah ditetapkan sebagai calon Ketua Umum, Wakil Ketua Umum hingga anggota Komite Eksekutif maka calon ini berhak bersaing pada Kongres Luar Biasa (KLB) PSSI di Surabaya, Jawa Timur, 18 April mendatang.

Sebelum bersaing untuk memimpin PSSI periode 2015-2019, bagi bakal calon yang dinyatakan gagal lolos masih diberi kesempatan untuk melakukan upaya banding melalui Komite Banding PSSI.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Berita Lain