4 Mei 2026
Beranda blog Halaman 39059

Imam Masjid Swedia Diancam Mau Dibunuh

Jakarta, Aktual.co —Imam masjid besar di Stockholm, Swedia mendapat ancaman pembunuhan. Akibatnya polisi memperketat penjagaan di sekitar tempat ibadah umat Muslim tersebut. “Polisi telah mengambil beberapa langkah penting dan kami terus melakukan kontak dengan mereka,” kata Omar Mustafa, presiden Asosiasi Islam Swedia, seperti dilaporkan Local.se. “Kami berharap mereka dapat menyelesaikan kasus ini dengan sangat cepat., seperti yang dikutip Rimanews.com.

Ancaman terhadap masjid dekat Medborgarplatsen itu terjadi Jumat pekan lalu, dibarengi pengiriman sebuah paket bubuk putih. “Saya tidak bisa menjelaskannya secara detail, tapi itu jelas ancaman pembunuhan yang disikapi secara serius oleh polisi,” kata Mustafa. Meski bubuk putih tersebut tidak berbahaya, polisi Stockholm mengatakan bahwa keamanan di masjid telah diperketat.

Serangan terhadap sebuah masjid bukanlah yang pertama di Swedia. Menurut majalah anti-rasisme Expo, telah terjadi setidaknya selusin serangan yang dikonfirmasi terhadap masjid-masjid di Swedia pada tahun lalu. Jumlah sebenarnya bisa jauh lebih besar.

BPBD DKI: Ratusan Ribu Warga Jakarta Terdampak Banjir

Jakarta, Aktual.co — Pusat Pengendalian Operasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI menyebut sebanyak 137.822 jiwa masyarakat Jakarta yang terdampak akibat bencana banjir di ibu kota.

“Dari data yang kami punya, 137.822 jiwa terdampak bencana banjir di Jakarta dan tersebar di 12 Kecamatan,” kata Kepala Bidang Informatika BPBD DKI Bambang Suryaputra di Jakarta, Kamis (12/2).

137.822 jiwa atau sekitar 42.332 kepala keluarga yang terdampak bencana banjir tersebut, tersebar di 12 kecamatan yang ada di empat wilayah ibu kota dengan Jakarta Barat yang merupakan daerah genangan terparah.

“Rinciannya di Jakbar ada tujuh kecamatan, Jakpus satu, Timur satu dan Utara terdapat tiga kecamatan yang terdampak bencana banjir itu. Sedangkan daerah selatan tidak ada karena faktor alamnya yang lebih tinggi sehingga air lebih cepat mengalir,” katanya.

Dari informasi yang dihimpun, diketahui di dalam ratusan ribu jiwa warga terdampak tersebut 11.209 orang di antaranya mengungsi karena mereka tidak memungkinkan bertahan di tempat tinggalnya.

“Diantara mereka ada masyarakat yang melakukan pengungsian sebanyak 11.209 orang. Hal tersebut karena banjir yang terjadi antara 20 hingga 150 sentimeter (cm),” katanya.

Bambang mengatakan para pengungsi tersebut sekarang ditampung di 71 tempat pengungsian yang berlokasi tidak jauh dari tempat tinggal mereka. Tempat yang digunakan untuk lokasi pengungsian tersebut berada di tempat ibadah, gedung sekolah dan pemerintah bahkan di depan tanggul ruang pompa dan di depan pasar swalayan.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Tiga Warga Muslim Ditembak, Media AS Bungkam

Jakarta, Aktual.co —Penembakan yang menewaskan tiga warga Muslim di North Carolina, Amerika Serikat (AS) tidak diekspos besar-besaran. Media besar di AS cenderung bungkam. Seperti dilansir, Independent, Rabu (11/2), sebagai bentuk kekesalan terhadap media besar di Negeri Paman Sam, hashtag #Muslimlivesmatter pun mulai beredar di Twitter.
 
Beberapa orang mengecam media-media besar di AS yang tidak memberitakan penembakan keji, yang dilakukan oleh seorang warga kulit putih tersebut.

Terancam oleh ISIS, AS tak Masukkan Yahudi

Jakarta, Aktual.co —Permintaan izin resmi Presiden Barrack Obama kepada Kongres untuk menggunakan militer Amerika Serikat guna menggempur ISIS menuai banyak kritik. Di antara banyaknya kritik masalah pembatasan, protes berbeda dilontarkan oleh salah satu anggota Republikan, Lee Zeldin, yang menyinggung tidak disebutnya kata “Yahudi” dalam proposal tersebut.

Dilansir CNN pada Kamis (12/2), Zeldin adalah satu-satunya anggota Kongres dari Republikan yang merupakan umat Yahudi. Ketika melihat Obama hanya menyebutkan kelompok etnis yang terancam oleh ISIS adalah Kristen Irak, Yezidis, dan orang Turkmenistan, tanpa menyebut Yahudi, Zeldin mengaku langsung menutup proposal di tangannya.

“Saya paham, ada kesadaran dalam resolusi untuk menangkal serangan ISIS terhadap Muslim, Kristen, dan yang lainnya, dan saya tidak menemukan referensi ke Yahudi. Dan salah satu usaha yang sedang saya gencarkan adalah meningkatkan kesadaran atas meningkatnya gerakan anti-semit,” papar Zeldin kepada CNN dalam sebuah wawancara.

Polisi Partai Republik asal New York ini lantas mempertanyakan apakah Gedung Putih dengan sadar mengeluarkan Yahudi dari daftar kelompok etnis yang terancam ISIS. “Saya pikir ketika Gedung Putih membuat susunan resolusi untuk regulasi militer, setiap kata-katanya, setiap frasanya dilakukan dengan sadar, harus seperti itu. Yahudi seharusnya dimasukkan oleh Gedung Putih,” katanya.

Hal ini terjadi sesaat setelah Obama menyebut serangan di salah satu swalayan Yahudi di Perancis sebagai hal acak. Namun, tak lama setelah Obama melontarkan pernyataan, Gedung Putih segera memberikan klarifikasi bahwa Presiden bukan bermaksud bahwa insiden itu tidak dimotivasi oleh anti-semit.

“Pandangan kami belum berubah. Serangan teror di swalayan Kosher di Paris dimotivasi oleh anti-semit. Presiden AS tidak bermaksud sebaliknya,” kicau sekretaris pers Gedung Putih, Josh Earnest, melalui akun Twitter resminya pada Rabu (11/2). Zeldin menganggap, penyerangan di swalayan tersebut merupakan bukti bahwa ISIS melakukan aksi kejam untuk melawan Yahudi di seluruh dunia.

“Saya sangat yakin kita diingatkan di Paris bahwa ekstremis radikal Islam ini, mereka ingin menghapuskan Israel dari peta. Mereka bukan hanya menargetkan Yahudi, tapi juga kebebasan kita, pengecualian kita sebagai orang Amerika, seluruh dunia barat,” papar Zeldin. Melanjutkan penjelasannya, Zeldin berkata, “Tujuan ISIS termasuk ancaman bukan hanya kepada Muslim, bukan hanya kepada Yahudi, bukan hanya kepada Kristen, tapi kepada semua orang dan semua ini harus disadari di dalam resolusi.

Zeldin kini menjabat dalam Komite Hubungan Luar Negeri yang juga akan turut serta dalam debat penetapan penggunaan militer untuk menggempur ISIS. Ia mengaku akan terus berusaha memasukkan Yahudi ke dalam teks apapun yang bakal menjadi hukum di AS. Menanggapi protes Zeldin, Gedung Putih berkilah bahwa kata-kata dalam naskah permintaan tersebut disadur dari resolusi Komite Senat Hubungan Luar Negeri tahun lalu.

Dalam naskah tulisan Senator Robert Menendez tersebut memang tertulis, “ISIS mengancam genosida dan aksi ganas dengan kekerasan melawan agama dan kelompok etnis minoritas, termasuk Kristen, Yezidi, dan populasi Turkmenistan.” Kerangka tulisan tersebut disusun sebelum serangan di swalayan Yahudi di Perancis terjadi.

Aman, Demokrat Pilih Surabaya Sebagai Tuan Rumah Kongres

Jakarta, Aktual.co — Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrat menyatakan keamanan di Kota Surabaya menjadi faktor utama penunjukan tuan rumah kongres III yang rencananya digelar awal April 2015.
“Ketua Umum Susilo Bambang Yudhoyono kagum dengan keamanan dan kenyamanan di Jawa Timur, terlebih pembangunan di segala bidang berjalan cepat serta berkelanjutan,” ujar Wakil Ketua Umum DPP Partai Demokrat, Soekarwo, di Surabaya, Kamis (12/2).
Selain itu, SBY merasa senang karena banyak duta-duta besar dan tamu kehormatan dari negara asing dan menjadikan provinsi ini sebagai salah satu tujuan investasi pengusaha, baik lokal maupun internasional.
Penunjukan Surabaya sebagai tuan rumah ini disampaikan langsung ke Soekarwo sesaat sebelum SBY berkunjung selama tiga hari di Surabaya dalam rangka temu kader dan konsolidasi ratusan anggota DPRD I, II, DPRD Provinsi dan DPR RI asal daerah pemilihan Jatim.
“Kemudian saat SBY hendak ke Yogyakarta menumpang kereta api, beliau mengatakan kepada saya bahwa 99 persen Jatim sebagai tuan rumah kongres,” katanya.
Pada kongres yang tujuan utamanya memilih ketua umum tersebut, hampir semua dewan pimpinan daerah se-Indonesia, termasuk Jatim, mendukung kembali SBY sebagai orang nomor satu di Demokrat.

Artikel ini ditulis oleh:

YLKI: Pakaian Impor Bekas Harus Dilarang

Jakarta, Aktual.co — Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) menilai impor pakaian bekas memang harus dilarang karena banyak kerugian yang didapatkan oleh semua pihak dari kegiatan tersebut.

“Kegiatan impor tersebut memang harus dilarang karena banyak kerugiannya terutama dari unsur kesehatan dan ekonomi,” kata Ketua Harian YLKI Tulus Abadi di Jakarta, Kamis (12/2).

Tulus menjelaskan pakaian bekas yang datangnya dari luar negeri tersebut standar kesehatannya sangat tidak terjamin apakah mengandung bakteri atau tidak serta bisa menjadi media penyebaran bibit penyakit berbahaya dan mematikan yang belum ada di Indonesia.

Dari sisi ekonomi pelarangan tersebut juga bisa menjadi angin segar bagi perkembangan industri garmen dalam negeri yang selama ini jumlahnya melimpah, namun terhambat karena masuknya pakaian bekas tersebut Indonesia.

Pakaian bekas tersebut masuk dan dijual dengan harga yang relatif murah di Indonesia sehingga berpotensi menghilangkan pasar pakaian dalam negeri. “Jika harganya lebih mahal, ya wajar karena kondisinya masih baru dan kualitasnya juga bisa dijamin,” ujarnya.

Sementara itu, Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah serta Perdagangan (KUKMP) Provinsi DKI Jakarta mengungkapkan tim khusus untuk mengawasi perdagangan pakaian bekas impor di Ibu Kota segera terbentuk dalam pekan ini.

“Untuk di DKI dan daerah lainnya khusus ke pedagang karena langsung bersentuhan dengan masyarakat sedangkan untuk pengimpor itu wewenang pusat,” kata Kepala Dinas KUKMP DKI Joko Kundaryo.

Joko mengatakan tim khusus tersebut akan bertugas mengawasi alur perdagangan pakaian bekas impor khususnya yang akan dipasarkan.

Sebelumnya pihak kementerian terkait masih menunggu terbitnya Peraturan Presiden (Perpres) untuk melengkapi SK yang dikeluarkan oleh Menperindag Nomor 642/MPP/Kep/9/2002 tanggal 23 September 2002 tentang Barang yang diatur tata niaga impornya.

Dirjen Standardisasi dan Perlindungan Konsumen, Kementerian Perdagangan, Widodo menerangkan dalam statemennya, Perpres akan memperkuat aturan Kemendag yang saat ini berupa peraturan menteri dengan anjuran bagi pedagang yang tak memiliki badan izin usaha untuk tidak menjual pakaian bekas.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Berita Lain