19 April 2026
Beranda blog Halaman 39180

Khasiat Buah Kurma bagi Kesehatan Manusia

Jakarta, Aktual.co — Siapa yang tidak mengenal buah kurma? Buah yang berasal dari kawasan Timur Tengah tersebut menjadi buah khas kaum Muslim seluruh dunia terutama di bulan Ramadhan. Dan, berikut manfaat buah kurma bagi kesehatan:
1. Membantu PencernaanKurma kaya serat yang berarti kurma baik untuk sistem pencernaan dan buang air besar. Kurma juga mencegah penumpukan kolesterol LDL yang dapat membahayakan resiko kesehatan jantung Anda, serta menjauhi hipertensi, stroke, penyakit jantung, dan lain-lain. 
2. Mencegah AnemiaZat besi adalah nutrisi penting yang dibutuhkan oleh tubuh kita untuk mencegah anemia. Buah kurma berguna membantu sel darah merah dengan membawa oksigen yang lebih baik ke berbagai organ tubuh serta membantu fungsi organ menusia menjadi lebih baik. Kekurangan zat besi bisa membuat Anda merasa lelah bahkan setelah melakukan aktivitas ringan. Makan kurma dapat mencegah anemia. 
3. Menurunkan resiko penyakit jantungKurma mengandung sekitar 656 mg kalium per 100g. Berdasarkan Badan Kesehatan Dunia (WHO), orang dewasa harus mengonsumsi 3510 mg potasium setiap harinya. Bila tingkat asupan lebih rendah, bisa mengakibatkan rentan terserang tekanan darah tinggi, stroke, dan lain-lain.
4. Meningkatkan kesehatanSelain dari semua manfaat di atas, kurma juga kaya akan nutrisi penting lainnya seperti kalsium, magnesium dan vitamin B6. Magnesium dan kalsium merupakan zat tepat yang dibutuhkan oleh tubuh untuk pertumbuhan tulang. Sedangkan, vitamin B6 yang dibutuhkan untuk mengurai protein, menstabilkan tingkat batas normal fungsi saraf, demikian dilansir dari Thehealthsite, Sabtu (7/2). 

Artikel ini ditulis oleh:

Perubahan UUPA, DPN Repdem: Jokowi Harus Hentikan Ide Sesat Menterinya

Malang, Aktual.co —  Presiden Jokowi harus segera menghentikan ide sesat Menteri Agraria dan Tata Ruang, Ferry Mursidan Baldan, yang  mengusulkan Rancangan Undang-undang (RUU) tentang Perubahan atas Undang-Undang No.5/1960 tentang Pokok-pokok Agraria (atau yang dikenal dengan UUPA). 
Hal tersebut sebagaimana disebutkan Ketua Dewan Pimpinan Nasional Relawan Perjuangan Demokrasi (DPN-REPDEM) Bidang Penggalangan Tani, Sidik Suhada.
Bila usulan perubahan UUPA tersebut oleh Menteri Agraria dan Tata Ruang  disetujui oleh DPR, tentu akan menjadi bencana besar bagi kedaulatan nasional.
“Merubah UUPA sejatinya sama dengan memberikan karpet merah untuk liberalisasi sumber pokok agraria atau sumber daya alam yang ada di Indonesia,” kata Sidik dalam pernyataan resminya Sabtu (7/2) di Malang, Jawa Timur
Ia menduga, beberapa pihak yang mengusulkan perubahan terhadap UUPA, sebenarnya sedang membangun sekenario untuk menjual segala kakayaan alam yang ada di Indonesia untuk kepentingan asing.
Alasannya, UUPA tahun 1960 memiliki semangat nasionalisme yang sangat tinggi, anti kolonialime, anti monopoli dan anti terhadap eksploitasi manusia atas manusia.
“Keberadaan UUPA dianggap sebagai penghalang utama bagi terciptanya pasar tanah (land market),” katanya lagi. 
Untuk diketahui, bila UUPA diganti, maka para mafia tersebut berharap ada kebijakan pertanahan terkait persoalan tanah yang bersahabat dengan pasar. Atas dasar itulah Bank Dunia dan ADB  berusaha memromosikan serta bersedia membiayai satu proyek bernama Land Administration Project (LAP) dan Land Management and Planning Development Project (LMPDP).
Tujuan proyek itu ternyata untuk mengembangkan dasar-dasar kebijakan bagi mekanisme dan operasi pasar tanah yang bebas (free land market). Proyek ini memiliki tiga bagian yakni registrasi tanah baik secara sistematik maupun sporadik  yang disebut dengan Project Part-A, studi mengenai pendaftaran tanah-tanah komunal yang disebut Project Part-B dan review kebijakan pertanahan yang disebut dengan Project Part-C.
“Nah, target utama dalam LAP Part C itu adalah mengembangkan suatu sistem hukum Agraria yang terintegrasi dalam jalur orientasi pasar bebas dan investasi serta mengubah UUPA No.5/1960 yang anti liberalisme dan tidak pro pasar liberal,” pungkasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Sejuta Kartu Pos dari Bali, Dukungan Revitalisasi Teluk Benoa ke Presiden RI

Jakarta, Aktual.co — Sejuta kartu pos dari masyarakat Bali yang dikirimkan untuk Presiden RI, Joko Widodo guna mendukung upaya revitalisasi Teluk Benoa. Dukungan riil tersebut sekaligus bentuk langsung dukungan warga Bali terhadap kebijakan pemerintah melalui Peraturan Presiden Nomor 51 Tahun 2014.
Koordinator aksi sejuta Kartu Pos Rakyat Bali, I Gede Wijaya, dalam keterangan tertulisnya mengatakan, mayoritas rakyat Bali ingin mendukung revitalisasi Teluk Benoa dengan cara damai. 
“Rakyat Bali cinta damai, yang mendukung revitalisasi menghindari aksi provokasi dan anarkhi melalui berbagai pagelaran konser. Kami memilih cara ini karena pesan yang ingin kami sampaikan lebih efektif, langsung sampai pada presiden,” kata Wijaya.
Diungkapkan, dalam Kartu Pos juga diberikan kesempatan bagi warga Bali untuk menyampaikan harapannya kepada Presiden. Beberapa diantaranya yang sudah dituliskan seperti ‘Jokowi adalah Kita, Kita Dukung Revitalisasi’ dan ‘Revitalisasi Harga Mati’.
Ditekankan Wijaya, gagasan mengirim sejuta kartu pos muncul karena hingga kini belum ada tanda-tanda revitalisasi akan dilakukan. Pemerintah dalam hal ini, ingin mendengarkan langsung tanggapan masyarakat Bali. Wijaya sendiri bersama rekan-rekannya turut turun langsung untuk mendengarkan harapan warga.
“Tampaknya banyak rakyat Bali yang selama ini salah menerima informasi tentang manfaat revitalisasi Teluk Benoa,” jelasnya.
Untuk diketahui, pemerintah mengeluarkan Peraturan Presiden Nomor 51/2014 yang membolehkan dilakukan revitalisasi di Teluk Benoa. Perpres diterbitkan karena kondisi Teluk Benoa yang memprihatinkan. Dari ancaman pendangkalan yang berdampak pada kehidupan hutan mangrove karena sedimentasi, hingga sampah-sampah sisa pembangunan jalan tol dan rumah tangga. 
Dari luas perairan Teluk Benoa yang seluas +/- 1400 Ha, area yang akan direklamasi seluas 700 Ha (50 persen), dan hanya 400 Ha (28,5 persen) yang akan dikembangkan sebagai pusat-pusat wisata yang baru. 
Sisanya seluas 300 Ha beserta Perairan Teluk Benoa akan didedikasikan untuk ruang terbuka hijau dan fasilitas sosial serta fasilitas umum (Fasos Fasum). Studi kelayakan bersama yang dilakukan IPB, ITB, UGM, ITS dan Unhas juga menghasilkan kesimpulan, kawasan Teluk Benoa dapat direvitalisasi.

Artikel ini ditulis oleh:

Ada Upaya Jauhkan Presiden Jokowi dengan Rakyat dan Partai

Jakarta, Aktual.co —  Politisi PDI Perjuangan, Masinton Pasaribu menilai ada upaya untuk memperkeruh suasana pemerintahan. Kisruh KPK-Polri, menurutnya, hanya bagian dari upaya untuk melemahkan Presiden Joko Widodo sebagai Kepala Negara.
“Kita tahu ada upaya sistematis untuk menjauhkan pak Jokowi dari parpol, Ibu Mega, pendukungnya, dan rakyat,” kata Masinton, di Warung Daun Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (7/2).
Buktinya apa? Masinton menjelaskan isu-isu tentang Presiden Jokowi ‘diperintah’ Megawati, Jokowi hanya petugas partai, serta dianggap tidak tegas atas KPK-Polri yang berseteru sudah cukup menjadi indikator untuk merusak pemerintahan Jokowi.
“Ini upaya sistematis yang mencoba menjauhkan Jokowi dengan rakyat yang ujungnya akan meruntuhkan legitimasi Presiden,” ungkap Masinton yang juga anggota DPR Komisi III tersebut.
Namun demikian, Masinton enggan menyebut kekuatan yang dianggapnya ingin menjatuhkan Presiden tersebut. Masinton menegaskan, PDIP tanpa diminta pun akan terus mengawal pemerintahan Presiden Jokowi-JK, sebagai partai pengusung Jokowi dalam Pilpres 2014 lalu.

Artikel ini ditulis oleh:

Rumor Jokowi Buat Partai Baru?, Politisi PDIP: Itu Tidak Betul

Jakarta, Aktual.co — Politisi PDI Perjuangan Masinton Pasaribu menepis isu publik yang menyebut, bahwa partai pendukung Presiden Joko Widodo sangat mengintervensi setiap kebijakan. Bahkan, dia juga menyampaikan dengan tegas, bahwa tidak benar, bila ada rumor yang menyebut, Jokowi akan keluar dari partai dan membuat partai baru.
“Kalau ditanyakan partai-partai pendukung menekan Jokowi, saya katakan kalau itu tidak betul. Kita yakin bahwa antara partai dengan Presiden hubungannya baik, tidak ada saling tekan, justru saling sinergi. Jadi dalam konteks penekanan itu tidak ada,” kata Masinton di Jakarta, Sabtu (7/2).
Ia kembali menerangkan, dalam komunikasi antara partai pendukung dengan Presiden sudah sepatutnya komunikasi itu harus berjalan lancar. Pasalnya, Presiden juga harus didukung oleh partai-partai.
“Agar partai juga mengerti apa yang menjadi program prioritas Jokowi dalam waktu dekat. Nah, jadi dalam konteks penekanan itu tidak ada. Seperti yang dikabarkan selama ini diramaikan bahwa Presiden merasa tertekanlah atau apa itu tidak benar,” ungkapnya. 
Menurutnya, partai-partai semua mengerti, bahwa Jokowi sekarang bukan lagi calon Presiden melainkan sudah menjadi Presiden Republik Indonesia.
“Kan gini, Jokowi itu kan kader partai yang saat ini telah menjadi kepala negara. Fokus kerja pak Jokowi saat ini adalah membenahi negara dan pemerintahan, jadi tidak ada setir menyetir. Coba kita lihat kronologi dari masanya dia menjadi Wali Kota Solo, menjadi Gubernur DKI Jakarta, tidak ada tekanan disitu, tidak ada titipan-titipan disitu, pure pak Jokowi menjalankan nawacitanya dalam pemerintahan lima tahun ke depan dan bekerja dalam konteks ideologi nasional PDIP yang juga menjadi ideologi bangsa ini,” jelasnya menutup pembicaraan. 

Artikel ini ditulis oleh:

Dinilai Ajarkan Sesat, Kampus Agama Islam di Surabaya Diprotes Warga

Surabaya, Aktual.co —  Lebih dari 300  warga di Sidotopo Surabaya,  mengepung dan melakukan protes terhadap Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Ali Bin Abi Tholib  di Jalan Sidotopo Kidul 51 Surabaya.
Aksi yang dilakukan warga tersebut, lantaran resah dengan pelajaran STAI yang diduga sesat. Dari pantuan Aktual.co, sejak pagi hingga siang warga masih  berkumpul di depan sekitar kampus. 
Selain melakukan orasi, mereka juga membentangkan  spanduk ukuran besar yang bertuliskan, ” Warga Bersepakat Atas Segala Pemberhentian Aktivitas STAI Ali ibn Abi Tholib”.
Bahkan, warga juga memblokade  Jalan Sidotopo Kidul. Puluhan polisi pun dikerahkan untuk menjaga kampus tersebut.
Aksi warga ini dipicu setelah adanya buletin Al-Iman edisi 205 yang sebelumnya dibagikan oleh Mahasiswa STAI. Dalam edaran buletin tersebut berjudul, “Bolehkah Merayakan Maulid Nabi Muhammad?”. 
Dan, salah satunya ada seruan, merayakan Maulid Nabi dan merupakan sarana yang dapat menjerumuskan seseorang ke dalam perbuatan syirik, karena acara tersebut terdapat pujian yang berlebihan kepada Rasulullah SAW. 
Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, saat ini sedang berlangsung pertemuan tertutup, antara tokoh di Sitotopo, dengan pihak kampus yang difasilitasi anggota Polisi dan Koramil setempat.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain