3 Januari 2026
Beranda blog Halaman 39189

Staf Diplomatik AS Ditarik dari Yaman

Jakarta, Aktual.co —Amerika Serikat telah menarik lebih banyak lagi staf dari kedutaannya di Yaman. Penarikan ini merupakan pertanda awal bahwa pergolakan terbaru akan mempengaruhi operasi negara itu di Yaman. Empat bulan lalu, Presiden Barack Obama memberikan pujian tentang kemitraan AS dan Yaman pada bidang kontra-terorisme. Obama menyebut kemitraan ini sebagai contoh sukses.
Kontingen diplomatik AS di Sanaa telah ditarik karena situasi keamanan yang memburuk di ibu kota Yaman itu. Penarikan para staf, menurut pejabat AS, tanpa berencana menutup kantor kedutaan. Namun mereka mengatakan bahwa kekacauan yang melanda Yaman telah mengancam strategi pemerintah menghadang jaringan Al-Qaeda. 
Penarikan ini dinyatakan saat Presiden Yaman Abd Rabbuh Mansour Hadi mengundurkan diri. Hal ini membuat Yaman semakin kacau setelah pemberontak Syiah Houthi, yang didukung Iran, menyerang istana kepresidenan. 
Krisis tersebut menandai kemunduran bagi kebijakan AS di Timur Tengah ketika Obama berjuang melawan kelompok militan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) yang telah merebut sejumlah wilayah Irak dan Suriah. Pada saat yang sama, Washington berusaha membatasi pengaruh Iran di wilayah itu. 
Departemen Luar Negeri AS telah mengurangi staf di kedutaan dalam beberapa bulan terakhir dan hanya menugaskan personel penting, terutama yang berkaitan dengan masalah keamanan. Sebab, pejuang dari minoritas Syiah Houthi sedang menguasai ibu kota.
“Sementara kedutaan tetap terbuka dan terus beroperasi, kami dapat terus menyelaraskan kembali sumber daya berdasarkan situasi di lapangan,” kata seorang pejabat senior Departemen Luar Negeri AS kepada Reuters. “Kami akan terus beroperasi seperti biasa, meskipun dengan mengurangi staf.”

Margarito : Dua Lembaga Negara Terganggu



Jakarta, Aktual.co —Pakar  Hukum Tata Negara, Margarito Kamis, Mengatakan, bahwa kondisi saat ini dua lembaga negara terganggu, pasca penetapan Budi Gunawan sebagai tersangka oleh  Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) . Namun, dia juga enggan menafsirkan lebih jauh, apakah hal ini, adanya unsur kesengajaan dari KPK.  Hal itu dia katakan dalam agenda Aktual Forum yang digelar di restoran Komando, jalan Soepomo, Jakarta Selatan, Minggu, 18, Januari, 2015.

Artikel ini ditulis oleh:

Warnoto

Setelah Dipenjara 37 Tahun, Terbukti Tidak Bersalah

Carolina, Aktual.co —Seorang pria yang telah dipenjara hampir separuh usianya di Amerika Serikat ternyata tidak bersalah. Sebelumnya, dia divonis seumur hidup karena membunuh dua orang dengan cara sadis pada tahun 1970an. Joseph Sledge menjadi pria bebas pada Jumat (23/1) setelah pengadilan North Carolina menyatakan dia bersalah pada tahun 1978.

Dia telah dipenjara selama 37 dan usianya sekarang sudah 70 tahun. Sledge yang keluar penjara dengan hanya membawa dua kantung plastik berisikan barang-barang dibebaskan panel tiga hakim yang meninjau ulang bukti-bukti DNA dari korban.

Menurut hakim berdasarkan peninjauan tersebut, Sledge tidak terlibat dalam pembunuhan. Seorang saksi yang memberatkan Sledge dalam kasus itu juga menarik kembali kesaksiannya pada 2013 lalu. Dia dituduh telah membunuh Josephine Davis dan putrinya Aileen Davis pada September 1976 di kota Elizabethtown, North Carolina. Kedua wanita itu ditemukan dengan banyak luka memar dan tikam. Aileen Davis juga mengalami kekerasan seksual.

Sehari sebelum dua korban ditemukan, Sledge baru kabur dari penjara White Lake, sekitar 4 kilometer dari rumah korban. Saat itu, dia sedang menjalani empat tahun penjara karena pencurian. Sledge ditangkap di Dillon, South Carolina, saat mengendarai mobil curian. Dia lalu dituduh telah melakukan dua pembunuhan kelas satu.

Pengadilan kala itu menghadirkan bukti berupa DNA. Dua narapidana bersaksi mendengar Sledge yang mengakui pembunuhan itu di penjara. Dia lantas divonis seumur hidup. Selama lebih dari tiga dekade dipenjara, Sledge tetap mempertahankan bahwa dia tidak bersalah. Dia juga berkali-kali meminta penyelidikan ulang, namun selalu ditolak pengadilan. Barulah 2003, permintaannya untuk pengujian DNA ulang disetujui dan dimulai lima tahun kemudian.

Desember 2014, pengadilan menyatakan tidak ada bukti yang cukup yang menunjukkan bahwa Sledge telah melakukan pembunuhan tersebut. Berbicara pada wartawan di depan Penjara Columbus County, Sledge mengatakan “Ketika kau menyadari kau tidak melakukan hal itu, maka tinggal ada kau dan penciptamu.”

Polres Madina Tahan Delapan Tersangka Pengeroyokan

Jakarta, Aktual.co — Polres Mandailing Natal (Madina), Sumatera Utara, menahan delapan warga Kelurahan Dolok Kecamatan Lembah Sorik Marapi, tersangka pelaku pengeroyokan terhadap Ade (40) yang akhirnya tewas.

Kapolres Madina AKBP Bony Johanes Sanganadi Sirat di Panyabungan, Sabtu (24/1), mengatakan pihaknya telah menahan delapan orang yang diduga terlibat pengeroyokan yang menewaskan Ade (40), warga Desa Maga Lombang, Kecamatan Lembah Sorik Marapi.

Dua di antara yang ditangkap telah ditetapkan sebagai tersangka, dan sampai saat ini kasusnya masih dalam proses pengembangan, katanya.

Menurut dia, masih ada tersangka lain dan kepolisian akan tetap melakukan penangkapan, katanya.

Ia juga telah mengimbau tokoh ulama dan masyarakat agar tidak lagi memperpanjang kejadian ini.

“Tindakan kepolisian dan hukum tetap dikedepankan. Terkait permasalahan yang telah terjadi hanya motivasi pribadi saja,” katanya.

Dalam penangkapan itu sempat terjadi pemblokiran jalan lintas Medan – Padang yang dilakukan warga sejak Jumat sore hingga Sabtu pukul 04.00 WIB. Warga menuntut delapan rekannya yang telah ditangkap dapat dilepaskan kembali.

Artikel ini ditulis oleh:

Waspada! Kasus “Charlie Hebdo” Bergeser ke Spanyol

Madrid, Aktual.co —Kedutaan Besar Indonesia di Madrid, Spanyol mengimbau seluruh warga Indoensia di Spanyol untuk berhati-hati dan menghindari pusat-pusat keramaian atau kerumunan di Spanyol. “Khususnya pada hari Sabtu, dan Minggu, besok,” ujar staf Pensosbud KBRI melalui akun Facebook. Untuk warga Indonesia di Spanyol dalam kondisi mendesak atau memerlukan bantuan, KBRI Madrid menyediakan hotline nomor +34619312380.

KBRI menjelaskan pemerintah Spanyol masih menerapkan kondisi keamanan Siaga 3 paska sejumlah orang menyerang kantor redaksi majalah satir Charlie Hebdo di Paris, Perancis, pada Rabu, 7 Januari 2015 dan serangan mematikan ke toko grosir milik pengusaha Yahudi di kota Paris.

Serangan di 2 tempat itu menewaskan 17 orang termasuk pelaku penyerangan di dua tempat itu. Jaringan teroris Al Qaeda di Yaman mengaku bertanggung jawab atas penyerangan ke kantor Charlie Hebdo. Peringatan dan imbauan KBRI Madrid melalui akun Facebook itu mendapat respon dari sejumlah warga Indonesia. “Waduh jadi Berimbas kemana-mana yah… Semoga semua masyarakat Indonesia di Madrid atau spanyol dilindungi,” kata Yanti Iman. “Semoga baik2 saja masyarakat Indonesia yang ada di Spain,” kata Lisa Theresia lewat akun Facebooknya.

Hindari Persebaya, Arema Pindah Hotel

Jakarta, Aktual.co — Tim Arema Cronus memilih pindah hotel untuk menghindari Persebaya yang bakal menjadi lawan tanding pada semifinal SCM Cup di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Palembang, Sumsel, Minggu (25/1).

Asisten Manajer Persebaya Sulaiman Gendhar mengatakan di Palembang,  keputusan Arema untuk tidak berada di hotel yang sama dengan Persebaya menunjukkan betapa kuat rivalitas di antara kedua tim.

“Meski bermain di Palembang, tetap saja aroma persaingan antara Persebaya dan Arema sangat kental terasa,” kata Sulaiman (24/1).

Menurutnya, Persebaya telah memahami hal tersebut sehingga tidak akan tampil seadanya meskipun SCM ini sebatas ajang pra musim sebelum Liga Super Indonesia digelar pada Februari mendatang.

“Tujuan Persebaya bermain di musim ini hanya satu yakni menyenangkan Bonek (pendukung Persebaya, red), sementara prestasi adalah tujuan kedua. Bagaimana supaya Bonek senang, artinya kami harus menang,” kata dia.

Ia menginformasikan dukungan langsung akan diberikan sekitar 400 orang Bonek di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Minggu (25/1).

Tak mau membuat Bonek kecewa, pemain Persebaya berjanji akan tampil penuh semangat menghadapi Arema.

“Semangat pemain muda yang akan dimaksimalkan. Meski tim 80 persen diisi pemain muda, tapi kami yakin bisa mengimbangi Persebaya karena pada prinsipnya mereka memang sudah layak bersaing di LSI,” kata dia.

Pada pertandingan semifinal tersebut, Persebaya akan diperkuat dua orang pemain asing yang mengikuti seleksi, Erick Djemba Djemba dan Prince Kabir Bello.

Kedua pemain ini sudah berada di Indonesia dengan dijadwalkan berada di Palembang, besok (25/1) pagi.

Tim Persebaya Surabaya dan Sriwijaya FC lolos ke babak semifinal dari grup A turnamen SCM Cup 2015, sementara pada grup B meloloskan Arema Cronus dan Persela Lamongan.

Sriwijaya FC akan bertemu Persela Lamongan sementara Arema Cronus menghadapi Persebaya.

Panitia pelaksana menempatkan seluruh tim pada satu hotel, namun Arema memutuskan berpindah penginapan pada satu dua hari sebelum pertandingan.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain