17 April 2026
Beranda blog Halaman 39222

Tukang Kebun Miliki Sabu Divonis Empat Tahun Bui

Jakarta, Aktual.co — Tukang kebun yang kedapatan memiliki sabu-sabu 0,10 gram dihukum selama empat tahun penjara dan denda Rp 800 juta subsider dua bulan kurungan penjara.
“Terdakwa terbukti melawan hukum memiliki narkoba jenis sabu-sabu dan melanggar Pasal 112 Ayat 1 Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkoba,” kata Ketua Majelis Hakim, Agus Waluyo Cahyono, di Denpasar, Kamis (5/2).
Putusan mejelis hakim terhadap terdakwa Moch Syahroni, 20 tahun, sama dengan tuntutan jaksa penuntut umum. Namun, subsider yang dikenakan lebih ringan dari pada tuntutan JPU berupa kurungan selama tiga bulan kurungan.
Sdangkan hal-hal yang merigankan hukuman terdakwa, di antara mengakui bersalah dan menyesali perbuatannya, bersikap sopan dalam memberikan keterangan dalam persidangan, dan terdakwa belum pernah dihukum.
Terdakwa ditangkap di depan rumahnya, Jalan Gunung Andakasa, Denpasar pada 22 Oktober 2014 pukul 12.30 Wita saat membawa narkoba jenis sabu-sabu 0,10 gram.
Terdakwa yang mengendarai motor Honda Scoopy nomor polisi DK-7859-BZ tidak dapat mengelak setelah petugas menemukan barang haram itu di dalam “dashboard” yang terbungkus kotak rokok.
Kepada petugas terdakwa mengaku mendapatkan barang haram itu dari temannya Rama seharga Rp800 ribu yang akan dijualnya kembali kepada Wayan yang kini masih buron.
Akibat perbuatannya, terdakwa yang tidak didampingi penasihat hukum tersebut menyatakan menerima putusan majelis hakim.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

Jokowi akan Temua Ratusan TKI di Malaysia

Jakarta, Aktual.co — Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) dalam kunjungannya beberapa hari di Malaysia dijadwalkan bertemu dan menyapa ratusan warga negara Indonesia (WNI) di Malaysia.
“Sekitar 300 WNI yang mewakili sejumlah organisasi massa akan berjumpa dengan Presiden Jokowi,” kata Wakil Duta Besar RI, Hermono di Kuala Lumpur, Kamis (5/2).
Disebutkannya bahwa pertemuan tersebut direncanakan pada Jumat (5/2) dan berlokasi di Aula Hasanuddin, Gedung KBRI Kuala Lumpur.
Dalam pertemuan tersebut, Presiden Jokowi ingin lebih dekat dengan masyarakat Indonesia dan kemungkinan akan ada dialog.
“Presiden ingin berbaur dengan masyarakat Indonesia,” ungkapnya dengan menambahkan pertemuan direncanakan berlangsung satu jam.
Berdasarkan data yang diperoleh, Jokowi akan bertemu dengan perwakilan masyarakat dari sejumlah daerah, perwakilan pelajar dan mahasiswa, para ekspatriat, dosen, pengusaha dan perwakilan TKI.
Sementara itu, kehadiran Presiden Jokowi ke Malaysia pada 5-7 Februari, mendapat sambutan positif dari masyarakat Indonesia yang menetap di negara ini.
Seperti disampaikan oleh Ketua Umum Persatuan Solidaritas Masyarakat Jawa (Pasomaja) di Malaysia, Ahmad Nasikin, yang merasa senang bisa bertatap muka dan berdialog dengan Presiden Jokowi.

Artikel ini ditulis oleh:

121 Penghuni Kos di Tanjung Duren Terjaring Razia

Jakarta, Aktual.co — Untuk memberikan rasa aman dan kenyaman bagi warga Jakarta, petugas Kelurahan Tanjung Duren Utara, Kamis (5/2) melakukan razia kependudukan ke tempat-tempat kos. Alhasil  121 orang penghuni kos di RW 01,02, dan 03 berhasil dijaring oleh petugas.  “Sesuai aturan, bagi pendatang wajib melaporkan dirinya ke petugas RT dan RW setempat. Tapi, saat kami razia ternyata sebanyak 121 penghuni kos tidak melapor diri hingga KTP-nya kami sita untuk kami data,” ujar Lurah Tanjung Duren Utara, Augustianus Fabian.
Dikatakan Augustianus bahwa razia yang digelar oleh pihaknya ini menargetkan para penghuni kos yang umumnya mahasiswa dan pekerja yang tidak memiliki kartu identitas.
 “Penghuni kos  diminta untuk datang ke kelurahan untuk membuat Surat Keterangan Domisili Sementara (SKDS),” tambahnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

BKPM: 15.550 Investor Tak Kunjung Realisasikan Investasinya

Jakarta, Aktual.co — Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Franky Sibarani mengatakan bahwa sebanyak 15.550 calon investor pemilik izin prinsip dengan nilai penanaman modal mencapai Rp1.000 triliun tak kunjung merealisasikan investasinya.

“Kamu sudah kirim surat pada yang bersangkutan dari Januari lalu, belum ada respon. Jika dalam 30 hari tidak ada respon, maka secara tegas akan kami cabut izinnya,” ujarnya di Menara Kadin Jakarta, Kamis (5/2).

Lebih lanjut Franky menjelaskan bahwa sekitar 70 persen dari investor tersebut merupakan investor asing, sedangkan 30 persennya merupakan investor dalam negeri.
“Permasalahan internal investor juga bisa mengganggu rencana investasi yang sudah direncanakan. Tapi mungkin karena berbelitnya proses birokrasi juga sehingga investor malas melakukan perpanjangan izin,” terangnya.

Meski demikian, BKPM akan teteap memfasilitasi para investor agar mau mengurus izin prinsipnya, seperti permberian insentif bagi para investor dalam hal penyederhanaan izin. Menurut Franky, hal ini dilakukan agar tidak ada lagi investasi yang mangkrak.

“Kita akan selesaikan 95 proyek mangkrak sisa periode kemarin,” pungkasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Kowani Minta Buku “Saatnya Aku Belajar Pacaran” Ditarik Dari Pasaran

Jakarta, Aktual.co —  Ketua Umum Kongres Wanita Indonesia (Kowani) Giwo Rubianto Wiyogo meminta buku berjudul “Saatnya Aku Belajar Pacaran” karya Toge Aprilianto agar ditarik dari peredaran karena dinilai tidak mendidik.

“Buku itu harus ditarik, karena sudah bersifat amoral. Kalau dibiarkan dikhawatirkan akan merusak generasi muda,” ujar Giwo usai acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Jakarta, Kamis (5/2).

Buku “Saatnya Aku Belajar Pacaran” menuai kontroversi karena dianggap mengajarkan seks bebas pada generasi muda.

Dalam buku tersebut disebutkan kalau pacar mengajak berhubungan badan, maka wajar kalau diturutin jika sanggup dan tahu akibat dari perilaku tersebut.

Giwo meminta agar pengarang, penerbit, juga yang menyalurkan buku tersebut harus diberi sanksi tegas agar kejadian tersebut tidak lagi terulang.

“Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) harus turun tangan dalam masalah ini. Harus diselesaikan secara tuntas, agar tidak terjadi presiden buruk pada dunia perbukuan,” ujar dia.

Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Asrorun Niam Sholeh juga meminta buku tersebut juga ditarik.

“KPAI meminta langkah cepat para pihak, khususnya penerbit dan penulis untuk menarik buku dari peredaran,” kata Niam.

Niam menilai buku tersebut bertentangan dengan komitmen revolusi mental yang hendak dibangun pemerintah kabinet kerja.

KPAI juga meminta pemerintah dan aparat kepolisian untuk mengambil langkah preventif mencegah peredaran secara luas dan penegakan hukum yang tegas.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Malaysia Lupa Sejarah

Medan, Aktual.co — Kerapnya aksi-aksi berbau penghinaan yang dilontarkan dari negara Malaysia kepada Indonesia menunjukkan bahwa tetangga jiran itu pelupa sejarah.
“Malaysia adalah negara pelupa, lupa akan sejarah,” tandas Wakil Ketua PW GP Ansor Sumut, Safrizal Elbatubara kepada Aktual.co di Medan, Kamis (5/1).
Malaysia, lanjut Safrizal lupa akan kontribusi besar yang telah disumbangkan oleh Indonesia sebagai tetangga dalam pembangunan di negaranya.
“Mereka lupa kontribusi Indonesia, misalnya dalam dunia pendidikan, dulu siapa yang bersumbangsih besar mendidik disana (Malaysia)? Indonesia mengirimkan tenaga didiknya, mereka lupa?,” tukasnya.
Soal keberadaan TKI di Malaysia, Safrizal menekankan, bahwa Malaysia juga mendapat keuntungan luar biasa dari keberadaan tenaga kerja itu. Sejumlah perusahaan di negara Jiran itu, menurut Safrizal disokong oleh tenaga kerja Indonesia.
“Jadi jangan lupa sejarah!!,” tandasnya.
Ditambahkannya, iklan salah satu perusahaan asal Malaysia yang dinilai berbau penghinaan terhadap TKI harus direspon keras oleh Indonesia. Salah satunya, adalah menghentikan pengiriman TKI.
“Moratorium pengiriman TKI, lalu mari kita lihat seberapa lama mereka bertahan tanpa tenaga kerja Indonesia,” imbuh Safrizal.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain