14 April 2026
Beranda blog Halaman 39294

Vitol dan Socar Trader “Crude Oil’, Tidak Ada Bedanya dengan Petral-PES

Jakarta, Aktual.co — PT Pertamina (Persero) mengungkapkan bahwa proses tender pengadaan minyak mentah yang dilakukan oleh Integrated Supply Chain (ISC) Pertamina sudah dilaksanakan dan telah menghasilkan dua pemenang yakni Socar dengan minyak mentah Azeri sebesar 2 juta barel dan Vitol dengan minyak mentah Nigeria sebesar 2 juta barel.

Perlu diketahui, Vitol dan Socar merupakan trader yang tidak memiliki ladang minyak. Keduanya merupakan trader dari perusahaan-perusahaan yang mempunyai ladang minyak yang berada di Rusia, Middle East ,Afrika Tengah dan Azerbaijans. Seharusnya, sebagai trader fungsinya akan sama dengan Petral yang dianak tirikan oleh Pertamina.

Menanggapi hal itu, Anggota Komisi VII DPR RI Kurtubi menyatakan ketidaksetujuannya jika Pertamina harus membeli minyak dari trader. Pasalnya, hal itu menunjukan tidak adanya upaya efisiensi di tubuh Pertamina dalam pengadaan minyak mentah.

“Sepanjang itu trader saya kurang klop, karena konsep saya sejak awal karena importasi migas itu agar efisien untuk kepentingan negara haruslah pertamina sendiri yang membelinya langsung dari produsennya,” kata Kurtubi saat ditemui di gedung DPR RI, Jakarta, Selasa (3/2).

Menurutnya, meskipun Pertamina telah mengklaim penunjukan itu sudah melewati mekanisme tender yang terbuka dan transparan, pengadaan minyak melalui trader bukanlah hal yang sejalan dengan langkah efisiensi.

“Katakanlah memang transparan, terbuka dan sesuai aturan. Lalu menang si A si B misalnya. Saya berpendapat tetap tidak efisien. Karena kalau yang menang ini trader, bukan produsen, yah pasti trader ini akan memperoleh fee, keuntungan. Padahal dia bukan penghasil minyak. Dia kan membeli minyak yang kita butuhkan dari produsen dan dari penghasil,” terangnya.

Ia menegaskan, seyogyanya Pertamina sebagai badan usaha yang memiliki wewenang bertransaksi dimanapun, dapat membeli minyak langsung kepada produsen baik itu National Oil Company (NOC) ataupun International Oil Company (IOC).

“Kan seyogyanya Pertamina langsung ke produsen karena dia sebagai perusahaan. Bukan lembaga pemerintah, jadi bisa bertransaksi dimanapun,” tugasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Silaturahmi ICMI dengan MPR

Ketua MPR RI Zulkifli Hasan (kanan) berbincang dengan anggota Presidium Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Priyo Budi Santoso (kedua kanan) di Gedung DPR-RI, Jakarta, Selasa (3/2/2015). Kunjungan ICMI ke MPR tersebut dilangsungkan untuk menyampaikan hasil Silaturrahmi Kerja Nasional (Silaknas) tahun 2014 di Gorontalo. AKTUAL/JUNAIDI MAHBUB

Tim Independen: Wakapolri Jamin BW Tak Ditahan

Jakarta, Aktual.co — Salah satu anggota Tim Independen, Jimly Assidiq menegaskan bahwa Bareskrim Mabes Pori pastikan tidak akan menahan Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) nonaktif, Bambang Wijojanto (BW).
Menurut penuturan Jimly, Pelaksana Tugas (Plt) Kapolri, Badrudin Haiti telah menjamin tidak ada penangkapan terhadap BW. Pernyataan Kapolri itu dilontarkan kepada Jimly saat dirinya bertandang ke Mabes polri, Selasa (3/2).
“Pak Kapolri tadi mengatakan, dia sudah memberi arahan jangan ada penahan kepada BW,” ungkap Jimly, di gedung KPK, Selasa (3/2).
Seperti diwartakan sebelumnya, tiga anggota Tim Independen bentukan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yakni Bambang Widodo Umar, Jimly Assidiq serta Imam Prasojo, terlihat menyambangi KPK. Sebelum tiba di KPK, Ketiganya lebih dulu bertemu dengan Kapolri.
Pertemuan dengan KPK ini juga bertujuan untuk membahas permasalahan dengan pihak Kepolisian. Disampaikan Jimly, pihaknya perlu sesegera mungkin untuk mendengar penjelasan dari masing-masing lembaga penegak hukum di tanah air.
“Dengan Kapolri sudah. Umum saja masih dalam rangka Tim Independen,” ujar Jimly.

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

REI Targetkan Bangun 8.000 Rumah Murah di Riau

Jakarta, Aktual.co —  Asosiasi pengembang perumahan Real Estate Indonesia (REI) menargetkan membangun 8.000 unit rumah murah untuk masyarakat berpenghasilan rendah di Provinsi Riau pada 2015.

“Untuk mencapai target pemerintah membangun satu juta rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah pada tahun ini, DPD REI Riau mendapat target untuk membangun 8.000 RST,” kata Ketua DPD REI Riau Amran Tambi, di Pekanbaru, Selasa (3/2).

Ia mengatakan target pembangunan rumah murah atau Rumah Sejahtera Tapak (RST) bertipe 36 pada tahun ini naik dibandingkan pada 2013 yang sebesar 6.000 unit. Harga jual ke konsumen RST di Riau mencapai Rp110 juta per unit, dengan subsidi bunga 7,25 persen dari pemerintah selama masa kredit.

Namun, ia mengatakan para anggota REI Riau tidak akan mudah untuk mencapai target tersebut karena sejumlah kendala. Kondisi bisnis properti dalam dua tahun terakhir diakuinya masih lesu karena daya beli masyarakat menurun, harga tanah di perkotaan makin tinggi, upah buruh bangunan dan harga bahan material naik, minimnya infrastruktur seperti jaringan listrik, dan hambatan regulasi seperti banyaknya retribusi di sejumlah daerah.

Bahkan, ia mengatakan target 6.000 unit RST pada tahun 2013 juga hanya terpenuhi sekitar 4.300 unit karena hambatan-hambatan tersebut.

“Kondisi bisnis sedang lesu karena itu DPD REI tidak bisa sendirian untuk mencapai target pembangunan rumah ini, perlu dukungan dari pemerintah bersinergi bersama-sama,” katanya.

Menurut dia, untuk tahun ini pembangunan RST tidak terlalu banyak terfokus di Kota Pekanbaru karena tingginya harga tanah di daerah itu. “Sekitar 60 persen pembangunan RST akan berada di Kabupaten Kampar,” katanya.

Meski begitu, ia mengatakan kebutuhan akan perumahan di Kota Pekanbaru sebenarnya masih tinggi karena banyak masyarakat berpenghasilan kecil belum memiliki rumah. Karena itu, ia menilai perlu ada terobosan baru dari pemerintah untuk membantu meningkatkan kemampuan beli masyarakat agar target RST bisa terpenuhi.

“Karena target tidak pernah tercapai, sekarang ini Kementerian Perumahan Rakyat dan DPP REI mengusulkan akan menambah subsidi uang muka sebesar Rp4 juta. Kami doakan rencana ini disetujui oleh Kementerian Keuangan,” ujarnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Menteri ESDM Ngaku Direksi Pertamina Diancam Ketua Parpol

Jakarta, Aktual.co — Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said membeberkan mengenai keadaan internal PT Pertamina (Persero) yang dipenuhi intervensi politik sehingga membuat Perseroan sulit berbenah dan melakukan efisiensi.

Bahkan, Sudirman menyebutkan adanya setingkat manajer di Pertamina yang bisa menyerang Direktur Utama lantaran memiliki kedekatan dengan partai politik.

“Ada yang mengancam Pak Bambang dan Pak Dwi. Manajer menghadap ketua partai menjelekan Direktur pertamina. Itu fakta di lapangan,” kata Sudirman dalam rapat bersama Komisi VII DPR, di Senayan, Jakarta, Selasa (3/2).

Maka dari itu, Sudirman berharap agar Komisi VII DPR dapat membantu membebaskan Pertamina dari intervensi politik.

Lebih lanjut, ia menuturkan bahwa Pertamina membutuhkan otoritas teknis untuk menentukan arah perusahaan agar lebih menguntungkan lebih banyak.

“Pertamina tidak diberikan otoritas teknis untuk membenahi dan ini tidak akan sukses efisiensi. Pertamina harus dilepaskan dan diberi waktu lama untuk membenahi diri,” singkatnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

DKI Targetkan Pembangunan Sembilan Waduk Selesai di Tahun Ini

Jakarta, Aktual.co —  Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menyatakan target pembangunan sebanyak sembilan waduk di wilayah ibu kota guna mengantisipasi bencana banjir telah dipenuhi.

“Pembangunan sembilan waduk sudah selesai. Hanya saja, masih belum dilengkapi dengan turap dan pompa air. Sehingga, belum dapat beroperasi secara maksimal,” kata Kepala Dinas Tata Air Agus Priyono di Jakarta, Selasa (3/2).

Oleh karena itu, menurut dia, tahap selanjutnya adalah memasang pompa-pompa air sekaligus membangun turap di sekeliling waduk-waduk tersebut.

“Kalau pompa air dan turap sudah dipasang di seluruh waduk itu, maka dipastikan dapat berfungsi secara optimal untuk mengantisipasi banjir selama musim hujan,” ujar Agus.

Dia menuturkan pembangunan turap serta pemasangan pompa air tersebut ditargetkan akan rampung secara keseluruhan pada tahun ini. Dia pun berharap tidak ada kendala proses itu berlangsung.

“Apabila tidak ada kendala terkait surat-surat kepemilikan lahan, dan segala peralatannya benar-benar siap, maka pompa dan turap pasti bisa dipasang di seluruh waduk,” tutur Agus.

Sembilan waduk yang dimaksud, antara lain tersebar di Cakung, Cilincing, Kali Tunjangan, Cengkareng, Rorotan, Marunda, Brigif (Jagakarsa), Pondok Rangon dan Pantai Indah Kapuk. 

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Berita Lain