7 April 2026
Beranda blog Halaman 39336

” Gandhi bukan Bapak Pembangunan”

New Delhi, Aktual.co —Di saat warga India memperingati kematian Bapak Negara India sekaligus tokoh perdamaian dunia, Mohandas “Mahatma” Gandhi, ke-67, sekelompok kecil warga India beragama Hindu menggelar acara penghormatan kepada pembunuh Gandhi, Nathuram Godse. Di sebuah kuil di Kota Meerut, 43 mil arah timur laut New Delhi, ibu kota India, mereka mengadakan ritual khusus pembersihan jiwa Godse pada Jumat, 30 Januari 2015. Setelah itu, mereka mendeklarasikan hari Jumat sebagai hari untuk bersikap berani bagi semua warga India.

Mereka juga berencana mendirikan patung Godse sebagai penghormatan bagi penembak Gandhi itu. Namun rencana tersebut digagalkan polisi. “Mereka katakan patung Godse akan memunculkan kerusuhan di negara ini,” kata Abhishek Agarwaal, 36 tahun, pemimpin kelompok pendukung Godse. Godse menembak mati Gandhi pada 30 Januari 1948. Gandhi dianggap terlalu lemah menghadapi kelompok muslim India. Ia juga dianggap yang paling bertanggung jawab atas lepasnya Pakistan dari India pada tahun 1947. Kelompok ini menolak Gandhi disebut sebagai Bapak Negara India.

Godse merupakan anggota kelompok Rashtriya Swayamasevak Sangh yang menjalankan nilai-nilai Hindu secara ketat. Namun ia keluar dari organisasi pada awal tahun 1940. Perdana Menteri India Narendra Modi memulai karier politiknya dengan menjadi anggota organisasi ini. Seorang anggota parlemen partai yang mengusung Modi, Sakshi Maharaj, menyebut Godse sebagai patriot pada Desember lalu. Sehari setelah itu, ia menyatakan permintaan maaf kepada partai oposisi.

India saat ini menghadapi meningkatnya isu tentang pemurnian nilai-nilai Hindu yang disuarakan kelompok-kelompok Hindu pinggiran. Antara lain tentang pindah agama dan desakan perempuan memiliki empat anak untuk mengimbangi pertumbuhan populasi muslim di India.

Tokoh Opisisi Rusia Tewas Tertembak

Jakarta, Aktual.co — Boris Nemtsov, pengritik tersohor Presiden Vladimir Putin dan peran Rusia dalam kemelut Ukraina, ditembak empat kali oleh penyerang di bagian belakangnya hingga mati.

Nemstsov, 55 tahun, ditembak penyerang yang mengendarai mobil putih ketika berjalan melintasi jembatan di sungai Moskow di bagian tengah Moskow dengan seorang wanita, yang tak terluka, sebelum tengah malam Jumat (27/3), kata polisi.

Polisi menutup jembatan itu, tempat ceceran darah Nemstsov masih terlihat. Tempat kejadian tersebut, dekat dengan dinding merah Kremlin dan Lapangan Merah, selama dua jam setelah pembunuhan itu mirip suasana Rusia pada 1990-an setelah keruntuhan Uni Soviet komunis.

Nemtsov, mantan wakil perdana menteri adalah tokoh oposisi paling tersohor, yang dibunuh ketika Putin telah berkuasa 15 tahun. Kremlin mengelak disalahkan dan pemerintah mengatakan segala usaha harus dilakukan untuk menemukan pembunuhnya.

Putin mengutuk pembunuhan brutal itu dan memerintahkan investigasi di bawah kendali pemerintah, dengan mengatakan hal itu bisa jadi pembunuhan kontrak dan “provokasi” menjelang protes oposisi yang akan dipimpin Nemtsov pada Minggu.

Setelah pembunuhan itu, perhatian berfokus pada perlakuan keras atas para penentang Kremlin dalam periode ketiga pemerintahan Putin. Selama itu beberpa pengeritik terkemuka telah dijebloskan ke dalam penjara atau melarikan diri ke luar negeri menyusul pawai massa terhadap bekas mata-mata KGB itu tiga tahun lalu.

“Seorang pemimpin oposisi bisa ditembak di samping dinding Kremlin, tak bisa dibayangkan. Hanya ada satu versi: bahwa ia ditembak mati karena dia mengatakan kebenaran,” kata Mikhail Kasyanov, seorang pemimpin oposisi dan mantan perdana menteri di bawah Putin, mengatakan di TKP.

Sejauh ini tak ada pihak yang mengaku bertanggung jawab dan mantan Presiden Soviet Mikhail Gorbachev berhati-hati dalam membuat simpulan.

“Pihak-pihak tertentu akan berusaha menggunakan pembunuhan itu untuk kepentingan mereka. Mereka berfikir bagaimana mengenyahkan Putin,” kata dia.

Presiden Amerika Serikat Barack Obama menyerukan investigasi transparan untuk menjamin mereka yang bertanggung jawab segera dibawa diadili atas pembunuhan keji itu.

Artikel ini ditulis oleh:

Polda NTT Berhasil Cokok Pelaku Pengirim TKI Ilegal

Jakarta, Aktual.co — Satuan Tugas Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur berhasil menangkap pelaku pengiriman Calon Tenaga Kerja Wanita ilegal berinisial JP, Jumat (30/1).
“Tersangka ditangkap di rumahnya sekitar pukul 15.00 WITA bersama dengan istrinya berinisial DRK,” kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Humas) Polda NTT Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Agus S antoso ketika dikonfirmasi, Sabtu (31/1).
Dia menjelaskan, proses penangkapan tersebut dipimpin langsung oleh ketua unit Trafficking Polda NTT AKBP Cecep Ibrahim. Dari hasil penyidikan yang dilakukan oleh satuan penyidik dari Polda NTT ditemukan bahwa kedua pelaku tersebut sudah sering melakukan pengiriman TKW ilegal secara perorangan sejak 2012.
Kasus terakhir pengiriman CTKW milik JP pada Senin, (26/1) berhasil digagalkan oleh Pangkalan Udaran (Lanud) El Tari “Mereka mengaku kalau sudah tidak mengingat lagi berapa TKW yang sudah di kirim ke luar negeri,” kata Agus.
Menurut Agus, penangkapan bermula dari hasil pengembangan setelah dilakukan pemeriksaan pada CTKW yang digagalkan keberangkatan oleh Lanud El Tari.
Saat ini, kata Agus, tersangka masih dalam pemeriksaan, dan Satgas Trafficking juga masih melakukan penggeledahan di rumah tersangka.
Sebelumnya, pada Senin (26/1) Lanud El Tari Kupang berhasil menggagalkan enam CTKW yang akan diberangkatkan menuju Surabaya menggunakan pesawat Lion Air JT 0693 pukul 14.35 WITA.
Kopral Satu Hertiawan yang melakukan penangkapan saat itu mengatakan saat dilakukan penangkapan, terlihat ada seorng yang diduga sebagai pengantar para CTKW ilegal terlihat melarikan diri dengan menggunakan kendaraan pribadii berwarna putih.
“Saya tanya sama salah satu CTKW katanya itu adalah Jhon Pandi, yang diduga masuk dalam daftar pencarian orang (DPO),” kata Herti nama panggil dari kopral satu tersebut.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

DPP PAN Akan Temui Risma Sampaikan Hasil Survei

Jakarta, Aktual.co — DPD Partai Amanat Nasional Surabaya dalam waktu dekat akan bertandang menemui Wali Kota, Tri Rismaharini untuk menyampaikan hasil survei internal yang menempatkan Risma sebagai calon wali kota terkuat dalam Pilkada Surabaya 2015.
“Hasil survei internal ini dilakukan Tim delapan yang dibentuk DPD PAN Surabaya,” kata Ketua Badan Pemenangan Pemilu DPD PAN Surabaya Achmad Zainul Arifin saat ditemui wartawan pada acara konsolidasi internal DPW PAN Jatim di kawasan Jalan Darmokali, Surabaya, Sabtu (31/1).
Menurut dia, silaturahim kali ini merupakan pendekatan politik kepada Tri Rismaharini. Itu dilakukan untuk menjalin komunikasi politik awal. Arifin menerangkan, posisi Risma di internal kader maupun simpatisan PAN di Surabaya masih tertinggi.
Terlebih, pascasurvei internal yang dilakukan akhir tahun lalu, dikatakan Arifin, Risma mampu menyelesaikan persoalan kota dengan gaya kepemimpinan berintegritas.
“Kita melihat obyektif. Termasuk kekurangan dalam memimpin Surabaya. Seperti persoalan KBS, Kemisikinan, perlu ada tindak lanjut kongkrit,” kata dia.
Koordinator tim delapan DPD PAN Surabaya, Hamka Mudjiadi Salam sebelumnya mengatakan berdasar evaluasi penilaian yang dilakukan tim delapan DPD PAN Surabaya, kepemimpinan Tri Rismaharini di Kota Surabaya cukup sukses hingga sekarang ini.
“Gaya dan Sepak terjangnya sebagai Wali Kota Surabaya menunjukkan ciri khas arek Suroboyo yang ulet, keras, tidak sombong, pekerja serta pemikir hebat. Ini dibuktikan dengan keberhasilan Kota Surabaya meraih berbagai predikat dan penghargaan dari Indonesia maupun dari mancanegara.”
Menurut dia, PAN kota Surabaya mulai menjalankan tahapan pemilihan Calon Wali Kota Surabaya, salah satunya dengan meminta pendapat kader PAN dan warga kota Surabaya terhadap sosok Tri Rismaharini untuk diusung dalam Pilkada 2015 untuk masa jabatan Wali Kota tahun 2015-2020.
Oleh karena itu, lanjut dia, saat ini nama Tri Rismaharini masih menjadi pilihan utama dari DPD PAN Surabaya untuk diusung sebagai Cawali Surabaya. Hal itu nantinya akan ditindaklanjuti dengan meminta DPC (dewan pimpinan cabang) dan DPRt (dewan pimpinan ranting) se-Surabaya untuk memberi pendapat dan laporan tentang pilihan utama Tri Rismaharini sebagai calon wali kota.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

DPP Golkar Versi Jakarta-Bali Bentuk Tim Kecil Hadapi Pilkada Serentak

Jakarta, Aktual.co — DPP Partai Golkar hasil Munas Jakarta dan DPP Partai Golkar hasil Munas Bali membentuk tim kecil untuk menghadapi pemilihan kepala daerah serentak pada akhir 2015 atau awal 2016, terutama untuk menyeleksi bakal calon yang akan diusung.
“Saat ini masih ada dua kepengurusan Partai Golkar dan Pemerintah masih menunggu hasil putusan pengadilan untuk memastikan DPP Partai Golkar yang sah. Putusan pengadilan itu kemungkinan baru ada pada Maret atau Juni 2015,” kata Ketua DPP Partai Golkar hasil Munas Jakarta Leo Nababan di Jakarta, Sabtu (31/1).
Menurut Leo, DPR telah menjadwalkan revisi UU Pilkada akan selesai pada 18 Februari 2015 dan tahapan persiapan pilkada akan dilakukan oleh KPU dan KPU Daerah.
Padahal, usulan bakal calon kepala daerah dari suatu partai harus satu nama di setiap daerah yang menyelenggarakan pilkada serentak.
“Jika ada dua kepengurusan Partai Golkar dan dua-duanya mengusulkan nama bakal calon kepala daerah, maka bisa menjadi gugur atau dipilih salah satu di antaranya,” katanya.
Leo menjelaskan, agar Partai Golkar dapat mengusulkan satu nama bakal calon kepala daerah di setiap daerah, maka DPP Partai Golkar Hasil Munas Jakarta dan DPP Partai Golkar hasil Munas Bali akan membentuk tim kecil untuk melakukan seleksi bakal calon kepala daerah.
Dari DPP Partai Golkar hasil Munas Jakarta, anggota tim kecil yang diusulkan adalah Ketua DPP Bidang Organisasi, Kaderisasi, dan Keanggotaan (OKK), Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu), Sekretaris Jenderal, Ketua Bidang Hukum, serta Koordinator Wilayah (Korwil) di seluruh provinsi di Indonesia.
Menurut Leo, tim kecil gabungan dari DPP Partai Golkar hasil Munas Jakarta dan DPP hasil Munas Bali akan melakukan seleksi bakal calon kepala daerah, sambil menunggu adanya putusan pengadilan soal konflik Partai Golkar.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

Kerap Dicuri, PT KAI Daop VII Rutin Perbaiki Besi Penguat Rel

Jakarta, Aktual.co — PT Kereta Api Indonesia Daerah Operasi (Daop) VII Madiun secara rutin memperbaiki alat ‘pandrol’ atau besi penguat rel guna menjaga keselamatan perjalanan kereta api (KA) di wilayahnya.
Manajer Humas PT KAI Daop VII Madiun, Supriyanto mengatakan perbaikan tersebut dilakukan secara berkala dan bahkan setiap hari.
“Perbaikan besi penguat rel atau ‘pandrol’ selain dilakukan secara rutin, juga karena banyaknya pencurian alat penting tersebut oleh orang yang tidak bertanggung jawab,” ujar Supriyanto kepada wartawan, Sabtu (31/1).
Data Daop VII Madiun mencatat, lebih dari 2.000 ‘pandrol’ yang fungsinya sebagai penguat lintasan rel kereta api di wilayahnya hilang akibat dicuri. Kondisi tersebut jika tidak diperbaiki akan sangat membahayakan perjalanan kereta api.
Supriyanto mengakui, pihaknya sulit mengungkap pencuri ‘pandrol’, karena pelaku berpindah-pindah lokasi sasaran pencurian dengan menyamar sebagai petugas PT KAI.
Bahkan, untuk melakukan pengintaian terhadap pelaku, petugas pengamanan obyek vital (pam obvit) PT KAI terpaksa tidur di gubuk areal persawahan maupun di pemukiman warga setempat.
“Kendalanya selain pelaku berpindah-pindah, mereka itu lebih mengenal wilayah pencurian. Jadi untuk mengelabuhi petugas kami, mereka lebih paham dengan menyaru petugas KAI dan mengenakan pakaian yang mirip seragam PT KAI sehingga kami pun sulit membedakan,” terangnya.
Dia menilai, jumlah kehilangan aset berupa ‘pandrol’ tersebut cukup besar setelah masa angkutan lebaran kemarin. Kasus pencurian aset KAI berdasarkan pengembangan jajaran kepolisian, telah mencapai sekitar 2.417 ‘pandrol’.
Adapun, tempat yang dianggap rawan pencurian adalah lokasi-lokasi yang terpencil, sepi, dan di tengah-tengah persawahan. Di antaranya, di perlintasan daerah Kedunggalar, Barat, Paron, dan Walikukun.
Pihaknya telah melaporkan kehilangan ribuan ‘pandrol’ tersebut ke sejumlah polsek terdekat. Dia berharap, kepolisian segera menangkap dan menindak tegas para pelakunya.
“Kami sudah melaporkan kasus pencurian tersebut. Semoga pihak kepolisian segera menangkap pelakunya, karena hal ini sangat meresahkan,” kata dia.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

Berita Lain