7 April 2026
Beranda blog Halaman 39382

Belum Ada Sentimen Positif, IHSG Diprediksi Melemah

Jakarta, Aktual.co —   Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kemarin mengalami wait and see terhadap sentimen. Pasalnya, pelaku pasar masih menunggu kejelasan dari hasil pertemuan The Fed.

“Terlihat pasca tuntasnya pertemuan The Fed kemarin malam tidak banyak memberikan imbas positif pada bursa saham AS sendiri sehingga direspon negatif oleh pelaku pasar di Asia, termasuk Indonesia,” ujar Kepala Riset dari Woori Korindo Securities Indonesia (WKSI), Reza Priyambada.

Pada perdagangan Jumat (30/1) IHSG diperkirakan Reza berada pada rentang support 5.243-5.255 dan resisten 5.270-5.276. Menurutnya, meski masih ada aksi beli yang menahan pelemahan lebih dalam, namun IHSG telah membentuk tren penurunan jangka pendek.

“Belum adanya sentiment positif membuat laju IHSG masih dalam baying-bayang pelemahan. Tetap cermati perubahan yang terjadi dan waspadai adanya potensi pelemahan lanjutan,” pungkasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Bersiap Sambut Data BPS, IHSG Berpotensi T-Bound

Jakarta, Aktual.co —  Pada perdagangan jelang akhir pekan ini, Jumat (30/1), Asjaya Indosurya Securities memperkirakan indeks harga saham gabungan (IHSG) bergerak di kisaran 5.252 – 5.357.

“IHSG masih belum beranjak dari fase konsolidasi, dan terus menguji support 5.252,” kata Kepala Riset Asjaya Indosurya Securities William Surya Wijaya dalam risetnya, Jumat (30/1).

Menurutnya, jika support mampu bertahan dengan kuat, maka langkah reli naik berikutnya akan lebih kencang, dan potensi menembus level resisten 5.357 akan terbuka.

“Hari ini adalah hari terakhir di January, pekan depan IHSG akan menyambut rilis data ekonomi yang diperkirakan akan cukup bagus,” ujar dia.

Dia mengemukakan agar memanfaatkan peluang konsolidasi sehat untuk akumulasi beli. Arus capital inflow kembali terjadi juga turut menunjukkan kepercayaan investor masih cukup tinggi.

“Hari ini IHSG berpotensi melanjutkan T-bound. IHSG dalam jangka pendek berada pada jalur uptrend,” kata William.

Asjaya Indosurya Securities memaparkan saham yang dapat dipertimbangkan pada perdagangan hari ini adalah AKRA, ANTM, PWON, TBIG, INDF, BBNI, JSMR.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Menpora Dukung DPD Bangun Gedung Baru Di kantornya, Tapi….

Jakarta, Aktual.co — Menteri Pemuda dan Olahraga, Imam Nahrawi mendukung keinginan Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI untuk membangun gedung di area Kementerian Pemuda dan Olahraga.
“Bagi saya tidak ada soal, tetapi ini terkait juga dengan Setneg, Kementerian Keuangan dan kementerian-kementerian lain,” kata Imam di Gedung DPR RI, Jakarta, Kamis (29/1).
Namun, katanya, rencana pembangunan gedung DPD RI dilingkungan Kemenpora harus dilandasi dengan aturan yang jelas.
“Ini menyangkut aset negara yang harus ditentukan landasan hukumnya, Dan kalau itu putus jadi Kantor DPD, kantor kemenpora dimana? Nah ini akan terus berkembang. Tapi saya tetap mendukung agar DPD punya tempat yang memadai,” ungkap Imam.
Ia kembali menegaskan, bermasalah tidaknya rencana itu, tergantung legal standing DPD RI.
“Masalah tidaknya tentu ada legal standing yang kita hormati bersama dan aturan mainnya tentang pengaturan aset negara.  Jadi banyak hal yang perlu diperhatikan,” kata Imam.
DPD RI berniat ingin membangun gedung sendiri. Lahan yang akan digunakan adalah areal kantor Kemenpora.

Artikel ini ditulis oleh:

Pasca Pertemuan The Fed, Rupiah Diperkirakan Masih Melemah

Jakarta, Aktual.co — Laju Rupiah kemarin masih melanjutkan pergerakan negatifnya, setelah laju Dolar AS kian bergerak naik pasca selesainya pertemuan The Fed.

“Turunnya Rupiah juga dibarengi dengan penurunan Won pasca memangkas suku bunga acuannya dan turunnya Yen seiring dengan pelemahan pada investasi saham dan obligasi serta penjualan ritelnya,” ujar Kepala Riset dari Woori Korindo Securities Indonesia (WKSI), Reza Priyambada.

Pada Jumat (30/1) Rupiah diperkirakan Reza berada di bawah target level support 12.505, yakni  Rp 12.520-12.510 (kurs tengah BI). Menurutnya, pelemahan Rupiah tersebut dimanfaatkan bagi Dolar AS untuk menguat.

“Tidak banyak berpengaruhnya pertemuan The Fed terhadap penurunan Dolar AS membuat Rupiah masih menjadi korban pelemahan,” pungkasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

PDIP: KPK Jangan Antikritik dan Bermain Politik

Jakarta, Aktual.co — Anggota Komisi III DPR RI Masinton Pasaribu  menyindir para komisioner Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang terkesan antikritik. 
“KPK tidak boleh antikritik, kalau pimpinan melakukan kesalahan kita bilang salah,” kata dia di Jakarta, Kamis (29/1).
Masinton mengatakan sebagai lembaga negara para pimpinan KPK harusnya punya sikap kenegarawanan.
Selain itu, dia menilai penetapan Budi Gunawan sebagai tersangka di KPK sarat muatan politis. Menurutnya, konflik yang terjadi antara Polri dan KPK harus dijadikan pembelajaran agar ke depannya dalam menetapkan tersangka jauh dari muatan politis. 
“Memang sulit membuktikan namun nuansa politik di KPK dalam kasus BG (Budi Gunawan), sulit dijauhkan. Ini jadi pelajaran,” kata dia lagi.
Dia pun berharap agar kedepannya setiap lembaga strategis di tanah air tidak diisi oleh orang yang berpolitik. Melainkan, yang memiliki integritas dan tidak tebang pilih dalam menjalankan tugasnya. 
“Ke depan, pimpinan lembaga strategis jangan yang cenderung berpolitik,” demikian Masinton.

Artikel ini ditulis oleh:

Izin Eksport Freeport Ada Indikasi Korupsi

Jakarta, Aktual.co — Direktur Eksekutif Indonesia Mining and Energy Studies (IMES) Erwin Usman mendorong aparat penegak hukum agar tidak luput dalam menyoroti persoalan pelanggaran konstitusi oleh perusahaan-perusahaan tambang asing yang beroperasi di Indonesia khususnya PT Freeport Indonesia (PTFI).

“Kita harus desak aparat hukum untuk menindak Freeport ini. Bahkan KPK pun harus kita dorong untuk menyelidiki persoalan Freeport dan Newmont, kenapa seolah cuma mereka berdua yang dispesialkan dan terus diberi kelonggaran?,” kata Erwin dalam diskusi tertutup di Jakarta, Kamis malam (29/1).

Erwin menuturkan, pihaknya telah mendengar informasi soal adanya aliran uang kotor yang telah diserahkan Freeport baik kepada badan eksekutif maupun badan legislatif.

“Saya dengar ada permainan uang kotor di sana. Ditambah saya lihat kemarin saat rapat antara Kementerian ESDM dengan DPR, para anggota komisi VII terlihat lembek dalam mengkritisi kebijakan Pemerintah yang sudah memberi kelonggaran kepada Freeport, padahal jelas-jelas sudah melanggar konstitusi itu,” terang Erwin.

“Disini seharusnya KPK bermain, jangan hanya jago tangkap Bupati atau Gubernur melulu. Kenapa tidak bergerak ke Freeport?,” sambungnya.

Hal senada juga dikatakan oleh Kusfiardi selaku Aktifis Koalisi Anti Utang (KAU).

Dikatakannya, saat ini hal yang dipermasalahkan oleh KPK adalah soal rekening gendut di instansi Polri yang jumlahnya hanya miliaran rupiah padahal dalam kasus Freeport ini menyangkut aksi KKN dengan nilai triliunan rupiah.

“Bukannya saya men-judge, atau menyepelekan satu kasus. Tapi Freeport ini sudah sejak lama tidak membayar pajaknya. Bahkan dividennya saja sudah tiga tahun terakhir tidak dibayarkan ke Pemerintah. Itu jumlahnya triliunan. Sudah bertahun-tahun masalahnya. Tapi kok tidak diurusi oleh KPK. Ini kenapa?,” tukasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Berita Lain