21 April 2026
Beranda blog Halaman 39405

60 Orang Tewas Akibat Ledakan di Masjid Pakistan

Pakistan, Aktual.co — Satu ledakan bom kuat merobek masjid Syiah yang sibuk di Pakistan selatan, Jumat, menewaskan lebih dari 60 orang dalam serangan maut sektarian di negara itu dalam hampir dua tahun.

Ledakan itu menghantam masjid di Shikarpur, Provinsi Sindh, sekitar 470 kilometer (300 mil) utara Karachi, saat ratusan jamaah menghadiri shalat Jumat.

Pakistan telah mengalami pasang naik kekerasan sektarian dalam beberapa tahun terakhir, sebagian besar dilakukan oleh kelompok-kelompok Muslim Sunni garis keras terhadap minoritas Syiah, yang terdiri sekitar satu dari lima penduduk.

Menteri Kesehatan Sindh Jam Mehtab Daher mengatakan kepada AFP bahwa “jumlah korban tewas serangan itu telah meningkat menjadi 61”.

“Ada 54 mayat di rumah sakit Shikarpur. Tujuh orang tewas di Rumah sakit Sukkur dan Larkana,” katanya.

Shaukat Ali Memon, pengawas medis Rumah Sakit Sipil di Shikarpur, sebelumnya memberikan jumlah korban tewas 48.

Ratusan orang bergegas ke tempat kejadian setelah ledakan mencoba untuk menggali orang-orang yang selamat terjebak di bawah atap masjid, yang runtuh akibat ledakan, kata saksi Zahid Noon.

Tayangan televisi menunjukkan adegan penyelamatan yang kacau terhadap tumpukan orang-orang yang terluka ke dalam mobil, sepeda motor dan becak untuk membawa mereka memdapatkan pengobatan.

“Daerah ini tersebar dengan darah dan daging dan bau daging terbakar, orang-orang berteriak satu sama lain … ini adalah kekacauan,” kata Noon kepada AFP.

“Sebuah kontingen besar polisi dan penjaga hadir di lokasi dan ambulans dari kota-kota terdekat telah mulai berdatangan.” Warga setempat, Mohammad Jehangir, mengatakan kepada AFP bahwa ia “merasa bumi bergerak di bawah kaki saya” saat ia berdoa di masjid lain sekitar 1,5 kilometer dari tempat itu.

Seorang pejabat organisasi Syiah nasional, Rahat Kazmi, mengatakan kepada AFP bahwa hingga 400 orang sedang beribadah di masjid saat ledakan itu terjadi.

– Gelombang Kekerasan Meningkat – Sainrakhio Mirani, kepala polisi daerah mengatakan kepada AFP pihaknya masih bekerja untuk menentukan apakah itu bom bunuh diri atau bom dengan berat 6-7 kilogram (13-15 pon) itu diledakkan dari jarak jauh.

Ini adalah serangan sektarian tunggal paling berdarah di Pakistan sejak Maret 2013, ketika sebuah bom mobil di lingkungan Syiah di Karachi menewaskan 45 orang.

Seorang juru bicara kelompok militant bayangan Jandullah, faksi sempalan Taliban Pakistan, mengatakan mereka berada di balik ledakan itu.

“Kami mengklaim bertanggung jawab atas serangan di masjid Syiah di Shikarpur sangat senang,”kata Ahmed Marwat kepada AFP.

Penduduk setempat mengatakan banyak orang kehilangan kerabat dalam serangan itu.

Mohabbat Ali Bablani, seorang warga Shikarpur, mengatakan empat dari sepupunya, yang berusia antara 30 dan 40, tewas dalam ledakan sementara temannya telah kehilangan lima anak, semua di bawah 13.

“Teman saya Nizam-ud-Din Sheikh telah kehilangan lima anaknya. Dia telah mengajak mereka untuk menunaikan shalat Jumat dan semua dari mereka tewas dalam serangan itu,” katanya

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Polda Papua Selamatkan Dua WN Filipina

Jakarta, Aktual.co — Satuan Polisi Perairan Polda Papua Barat telah menyelamatkan dua warga negara Filipina yang ditemukan di sekitar perairan Wayag, Raja Ampat.

Kapolda Papua Barat Brigjen Pol Paulus Waterpauw kepada wartawan, Sabtu (31/1), mengakui kedua warga negara Filipina itu merupakan anak buah kapal (ABK) KM Sila yang dihantam ombak hingga kapal tenggelam.

“Kedua ABK itu ditemukan anggota saya saat melakukan patroli di sekitar kawasan Wayag pada Jumat (30/1),” katanya.

Kedua warga negara Filipina yang berhasil diselamatkan adalah Carli Imiyenis (40) dan Fernand Intia (43) yang mengaku tinggal di Kalumpang General Santos Philipina.

Dari keterangan para korban diketahui KM Sila yang dinakhodai Pedro itu membawa 11 ABK dan mengalami kecelakaan pada 21 Januari lalu.

Brigjen Pol Waterpauw menambahkan keduanya tidak mengetahui dengan pasti dimana posisi kapal saat mengalami kecelakaan.

“Saat ini, keduanya dibawa ke Waisai, ibukota Kabupaten Raja Ampat.

Mereka nantinya akan diserahkan ke pihak imigrasi,” tambah mantan Waka Polda Papua itu.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

‘Cuap-cuap’ BW Tak Pengaruhi Penyidikan Polri

Jakarta, Aktual.co — Bambang Widjojanto resmi mengundurkan diri sebagai pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Pria yang akrab disapa BW ini mengundurkan diri lantaran sudah berstatus sebagai tersangka. 
Meski sudah mengundurkan diri, namun hingga kini BW masih tetap menjalankan tugasnya sebagai komisioner lembaga antirasuah itu. Bahkan, dia juga kerap memberikan keterangan pers sejumlah perkara yang ditangani KPK, termasuk kasus yang Komjen Budi Gunawan yang ditangani KPK. Bahkan, BW tak segan ‘cuap-cuap’ soal perkara yang menderanya kini.
Menangggapi hal tersebut, Mabes Polri tak menghiraukan pernyataan wakil Ketua KPK yang ditetapkan tersangka pada Jumat (23/1) lalu.
Menurut Kepala Biro Penenerangan Masyarakat Div Humas Polri Kombes Pol Agus Rianto, perihal pernyataan BW tidak akan mempengaruhi proses penyidikian yang ditangani Polri.
“Terkait pernyataan (BW) apapun itu isinya tidak akan berpengaruh,” tegas Agus kepada Aktual.co, Jumat (30/1).
Ditegaskan Agus, bahwa lembaganya akan segera menuntaskan seluruh perkara yang ditangani Mabes Polri, termasuk penyelidikan dan penyidikan perkara yang melilit pimpinan lembaga besutan Abraham Samad Cs ini.
“Yang jelas kita ikuti saja proses yang ada. Mudah-mudahan kami (Polri-red) segera menuntaskan setiap perkara yang kami tangani,” tutupnya.
Sebelumnya, pimpinan KPK jili II Bibit Samad Riyanto menilai, apa yang dilakukan oleh Bambang Widjojanto diluar nalar.
“Itu (apa yang dilakukan Bambang) tidak masuk nalar. Kalau caranya seperti itu, Pak Jokowi bisa dong minta mundur dari selama menjadi gubernur, terus dia gak jadi Presiden masuk lagi jadi Gubernur,” kata Bibit saat berbincang dengan Aktual.co,
Menurutnya, apa yang dilakukan oleh Bambang Widjojanto itu tak beretika. Sebab, kata dia, sebagai pimpinan dia sudah menarik diri. 
“Kalau di KPK seperti itu bisa, cuma ini soal etika saja. Coba tanyakan ke pak Bambang, dia kan doktor, pantas tidak?,” cetus Bibit.
BW telah ditetapkan tersangka oleh Bareskrim Mabes Polri terkait kasus dugaan mengarahkan saksi untuk memberikan keterangan palsu dalam sidang sengketa Pilkada Kotawaringin Barat, di Mahkamah Konstitusi, 2010.

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

Dua Warga AS Ditembak di Arab Saudi

Jakarta, Aktual.co —Dua orang warga Amerika Serikat, menjadi korban penembakan di wilayah kaya minyak Provinsi Timur, Arab Saudi, mengakibatkan satu orang terluka, Jumat (30/1). “Pada pukul 14.00 hari ini, sebuah mobil yang dikendarai dua warga AS ditembaki orang tak dikenal, mengakibatkan satu dari kedua orang itu terluka dan harus dirawat di rumah sakit. Korban dalam kondisi stabil,” kata seorang juru bicara kepolisian Saudi seperti dikutip kantor berita SPA.
Juru bicara kepolisian itu menambahkan, kedua warga AS tersebut sedang berkendara di wilayah al-Ihsaa yang mayoritas penduduknya adalah pemeluk Syiah. Insiden ini adalah serangan keempat terhadap warga asing di Arab Saudi sejak Oktober tahun lalu. Sebulan sebelumnya, Arab Saudi bergabung dengan koalisi internasional yang memerangi Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS).
Bulan lalu, aparat keamanan Saudi menangkap tiga orang pendukung ISIS yang diduga menembak seorang warga Denmark yang sedang mengemudikan mobilnya di Ibu Kota Riyadh. Pemerintah Saudi mengatakan, semua tersangka adalah warga Saudi dan sebelum menyerang mereka telah berlatih selama dua minggu. Ketiga orang yang ditahan itu adalah tersangka penembak, perekam video dan pengemudi mobil. Mereka menggunakan topeng ketika merekam serangan yang kemudian diunggah ke internet oleh ISIS.
Di bulan yang sama, seorang penyerang menikam seorang pria warga Kanada ketika dia sedang berbelanja di sebuah pusat perbelanjaan di kota Dhahran. Kanada dan Denmark sama-sama bergabung dalam koalisi internasional pimpinan AS. Dan pada Oktober tahun lalu, seorang warga Saudi-Amerika yang dipecat dari pekerjaannya di sebuah perusahaan kontraktor AS menembak mati seorang warga AS melukai seorang lagi di Riyadh.

Sesuai UU BW Tak Boleh Terlibat Lagi di KPK

Jakarta, Aktual.co — Bambang Widjojanto resmi melayangkan surat permohonan nonaktif sebagai Wakil Ketua Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Hal itu diungkapkan Bambang saat menggelar jumpa pers di gedung KPK, Jakarta, Senin (26/1) kemarin. Namun, surat yang dilayangkan oleh Bambang itu ditolak oleh Ketua KPK Abraham Samad.
Pakar hukum tata negara Prof Romly Kartasasmita menyebut, langkah yang diambil oleh Bambang itu salah. Sebab Prof Romly menilai yang memberhentikan Bambang merupakan Undang-undang KPK.
“Jadi bukan BW yang minta, tapi UU yang minta karena BW sebagai tersangka. Itu tertuang di pasal 32 ayat 2 bukan 32 ayat 1 huruf c itu memang pengunduran diri, tapi bukan pemberhentian diri karena sebagai tersangka,” kata dia ketika berbincang dengan Aktual.co, Jumat (30/1).
Dia menilai, status pimpinan KPK yang terlibat sebagai tersangka harusnya di berhentikan sementara walaupun belum ada ketentuan dari presiden. 
“Namun kalau di lihat dari sisi integritas, profesionalisme dan akuntabelitas dia tidak boleh ikut menentukan kebijakan KPK selanjutnya,” kata dia.
Untuk itu, dalam hal ini Bambang tak bisa lagi ikut campur dalam menangani semua urusan KPK. “Perkara pun tidak boleh, ikut bicara pun atas nama KPK pun tidak boleh. Saya tahu BW itu doktor ilmu hukum. Saya yakin ngerti semuanya ngerti pasti,” kata dia.
Sekali pun, sambung dia, secara legal belum ada keputusan presiden yang di keluarkan. Namun, Bambang tak boleh mengurusi urusan KPK. 
“Itulah namanya integritas itu lah namanya pimpinan KPK yang superbody,” kata dia.

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

AS: Taliban bukan Teroris

 Washington, Aktual.co —Gedung Putih pada Kamis menolak menggambarkan Taliban Afghanistan sebagai kelompok teroris, memicu kekhawatiran kanan, yang menuduh pemerintahan Presiden Barack Obama kehilangan sentuhan. “Mereka memang melakukan siasat mirip terorisme, melancarkan serangan teror dalam upaya mewujudkan tujuan mereka,” kata juru bicara Gedung Putih Josh Earnest. “Yang juga benar adalah bahwa penting membedakan Taliban dengan Alqaida,” katanya, menunjuk perbedaan penyebutan. “Taliban adalah badan sangat berbahaya,” tambahnya.

Departemen Keuangan menjatuhkan hukuman anti-teror atas sekitar 2.000 pejuang, pemimpin, pendukung dan pemodal Taliban. Tapi, pembedaan oleh Gedung Putih itu mendapat sedikit perhatian dari politisi lawan, dengan Republikan mengirimkan rekaman tanggapan itu ke pendukungnya. “Mereka menggorok leher, menyerang bus, mengarahkan bom mobil ke pasar dan itu bukan kelompok teroris. Lihat, Anda tidak bisa memarodikan pemerintahan ini,” kata penanggap konservatif Charles Krauthammer.

Yang lain menyatakan pembedaan oleh Gedung Putih itu lebih didasarkan atas politik daripada kenyataan, menunjuk perundingan pembebasan tawanan asal Taliban dengan tentara Amerika Serikat Bowe Bergdahl. Gedung Putih menyatakan tidak berunding dengan kelompok teror.

Taliban menyatakan bertanggung jawab atas serangan orang dalam di bandar udara Kabul, tempat tiga kontraktor Amerika Serikat dan Afghanistan tewas. Rincian penembakan pada Kamis malam belum jelas, dengan juru bicara Pendukung Resolusi NATO mengatakan sedang diselidiki.

Pejabat pertahanan Amerika Serikat di Washington kepada AFP menyatakan korban warga negara adidaya itu, yang dipekerjakan di bawah kontrak Departemen Pertahanan AS untuk membantu melatih angkatan udara Afghanistan, meninggal karena luka tembak. Juru bicara Taliban, Zabihullah Mujahid menyatakan seorang anggota pemberontak gerakan itu bertanggung jawab atas serangan tersebut. “Seorang mujahid berani Afghanistan menyusup bekerja di bandar udara tentara Kabul, menembaki dan menyerang tentara Amerika Serikat, menewaskan tiga orang negara itu,” katanya dalam pernyataan, yang dikirim ke media.

Pasukan dan warga Barat melatih pasukan keamanan Afghanistan untuk menghadapi serangan mematikan warga Afghanistan berseragam, yang menembaki rekan mereka. Pasukan persekutuan pertahanan Atlantik utara NATO menerapkan pengamanan khusus dalam beberapa tahun belakangan untuk melawan ancaman tersebut

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain