12 April 2026
Beranda blog Halaman 39444

Jokowi Jangan Lukai Konstitusi dan Partai

Jakarta, Aktual.co — Presiden Joko Widodo diingatkan harus mempertimbangkan secara cermat rekomendasi yang diberikan tim independen. Terlebih rekomendasi mengenai calon Kapolri.
Demikian disampaikan Pengamat hukum tata negara, Margarito Kamis, ketika berbincang dengan Aktual.co, Rabu (28/1).
Ia mengatakan, keputusan Jokowi nantinya jangan sampai melukai Konstitusi maupun Partai Pengusung.
“Jangaan lukai konstitusi, jangan lukai partai yang mengusung Jokowi jadi presiden,” kata dia.
Ia menilai, jika kedua hal tersebut tidak diindahkan Jokowi, hal tersebut sama saja dengan membangunkan macan tidur.
“Jangan lukai konstitusi itu berarti jangan lukai DPR itu sama aja membangunkan macan yang tidur,” kata dia.

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

Wakil Ketua DPR: Tanpa Dasar Hukum, Presiden Harus Abaikan Rekomendasi Tim Independen

Jakarta, Aktual.co — Presiden Joko Widodo bisa mengabaikan semua rekomendasi dari tim independen KPK-Polri karena tidak ada dasar hukumnya.
Demikian disampaikan Desmon J Mahesa Wakil Ketua Komisi III DPR saat dihubungi Aktual.co, Rabu (28/1) malam.
“Jangankan ada tidak ada kepresnya, ada kepresnya saja tidak diikuti presiden mau ngapain mereka,” katanya.
Politisi Gerindra ini mengatakan, DPR akan bersikap jika pelanggaran hukum (tim tanpa Kepres ini) melanjutkan tugasnya sehingga menggagalkan Budi Gunawan untuk dilantik sebagai Kapolri.
“Tugas dan wewenang DPR secara konstitusional sudah ‘dipotong’ oleh mereka, jadi wajar kalau nantinya kita bersikap,” pungkas Desmon.
Seperti diberitakan sebelumnya, anggota tim 9 Hikmahanto Juwana menyebut, telah memberikan rekomendasi pada Presiden Jokowi untuk tak melantik Komjen Budi Gunawan sebagai Kapolri terkait status tersangka yang disandangnya. Hal ini demi menjaga kewibawaan dan marwah institusi penegak hukum.
“Kalau tidak dijaga, dilanggar, kemudian dari personal-personal mereka melakukan sesuatu tetapi itu dianggap tidak ada kan ini juga tidak benar. Nah ini kita menjaga bagaimana proses moral yang berkembang di Indonesia, khususnya dalam konteks kelembagaan hukum ini tetap kita jaga,” kata Hikmahanto. 

Artikel ini ditulis oleh:

Tidak Menutup Aurat, Gambar Michelle Obama Diblurkan

Jakarta, Aktual.co —Gambar Michelle Obama saat menemani suaminya berkunjung ke Arab Saudi dikaburkan karena dianggap mengumbar aurat. Saat Presiden AS Barack Obama bersalaman dengan pengganti Raja Abdullah, Raja Salman, gambar First Lady sama sekali tidak bisa terlihat. Gambarnya diblur oleh stasiun televisi pemerintah Saudi.
Raja Salman (79) juga tidak berjabat tangan dengan Michelle dalam pertemuan yang sangat singkat di Istana Erga saat mereka menghadiri pemakaman saudaranya. Orang yang mendownload klip video tersebut dari LiveLeak mengatakan: “Saya menangkap screenshot video itu sebelum ditarik. 
Layanan berita Arab, Mashahead mengunggah video yang diambil dari siaran televisi pemerintah Saudi itu ke YouTube. “Beberapa media Arab mengkritik Michelle Obama karena mengenakan gaun biru, bukan hitam, yang lebih tepat digunakan saat pemakaman.”
Gambar Michelle Obama saat menemani suaminya berkunjung ke Arab Saudi dikaburkan karena dianggap mengumbar aurat. Saat Presiden AS Barack Obama bersalaman dengan pengganti Raja Abdullah, Raja Salman, gambar First Lady sama sekali tidak bisa terlihat. Gambarnya diblur oleh stasiun televisi pemerintah Saudi.
Raja Salman (79) juga tidak berjabat tangan dengan Michelle dalam pertemuan yang sangat singkat di Istana Erga saat mereka menghadiri pemakaman saudaranya. Orang yang mendownload klip video tersebut dari LiveLeak mengatakan: “Saya menangkap screenshot video itu sebelum ditarik. 
Layanan berita Arab, Mashahead mengunggah video yang diambil dari siaran televisi pemerintah Saudi itu ke YouTube. “Beberapa media Arab mengkritik Michelle Obama karena mengenakan gaun biru, bukan hitam, yang lebih tepat digunakan saat pemakaman.”

Dianggap “Orang Pinggir Jalan”, Presiden Bisa Abaikan Rekomenmdasi Tim Independen

Jakarta, Aktual.co — Tim independen ibaratnya adalah “orang pinggir jalan” yang memberikan saran kepada Presiden Jokowi terkait calon Kapolri.
Demikian disampaikan anggota Komisi III DPR RI Bambang Soesatyo kepada Aktual.co, Rabu (28/1) malam.
“Ini khan hanya saran, orang pinggir jalan pun bisa kasih saran ke presiden,” ungkapnya.
Kata Bamsoet, pendapatnya ini hanya kritik terhadap tim independen dan jangan membenturkan presiden dengan DPR.
Dengan demikian, lanjut politisi Golkar ini, Presiden Jokowi wajib mengabaikan saran atau rekomendasi dari tim independen dalam menengahi kasus KPK-Polri.
“Presiden bisa abaikan rekomendasi itu,” demikian Bamsoet.
Seperti diketahui, Presiden Joko Widodo memutuskan tidak memformalkan tim independen untuk Komisi Pemberantasan Korupsi dan Kepolisian RI. Tim yang banyak diharapkan publik untuk bisa memberikan solusi konkret atas perseteruan dua institusi itu mengaku tak bisa menggali fakta lebih mendalam karena tak adanya keputusan presiden (keppres).

Artikel ini ditulis oleh:

Shalat Ashar, Obama Ditinggalkan Raja Saudi

Jakarta, Aktual.co —Dalam kunjungan ke Arab Saudi, Presiden Amerika Serikat Barack Obama ditinggal begitu saja oleh Raja Salman dan staffnya saat mereka hendak melaksanakan shalat Ashar. Raja Salman mengatakan hak Allah berada di atas hak apapun dan siapapun sehingga ketika ada panggilan untuk shalat, ia tak ragu meninggalkan pemimpin negara adidaya tersebut.
Hal itu bermula saat seorang ajudan raja menghampirinya dan memberi isyarat bahwa waktu shalat telah masuk. Tanpa menunda-nunda, raja yang baru saja menggantikan almarhum Raja Abdullah itu segera bergegas menuju masjid. Raja Salman meninggalkan Obama dan istrinya, Michelle Obama beserta dua orang lainnya di tengah podium saat upacara penyambutan.
Obama dan istrinya tampak pasrah saat ditinggal begitu saja. Hal itu tak pelak mengundang komentar dari banyak orang, apalagi acara itu disiarkan secara langsung. Kebanyakan orang memberi komentar positif terhadap sikap Raja Salman tersebut.
Berikut Videonya: 
 http://youtu.be/reAyvS9kJ6Q

Rekomendasi Tim Independen Tak Selesikan Masalah

Jakarta, Aktual.co — Pengamat hukum, Machtiar Siwa menilai bahwa Tim Independen bukan solusi untuk menyelesaikan permasalahan antara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dengan Polri.
Dia menegaskan kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) agar tidak terbawa dengan opini yang berkembang di lapangan, termasuk dengan rekomendasi dari Tim Independen.
“Keputusan untuk menyelesaikan kisruh antara KPK dan Polri tidak bisa diambil dari banyak kepala,” ujar Machtiar melalui sambungan telepon kepada Aktual.co, Rabu (28/1).
Dia menjelaskan penyelesaian antara dua lembaga penegak hukum itu, merupakan penuh kewenangan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Namun, dia juga tidak menampik jika Jokowi memerlukan pendapat dari berbagai pihak.
“Pendapat orang bisa ditampung. Tapi bukan penentu. Keputusan mutlak dimiliki Presiden,” pungkasnya.
Diketahui, Tim Independen dibentuk oleh Jokowi sebagai respon perseteruan antara KPK dan Polri. Tim khusus telah memberikan rekomendasi untuk menyelesaikan kisruh antara KPK dan Polri kepada Presiden.
Salah satu poin dari lima rekomendasi Tim Sembilan adalah tidak melantik calon Kapolri, Budi Gunawan dengan status tersangka dan mempertimbngkan kembali untuk mengusulkan calon baru Kapolri.

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

Berita Lain