11 April 2026
Beranda blog Halaman 39453

Kemenpora-PSSI Bersinergi Perbaiki Sepakbola Indonesia

Jakarta, Aktual.co — Kementerian Pemuda dan Olahraga dan Tim Sembilan, bersinergi dengan PSSI untuk memperbaiki kualitas sepak bola di Indonesia, dengan bertukar informasi satu sama lain dalam pertemuan pertama mereka, Rabu (28/1).

“PSSI sengaja mengundang Kemenpora hari ini (Rabu) karena sebelumnya Kemenpora juga mengundang, namun baru bertemu hari ini. Pertama kali bertemu, kami saling bertukar informasi,” kata Ketua Umum PSSI, Djohar Arifin Husin usai rapat bersama di Kantor PSSI, Senayan, Jakarta.

Kemenpora hadir untuk memenuhi undangan dari PSSI serta menindaklanjuti pertemuan sebelumnya yang batal terlaksana, saat PSSI menyambangi Kantor Kemenpora, Kamis (22/1) pekan kemarin.

Selain itu, Komisi X DPR RI pada rapat dengar Selasa (20/1) juga mendesak agar kedua lembaga tersebut, yakni Tim Sembilan bentukan Kemenpora dan PSSI segera memperbaiki komunikasi.

Kemenpora yang datang dipimpin Deputi IV Bidang Peningkatan Prestasi dan Olahraga Djoko Pekik Irianto dan didampingi Deputi V Bidang Harmonisasi dan Kemitraan Gatot Dewa Broto serta staf ahli Bidang Informasi dan Komunikasi Amung Ma’mun.

“Pertemuan yang kami gelar bukan mengurus antara Kemenpora dan PSSI, tetapi lebih mengurus prestasi sepakbola,” kata Djoko Pekik.

Djoko mengungkapkan sinergi menjadi kunci yang dilaksanakan pada pertemuan tersebut untuk menemukan persepsi yang sama dari kedua pihak.

Beberapa hal yang menurut Djoko perlu disinergikan, antara lain pembenahan keterbatasan pelatih serta sarana dan prasarana di daerah yang perlu diperbaiki.

Senada dengan itu, Gatot Dewa Broto yang termasuk dalam anggota Tim Sembilan menilai pertemuan tersebut sangat konstruktif.

Gatot juga mengaku dirinya mendapat gambaran utuh mengenai visi dan misi PSSI lewat penjelasan dari Sekjen PSSI Joko Driyono yang disampaikan dalam rapat tersebut.

“Kemenpora tadi ingin mendengar penjelasan dari PSSI. Kami saling sharing. Ini awal yang baik sehingga bisa dibayangkan pertemyuan selanjutnya akan mudah untuk dilaksanakan,” kata Joko menambahi.

Dalam rapat tersebut, Joko menjelaskan beberapa upaya yang dilakukan PSSI, misalnya pengunggahan laporan keuangan di situs resmi mereka dan penandatangan pakta integritas PSSI tentang larangan judi.

Artikel ini ditulis oleh:

Tiga Saksi BG Kembali Mangkir Panggilan KPK

Jakarta, Aktual.co — Tiga saksi dugaan korupsi transaksi mencurigakan Kepala Lembaga Pendidikan Polri (Lemdikpol) Komisaris Jenderal Pol Budi Gunawan, mangkir dari pemeriksaan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
“Para saksi tidak hadir, ketiganya tanpa keterangan,” kata Kepala Bagian Pemberitaan dan Publikasi KPK Priharsa Nugraha di Jakarta, Rabu (28/1).
Hari ini seharusnya KPK memeriksa Brigadir Jenderal Pol Budi Hartono Untung yang menjabat sebagai Widyaiswara Madya Sekolah Staf Pimpinan (Sespim) Lemdikpol, Budi diketahui adalah mantan Kapolda Bangka Belitung; Brigadir Polisi Triyono yang merupakan anggota Polres Bogor dan pihak swasta Liliek Hartati.
Artinya sudah ada 10 orang saksi yang dipanggil dalam kasus ini, namun hanya satu orang yang memenuhi panggilan yaitu Widyaiswara Utama Sekolah Pimpinan Lemdikpol Polri Irjen (Purn) Syahtria Sitepu pada 19 Januari 2015.
Sedangkan enam orang saksi lain juga tidak memenuhi panggilan yaitu irektur Penyidikan Pidana Umum Badan Reseserse Kriminal (Dirtipidum Bareskrim) Polri Brigjen Pol Drs Herry Prastowo; dosen utama Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian Kombes Pol Drs Ibnu Isticha; mantan Kepala Biro Perencanaan dan Administrasi Inspektorat Pengawasan Umum (Karorenmin Itwasum) Polri Brigadir Jenderal (Purn) Heru Purwanto; mantan Wakil Inspektorat Pengawasan Umum (Wairwasum) Mabes Polri Inspektur Jenderal Pol Andayono yang sekarang menjabat sebagai Kapolda Kalimantan Timur; Wakil Kepala Polres Jombang, Komisaris Polisi Sumardji; dan Aiptu Revindo Taufik Gunawan Siahaan.
KPK menyatakan akan melakukan upaya paksa bila saksi dua kali tidak memenuhi panggilan pemeriksaan.

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

Pengacara: Praperadilan Dibatalkan, BG Segera Dilantik

Jakarta, Aktual.co — Salah satu pengacara Komjen Budi Gunawan, Eggi Sudjana, mengaku mendapat informasi bahwa praperadilan yang diajukan tim nya terhadap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan dibatalkan. Pasalnya, dia sudah mendapatkan informasi bahwa Kalemdikpol polri itu akan segera dilantik oleh Presiden Joko Widodo sebagai Kapolri.
“Seharusnya praperadilan minggu depan lanjut, tapi tadi saya dengar mau dibatalkan. Karena kita mendapat info dalam waktu dekat BG bisa dilantik,” kata Eggi di Jakarta, Rabu (28/1).
Eggi mengatakan, dirinya mendapatkan informasi tersebut langsung dari pihak Budi Gunawan. Namun, kata dia, pihak Budi juga belum bisa mengkonfirmasi kebenaran informasi tersebut.
“Ini masih simpang siur, nanti sore kita konfirm lagi,” ujarnya.
Kemudian saat disinggung keterkaitan pembatalan praperadilan dengan pelantikan calon kapolri Budi Gunawan, dia menjawab diplomatis.
“Tidak ada kaitan antara pola praperadilan dengan pelantikan, tapi saat ada hambatan bagi BG untuk menjadi kapolri karena penetapan tersangka ini,” jawab Eggi.
Diketahui, lembaga superbody KPK telah menetapkan Komjen Budi Gunawan sebagai tersangka penerimaan gratifikasi atau kepemilikan rekening ‘gendut’. Penetapan ini setelah Budi dipilih sebagai calon Kapolri tunggal oleh Jokowi. Pihak Budi yang tak menerima lantas mengajukan praperadilan ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

Jokowi Disebut Semakin Jauh dengan Rakyat

Jakarta, Aktual.co — Pengamat Asosiasi Ekonomi Politik Indonesia (AEPI)  Salamuddin Daeng mengatakan pemerintahan Jokowi semakin jauh dari rakyat. 
Hal ini terlihat dalam APBN-P 2015 yang menunjukan adanya kenaikan target penerimaan pajak, cukai, hutang, dan pungutan lain. Sementara semua anggaran yang berkaitan dengan hajat hidup orang banyak menurun.
“pemerintah Jokowi-JK semakin jauh dari rakyat, bukti nyata ada dalam APBN-P yang diajukan kepada DPR,” kata Salamuddin, pada diskusi 100 hari Jokowi, di Jakarta, Rabu (28/1).
Dalam APBN-P tahun 2015, pendapatan perpajakan diperkirakan mencapai Rp1.484.589, 3 miliar, meningkat Rp104.597, 7 miliar atau 7,6 persen dibandingkan target dalam APBN tahun 2015. Kenaikan tersebut bersumber dari peningkatan kegiatan di bidang pengawasan wajib pajak, pemeriksaan, penagihan, penyidikan, dan ekstensifikasi wajib pajak baru.
Menurutnya, aneh jika pemerintah memperluas wajib pajak bersamaan dengan persetujuan MoU dengan PT Freeport Indonesia yang melanggar konstitusi

Artikel ini ditulis oleh:

BI Proyeksikan Defisit Transaksi Berjalan di Kisaran 3 Persen PDB

Jakarta, Aktual.co — Bank Indonesia (BI) menyatakan defisit neraca transaksi berjalan pada 2013 tercatat sebesar 29,1 miliar dolar AS atau 3,3 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Sedangkan pada 2014, BI masih memproyeksikan defisit transaksi berjalan di kisaran 3 persen atau sekitar 26 miliar dolar AS.

Adapun pada 2015, BI memproyeksikan defisit neraca transaksi berjalan tetap di atas 3 persen terhadap PDB, karena gencarnya pembangunan infrastruktur akan menaikkan impor barang modal.

“Dengan begitu, kondisi transaksi berjalan kita yang bagaimana masih defisit selama 3 tahun perlu dipertimbangkan,” ujar Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo di Jakarta, Rabu (28/1).

Bank Indonesia, kata Agus, akan selalu memperhatikan kondisi pasar keuangan, dan tetap fokus untuk menyesuaikan laju pertumbuhan dengan stabilitas perekonomian.

“Tetapi kita tidak ada menargetkan nilai tukar tertentu. Itu hanya asumsi untuk menyimpan postur anggaran,” ujar Agus.

Sebelumnya, pemerintah bersama Komisi XI DPR RI sepakat untuk menurunkan asumsi makro dalam rancangan RAPBN-Perubahan 2015. Sejumlah asumsi makro yang berubah selain kurs rupiah terhadap dolar AS adalah pertumbuhan ekonomi dari usulan sebelumnya sebesar 5,8 persen menjadi 5,7 persen, tingkat inflasi 5,0 persen dan suku bunga SPN 3 bulan sebesar 6,2 persen.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Disperindag Yakin Dua Jenis Apel Amerika Tak Dipasarkan di Sumut

Medan, Aktual.co — Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sumatera Utara meyakini dua jenis buah apel Amerika Serikat berjenis Granny Smith dan Gala produksi Bidart Bros, Bakersfield, California, Amerika Serikat yang diduga mengandung bakteri, tidak dipasarkan di Sumatera Utara.
“Sejauh ini iya (diyakini) bahwa dua jenis apel itu tidak dipasarkan di Sumatera Utara,” kata Kepala Disperindag Sumut, Bidar Alamsyah, kepada Aktual.co, di Medan, Rabu (28/1).
Menurut Bidar, beberapa waktu lalu telah mengeluarkan imbauan kepada masyarakat dan para pedagang untuk menghindari dua jenis apel tersebut.
Pihaknya berencana melakukan pengawasan dan sidak pada Jumat pekan ini. Sekaligus untuk memastikan bahwa dua jenis apel tersebut benar-benar tidak dipasarkan. “Rencana, nanti hari Jumat kita akan turun,” tandasnya.
Diakui kedua apel yang diproduksi perusahaan asal California Amerika itu diduga mengandung bakteri yang dapat membahayakan kesehatan.
“Ya, memang berbahaya, bisa infeksi, mual, pening, menyebabkan tubuh lemah, walau memang masih bisa di obati, begitupun kita menghimbau agar masyarakat dan pedagang tetap berhati-hati.”

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain