9 April 2026
Beranda blog Halaman 39463

IPW: Polemik KPK-Polri Tak Lepas dari Persaingan Internal Mabes Polri

Jakarta, Aktual.co — Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta Pane tidak menampik, jika perseteruan antara KPK dengan Polri tidak terlepas dari faktor persaingan di internal Mabes Polri. Khususnya, dari sejumlah jenderal yang mengincar kursi Kapolri.
Setidaknya, kata dia, ada tiga faksi di mengiringi terjadinya permasalahan antara KPK dengan Polri.
“Pertama, pendukung Kapolri incumbent yang tak rela dicopot. Kedua, kubu yang merasa pantas menjadi kapolri dibanding Komjen BG (Budi Gunawan) dan merasa punya akses kuat ke PDIP. Ketiga, kelompok yang sengaja bikin kekacauan dengan harapan bisa terpilih menjadi Kapolri,” ucap Neta, di Jakarta, Rabu (28/1).
Menurut Neta, adanya ‘perang bintang’ atau pertarungan kelompok di internal Polri, sudah bukan rahasia lagi. Tentu saja, kondisi ini tidaklah menguntungkan pemerintah maupun masyarakat. Namun, Neta enggan ketika diminta untuk menyebutkan siapa saja jenderal di faksi-faksi yang muncul di tubuh Polri tersebut.
“Kalau mau diselesaikan, Presiden harus berani tegas, jalankan konstitusi dengan melantik Komjen BG. Apakah seminggu kemudian presiden mau gunakan hak prerogatifnya, silahkan saja. Sekalian melakukan penataan di tubuh Polri.”

Artikel ini ditulis oleh:

Novrizal Sikumbang

Polri: Tak Ada Hak Imunitas Bagi Penegak Hukum

Jakarta, Aktual.co — Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabag Penum) Mabes Polri Kombes Rikwanto menegaskan tak ada imunitas bagi siapapun, termasuk kepala negara sekalipun. Dia menanggapi pernyataan adanya imunitas bagi advokat bila terkait hubungan dengan klien di persidangan.
“Asas hukum berkedudukan sama di mata hukum, kepala negara tidak memiliki hak imunitas kalau salah harus dipidanakan,” kata Rikwanto dikantornya, Rabu (28/1).
Bahkan, lanjut dia, semua penegak hukum sejak diatur KUHAP sama di mata hukum. “Kalau benar diapresiasi kalau salah ya dihukum,” ujarnya.
Saat ditanyakan terkait proses pemberkasan tersangka Bambang Widjojanto (BW) dalam perkara tuduhan mempengaruhi saksi persidangan Pilkada Kota Waringin Barat di MK, Rikwanto menjelaskan saat ini telah lima saksi diperiksa.
Dia memastikan bila pasal dan bukti dirasa cukup, maka tidak ada alasan menunda pelimpahan ke kejaksaan. Rikwanto meyakinkan akan adanya pemanggilan BW, namun belum dapat dipastikan kapan jadwal pemanggilan tersebut.
“Pemberkasan kasus BW masih berlangsung, dalam waktu dekat akan ada pemanggilan, cuma belum dijadwalkan. Penyidik masih memeriksa pemberkasan, kalau pasalnya cukup dan buktinya cukup tidak ada alasan penyidik menunda ke kejaksaan,” tegas Rikwanto.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

Christopher Negatif Narkoba, Ini Tanggapan Polda Metro Jaya

Jakarta, Aktual.co — Simpang siur kebenaran Christopher Daniel Sjarif menggunakan narkoba masih menyisahkan pertanyaan. Pasalnya pihak kepolisan mengatakan Christopher positif menggunakan narkoba.
Ini berbeda dengan hasil tes urine dan darah di Badan Narkotika Nasional (BNN), yang mengatakan Christopher negatif.
“Pihak labfor BNN telah melakukan pengujian sampel urine dan darah dari tersangka Christopher, dan temannya yaitu Ali, serta satu orang saksi, di mana hasil pemeriksaan oleh BNN terhadap Christopher adalah negatif, kemudian hasil pemeriksaan BNN terhadap Ali juga negatif,” kata Wahyu dalam konferensi pers di Mapolres Metro Jakarta Selatan, Selasa (27/1) malam.
Namun demikian, ketika dikomfirmasi Kombes Martinus enggan berkomentar lebih jauh. Menurut dia, hal itu akan dijelaskan secara resmi siang nanti.
“Jam 11 kita akan jumpa pers di Polda Metro,” tuturnya saat dihubungi, Rabu (28/1).
Saat dicecar soal perbedaan tersebut, Martinus justru sedikit emosi. Dia menolak jika dikatakan keterangannya dibantah oleh Kapolres Jakarta Selatan. “Bukan bantah-bantahan, jangan mengompori,” kata dia.
Ditanya soal data tes urine mana yang benar, Martinus justru menutup telepon genggamnya. “Saya reject saja ya,” katanya seraya menutup teleponnya.
Awalnya Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Martinus Sitompul menegaskan pengemudi Outlander maut itu positif memakai narkoba. 
Tetapi Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Polisi Wahyu Hadiningrat selang sepekan mementahkan itu semua. Kemarin malam di kantornya, Wahyu mengatakan insiden yang melibatkan pria yang kuliah di San Fransisco, Amerika Serikat itu murni kecelakaan.
Sebelumnya, berdasarkan hasil tes urine dan darah Christopher terbukti memakai narkoba golongan I nomor 36 jenis LSD (Lycergic Acid Diethylamide). Bahkan Christopher memakai barang haram tersebut bersama sahabat kecilnya Ali.
“Dari hasil tes darah dan urine positif. Zat yang ada narkotika golongan I LSD (Lycergic Acid Diethylamide),” ujar Kabid Humas Polda Metro Kombes Martinus Sitompul di Jakarta, Rabu (21/1).

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

Jaksa Agung Hormati Polda Bali yang Menolak jadi Tempat Ekeskusi Mati ‘Bali Nine’

Jakarta, Aktual.co — Jaksa Agung HM Prasetyo tak keberatan dengan penolakan Polda Bali untuk melakukan eksekusi mati terhadap kompolatan narkoba ‘Bali Nine’ Andrew Chan dan Myuran Sukumaran di Bali.
“Kita cari tempat lain. Kita hormati kearifan lokal di sana,” kata Prasetyo di Komisi III DPR, Rabu (28/1).
Dia pun mengisyaratkan bahwa lokasi eksekusi mati yang cokok di Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah. “Nusakambangan masih ideal.”
Namun demikian, Jaksa Agung belum memberikan informasi lebih jauh kapan akan melakukan eksekusi mati terhadap dua gembong narkoba ‘Bali Nine’ itu. “Mudah-mudahan.”
Presiden Joko Widodo menolak grasi dua terpidana mati ‘Bali Nine’, Myuran Sukumaran dan Adrew Chan asal Australia, dalam Keputusan Presiden No 9/G Tahun 2015‎. Ekskusi mati keduanya tinggal menunggu surat perintah eksekusi dari Kejaksaan Agung (Kejagung) di Jakarta.
Kabid Humas Polda Bali Kombes Pol Heri Wiyanto mendukung langkah itu. Namun dia mengharapkan supaya pelaksanaan eksekusi tidak dilakukan di Bali. 
Menurut dia, eksekusi mati Myuran dan Andrew sebaiknya tidak dilakukan di Pulau Dewata untuk menjaga suasana tetap kondusif. Terutama menjaga psikologis wisatawan asal Australia di Bali yang jumlahnya cukup tinggi.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

Kisruh KPK-Polri, Tim Independen Harus Cari Akar Permasalahan

Jakarta, Aktual.co — Tim independen yang dibentuk oleh Presiden Jokowi harus mencari akar permasalahan agar dapat mengurai kusutnya hubungan antara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dengan Polri.
Diantaranya, terkait dugaan keterlibatan oknum penyidik KPK dan sejumlah jenderal maupun tingkat dari institusi kepolisian.
“Dalam hal ini, tim independen  harus mendalami fakta-fakta yang terjadi, terkait Komjen Budi Gunawan (BG) dan Wakil Ketua KPK, Bambang Widjojanto (BW). Begitu juga terkait beberapa rumor yang harus segera diklarifikasi,” kata Anggota Komisi III DPR RI, Asrul Sani, di Jakarta, Rabu (28/1).
Dalam proses penangan untuk mencari fakta-fakta di lapangan, tim independen diharapkan dapat membuka diri, sehingga menerima informasi yang diberikan oleh masyarakat. Termasuk adanya kabar tentang dugaan keterlibatan sejumlah jenderal di Mabes Polri.
“Beberapa hari ini ramai beredar juga pemberitaan terkait kabar adanya perang bintang di kepolisian. Saya juga mendapatkan informasi mengenai perang bintang itu. Karenanya kami berharap, tim independen bisa membuka diri untuk informasi dari masyarakat,” ujarnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Novrizal Sikumbang

Polres Bekasi Cokok Perampok Toko Telepon Seluler

Jakarta, Aktual.co — Polresta Bekasi, Jawa Barat, berhasil menangkap seorang perampok dengan senjata tajam di kios telepon seluler di Kelurahan Kranji, Bekasi Barat, Selasa (27/1).
“Kejadiannya sekitar pukul 16.00 WIB di sebuah kios penjualan telepon genggam ‘Jakarta Cell’ Jalan Pemuda RT03/RW14 Kranji yang merupakan milik korban,” kata Kasubag Humas Polresta Bekasi AKP Siswo di Bekasi, Rabu (28/1).
Dia mengatakan, korban atas nama Apung Pang alias Pendi, 24 tahun, telah dirampok oleh temannya bernama Yunus kumara, 24 tahun, yang baru kenal selama dua bulan.
Dia mengatakan, perkenalan keduanya berlangsung saat tersangka menjual telepon genggamnya kepada korban, lalu mereka aktif berkomunikasi melalui media sosial.
Berdasarkan laporan korban kepada polisi, kata dia, perampokan itu bermula saat tersangka main ke kios korban. Tersangka kemudian berpura-pura ke kamar mandi dan mengaku kehilangan cicinnya di lokasi tersebut.
“Korban pun langsung membantu mencari cincin yang hilang itu. Namun, ternyata saat korbannya lengah, tersangka langsung menusuknya dari belakang menggunakan sebilah pisau yang sudah dia siapkan.”
Kejadian itu membuat korban spontan berterik meminta tolong kepada warga sekitar. “Korban teriak, hingga mengundang perhatian warga sekitar termasuk anggota polisi yang tengah bertugas mengantarkan uang di sekitar lokasi itu,” katanya.
Menurut Siswo, ada lima anggota Samapta Polresta Bekasi yang sedang mengawal distribusi uang. “Saat mendengar teriakan tersebut, para saksi dan juga polisi langsung mengepung tempat kejadian hingga tersangka berhasil ditangkap.”

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

Berita Lain