9 April 2026
Beranda blog Halaman 39462

Polda Jabar Geledah Kantor Dinas Pertanian Tanaman Pangan Bandung

Jakarta, Aktual.co — Petugas dari Subdit III Tipikor Direktorat Reserse Kriminal Khusus Kepolisian Daerah Jawa Barat melakukan penggeledahan di Kantor Dinas Pertanian Tanaman Pangan Provinsi Jabar, di Kota Bandung, Rabu (28/1).
Kasubdit III Dit Res Krimsus Polda Jawa Barat AKBP Yayat Popon Ruhiyat menuturkan, penggeledahan tersebut dilakukan dalam rangka mengumpulkan barang bukti terkait kasus dugaan tindak pidana korupsi pengadaan alat industri pertanian-mesin pertanian prapanen di Dinas Pertanian Tanaman Pangan Provinsi Jawa Barat.
“Kami juga telah menetapkan tujuh orang tersangka, dua di antaranya PNS di dinas tersebut, yakni WW dan NDA,” kata dia di Bandung.
Adapun modus dalam dugaan korupsi di dinas tersebut, kata dia, adalah pejabat pengadaan barangnya dengan sengaja menggiring atau mengarahkan spesifikasi jenis barang yang akan ditenderkan ke merk tertentu.
Dia mengatakan jenis alat pertanian yang dimaksud adalah traktor dan pompa air. Menurut dia, kerugian negara akibat dugaan tindak pidana korupsi dalam proyek tersebut adalah Rp1,9 miliar dari total nilai proyek sebesar Rp12 miliar.
Sebanyak lima orang polisi yang memakai rompi bertuliskan “Tipikor Polda Jabar” dan memakai kaos berkerah bertuliskan “INAFIS” tiba di kantor tersebut sekitar pukul 09.00 WIB untuk melakukan penggeledahan.
Penggeledahan dilakukan di sejumlah ruangan seperti ke ruang sekretariat dinas dan ke bagian produksi dinas itu. Hingga pukul 10.05 WIB, penggeledahan di dinas tersebut masih dilakukan.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

Siang Ini, Jokowi Bertemu Tim Independen

Jakarta, Aktual.co — Menteri Sekretaris Negara Pratikno menyebutkan bahwa Presiden Joko Widodo dijadwalkan bertemu dengan tim independen yang dibentuk untuk mencari fakta terkait polemik hubungan KPK dan Polri, Rabu (28/1) siang.
Menurutnya, Presiden Jokowi ingin menerima masukan dari tim independen terkait konflik antara KPK dan Polri baru-baru ini, presiden juga terbuka untuk menerima masukan dari pihak lain.
Dia menambahkan, tim independen tidak hanya ditugaskan mencari fakta kasus yang menyebabkan polemik antara KPK dan Polri, tapi juga memberi masukan kepada Presiden Jokowi untuk pembenahan hubungan antarlembaga hukum negara ke depan.
Kesembilan anggota tim independen adalah mantan Ketua Umum Pengurus Pusat Muhammadiyah Syafii Maarif, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Jimly Asshiddiqie, mantan Wakil Kepala Polri Komjen Polisi (Purnawirawan) Oegroseno.
Selain itu, Guru Besar Hukum Internasional Universitas Indonesia (UI) Hikmahanto Juwana, pengamat kepolisian Bambang Widodo Umar, mantan pimpinan KPK Tumpak Hatorangan Panggabean dan Erry Riyana Hardjapamekas, Sosiolog Imam Prasodjo dan mantan Kapolri Jenderal Sutanto.
Tim diketuai oleh Syafii Maarif, sementara Jimly Asshiddiqie menjadi Wakil Ketua dan Hikmahanto Juwana menjadi Sekretaris.

Artikel ini ditulis oleh:

Polisi Cokok Pemilik Senjata Api Rakitan

Jakarta, Aktual.co — Polda Sumatera Utara mencokok dua orang yang memiliki senjata api rakitan jenis revolver di Kabupaten Mandailing Natal, Selasa (27/1) pukul 20.15 WIB.
Kabid Humas Polda Sumut Kombes Polisi Helfi Assegaf mengatakan, JS, 31 tahun dan BFA, 22 tahun, ditangkap di depan posko siaga Polres Mandailing dan BKO Satuan Brimob Polda Sumut di Desa Maga Lombang, Kecamatan Lembah Sorik Marapi, Kabupaten Mandailing Natal.
Menurut Helfi, penangkapan itu berawal dari laporan pegawai SPBU di Kecamatan Rao, Kabupaten Pasaman, Provinsi Sumatera Barat tentang pemilik mobil dengan nomor polisi BG 1680 MM yang melarikan diri tanpa membayar setelah mengisi BBM.
Salah seorang karyawan SPBU sempat melakukan pengejaran dan melaporkan peristiwa itu ke personel Polsek Muara Sipongi, Polres Mandailing Natal yang meneruskan informasi tersebut ke jajaran.
Personel Polres Mandailing Natal dan BKO Satuan Brimob Polda Sumut yang bersiaga di Desa Maga Lombang, Lembah Sorik Marapi, langsung memberhentikan mobil yang dilaporkan tersebut ketika melintas.
Setelah digeledah, ditemukan satu pucuk senjata api rakitan jenis revolver dan empat butir peluru revolver kaliber 3.8 mm. Untuk proses lebih lanjut, kedua laki-laki tersebut diamankan dan dibawa ke Polres Mandailing Natal bersama barang bukti yang ditemukan.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

Penyelidikan Kasus Pembunuhan Mantan ‘Mata-mata’ Rusia Kembali Digelar

Jakarta, Aktual.co — Penyelidikan kasus pembunuhan mantan mata-mata Rusia, Alexander Litvinenko kembali digelar. Investigasi tersebut dilakukan sesuai dengan keputusan Pengadilan Tinggi Inggris yang ditetapkan pada Juli 2014 lalu.

Perjuangan untuk kembali melakukan penyelidikan pembunuhan Litvinenko dilakukan sejak Januari 2014. Setelah pengadilan memutuskan untuk menutup kasus tersebut pada 2013 lalu.

Namun, pada 11 Februari 2014, Pengadilan Tinggi di ‘Negeri Ratu Elizabeth’ memutuskan bahwa penyelidikan harus dilakukan dengan melibatkan saksi.

Dan akhirnya, Juli 2014 pengadilan memutuskan untuk mengabulkan permintaan yang dilakukan oleh istri Latvinenko, Mariana Latvinenko, untuk kembali menyelidiki kasus kematian suaminya pada awal Januari 2015.

Dikatakan kuasa hukum Latvinenko, Ben Emmerson, kasus tersebut harus diusut tuntas karena dianggap sebagai tindakan bangsa Barbar. Sehingga menimbulkan bekas luka yang dirasakan oleh pendukung ditegakkannya Hak Asasi Manusia (HAM).

“Itu adalah tindakan terorisme. Latvinenko telah dihilangkan oleh kelompok penjahat yang dilindungi oleh penguasa,” tegas Emmerson, dilansir dari BBC, Rabu (28/1).

Diketahui, pembunuhan Latvinenko yang terjadi pada 2006 silam, diduga karena dirinya mencoba mengekspos kasus korupsi yang dilakukan oleh Vladimir Putin saat menjabat sebagai Presiden Rusia periode 2000-2008.

Rencana Latvinenko disinyalir telah diketahui oleh Putin. Dan kabarnya, Latvinenko punya bukti kuat untuk membredel kasus korupsi yang dilakukan Presiden yang memiliki masa waktu menjabat paling lama di Rusia.

Mendengar gelagatnya tercium, Latvinenko memutuskan untuk melarikan diri ke Inggris. Di sana dia tercatat menjadi kritikus yang vokal dan sempat bekerja sebagai anggota Intelijen di negara berlambang tiga singa itu.

Mendengar hal itu Putin tidak tinggal diam. Secara halus dia terus mengejar pria berusia 43 tahun. Alhasil, Latvinenko berhasil terbunuh setelah diracuni dengan menggunakan bahan kimia bernama ‘Polonium’.

Sebelum detik-detik kematiannya, Latvinenko bertemu dengan dua anggota mata-mata Rusia yakni Andrei Lugovoi dan Dmitry Kovtun. Bersama dua agen tersebut, Latvinenko sempat berdiskusi sambil minum teh.

Tiga minggu berselang, Latvinenko ditemukan sudah dalam keadaan tidak bernyawa. Lugovoi diduga menjadi orang yang memasukan Polonium ke minuman milik Latvinenko.

Artikel ini ditulis oleh:

Asik Pesta Ganja dan Tuak, Enam Pemuda Digiring Polisi

Jakarta, Aktual.co — Polres Kabupaten Indragiri Hulu, Provinsi Riau mencokok enam orang yang asik berpesta narkoba.
” Mereka kami amankan karena lagi pesta ganja dan minum minuman tuak,” kata Kapolsek Seberida Kompol Bastar di Rengat, Rabu (28/1).
Dia mengatakan, dari penangkapan itu satu orang diantaranya masih berusia 12 tahun berinisial Ro warga Desa Buluh Rampai Kecamatan Seberida. 
Penangkapan tersebut dilakukan pada Senin (26/1) sekitar pukul 23.00 Wib di salah satu areal kebun sawit di Desa Talang Jerinjing, Kecamatan Rengat Barat.
” Enam orang yang diamankan itu diantaranya berinisial Bu (29) , Ir (23), Do (19) sama-sama warga Simpang IV Belilas, Kecamatan Seberida yang diketahui menghisap ganja. Kemudian tiga orang lainnya yakni My (18) warga Desa Titian Resak, Na (29) dan Ro (12) sama-sama warga Desa Buluh Rampai,” kata dia.
Menurut dia, keenamnya tidak bisa berkutik yang tengah duduk dikebun sawit saat menikmati daun ganja dan tuak, pertama ditemukan ada tujuh orang, namun satu orang diantaranya berhasil melarikan diri.
Hasil pemeriksaan awal, lanjut Kompol Bastari, diketahui tiga orang diantaranya menghisap ganja dan tiga orang lainnya minum tuak, namun proses pemerinkasan akan terus dikembangkan.
“Tersangka bersama barang bukti sudah diamankan di Mapolsek Seberida untuk pemeriksaan lebih lanjut,” kata dia.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

Harga Cabai Syetan Turun Hingga 50 Persen di Semarang

Semarang, Aktual.co — Harga cabai di sejumlah pasar tradisional Kota Semarang berangsur turun dalam sepekan ini. Cabai syetan pada tiga minggu lalu yang minggu lalu Rp85 ribu-Rp90 ribu per kilogram, kini turun hampir 50 persen.
Pedagang kategori los pasar yang semula menyetok cabai paling banyak sebanyak 1-2 kilogram. Kini, persediaan stok cabai rata-rata sudah ditingkatkan mencapai 5 kilogram.
“Kemarin-kemarin langganan menurun, tapi setelah penurunan harga cabai kini kembali normal. Stok dagangan kita tambahi lagi,” ujar Sukaesi, pedagang sayuran di sebelah pojok Pasar Bulu Semarang, Rabu (28/1).
Dia mengatakan, beberapa hari ini transaksi pasar tradisional kembali stabil, setelah beberapa pekan lalu sempat anjlok. Pembeli sepi dan stok dagangan per hari pasti tersisa banyak.
“kemarin bisa mengembalikan modal saja sudah untung. Pembeli beli cabai paling maksimal 1/2 kilogram. itu pun kategori penjual makanan,” beber dia.
Adapun harga cabai hijau Rp10 ribu, cabai merah Rp14 ribu, cabai keriting Rp25 ribu. Sementara, harga kebutuhan pokok bawang merah Rp10 ribu, dan bawang putih Rp13,500 per kilogram.
Penurunan harga cabai diikuti pula penurunan harga sayur-mayur, seperti harga wortel turun Rp3-4 ribu per kilogram dibandingkan sebelumnya yang mencapai Rp10 ribu.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain