9 April 2026
Beranda blog Halaman 39468

Daratan Tinggi Golan Diserang Suriah

 Yerussalem, Aktual.co —Sedikit-dikitnya dua roket ditembakkan dari wilayah Suriah menghantam Dataran Tinggi Golan, yang dikuasai Israel, Selasa (28/1), mendorong tentara Israel melakukan serangan balasan, kata sumber militer. Kejadian itu tidak menimbulkan korban di pihak Israel. Pejabat militer mengatakan mengungsikan pengunjung dari loka wisata ski Gunung Hermon di dekat garis gencatan senjata.

Pihak keamanan juga memerintahkan petani meninggalkan sawah dan menyelamatkan diri ke tempat perlindungan. Polisi menyatakan menutup jalan untuk mencegah penduduk memasuki daerah tersebut.

Ketegangan di Golan semakin meninggi sejak serangan udara Israel pada 18 Januari menewaskan enam pejuang kelompok keras Lebanon, Hezbollah, dan seorang Jenderal Iran di wilayah dataraan tinggi strategis, yang dikuasai Suriah.

Pada Agustus, lima roket, yang ditembakkan dari Suriah, jatuh di wilayah Israel, dan pada Juli, Israel menembaki tentara Suriah sebagai balasan atas serangan tersebut. Israel merebut 1.200 kilometer persegi wilayah Golan dari Suriah dalam Perang Enam Hari pada 1967. Pada 1981, Israel menguasainya melalui cara yang tidak disetujui masyarakat dunia. Suriah dan Israel secara resmi dalam keadaan perang.

Artikel ini ditulis oleh:

PBB Kehabisan Dana untuk Jalur Gaza

Jakarta, Aktual.co —PBB menghentikan rekonstruksi Jalur Gaza yang hancur akibat kebrutalan Israel di tengah suhu beku karena kekurangan dana.”(PBB) telah kehabisan dana untuk mendukung perbaikan dan subsidi sewa,” kata Badan Pekerja dan Pemulihan PBB untuk Palestina (UNRWA) dalam sebuah pernyataan, Selasa (27/1), seperti dikutip Rimanews.com

Ia menambahkan bahwa dana “5,4 miliar dolar AS (setara Rp 67,40 triliun) yang dijanjikan di konferensi Kairo Oktober lalu hampir tak ada yang sampai ke Gaza. Ini menyedihkan dan tidak dapat diterima.” Lembaga bantuan internasional telah memperingatkan bahwa para pengungsi korban kekejaman Israel selama 50 hari musim panas lalu sangat terpengaruh kondisi cuaca buruk. Awal bulan ini, empat bayi termasuk yang baru berumur 1 bulan meninggal dunia akibat cuaca dingin di Jalur Gaza.

Sebelumnya, badan bantuan PBB telah mengumumkan bahwa mereka akan menghentikan program bantuan di Gaza pada akhir Januari. Pada saat itu diperkirakan semua sumber daya keuangan untuk membantu Gaza telah habis. Sekitar 1.500 bangunan dan struktur dihancurkan selama serangan Israel, yang dimulai pada awal Juli 2014 dan berakhir pada akhir Agustus tahun lalu.

Lebih dari 2.140 warga Palestina, kebanyakan warga sipil termasuk 577 anak-anak, tewas dalam serangan Israel. Sementara lebih dari 11.100 orang, termasuk 3.374 anak, 2.088 perempuan, dan 410 lansia terluka. Gaza telah diblokade oleh Israel sejak tahun 2007, menyebabkan menurunnya standar hidup di sana hingga semakin banyaknya orang yang menganggur dan tingkat kemiskinan yang tak terbayangkan.

Bergabung dengan ISIS dan Al Qaeda Bukan Kejahatan?

Jakarta, Aktual.co —Pemimpin Partai Hijau Inggris Natalie Bennet mengeluarkan pernyataan mengejutkan terkait ancaman Daulah Islam (ISIS). Menurut dia, bergabung dengan organisasi radikal seperti ISIS dan Al Qaeda bukanlah tindak kejahatan maupun pelanggaran hukum. Bennet beranggapan, negara atau pihak manapun tak bisa melarang orang lain untuk terlibat dalam kegiatan sebuah organisasi.

Menurutnya, seseorang tidak bisa dihukum hanya karena apa yang mereka pikirkan. “Ikut maupun bersimpati kepada sebuah organisasi bukanlah sebuah kejahatan. Ini baru bisa dianggap kejahatan jika dia ikut membantu atau melakukan tindakan kriminal,”katanya seperti yang dikutip laman Dailymail.

“Kami ingin menegaskan jangan menghukum seseorang karena apa yang mereka yakini,” katanya lagi. Seseorang, lanjut Bennet, bisa ditangkap atau dihukum jika dia ikut membantu melakukan kekerasan. “Kita tidak bisa melindungi kebebasan dengan cara menghancurkannya,” katanya lagi.

Seperti diketahui, setidaknya 600 warga negara Inggris terbang ke Suriah untuk bergabung dengan kelompok militan ISIS. Baru-baru ini ISIS bahkan baru saja memenggal kepala warga negara Jepang. (Dailymail)

“MH370 Mungkin tidak akan Pernah Ditemukan”

Canberra, Aktual.co —Pesawat Malaysia Airlines MH370 dengan 239 penumpang dan kru yang hilang 8 Maret tahun lalu belum juga ditemukan. Padahal, pencarian berskala masif telah dilakukan komunitas internasional sejak sepuluh bulan terakhir.

Mantan Menteri Pertahanan Australia Angus Houston, yang memimpin usaha pencarian internasional, memperingatkan kemungkinan terburuk: MH370 hilang selamanya. “Samudera adalah tempat yang luas. Airnya sangat, sangat dalam dan ada kemungkinan itu (MH370) tidak akan pernah ditemukan,” kata Houston pada Australian Broadcasting Corporation, Selasa (27/1).

Namun Houston, yang mendapat gelar kehormatan di hari Australia Day Honour menambahkan, “Semoga saja suatu hari kita akan terbangun dari tidur dan mendengar MH370 telah ditemukan.” Pencarian MH370 dilanjutkan Oktober lalu setelah sempat terhenti empat bulan.

Tim telah memetakan area pencarian, yang diperkirakan mencapai 37 ribu kilometer per segi. Setelah menganalisis berbagai data, tim meyakini lokasi jatuhnya MH370 di wilayah selatan Samudera Hindia.

Menolak Bertugas, Puluhan Tentara Israel Dipecat

Jakarta, Aktual.co —Sebanyak 43 tentara cadangan unit intelijen paling bergengsi Israel dipecat karena mengecam pelanggaran yang dilakukan terhadap warga Palestina. Dalam sebuah surat yang diterbitkan media Israel pada September 2014 lalu, 43 tentara cadangan anggota unit mata-mata itu mengatakan mereka menolak menjalankan tugas.

Seperti dilansir radio militer Israel, Senin (26/1) mereka menolak berpartisipasi dalam tindakan yang mereka sebut ketidakadilan terhadap warga Palestina. Israel memiliki 8.200 anggota unit yang mengkhususkan diri dalam pertahanan cyber.

Para prajurit, terdiri dari laki-laki dan perempuan, mengatakan mereka menolak untuk “terus menjalankan sistem yang mempengaruhi hak-hak jutaan orang lain”. Mereka juga mengkritik bahwa kegiatan mata-mata mereka terlibat “penganiayaan politik”.
 

Menolak Bertugas, Puluhan Tentara Israel Dipecat

Jakarta, Aktual.co —Sebanyak 43 tentara cadangan unit intelijen paling bergengsi Israel dipecat karena mengecam pelanggaran yang dilakukan terhadap warga Palestina. Dalam sebuah surat yang diterbitkan media Israel pada September 2014 lalu, 43 tentara cadangan anggota unit mata-mata itu mengatakan mereka menolak menjalankan tugas.

Seperti dilansir radio militer Israel, Senin (26/1) mereka menolak berpartisipasi dalam tindakan yang mereka sebut ketidakadilan terhadap warga Palestina. Israel memiliki 8.200 anggota unit yang mengkhususkan diri dalam pertahanan cyber.

Para prajurit, terdiri dari laki-laki dan perempuan, mengatakan mereka menolak untuk “terus menjalankan sistem yang mempengaruhi hak-hak jutaan orang lain”. Mereka juga mengkritik bahwa kegiatan mata-mata mereka terlibat “penganiayaan politik”.
 

Berita Lain