1 Januari 2026
Beranda blog Halaman 39588

Yuan Tiongkok Menguat ke 6,1195 Terhadap Dolar AS

Jakarta, Aktual.co —  Sistem Perdagangan Valuta Asing Tiongkok menunjukkan bahwa kurs nilai mata uang Tiongkok renminbi atau yuan, menguat 38 basis poin menjadi 6,1195 terhadap dolar AS dalam tingkat paritas tengahnya pada Selasa (13/1),

Di pasar valuta asing Tiongkok, yuan diperbolehkan untuk naik atau turun sebesar dua persen dari tingkat paritas tengah setiap hari perdagangan.

Tingkat paritas tengah yuan terhadap dolar AS didasarkan pada rata-rata tertimbang dari harga yang ditawarkan oleh pelaku pasar sebelum pembukaan pasar antar bank setiap hari kerja.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Pemerintah Larang Impor Kain Bermotif Batik

Jakarta, Aktual.co — Menteri Perdagangan Rachmat Gobel mengatakan pemerintah melarang impor kain bermotif menyerupai batik masuk ke Indonesia dalam rangka menjaga produk batik nasional.

“Produk kain batik merupakan ikon negeri ini, dan kebijakan pemerintah melarang tekstil yang punya desain seperti batik, jangan masuk Indonesia untuk jaga produk batik,” kata Menteri Rachmat Gobel di Bandung, ditulis Selasa (13/1).

Ia menyebutkan, kebijakan itu dalam rangka menjaga produk batik Indonesia yang telah menjadi ikon. Pasalnya, kata dia, proses pembuatan batik dan songket dibuat secara khas hingga di desa-desa.

Menurut dia, hal itu untuk mengamankan pasar batik produk Indonesia di dalam negeri. Perlindungan terhadap produk dalam negeri dilakukan dengan fasilitasi tarif kuantitatif, pengamanan anti dumping dan contra dumping dalam mengamankan pasar dalam negeri.

“Potensi pasar dalam negeri harus diselamatkan dan diamankan bersama, karena outputnya untuk kesejahteraan. Kita akan tegas dalam mengamankan pasar dalam negeri,” katanya.

Ia mencontohkan telah membekukan atau membatalkan sekitar 3.000-an izin impor karena tidak melakukan kewajiban dan prosedur yang benar.

“Mengapa itu dilakukan, karena pasar dalam negeri harus dijaga, dan komitmen untuk mendorong sektor potensial di dalam negeri seperti pertanian dan memanfaatkan produk kita sendiri,” katanya.

Langkah kongkret yang dilakukan dalam mengamankan pasar antara lain penguatan pasar sendiri, stabilitas pasokan pasar, logistik dan perdagangan daerah.

Selain itu fihaknya juga mengusung pemerataan produk untuk memenuhi Standarisasi Nasional Indonesia (SNI). Hal itu sebagai bentuk kualiti kontrol produk termasuk desain.

“Tapi banyak poduk itu tak masuk pasar. Konsumen Indonesia banyak dirugikan oleh produk sendiri akibat tidak punya SNI dan labelisasi oleh industri, itu harus dibenahi,” katanya.

Dalam menjaga pasar dalam negeri, menurut Menteri Perdagangan, juga perlu meningkatkan apresiasi budaya sendiri.

Menurut dia, para pengusaha termasuk para pengusaa muda untuk mengambil kesempatan dan peluang dari kekayaan budaya Indonesia.

“Satu jawabannya harus bisa, membangun industri baik besar maupun kecil dilandasi nasionalisme,” kata Menteri Perdagangan menambahkan.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Tak Hanya Manusia, Ikan Pun Bakal Punya Apartemen

Jakarta, Aktual.co — Pemerintah Provinsi Bangka Belitung (Babel) pada tahun anggaran 2015 akan membangun apartemen ikan untuk menjaga kelestarian laut dan meningkatkan hasil tangkapan ikan nelayan tradisional.

“Pada tahun ini kami telah mengganggarkan Rp1.233.156.000,00 untuk membangun apartemen ikan di perairan Bangka dan Belitung,” kata Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Babel Syaifudin di Pangkalpinang, ditulis Selasa (13/1).

Ia menjelaskan pembangunan apartemen ikan ini merupakan program Kementerian Kelautan dan Perikanan dalam upaya menjaga kelestarian ekosistem laut dan meningkatkan hasil tangkapan ikan dan kesejahteraan nelayan di pesisir.

“Dengan adanya apartemen ikan ini, ikan dapat bertelur dan berkembang biak di dalam bangunan tersebut,” ujarnya.

Pada tahun sebelumnya, kata dia, DKP Babel telah membangun empat titik apartemen ikan di perairan Bangka dan relatif cukup berhasil untuk meningkatkan hasil tangkapan ikan nelayan tradisional.

“Allhamdulillah dengan adanya apartemen ikan ini dapat meningkatkan hasil tangkapan ikan,” katanya.

Nelayan tradisional, kata Syaifudin, tidak perlu lagi mencari gerombolan ikan di tengah laut. Mereka cukup memancing dan menjaring di sekitar bangunan apartemen ikan tersebut.

Menurut dia, apartemen ikan merupakan susunan ban bekas berbentuk bangunan dan dibenamkan di dasar laut, sebagai pengganti fungsi bakau, terumbu karang yang selama ini tempat berkembang biak biota laut.

“Apartemen ikan ini sangat membantu peningkatan populasi ikan seiring dengan kondisi hutan bakau dan terumbu karang sudah mulai mengalami kerusakan karena aktivitas penambangan bijih timah,” ujarnya.

Untuk itu, kata dia, ke depannya program ini akan terus dikembangkan secara berkala, baik oleh pemerintah provinsi maupun kabupaten/kota, agar kelestarian ikan dan lingkungan laut tetap terjaga dengan baik.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Kemenkeu: Porsi Pembiayaan RAPBN-P 2015 Naik Rp31 Triliun

Jakarta, Aktual.co — Direktur Jenderal Pengelolaan Utang Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Robert Pakpahan mengatakan porsi pembiayaan dalam RAPBN-Perubahan 2015 meningkat dari alokasi dalam APBN 2015 karena pemerintah ingin menambah penyertaan modal negara pada BUMN infrastruktur.

“Pembiayaannya bertambah karena ada tambahan penyertaan modal negara (PMN), jadi ujung-ujungnya di net ada tambahan sekitar Rp31 triliun untuk penerbitan surat berharga negara,” ujarnya di Jakarta, Senin (13/1).

Robert menjelaskan penambahan kebutuhan pembiayaan itu dibutuhkan, meskipun target defisit anggaran dalam RAPBN-Perubahan (RAPBN-P) 2015 telah ditetapkan 1,9 persen terhadap PDB, atau turun dari target dalam APBN 2015 sebesar 2,21 persen terhadap PDB.

“Defisitnya berkurang, tapi ‘below the line’ kan masih ada pembiayaan, ada pembiayaan utang, nonutang, termasuk penyertaan modal negara. Itu perlu diterbitkan utang, tapi tidak untuk belanja, untuk penyertaan modal negara,” ujarnya.

Robert mengatakan rencana penambahan utang ini termasuk nominal penyertaan modal yang akan diberikan untuk BUMN pada kisaran Rp37 triliun-Rp38 triliun, masih membutuhkan persetujuan parlemen dalam pembahasan RAPBN-P 2015.

Direktur Strategis dan Portfolio Utang Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang, Schneider Siahaan menambahkan tambahan penyertaan modal kepada BUMN masih dibiayai dari utang karena tidak bisa ditutup oleh ruang fiskal yang jumlahnya mencapai Rp230 triliun.

Ia menambahkan tambahan pembiayaan tersebut kemungkinan berasal dari penerbitan obligasi dalam negeri atau pinjaman multilateral, yang minim terhadap risiko politik atau tidak menyulitkan pemerintah Indonesia dalam prosesnya.

“Kita mau lihat dulu, dan dikomunikasikan karena multilateral itu tidak bisa langsung. Mereka lihat dulu apa programnya, misalnya World Bank, dia tidak mau memberi pinjaman untuk membangun pembangkit listrik yang tenaganya batubara, karena punya kebijakan green issue,” ujarnya.

Sebelumnya, pemerintah merencanakan pembiayaan pada APBN 2015 sebesar Rp245,9 triliun yang berasal dari pembiayaan dalam negeri terutama dari penerbitan SBN berdenominasi rupiah Rp269,7 triliun dan luar negeri sebesar negatif Rp23,8 triliun.

Komposisi APBN 2015, yang disusun oleh pemerintahan terdahulu masih berupa “baseline budget”, belum menyertakan program pemerintahan saat ini, termasuk penambahan penyertaan modal bagi BUMN infrastruktur.

Sejumlah BUMN infrastruktur yang diperkirakan mendapatkan penyertaan modal negara antara lain PT Sarana Multi Infrastruktur, PT Sarana Multigriya Finansial, PT PAL Indonesia, PT Geo Dipa Energi dan Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Pakar: E-Money Lebih Efisien Daripada Raskin

Jakarta, Aktual.co — Pakar Ekonomi Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado, Dr Joubert Maramis, menilai e-money atau uang elektronik yang menggantikan beras masyarakat miskin (raskin) itu lebih efisien dan cepat.

“Memang penghapusan raskin dan diganti dengan uang elektronik itu dianggap paling efisien dan baik, namun perlu adanya sosialisasi yang baik kepada masyarakat penerima,” katanya di Manado, Selasa (13/1).

Joubert mengatakan E-money merupakan salah satu cara yang paling efisien dan cepat, namun penerima pasti berhubungan dengan perbankan atau anjungan tunai mandiri (ATM).

“Mereka harus diajarkan penggunaan e-money dan hal pasti mengenai sistem perbankan yang minimal terkait penggunaan ATM,” jelasnya.

Pihaknya menduga ada kebijakan untuk mengendapkan uang di bank agar uang yang diterima tidak langsung dikonsumsi atau dibelikan masyarakat penerima.

Hal ini juga, katanya, akan mampu menekan inflasi dan menambah “outstanding credit”, karena kalau masuk ke sistem perbankan, pasti ada uang yang tersisa sebab tidak diambil seluruhnya oleh masyarakat penerima.

“Tapi, sejak jauh-jauh hari perlu adanya sosialisasi dari perbankan dan pemerintah daerah sangat dibutuhkan, sehingga masyarakat tidak kaget saat perubahan itu diberlakukan,” jelasnya.

Karena, saat pemberlakuan itu terjadi, katanya, akan ada perubahan pola pikir masyarakat yang biasanya menerima beras akan diganti dengn uang secara e-money.

Perlu diketahui, ada sekian banyak penerima raskin yang belum paham betul tentang uang elektronik atau e-money.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Subsidi PSO Habis, KA Ekonomi Diberlakukan Tarif Komersial

Jakarta, Aktual.co — PT Kereta Api Indonesia (KAI) memastikan bahwa harga tiket untuk kereta api yang masih bergantung pada public service obligation (PSO) atau subsidi telah mengalami penyesuaian harga mulai 1 Januari 2015.

“Yang memberikan PSO dan mencabut PSO itu adalah Pemerintah bukannya PT KAI. Sehingga pada Januari 2015 tarif KA ekonomi jarak jauh dan menengah diberlakukan tarif komersial,” kata Kepala Humas KAI Agus Komarudin kepada Aktual.co melalui pesan singkatnya, Jakarta, Selasa (13/1).

Meski begitu, Agus mengatakan bahwa tidak menutup kemungkinan pada bulan ketiga tahun ini Pemerintah akan kembali mengucurkan PSO sesuai penandatanganan kontrak PSO pada 2 januari 2015 lalu.

“Sehingga pada Maret mendatang tarif KA ekonomi akan kembali ke tarif Subsidi (PSO),” ujarnya.

PT KAI sendiri telah menetapkan sejak Oktober 2014, tiket untuk keberangkatan 1 Januari 2015 sudah dijual dengan harga non subsidi. Sebagai contoh, untuk KA Bengawan jurusan Pasar Senen-Solo Jebres dari yang sebelumnya harga tiket hanya Rp50 ribu, per 1 Januari 2015 menjadi Rp155 ribu. Hal sama juga terjadi untuk KA Progo jurusan Pasar Senen-Lempuyangan (Yogyakarta) dari sebelumnya Rp50 ribu menjadi‎ Rp140 ribu.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Berita Lain