19 April 2026
Beranda blog Halaman 39639

Hilangkan Stres dengan Cara Relaksasi Seperti Ini

Jakarta, Aktual.co —  Rasa stres pasti pernah menyerang sebagian orang yang sangat sibuk dengan pekerjaannya. Kami sarankan kepada Anda untuk meluangkan waktu dengan pergi berlibur demi menghilangkan stres tersebut.

Jangan khawatir, ketika Anda libur di rumah, Anda masih bisa melakukan relaksasi untuk menenangkan pikiran, dengan melakukan cara ini, demikian lapor laman Stylecraze, Jumat (23/1).

1. Meditasi
Psikolog Robbie Maller Hartman, dari Chicago, mengatakan, bahwa penelitian menunjukkan meditasi secara teratur bisa membantu otak lebih tahan terhadap stres. Ada sejumlah cara untuk melakukan tersebut. Beberapa orang melakukan dengan yoga dan latihan membaca. Anda juga bisa duduk lurus dan ulangi dengan mengucapkan kata-kata seperti berikut “Saya damai ‘, dengan mata tertutup.

 2. Pernapasan
Dengan bernapas secara perlahan dengan mengambil napas dalam-dalam, Anda bisa langsung bersantai. Hanya mengambil istirahat, duduk dan tarik napas melalui hidung Anda dapat mengisi paru-paru Anda dengan menghembuskan napas melalui mulut Anda. Ini akan membuat Anda tenang, menurunkan perlahan denyut jantung serta menurunkan tekanan darah dengan meningkatkan asupan oksigen.

3. Pembungkus leher
Ambil pembungkus yang berisi air hangat, lalu letakan di leher Anda selama sepuluh menit. Tutup mata Anda sejenak dan kendurkan otot leher, bahu dan punggung. Kemudian, Anda dapat menggunakan bola tenis atau roller untuk memijat leher serta bahu Anda.

 4. Menghitung Domba
Ini adalah metode lama biasanya dilakukan untuk mengalihkan pikiran. Penelitian mengatakan ‘sulit untuk menghitung dan berpikir pada saat yang sama’, maka ketika Anda menghitung, Anda kehilangan fokus dari semua hal-hal lain dari masalah yang dihadapi. Jika Anda tidak bisa tidur di malam hari karena pikiran yang mengganggu, cobalah bernapas lambat dan dengan mata menutup bayangkan sebuah peternakan domba, dengan menghitung mereka. Anda juga dapat mencoba menghitung mundur tanpa domba. Disini, Anda tidak bernapas dalam-dalam, tetapi hanya pernapasan lambat yang dikendalikan.

 5. Mendengarkan Musik
Musik memainkan peran yang sangat penting dalam kehidupan semua orang, terlepas dari genre. Masing-masing dari kita memiliki music favorit yang memberikan kedamaian, kebahagiaan atau melemaskan ‘mood’. Beberapa penyanyi dan musisi ‘soulful’ bisa mengubah suasana hati Anda. Mendengarkan musik yang menenangkan dapat menurunkan tekanan darah, denyut jantung dan kecemasan.

Artikel ini ditulis oleh:

Meninggalnya Raja Saudi, Meningkatnya Harga Minyak Dunia

Moskow, Aktual.co — Harga minyak dunia dilaporkan meningkat menyusul pemberitaan meninggalnya Raja Abdullah bin Abdulaziz, Raja Arab Saudi negara penghasil minyak terbesar dunia.

Berdasarkan hasil pemantauan media akan peningkatan harga minyak dunia, New York mengindikasikan adanya peningkatan saham sebesar 3.1 persen.

Harga saham West Texas Intermediate (WTI) naik 1,45 Dolar AS ke 47,76 Dolar AS per barel di perdagangan online New York Mercantile Exchange untuk pengiriman Maret, menurut laporan Bloomberg.

Raja keenam Arab Saudi Abdullah bin Abdulaziz Saud meninggal Jumat pagi pada usia 90 tahun. Dilaporkan bahwa Raja Abdullah telah menjalani perawatan di rumah sakit selama beberapa minggu akibat menderita pneumonia.

Adiknya, Salman bin Abdulaziz Saud, rencananya akan menjadi raja baru Arab Saudi menggantikan mendiang kakaknya. Sejak bulan Juni 2014, harga minyak dunia merosot lebih dari 40 persen karena kelebihan pasokan di pasar dan saat ini di bawah 50 dolas AS per barel.

Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) menjaga produksi kuota minyaknya pada 30 juta barel per hari pada bulan November 2014, memberikan kontribusi untuk penurunan harga lebih lanjut.

Di Asia, harga minyak dunia juga dilaporkan melonjak pada awal perdagangan, menambah ketidakpastian di pasar energi yang sudah menghadapi beberapa perubahan terbesar dalam beberapa dekade terakhir.

Artikel ini ditulis oleh:

Harga Minyak Terus Anjlok, IAGI: Pemerintah Harus Benahi APBNP 2015

Jakarta, Aktual.co — Harga minyak dunia yang saat ini berada di bawah USD50 per barel diperkirakan akan terus menurun selama beberapa tahun mendatang. Hal tersebut disampaikan oleh Mantan Ketua Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI), Rovicky Dwi Putrohari.

“Penurunan tersebut karena pasokan minyak mentah berlebih di Arab Saudi, mereka masih memerlukan penadapatan, sedangkan pengurangan kebutuhan minyak juga terjadi di dunia, terutama di China. Selama tiga tahun ke depan harga akan turun dan ketidakstabilan harga juga terjadi, itu harganya berfluktuasi,” ujar Rovicky saat dihubungi Aktual di Jakarta, Jumat (23/1).

Lebih lanjut dikatakannya, pemerintah seharusnya mengambil sikap menghitung kembali APBN kita agar neraca perdagangan dan transaksi berjalan kita jadi lebih baik. Saat ini yang terpenting bukanlah mengenai harga minyak dunia yang rendah atau tinggi, melainkan kestabilan harganya.

“Waktu tahun 1990an harga minyak bisa USD20 per barel tapi stabil, tahun 2000an harga minyak USD100 per barel juga stabil, 2010 minyak dunia USD110 per barel juga stabil, baru beberapa tahun ini saja harganya ngga stabil,” jelasnya.

Selain itu, Rovicky juga mengatakan harga minyak dunia akan stabil setelah tiga tahun pasca anjloknya harga minyak dunia.

“Saya kira ngga akan lebih dari USD60 per barel setelah tiga tahun nanti,” pungkasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Presiden Jokowi Minta Media Objektif di Kasus BW dan BG

Jakarta, Aktual.co — Presiden Joko Widodo meminta media massa objektif dalam pemberitaan kasus Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Bambang Widjojanto dan Komjen Pol Budi Gunawan.
“Kita berharap semuanya juga. Media terutama, menyampaikan hal-hal yang obyektif,” ujar Presiden Joko Widodo, di Istana Bogor, Jumat (23/1).
Sebelumnya, Presiden Jokowi meminta kasus BW dan BG diselesaikan secara proses hukum. (Baca:Presiden Jokowi Minta Kasus BW dan BG Diselesaikan Sesuai UU)

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

Perseteruan Polri-KPK, ‘PR’ Besar Pemerintah

Jakarta, Aktual.co — Ketua DPP Partai Golkar Tantowi Yahya mengatakan ditangkapnya Wakil Ketua KPK Bambang Widjajanto oleh Bareskrim Mabes Polri, menimbulkan persepsi publik akan adanya motif ‘balas dendam’ di dua institusi penegak hukum itu.
Pasalnya, belum diketahui secara pasti alasan penangkapan yang dilakukan pada Jumat (23/1) pagi sekitar pukul 07.30 wib.
“Nuansa ditangkap publik, balas membalas, KPK menangkap salah seorang keluarga Polri lalu Polri melakukan penangkapan, nuansanya seperti itu,” kata dia, di Jakarta, Jumat (23/1).
Kendati demikian, sambung dia, perseteruan ini tentunya menjadi pekerjaan rumah (PR) yang harus diselesaikan oleh Presiden Jokowi.
“PR besar bagi pemerintah, diawal pemerintah Jokowi,  terjadi konflik antar kelembagaan (penegakan hukum), dan tentunya itu kurang sehat,” ujarnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Novrizal Sikumbang

Tambahan PMN Disetujui, BPK: BUMN Jadi Beban Negara

Jakarta, Aktual.co — Dalam Rancangan Angaran Pendapatan Belanja Negara–perubahan (APBN-P) 2015 pemerintah mengajukan tambahan PMN (penyertaan Modal negara) pada BUMN sebesar Rp40,8 Triliun untuk 35 BUMN sedangkan penerimaan negara berasal dari deviden 142 BUMN hanya sebesar Rp34 Triliun.

Sedangkan dalam UU APBN 2015 yang telah disetujui pemerintah lalu, PMN hanya dipatok pada angka Rp32 Triliun dan penerimaan Deviden dari 142 BUMN sebesar Rp38 Triliun. Sehingga jika tambahan PMN tersebut disetujui maka total PMN dalam RAPBN-2015 sebesar Rp72 triliun.

Melihat hal itu, Anggota VII Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Achsanul Qosasi menilai BUMN akan menjadi beban atau liabilitas dalam APBN jika PMN yang diajukan disetujui DPR RI.

“Kalau itu disetujui oleh DPR maka BUMN menjadi beban negera,” kata Achsanul dalam diskusi bertajuk ‘Optimalisasi Dividen BUMN untuk Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat’ di jakarta, Jumat (23/1).

Bahkan, lanjutnya, lebih buruknya lagi 10 dari 35 BUMN yang akan diajukan mendapat PMN tersebut sudah berstatus perusahaan terbuka.

“Kalau listed company kenapa mesti minta PMN kan bisa melalui mekanisme pasar modal. DPR harus kaji kembali penambahan PMN itu,” tegasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Berita Lain