2 Januari 2026
Beranda blog Halaman 39729

Yorrys: Managemen Kubu Ical Amburadul

Jakarta, Aktual.co — Juru runding Partai Golkar kubu Agung Laksono, Yorrys Raweyai menanggapi santai prediksi Ketua DPP Partai Golkar kubu Aburizal Bakrie, Tantowi Yahya yang mengatakan perundingan dua kubu Partai Golkar akan berakhir buntu (deadlock). Hal ini, ia sampaikan di DPP PG, Slipi, Jakarta Barat, Kamis (8/1).

Yorrys menuturkan Tantowi tak berhak berkomentar soal perundingan. Alasannya, karena dia bukan juru runding. Tindakan Tantowi ini, kata Yorrys, justru memperlihatkan betapa kacaunya manajemen kubu Ical. “Biarin aja. Dia kan bukan juru runding kan. Ini lah Anda bisa lihat contoh manajemen. ARB kan manajemennya amburadul. Semua boleh ngomong,” kata Yorrys.

Berbeda dengan Ical, tambah Yorrys, kubu Agung mempersiapkan semuanya dengan rapi dan legal. Pihak Agung disiplin untuk menyerahkan semuanya ke juru runding sehingga yang tak berkepentingan tak akan memberi komentar. “Kalau kita ada juru runding dan semua yang bicara juru runding. Jadi tidak keluar dari substansi. Soal Anda mau improvisasi silakan. Kita laksanakan sesuai surat Kementerian Hukum dan HAM,” tegas Yorrys.

Sebelumnya, Ketua DPP Partai Golkar kubu Aburizal Bakrie (Ical), Tantowi Yahya, memprediksi perundingan antara juru runding Ical dan Agung Laksono tak akan menemukan titik kesepakatan. Pasalnya, dua syarat yang diajukan kubu Agung, yakni keluar dari Koalisi Merah Putih (KMP) dan mendukung sistem pemilihan umum kepala daerah dengan sistem proporsional terbuka sulit disepakati kubu Agung. Kedua belah kubu masih sangat bertolak belakang terkait dua hal ini.
KRI

Yorrys: Managemen Kubu Ical Amburadul

Jakarta, Aktual.co — Juru runding Partai Golkar kubu Agung Laksono, Yorrys Raweyai menanggapi santai prediksi Ketua DPP Partai Golkar kubu Aburizal Bakrie, Tantowi Yahya yang mengatakan perundingan dua kubu Partai Golkar akan berakhir buntu (deadlock). Hal ini, ia sampaikan di DPP PG, Slipi, Jakarta Barat, Kamis (8/1).

Yorrys menuturkan Tantowi tak berhak berkomentar soal perundingan. Alasannya, karena dia bukan juru runding. Tindakan Tantowi ini, kata Yorrys, justru memperlihatkan betapa kacaunya manajemen kubu Ical. “Biarin aja. Dia kan bukan juru runding kan. Ini lah Anda bisa lihat contoh manajemen. ARB kan manajemennya amburadul. Semua boleh ngomong,” kata Yorrys.

Berbeda dengan Ical, tambah Yorrys, kubu Agung mempersiapkan semuanya dengan rapi dan legal. Pihak Agung disiplin untuk menyerahkan semuanya ke juru runding sehingga yang tak berkepentingan tak akan memberi komentar. “Kalau kita ada juru runding dan semua yang bicara juru runding. Jadi tidak keluar dari substansi. Soal Anda mau improvisasi silakan. Kita laksanakan sesuai surat Kementerian Hukum dan HAM,” tegas Yorrys.

Sebelumnya, Ketua DPP Partai Golkar kubu Aburizal Bakrie (Ical), Tantowi Yahya, memprediksi perundingan antara juru runding Ical dan Agung Laksono tak akan menemukan titik kesepakatan. Pasalnya, dua syarat yang diajukan kubu Agung, yakni keluar dari Koalisi Merah Putih (KMP) dan mendukung sistem pemilihan umum kepala daerah dengan sistem proporsional terbuka sulit disepakati kubu Agung. Kedua belah kubu masih sangat bertolak belakang terkait dua hal ini

Komunitas Lima Gunung Bersama IKJ Helat ‘Penari Tujuh Pulau’

Jakarta, Aktual.co — Sejumlah mahasiswa Institut Kesenian Jakarta bersama-sama dengan seniman petani Komunitas Lima Gunung menggelar performa ‘Penari Tujuh Pulau’ dalam puncak rangkaian kunjungan belajar di kawasan Gunung Merbabu, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.

Mereka menggelar performa tarian, musik, dan tembang itu di pendopo Padepokan Warga Budaya Gejayan, Desa Banyusidi, Kecamatan Pakis, Kabupaten Magelang, di kawasan Gunung Merbabu, Rabu (7/1) malam.

Ratusan warga setempat menyaksikan pertunjukan yang dikemas secara spontan namun meriah oleh mahasiswa IKJ berasal dari sejumlah daerah di Indonesia dengan para seniman petani Komunitas Lima Gunung (Merapi, Merbabu, Andong, Sumbing, dan Menoreh) Kabupaten Magelang.

Berbagai tarian yang disajikan mahasiswa IKJ itu antara lain menunjukkan gerakan tarian Minangkabau, Toraja, Nusa Tenggara Timur, Sunda, dan Dayak, sedangkan seniman petani Komunitas Lima Gunung dari kelompok Padepokan Warga Budaya Gejayan pimpinan Riyadi menyuguhkan antara lain tarian Geculan Bocah, Kipas Mega, dan Topeng Ireng.

Mereka juga bersama-sama menyajikan tarian kontemporer dusun berjudul Setres Jalan-Jalan Kipi-Kipi dan Gupolo Gunung.
 
Tabuhan musik gamelan dan tembang berbahasa Jawa mengiringi pergelaran yang juga ditonton, antara lain oleh Direktur Utama PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko, Lailly Prihatiningtyas, budayawan dan inspirator Komunitas Lima Gunung Sutanto Mendut, serta dosen Jurusan Tari IKJ Ery Ekawati.

Pada kesempatan itu, para mahasiswa IKJ juga menjadi pelaku pentas wayang kontemporer dengan dalang muda dan pegiat Komunitas Lima Gunung Sih Agung Prasetyo.

Sajian karya seni berupa wayang kontemporer bernama “Wayang Kulit Wong Urip Gunung” itu, mendapat apresiasi yang meriah dari penonton yang juga warga desa setempat.

Rangkaian kunjungan belajar mahasiswa Jurusan Tari IKJ selama 5-8 Januari 2015 berlangsung di dua dusun yang warganya menjadi pegiat Komunitas Lima Gunung, yakni Dusun Mantran Wetan, Desa Girirejo, Kecamatan Ngablak, di kawasan Gunung Andong, dan Dusun Gejayan, Desa Banyusidi, Kecamatan Pakis, di kawasan Gunung Merbabu.

Ketua Komunitas Lima Gunung Supadi Haryanto mengatakan kegiatan mahasiswa IKJ di komunitas yang dipimpinnya itu, juga menjadi ajang belajar bagi warga dusun untuk terus menerus menghidupi tradisi berkesenian.

“Karena kami juga mendapat kesempatan untuk berinteraksi dan belajar dari mahasiswa, ini kerja sama yang baik,” katanya.

Ery menyatakan berterima kasih karena para mahasiswanya mendapat kesempatan belajar tentang kesenian dan berbagai hal pendukung lainnya dari kehidupan sehari-hari warga desa di daerah setempat.

“Tentu kunjungan belajar para mahasiswa ini menjadi pengalaman yang berharga untuk proses belajar selanjutnya,” katanya.

Artikel ini ditulis oleh:

Pertamina: Dua Persen Pelanggan Migrasi ke Elpiji 3Kg

Jakarta, Aktual.co — PT Pertamina Marketing Operation Region (MOR) V memerkirakan peralihan konsumsi elpiji dari tabung nonsubsidi 12 kilogram ke yang bersubsidi ukuran tiga kilogram hanya sekitar dua persen pascapenaikan harga gas tersebut awal Januari 2015.

“Walau ada peralihan ke yang bersubsidi, kami pastikan pasokan elpiji tabung tiga kilogram aman,” kata Assistant Manager External Relation Pertamina MOR V (Jatim, Bali, Nusatenggara), Heppy Wulansari, di Surabaya, Kamis (8/1).

Ia mengungkapkan, tahun ini Pertamina telah menambah pasokan elpiji tiga kilogram untuk wilayah Jatim sebanyak 1.229.847 metrik ton. Angka tersebut mengalami kenaikan delapan persen dibandingkan tahun sebelumnya tercatat 1.140.859 metrik ton.

“Penambahan ketersediaan elpiji sebanyak delapan persen tahun ini merupakan bagian dari antisipasi kemungkinan adanya eksodus dari konsumen tabung 12 kilogram ke tabung melon (tiga kilogram),” ujarnya.

Akan tetapi, jelas dia, apabila melihat pola konsumsi pada penaikan sebelumnya maka kemungkinan eksodus masyarakat di wilayah kerjanya maksimal dua persen. Sementara itu, Pertamina telah melakukan penaikan harga sebanyak tiga kali dalam setahun terakhir.

“Penaikan pertama terjadi pada Januari 2014, disusul Oktober 2014, dan terakhir 2 Januari 2015,” katanya.

Ia menambahkan, pada penaikan harga awal tahun lalu eksodus konsumen dari tabung elpiji 12 kilogram ke tabung elpiji tiga kilogram hanya dua persen. Sementara penaikan harga pada penghujung tahun lalu peralihan masyarakat hanya satu persen.

“Penyebab adanya ancaman eksodus pembelian konsumen karena adanya disparitas harga yang lebar,” katanya.

Untuk itu, kata dia, Pertamina MOR V telah melakukan koordinasi dengan pemerintah setempat (Pemprov Jatim), dan kepolisian. Bahkan, pihaknya telah menunjuk SPBU yang menjual elpiji sebagai patokan harga.

“Jikalau nantinya ada pembelian sporadis akan kami lakukan tindakan, termasuk bila terjadi kelangkaan,” katanya.

Upayanya, lanjut dia, bisa dengan melakukan penambahan pasokan elpiji sehingga diharapkan dapat mengurai penyebab kelangkaan. Pertamina MOR V telah melakukan koordinasi dengan Pemprov Jatim dan aparat kepolisan untuk mengantisipasi kemungkinan adanya eksodus pembelian.

“Sementara konsumsi elpiji tabung 12 kilogram di MOR V mencapai 8.464 metrik ton (MT) per bulan dan elpiji tabung tiga kilogram terserap 96.101 MT/ bulan,” katanya.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Adu Jotos dengan Polisi, Kuli Panggul Ini Dicokok Polsek Cengkareng

Jakarta, Aktual.co — Aparat Kepolisian Sektor Cengkareng mencokok kuli panggul Bambang Setiawan karena adu jotos dengan anggota Brimob Detasemen A Pelopor Polda Metro Jaya Brigadir Ricka Ardiansyah (31).  “Awalnya karena senggolan sepeda motor,” kata Kepala Unit Reserse Kriminal Polsek Cengkareng Ajun Komisaris Polisi Tos Riyadi Jamal di Jakarta, Kamis (8/1).
Riyadi menjelaskan kronologis kejadian berawal saat korban bersama istrinya melintasi di Jalan Kamal Raya Cengkareng Jakarta Barat. Tepat di depan Perumahan Taman Kencana, korban bertemu dengan pelaku yang mengendarai motor bernomor polisi B-4308-BAV.
Riyadi menyebutkan Bambang mengendarai motor secara ugal-ugalan kemudian korban menghentikan motor pelaku karena kesal. Pelaku yang tidak terima mengajak Brigadir Ricka berkelahi hingga terjadi adu jotos di tengah jalan.
“Pelaku juga mengaku sebagai anggota polisi,” kata Riyadi.
Saat berkelahi pelaku mengeluarkan air softgun dari balik pinggangnya dan menodongkan ke arah kepala Brigadir Ricka. Namun anggota Brimob itu mampu melumpuhkan tersangka dan mengamankan senjata, selanjutnya pelaku dibawa ke Polsek Cengkareng. Berdasarkan pengakuan tersangka mendapatkan air softgun milik bapak angkatnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

Batal Sewa Pengacara, Ahok Minta Dibela Kejagung

Jakarta, Aktual.co —Ketimbang sewa jasa pengacara, Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) ternyata lebih memilih minta ‘pembelaan’ Kejaksaan Agung untuk menghadapi gugatan-gugatan terhadap Pemprov DKI.
Alasannya, dia khawatir pengacara yang dipakai Pemprov DKI nanti justru malah pengacara nakal yang doyan bermain dengan mafia tanah. 
“Kalau dia bagian dari mafia tanah gimana? Kalau saya jadi pengacara pemda, bisa saja ada main. Kita enggak tahu kan?” ujar mantan Bupati Belitung Timur itu, di Balai Kota DKI, Kamis (8/1).
Dengan alasan itu, Ahok sekarang lebih memilih mengandalkan Kejagung, untuk membantu memenangkan Pemprov DKI dalam sengketa-sengketa hukum. “Lebih baik sekarang andalin jaksa.” 
Dukungan Kejagung, kata dia, dibutuhkan untuk menyelesaikan sengketa kontrak-kontrak dengan pihak swasta. Di mana selama ini Pemprov DKI tidak menggugat dan sering kalah saat dituntut swasta. 
Seperti kasus kontrak Bantargebang soal sampah, sengketa tanah milik Bank DKI dengan Lippo, dan masalah Lokasari.
“Itu yang kita minta ke Kejaksaan mesti dukung kita, ya kita dong yang dimenangin,” kata Ahok.
Diketahui, Rabu (7/1) kemarin Ahok menyambangi Kejagung temui Jaksa Agung HM Prasetyo. Awalnya dia beralasan ke sana hanya untuk berkonsultasi mengenai rencana Pemprov DKI sewa jasa pengacara. 
Pengacara-pengacara itu, kata Ahok, akan dipakai untuk menangani sengketa-sengketa Pemprov DKI. Salahsatunya pihak yang menduduki secara ilegal lahan milik Pemprov tapi menolak direlokasi.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain