2 Januari 2026
Beranda blog Halaman 39747

Pemuka Muslim Prancis Kutuk Penembakan Kantor Media

Jakarta, Aktual.co —  Para pemuka Muslim Prancis mengutuk keras penembakan terhadap koran mingguan satiris Paris, yang menewaskan setidaknya 12 orang, dengan menyebut aksi itu sebagai penyerbuan “barbar” dan serangan terhadap kebebasan pers serta demokrasi.

“Aksi yang sangat sangat barbar ini juga menyerang demokrasi dan kebebasan pers,” kata Dewan Muslim Prancis (CFCM) dalam sebuah pernyataan.

Dewan tersebut merupakan perwakilan masyarakat Muslim Prancis, terbesar di Eropa dan diperkirakan berjumlah antara 3,5 hingga lima juta orang.

Dua atau tiga pria dengan senjata berat yang menyerbu kantor koran minggu Charlie Hebdo, meneriakkan slogan-slogan Islamis ketika mereka menembaki kantor tersebut.

Charlie Hebdo sebelumnya telah menjadi target beberapa serangan sejak surat kabar itu memuat kartun-kartun Nabi Muhammad pada pertengahan 2000.

Presiden CFCM Dalil Boubakeur, yang memimpin Masjid Paris, berencana mengunjungi lokasi kejadian, kata rombongannya.

Dewan Muslim juga meminta para warga Muslim untuk tenang serta waspada terhadap manipulasi orang-orang garis keras.

“Di tengah tegangnya iklim internasional yang dipicu oleh kegilaan kelompok-kelompok teroris yang secara tidak adil menyatakan bahwa mereka mewakili Islam, kami mendesak semua pihak yang memiliki hubungan dengan nilai-nilai republik ini dan demokrasi agar menghindari provokasi,” katanya.

Masyarakat Muslim harus “sangat waspada terhadap kemungkinan manipulasi kelompok-kelompok garis keras,” tambahnya.

Pernyataan terpisah organisasi yang dekat dengan Ikhwanul Muslim, yaitu Kesatuan Organisasi-Organisasi Islam Prancis (UOIF), juga mengutuk “sekeras mungkin serangan kriminal dan pembunuhan mengerikan ini.” Rabi Agung Prancis, Haim Korsia, mengatakan kepada AFP bahwa negara itu perlu menunjukkan “kesatuan nasional dan membela seluruh kebebasan kita, termasuk kebebasan menyatakan pendapat.” Prancis juga memiliki penduduk Yahudi dalam jumlah terbesar di Eropa, yaitu berkisar antara 500.000 hingga 600.000 orang.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Menpora Masih Belum Tau Kapan Keppres AG 2018 Keluar

Jakarta, Aktual.co — Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Imam Nahrawi belum bisa memastikan kapan Keputusan Presiden (Keppres) untuk Asian Games 2018 akan keluar.

Dikatakan Imam, saat ini beberapa kementerian masih melakukan penggodokan tugas pokok dan fungsinya masing-masing.

Nantinya hasil peggodokan tersebut akan dilaporkan saat pertemuan dengan Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Puan Maharani.

“Minggu depan kita rapat bersama Menko PMK. Mudah-mudahan ada keputusan final. Jadi Keppres bisa langsung dikeluarkan,” ungkap Imam, di Gedung Kemenpora, Jakarta, Rabu (7/1).

Lebih jauh disampaikan Imam, untuk merumuskan Keppres bukan perkara mudah. Dia berdalih, kesulitan perumusan Keppres dikarenakan banyak melibatkan kementerian.

“Kecuali hanya melibatkan Kemenpora, mungkin lebih cepat. Setidaknya ada 15 kementerian yang ikut merumuskan Keppres,” papar Imam.

Artikel ini ditulis oleh:

Masyarakat Medan Keluhkan Kenaikan Harga Elpiji 12 Kilogram

Medan, Aktual.co — Masyarakat di Kota Medan, Sumatera Utara, mengeluhkan keputusan penaikan harga gas elpiji 12 Kilogram oleh pemerintah.

Butet, pemilik warung makan di Kelurahan Purwosari, Kecamatan Medan Timur, Kota Medan mengaku, saat ini harga gas elpiji tabung 12 kilogram mencapai Rp145 ribu per tabungnya. Butet pun mengatakan, kenaikan harga tersebut sangat memberatkan.

“Rp145 ribu per tabung dari sebelumnya Rp125ribu. Ya pasti memberatkan bang,” ujar Butet kepada Aktual.co, Rabu (7/1).

Akibat kenaikan tersebut, Butet mengaku berencana akan lebih banyak menggunakan tabung gas 3 kilogram. Pasalnya, menggunakan tabung gas 12 kilo dirinya tentu akan merugi.

“Kalau tabung 12 kilo pakenya cuma tiga hari, tapi kalau yang 3 kilo satu hari satu, harganya ada Rp18 ribu, ada juga yang bilang Rp16 ribu, tapi gak tau di mana yang jual segitu (Rp16 ribu),” kata Butet.

Terpisah, Ketua Pengurus Besar Parsadaan Bagas Godang Siunggam Medan Sekitarnya M. Yamin Daulay menuturkan, dirinya mendengar banyak keluhan warga terkait kenaikan harga elpiji 12 kilogram tersebut.

“Anggota organisasi kita banyak yang punya usaha rumah makan dan jualan yang setiap hari mengkonsumsi gas elpiji 12 kilogram. Dan mereka mengaku, harga baru tabung gas itu sangat memberatkan,” ucap Yamin.

Menurutnya, harga tabung gas diluar dari kewajaran, yakni mencapai Rp157 ribu per tabung.

“Yang kita temukan itu di daerah Kampung Lalang dan Cinta Damai, harganya Rp157 ribu,” ungkapnya.

Dikatakannya, atas kenaikan itu, kekhawatiran yang muncul yakni beralihnya masyarakat ke tabung gas elpiji 3 kilogram. Dan, jika itu terjadi, lanjutnya, maka pemerintah diminta untuk meningkatkan pengawasan distribusi.

“Kekhawatiran masyarakat beralih ke 3 kg, pemerintah harus siap menertibkan agen-agen gas yang menjual diatas harga het,” tukasnya.

Sementara itu, Humas Pertamina Sumut, Brasto Galih Nugroho mengatakan ketersediaan gas LPG 12 kilogram di Sumatera Utara dalam kondisi cukup.

“12 kg kan, itukan non subsidi, itu memang tidak dibatasi. Dan tidak ada masalah. Karena nonsubsidi, dia confidential. Untuk non subsidi kita tidak bisa melihat jumlahnya. Dia kembali ke kompetisi pasar,” kata dia.

Menurutnya, pasca kenaikan harga, belum terjadi peralihan secara besar-besaran pengkonsumsi elpiji 12 kilogram ke elpiji 3 kilogram. Bahkan, dari data yang dimiliki permintaan pasar terhadap tabung gas 12 kilogram malah cenderung meningkat.

“Tetap tinggi, dalam Senin sama Selasa ini diatas normal hariannya. Permintaan tetap tinggi, dan bahkan diatas sebelumnya,” kata Brasto.

Disinggung terkait harga tabung gas elpiji 12 kilogram, Brasto mengatakan masih mengikuti harga rata-rata nasional, yakni Rp134 ribu. Ditingkat pangkalan harga terpantau dikisaran RP135 ribu sampai Rp140 ribu, tergantung margin.

Begitupun, Brasto menekankan, bahwa untuk penentuan harga, situasi pasarlah yang menentukan.

“Ini kan non subsidi, jadi persaingan usaha, kalau disini lebih murah, ngapain ditempat lain. Dan non subsidi kan banyak produksi,” katanya.

Artikel ini ditulis oleh:

Perkemahan Penggalang Ma’arif NU Nasional Resmi Dibuka Rabu Ini

Jakarta, Aktual.co — Perkemahan Penggalang Ma’arif NU Nasional (Pergamanas 2015), akan dibuka secara resmi mulai, Kamis (8/1) hingga Senin (12/1), di Pondok Pesantren Khos Kempek Cirebon, Jawa Barat. Kegiatan ini bertemakan “Sako Ma’arif Bersatu, Berkarya, Membangun Karakter”.

Ketua Kwarnas Gerakan Pramuka, Adhyaksa Dault, mengapresiasi peran dan nilai-nilai yang didakwahkan NU selama ini, dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“NU itu artinya Nusantara Utuh,” kata mantan Menpora dalam siaran pernya yang diterima Aktual.co di Jakarta, Rabu (7/1).

Menurutnya, tahun 2015 dan seterusnya adalah tahun-tahun dimana SDM antar negara akan bersaing ketat, dan NU telah memulai 2015 dengan semangat baru, semangat pramuka untuk perubahan. 
 
HZ Arifin Junaidi Ketua PP LP Ma’arif NU mengutarakan selama perkemahan peserta memperolah pendidikan keislaman yang membumi, yang ramah, santun, bernilai tinggi serta sesuai dengan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila dan UUD 1945.

“Pembangunan karakter seperti itu ada dalam setiap Gerakan Pramuka Ma’arif NU, dengan berbagai proses pendidikan yang menyenangkan,” ungkap Arifin.
 
Sementara itu Ketua Panitia kegiatan, Soleh Abwa menjelaskan, peserta Pergamanas adalah anggota pramuka tingkat penggalang di lingkungan Lembaga Pendidikan Ma’arif NU, tingkat MTs dan SMP se-Indonesia yang berjumlah 3.500  peserta, dengan perincian dari Provinsi Jawa Barat 454 orang dan peserta dari Aceh hingga Papua 3.039 orang. Tari Topeng , Sintren dan beberapa kesenian Cirebon akan tampil dalam pembukaan acara tersebut.
 
Akan hadir memberikan materi selama perkemahan beberapa menteri Kabinet Kerja RI diantaranya: Anak Agung Gde Ngurah Puspayoga, Puan Maharani, Khofifah Indar Parawansa, Hanif Dhakiri, Imam Nahrawi, Marwan Ja’far, Prof. Dr. M. Nasir, Yohanan Yambise, Nila F Moeloek, Siti Nurbaya Bakar, Anies Baswedan, Lukman Hakim Saefuddin, Amran Sulaiman, Rudiantara, Arief Yahya, dll.

Artikel ini ditulis oleh:

Bertandang Ke Kejagung, Ahok Minta Mantan Dirut JakPro Ditangkap

Jakarta, Aktual.co — Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok meminta kepada Kejaksaan Agung untuk menangkap tersangka I Wayan  Suwena, terkait kasus dugaan penjualan lahan milik Pemda DKI di kawasan Pluit, Jakarta Utara tahun 2012.
“Yang kayak-kayak model gitu, tangkepin aja,” kata Basuki usai menemui Jaksa Agung HM Prasetyo di Kejaksaan Agung, Jakarta Selatan, Rabu (7/1) sore.
Menurut dia, perbuatan yang dilakukan oleh tersangka  sangat merugikan negara dan rakyat, pada umumnya. “Kita sangat dukung upaya penegakan hukum oleh Kejagung.” Ujarnya.
Diketahui, Kejagung telah menetapkan mantan Direktur Utama PT Jakarta Propertindo (Jakpro) I Wayan Suwena, September 2014. Namun, sampai kini, tersangka baru dikenakan status pencegahan berpergian ke luar negeri (Cegah) dan belum dikenakan status penahanan sama sekali.
Perbuatan Suwena ini diduga merugikan negara sekitar Rp68 miliar, karena aset milik Pemda DKI seluas 5000 m2 di Pluit, dijual tanpa mengantongi izin dari Gubernur dan DPRD DKI.
Kasubdit Penyidikan pada Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (Jampidsus) Sarjono Turin menyatakan pihaknya tidak pernah memberi kemudahan kepada tersangka.
“Siapapun kita libas. Selama memang cukup alat bukti,” tegasnya, akhir pekan lalu.
Selain BUMD PT JakPro, kasus lain yang tengah disidik oleh Kejagung, yakni kasus proyek perbaikan dan pemeliharaan jaringan/saringan sampah di Dinas PU DKI, dengan tersangka Ery Basworo Dkk. Serta kasus tindak pidana pencucian uang (TPPU) Raden Suprapto (pegawai Pemkot Jakarta Selatan).
Dalam kesempatan ini, Ahok yang didampingi Jaksa Agung Muda (JAM) Intel Arminsyah dan JAM Datun Noor Rahmad mengungkapkan, bahwa kedatangannya ke korps Adhyaksa untuk menemui Jaksa Agung HM Prasetyo guna melaporkan dan meminta saran terkait banyaknya aset Pemprov DKi, yang dikuasai oleh pihak ketiga.
“Kita datang ke kejaksaan membicarakan banyak lahan DKI yang lemah dari sisi hukum, termasuk sampah di Bantar Gebang, Bekasi. Tanah kita termasuk lahan semua. Gimana kalau kita gugat. Gimana kalau kita minta advice sama pengacara negara. Kalau kita pake pengacara swasta itu ngeri loh. Bagaimana kalau dia main mata. Makanya kita pake pengacara negara. Kita mau samakan presepsi itu, supaya beliau bantu,” kata Ahok.
Dia melanjutkan para pihak tersebut telah wanprestasi, tapi sampai kini, tidak dibalikan ke Pemprov DKI aset-aset tersebut. Akibatnya, DKI tersandera. Sementara, DKI lagi membutuhan banyak lahan untuk dibangun rumah-rumah susun bagi masyarakat, yang belum memiliki rumah.
“Oleh karena itu, seperti tanah  di Marunda (terkait perkara ruitslag) yang dikuasai oleh Kejagung seluas 70 hektar. Apakah tidak lebih baik dijual ke Pemda DKI, sehingga bisa dibangun rumah susun. Munpung lahan itu masih kosong,” ujarnya mencontohkan.
Hal senada juga terkait dengan, lahan-lahan milik Pemda DKI di Jalan Tongkol, Gunung Sahari. Dimana sampai kini kerjasama antara Bank DKI dengan Lippo Group menggantung, tapi tidak bisa dimanfaatkan oleh Pemda DKI untuk kepentingan rakyat.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Presiden BWF: Masa Depan Bulutangkis Libatkan Penonton

Jakarta, Aktual.co — Presiden Federasi Bulu Tangkis Dunia (Badminton World Federation/BWF) Poul-Erik Hoyer Larsen mengatakan, masa depan bulu tangkis dunia sebagai bagian dari industri hiburan, yaitu dengan melibatkan para penonton.

“Kita berada dalam industri hiburan. Kita perlu untuk menunjukkan hiburan dengan menarik para penonton untuk mengikuti apa yang sedang terjadi, sehingga ada keterkaitan kuat antara olahraga dengan perasaan penonton,” kata Erik kepada sejumlah media di Jakarta, Rabu (7/1).

Pernyataan Erik itu dilatarbelakangi eksistensi olahraga bulu tangkis yang hanya didominasi bangsa Asia dan kompetisi dengan cabang-cabang olahraga lain di Olimpiade.

Mantan atlet bulu tangkis asal Denmark itu mengatakan, bulu tangkis adalah olahraga yang bagus. Tapi, atmosfer pertandingan dan arena sangat penting.

“Apa yang saya rasakan di Indonesia, penonton di sini punya semangat dan perasaan yang bagus ketika di arena, sehingga mereka berteriak dan mendukung…melakukan apa pun untuk merasakan atmosfer,” kata peraih medali emas tunggal putra bulu tangkis Olimpiade 1996 itu.

Erik mengharapkan setiap pecinta bulu tangkis untuk datang dan mengunjungi Indonesia saat penyelenggaraan Indonesia Open atau turnamen bulu tangkis lain.

“Karena di sini kita dapat melihat apa yang dibutuhkan pada masa mendatang. Kami harus belajar dari Indonesia Open. Kami juga harus belajar dari diri sendiri untuk membuat bulu tangkis menjadi lebih baik,” katanya.

Mantan pebulu tangkis dengan tangan kiri itu mengatakan BWF membutuhkan beberapa tahun untuk mengubah struktur agar mampu beradaptasi dalam dunia yang lebih kompetitif, termasuk berkompetisi dengan olahraga lain.

Sebelumnya dalam jumpa pers dengan Presiden Dewan Olimpiade Asia (OCA) Sheikh Ahmad Al Fahad Al Sabah, Erik mengatakan Asian Games 2018 yang akan diselenggarakan di Indonesia merupakan sarana untuk menunjukkan kepada dunia bagaiman bulu tangkis diselenggarakan dengan baik.

“Pahlawan-pahlawan bulu tangkis Indonesia telah berjaya di olahraga ini. Saya yakin kita akan mengalami Asian Games yang fantastis,” katanya.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain