15 Januari 2026
Beranda blog Halaman 39780

Minta Evaluasi Pelarangan Motor, DPRD Akan Panggil Dishub DKI

Jakarta, Aktual.co —DPRD DKI akan kembali minta penjelasan dari Dinas Perhubungan DKI mengenai pemberlakuan pelarangan motor melintasi jalan-jalan protokol di Ibukota Jakarta.
Janji disampaikan Anggota Komisi B DPRD, Yuke Yurika, saat menerima perwakilan Front Transportasi Jakarta (Frontjak) di Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Kamis (8/1).
Kepada perwakilan Frontjak yang menuntut pencabutan pelarangan motor, Yuke janji akan kembali panggil Kadishub DKI yang baru, Benjamin Bukit. Diakuinya, pemanggilan Kadishub sudah pernah dilakukan saat masih dijabat M. Akbar yang kini sudah dicopot.
Pemanggilan baru, ujar dia, akan dilakukan setelah uji coba pelarangan motor selesai di 17 Januari nanti. “Nanti kita panggil lagi, jangan sampai ini memindahkan kemacetan lain.”
Kalau dari evaluasi ternyata pelarangan motor dianggap tidak efektif, Yuke berjanji Komisi B akan meminta itu dihentikan. 
“Tapi kalau kenyataannya efektif kita akan lanjutkan. Tapi kan keluhan-keluhan (masyarakat) seperti ini harus diperhatikan,” ungkapnya.
Politisi PDI-P itu juga berjanji akan meminta perhitungan lengkap dari pihak Dishub DKI mengenai sukses tidaknya uji coba pelarangan motor. 
“Kalau efektif kita bisa lihat, mereka (Frontjak) aja bisa bikin hitungan, masyarakat bisa bikin hitungan. Harusnya Dishub juga harus bisa menyampaikan evaluasi secara menyeluruh nantinya.” 

Artikel ini ditulis oleh:

Pemangku Adat Minta Polisi Ungkap Penembakan di Saparua

Jakarta, Aktual.co — Pemangku adat di pulau Saparua, Kabupaten Maluku Tengah meminta polisi secepatnya mengungkap kasus penembakan yang menewaskan warga desa Sirisori Islam, Rafsanjani Leslatuhu, pada Selasa (6/1) pagi.
“Penembakan yang terjadi sebelumnya di petuanan (hak ulayat) warga desa Sirisori Kristen itu terulang kembali sehingga harus diungkap sehingga tidak menyulut emosional masyarakat,” kata Ketua Latupati pulau Saparua, Jhon Pattisahusiwa ketika dihubungi, Kamis (8/1).
Dia mengatakan, pengungkapan tersebut diperlukan agar tidak sering dimanfaatkan oknum untuk memperkeruh stabilitas keamanan di pulau Saparua, terutama kemungkinan bisa menyulut emosional warga desa Sirisori Islam maupun Kristen yang bertetangga dan memiliki hubungan kekentalan adat istiadat.
“Syukur insiden penembakan Rafsanjani sudah diberikan pemahaman bahwa peristiwa itu kriminal murni dan pengungkapannya sedang ditangani aparat keamanan.”
Jhon yang juga Raja (sapaan kepala desa di Saparua) itu mengharapkan polisi segera melakukan penyelidikan guna mengungkap pelakunya, untuk kemudian diproses hukum sehingga tidak memperkeruh stabilitas keamanan di pulau Saparua yang semakin kondusif.
Sebelumnya, Bupati Maluku Tengah, Abua Tuasikal menyatakan keprihatinan karena lokasi tertembaknya Rafsanjani juga merupakan tempat warga desa Sirisori Kristen tertembak, beberapa waktu lalu.
“Jadi serahkan penanganannya kepada aparat keamanan yang sudah berada di desa Sirisori Islam untuk melakukan olah tempat kejadian peristiwa (TKP) guna mengungkapkan insiden tersebut,” kata Bupati.
Kapolres Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease AKBP Komaruz Saman mengaku telah menginstruksikan jajaran Polsek Saparua untuk melakukan pengamanan serta penyelidikan dan kegiatan ini mendapat dukungan aparat Koramil setempat.
“Jajaran TNI-AD dari Koramil Saparua, Brimob Bawah Kendali Operasi (BKO) serta aparat TNI-AD dari batalyon infanteri 731/ Kabaresi telah ditempatkan di lapangan guna melakukan penjagaan,” kata dia.
Selain itu, Polres juga telah menurunkan tim Reskrim untuk membantu upaya penyelidikan guna mengungkap siapa sebenarnya oknum pelaku yang telah melakukan penembakan teradap warga sipil di sana.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

Bertema ‘Kayu’ Etnik, Cafe Ini Cocok dan Nyaman untuk Melepas Penat

Jakarta, Aktual.co — Di Jakarta memang sudah terkenal banyak sekali tempat tongkrongan (hangout) anak muda yang menarik dan cozy untuk dijadikan tempat berkumpul yang paling nyaman.

Salah satunya di kawasan jalan Wijaya, ada sebuah cafe menarik yang mengangkat tema ‘Kayu’ etnik sebagai tempat tongkrongan yang menarik, unik serta nyaman. Mengapa kayu? Karena saat Anda memasuki cafe tersebut, Anda akan mendapati pemandangan suasana serba kayu etnik di dalamnya.

“Kita ambil tema kayu karena etnik, dan kayu-kayu ini juga kita ambil langsung dari daerah-daerah seperti Yogyakarta, Semarang dan Jepara,” kata Bapak Dwi Haryo Kunto sebagai Part of Director, Honey And Me, kepada Aktual.co, Kamis (8/1).

Begitu kita masuk ke dalamnya, semua memang berbahan kayu. Dari meja dan kursi, pernak-pernik lemari kayu hingga pajangan-pajangan televisi yang terbuat dari kayu atau koleksi vintage.

Kafe yang pertama kali dibuka pada Oktober 2014 ini lebih mengangkat coffe shop yang juga menyediakan barber shop bagi Anda yang juga ingin merapikan style rambut masa kini.

Tempat ini terdiri dari dua lantai. Lantai pertama sebagai tempat tongkrongan dan juga smooking area. Dan,  lantai dua adalah tempat barber shop dan juga tempat meeting atau private party.

“Kita terinspirasi dari kopi, pengennya tuh satu warna sama kopinya. Dan menciptakan suasana yang nyaman,  nggak banyak barang dan minimalis,” bebernya.

Nuansa alam pun diangkat sebagai tema dalam Cafe Honey And Me. Anda bisa mendatangi tempat ini di kawasan Jalan Wijaya, Jakarta. Cafe ini buka dari Senin-Minggu dari pukul 08.00-23.00.

Artikel ini ditulis oleh:

BPK Sumsel Soroti Hasil Pemeriksaan Anggaran Pemilu

Jakarta, Aktual.co — Badan Pemeriksa Keuangan Sumatera Selatan menyoroti dan menginvestigasi hasil pemeriksaan anggaran yang telah dikeluarkan dalam pelaksanaan penyelenggaraan Pemilu 2013-2014 oleh KPU di provinsi tersebut.
“Pada pokok temuan pemeriksaan pelaksanaan anggaran Pemilu 2013-2014 pada KPU Provinsi Sumatera Selatan, BPK masih menemukan beberapa kasus secara administrasi belum dituntaskan oleh sejumlah KPU kabupaten dan kota,” kata Kepala BPK Perwakilan Sumsel I Gede Kaswana di Palembang, Kamis (8/1).
Dia mengatakan, sejumlah KPU kabupaten dan kota yang secara administrasi belum menuntaskan itu seperti KPU Kota Palembang, Muaraenim, Lahat, Musibanyuasin dan KPU Kabupaten Musirawas. Menurut dia, dari hasil pemeriksaan yang berkaitan dengan keuangan, BPK menemukan penggunaan dana Rp 19 miliar lebih dalam hal pelaporan administrasi belum diselesaikan oleh KPU Sumsel.
Pelaporan administrasi tersebut, terdiri atas kegiatan pengadaan penyelenggaraan Pemilu seperti kotak suara, kelebihan pembayaraan akuntan publik, jasa distribusi logistik serta pembayaran honor tidak sesuai standar, dan belanja belum dipertanggungjawabkan serta PPh jasa distribusi belum disetor.
“Permasalahan tersebut, terus menjadi sorotan dan investigasi oleh pihak BPK selama 60 hari ke depan setelah diterbitkan hasil pemeriksaan.”
Sementara, pihak kejaksaan telah mengirimkan surat untuk melakukan perhitungan penyelenggara pemilu. “Kita saat ini menunggu paparan dari kejaksaan, karena dasar hal tersebut belum bisa memperkirakan kerugian negara atau tidak.”
Bahkan, pengadaan kelengkapan fasilitas Pemilu secara kuantitasnya harus dicukupkan, dalam hal ini dipandang oleh BPK harus segera diselesaikan secara administrasi. Berdasarkan hasil pemeriksaan tersebut, KPU Sumsel siap melaksanakan metode dijalankan BPK untuk memenuhi pemeriksaan hasil pelaporan yang ada selama 60 hari ke depan.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

Media Dikekang, Tantowi: Itu Jauh dengan Apa yang Dia Tunjukkan

Jakarta, Aktual.co — Pernyataan Presiden Jokowi telah mengawasi media dan melakukan analisa sebanyak 343 media, melalui mesin intelijen. Hal ini, terus menuai kritik, khususnya dari politisi parlemen. Wakil Ketua Komisi I, Tantowi Yahya mengaku kaget dengan pernyataan Presiden Jokowi yang dinilai mematai-matai ratusan media nasional. Sebab, pernyataan itu bertolak belakang dengan apa yang ditunjukan Jokowi dengan media massa sebagai media darling.

“Saya kaget membaca statement Pak Jokowi seperti khawatir dengan pers saat ini. Padahal yang kami tahu hubungan Jokowi sejak dia menjabat walikota, gubernur dan presiden terlihat sangat indah dan mesra. Jadi aneh kalau Jokowi saat ini memata-matai pers yang telah membantunya mengantarkannya menjadi presiden.

Bahkan, beberapa media cenderung memberitakan berlebihan apapun aktivitas Jokowi,” kata Tantowi, ketika berbicara depan Aktual.co, Kamis (8/1). Ia pun juga mengaku kaget ketika rekan-rekan media yang dikenalnya juga ternyata khawatir. “Asumsi, saya selama ini hubungan media dan Jokowi mesra. Jadi, saya kaget ketika dihubungi temen-temen media yang mengatakan mereka sudah mencium sejak lama isu ini,” ucapnya.

Lebih lanjut, Ketua DPP Partai Golkar Bidang Media ini juga menilai analisa intelejen terhadap media selalu dilakukan sebagai bahan masukan terhadap presiden dalam menentukan langkah-langkahnya. Namun tidak ada satupun presiden sebelum Jokowi yang mengemukakan hal itu. Apabila tujuan memata-matai media dalam rangka meredam kebebasan pers dalam perspektif media yang mengkritik pemerintah dianggap musuh maka itu dinilainya satu kemunduran.

“Setiap kegiatan diluar pemerintahan harus diobservasi dan diperhatikan pemerintah melalui BIN. Hal ini  dalam rangka memberikan masukan kepada pemerintah, dalam dimensi itu sah  saja, tapi memata-mataii pers untuk kepentingan untuk menjegal pers maka itu kemunduran dan tidak boleh dibiarkan karena kemerdekaan pers yang kita miliki saat ini didapatkan juga dengan pengorbanan darah dan air mata,” tandasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Novrizal Sikumbang

Koreografer Mugi Gelar Festival ‘Hujan Internasional’

Jakarta, Aktual.co — Koreografer Mugiyono Kasido (Mugi) akan menggelar Festival ‘Hujan Internasional’ pada 17 sampai dengan 18 Januari 2015 di Sanggar Mugi Dance yang juga rumahnya di Pucangan, Kartasura, Sukoharjo, Jawa Tengah.

Direktur Mugi Dance Mugiyono Kasido di Solo, Kamis (8/1), mengatakan Festival ‘Hujan Internasional’ tersebut sengaja digelar sebagai tanda tahunan, mengajak semua untuk menikmati anugerah alam, sekaligus memberikan kesempatan kepada seniman dan masyarakat untuk berkreasi kesenian di alam pedesaan.

“Selama ini kita kurang menghargai hujan yang faktanya berkontribusi terhadap kehidupan setiap mahluk. Setidaknya, kita menganggap hujan sebagai gangguan, sumber ketidaknyamanan yang perlu dihindari, padahal kalau itu dimanfaatkan dengan baik tidak seperti itu,” katanya.

Ia mengatakan rangkaian kegiatan festival tersebut digelar mulai bulan Desember 2014 hingga April 2015, sesuai durasi musim hujan. Acara utama adalah pentas kesenian di Sanggar Mugi Dance pada 17 hingga 18 Januari 2015 mulai pukul 15.00–23.00 WIB.

Beragam pentas seni hasil ekspresi seniman dari dalam dan luar negeri akan tampil. Di antaranya dari Meksiko, Jepang, Italia, juga dari Sulawesi dan Jawa. Bahkan sekelompok pelajar SD Pucangan II juga akan menyuguhkan ekspresi seni mereka.

Ia mengatakan di luar acara inti, ada kegiatan pendamping seperti workshop tari yang diberika master tari Mugiyono Kasido seusai festival, workshop membuat air hujan menjadi air untuk pengobatan kanker (air Alkali) oleh Romo Kirjito, pameran foto hasil festival, juga pembagian bibit tanaman.

Keunikan festival ini, lanjutnya, digelar di area terbuka seluas 2.800 meter persegi. Ada lima panggung terbuka yang dimungkinkan untuk pentas yaitu di rerumputan, di bawah pohon bambu, di kandang kerbau di Mandala maupun di pendapa. Penonton akan diajak berpindah dari satu titik ke titik lainnya.

“Tidak disediakan atap peneduh dalam festival ini. Penonton dipersilakan membawa payung, atau menikmati hujan sebagai bagian dari festival,” katanya.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain