15 Januari 2026
Beranda blog Halaman 39789

Polisi Buru Pelaku Penyerangan Kantor Majalah Charlie Hebdo

Jakarta, Aktual.co — Setelah terjadi penyerangan di kantor majalah Charlie Hebdo, Rabu (7/1) kemarin, kepolisian melakukan pemburuan terhadap tiga warga Prancis, termasuk dua orang bersaudara.
Berdasarkan kutipan laman Reuters, Kamis (8/1) ketiga tersangka yang mengenakan cadar penutup kepala itu melakukan serangan terhadap kantor majalah, yang pernah menjadi target serangan terkait karikatur Nabi Muhammad, pada 2011 lalu.
Polisi Prancis dilaporkan langsung bergerak cepat melakukan pencarian terhadap ketiga tersangka yang melarikan diri dengan mobil. Sekitar 800 tentara juga dikerahkan untuk meningkatkan keamanan di ibu kota tersebut.
Berdasarkan dokumen yang dirilis polisi, menyebut tiga tersangka telah diketahui identitasnya dari kartu identitas yang tertinggal di mobil, yaitu Said Kouachi yang lahir pada 1980, Cherif Kouachi lahir 1982 dan Hamyd Mourad lahir pada 1996.
Kouachi bersaudara berasal dari Paris, sementara Mourad dari kota Reims. Polisi mengatakan Cherif Kouachi pernah diadili terkait kasus terorisme, setelah tertangkap sebelum berangkat ke Irak untuk bergabung dengan kelompok militan.
Dia divonis 18 bulan penjara pada 2008. Sumber di kepolisian mengatakan, unit anti terorisme telah menyiapkan operasi di Reims untuk menangkap para tersangka, juga telah ada pencarian pada beberapa lokasi lain.
Pihak kepolisian terlihat mengamankan sebuah bangunan, sebelum tim forensik memasuki apartemen disaksikan puluhan orang warga. Saat penyerangan, salah satu pelaku terekam dalam kamera pengawas di luar gedung.
Seorang pelaku terlihat tergeletak di jalan karena luka tembak, sebelum melarikan diri dengan mobil berwarna hitam. Serikat polisi mengatakan ada kekhawatiran terjadinya serangan lain.
Satu tersangka penyerangan di kantor majalah itu dikabarkan tewas tertembak, dan dua lainnya ditangkap dan kini ditahan pihak kepolisian Prancis.
Laporan: Wisnu Yusep

Artikel ini ditulis oleh:

Saksi: Sebelum Putusan Romi Tahu Menang Pilkada Palembang

Jakarta, Aktual.co — Wali Kota Palembang Romi Herton disebut sudah mengetahui kemenangannya dalam sengketa Pemilihan Kepala Daerah Kota Palembang di Mahkamah Konstitusi sebelum putusan tersebut dibacakan.
Hal tersebut disampaikan Miko dalam sidang perkara korupsi pemberian suap kepada bekas Ketua Mahkamah Konstitusi Akil Mochtar sejumlah Rp 14,145 miliar dengan terdakwa Wali Kota Palembang Romi Herton dan istrinya Masyito. Miko adalah asisten pribadi Muhtar Ependy, orang dekat Akil Mochtar.
“Bapak (Muhtar Ependy) turun ke (lantai) bawah di ruang MK. Di bawah bapak bilang kita sudah menang sebelum putusan dibacakan, maksudnya persidangan Palembang, terdakwa (Romi Herton) waktu itu sebagai pemohon,” kata saksi Miko Panji Tirtayasa dalam sidang di pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Kamis (8/1).
Pada putusan sengketa Pilkada Palembang pada 20 Mei 2013 Akil Mochtar membatalkan hasil perhitungan suara Wali Kota dan Wakil Wali Kota Palembang, dan mengoreksi perolehan suara yaitu pasangan Sarimuda-Nelly Rasdania mendapat suara 316.896. Sedangkan pasangan Romi Herton-Harno Joyo mendapatkan suara 316.919 sehingga Romi memenangkan Pilkada Kota Palembang tersebut.
Romi bahkan sudah memesan cenderamata berupa kaos dan payung dengan logo dia sebagai Wali Kota Palembang terpilih kepada PT Promiks, milik Muhtar dan tempat Miko bekerja pada Mei 2013.
“Pemesanan sebelum bulan Mei 2013, pembayaran langsung diterima bapak (Muhtar) ke rekening BCA, berupa kaos dan payung,” kata Miko.
Miko juga pernah mendapat pesanan untuk buah tangan untuk pelantikan Romi sebagai Walikota Palembang. “Isi shopping bag ada kipas tangan, mug, sarung, kurma, visi misi kota palembang dan surat yassin yang gambarnya Pak Romi dan pasangannya.”
Dia mengatakan, untuk uang muka pembayarannya diminta oleh Muhtar agar dibayar lebih dulu. “Bapak minta DP (down payment) gak setengah, lebih dari setengah harga barang, sisanya setelah barang terkirim baru ditransfer, tugas kita mengirim barang satu truk (pada) kisaran bulan Mei.”
Dia mengatakan, uang muka tersebut berjumlah besar yaitu mencapai Rp10 miliar. “Besoknya dapat Rp 3 miliar untuk membeli 1 unit kendaraan.”
Namun Masyito keberatan dengan kesaksian Miko tersebut. “Tidak benar pemesanan souvenir pada bulan Mei, tapi pada akhir juni oleh pemkot Palembang,” kata Masyito.
Dalam perkara ini Romi dan Masyito didakwa dengan pasal 6 ayat 1 huruf a atau pasal 13 UU No 13 tahun 1999 jo pasal 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo pasal 55 ayat 1 ke-1 jo pasal 64 ayat 1 KUHP.
Selain didakwa menyuap hakim, jaksa juga mendakwa Romi dan Masyito melakukan perbuatan dengan sengaja tidak memberi keterangan atau memberi keterangan yang tidak benar. Dakwaan itu berdasarkan pasal 6 ayat 1 huruf a atau pasal 13 UU No 13 tahun 1999 jo pasal 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo pasal 55 ayat 1 ke-1 jo pasal 64 ayat 1 KUHP.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

Penertiban Kompleks Batalyon Siliwangi

Ratusan personel TNI AD menertibkan bangunan di Kompleks Batalyon Siliwangi, Jalan Dewi Sartika, Jakarta Timur, Kamis (8/1/2015). Penertiban rumah di Kompleks Batalyon Siliwangi ini awalnya mendapat perlawanan dari warga yang tidak mau bangunannya ditertibkan. Dalam pembebasan lahan Kodam Jaya dibantu Polisi dan Satpol PP menerjunkan ribuan personel untuk membebaskan asrama itu yang selanjutnya akan dibangun perumahan prajurit aktif. AKTUAL/MUNZIR

Pulih dari Kanker Serviks, Julia Perez: Tidak Minum Obat Lagi

Jakarta, Aktual.co — Julia Perez (Jupe), telah pulih dari penyakit kanker serviks yang menyerangnya di tahun 2014 lalu.

“Alhamdulilah saya sudah stop, nggak minum obat-obatan lagi, udah nggak kemo lagi atau apapun itu, dokter bilang saya sudah sembuh total, berkat doa kalian semuanya, Insya Allah sudah tidak ada penyebaran apa-apa lagi,” ungkapnya, kepada Aktual.co, di kawasan Kuningan Jakarta Selatan.

Artis yang dikenal dengan lagu ‘Belah Duren’ ini melakukan penyembuhan yang cukup berat. Kata ia, dirinya mengalami penurunan badan yang sangat drastis, hingga 44kg. Dan, ia berniat untuk menaikkan kembali tubuhnya menjadi 50kg.

“Pola makan saya sekarang harus yang fresh, harus dimasak langsung, gorengan udah jadi daftar blacklist banget, minyaknya pun minyak zaitun yang nggak boleh dipakai berulang-ulang,” bebernya lagi.

Jupe mengaku, dirinya masih belum terbiasa untuk berdiri lama karena efek pengobatan operasi pemindahan ovarium tersebut.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisma Penitipan Jenazah Siapkan Tempat untuk Korban QZ8501

Jakarta, Aktual.co — Wisma Paramita (wisma penitipan jenazah) Blitar, Jawa Timur, menyiapkan tempat untuk jenazah atas nama Ruth Natalia M Puspitasari (26), salah seorang korban penumpang pesawat AirAsia QZ8501. 
“Keluarga sudah menghubungi, dan dari rencana jenazah akan diinapkan di wisma ini sehari semalam,” kata Slamet, petugas Wisma Paramita Blitar, Kamis (8/1).
Keluarga memang hanya berencana menitipkan jenazah Ruth Natalia sehari semalam saja. Selanjutnya, keluarga akan membawa jenazah itu untuk dimakamkan di dekat rumah, Kecamatan Wlingi, pada Jumat (9/1).
Slamet menambahkan, tidak ada persiapan khusus menjelang kedatangan jenazah Ruth Natalia. Wisma hanya menyediakan tempat untuk jenazah diinapkan sebelum nantinya dibawa pulang keluarga.
Ruth Natalia adalah salah seorang penumpang di pesawat tersebut. Dia berencana ke Singapura dengan calon suaminya serta calon mertuanya. Liburan itu pun sekaligus sebagai kado ulang tahunnnya yang ke-26.

Artikel ini ditulis oleh:

Fauzi Baadilah Phobia Naik Pesawat

Jakarta, Aktual.co — Pasca  terjadi musibah kecelakaan pesawat AirAsia QZ8501 tujuan Surabaya-Singapura ini yang memberi luka mendalam bagi seluruh keluarga korban dan masyarakat Indonesia, membuat artis Fauzi Baadilah phobia naik pesawat.

Fauzi mengaku resah berpergian jauh dengan naik pesawat.  “Kalau ditanya ada parno atau enggak. Iya gue parno,” ceplosnya kepada Aktual.co, di Jakarta.

Apalagi kata ia, dirinya melihat puluhan jenazah korban AirAsia di TV.  “Wajar ya gue sebagai manusia biasa melihat suatu kecelakaan ada rasa was-was dan lebih hati-hati. Seperti kecelakaan yang dialami teman gue dalam berkendara besok-besoknya gue jadi agak parno dan lebih berhati-hati,” katanya lagi.

Dia kembali mengatakan, bahwa apa yang dialami orang lain merupakan bentuk teguran untuk umat manusia.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain