16 Januari 2026
Beranda blog Halaman 39970

BPS: Kenaikan Harga Beras dan Rokok Faktor Terbesar Tingkatkan Angka Kemiskinan

Jakarta, Aktual.co — Kepala BPS, Suryamin mengatakan terdapat beberap komoditi yang memberi sumbangan besar terhadap garis kemiskinan. Diantaranya yaitu kelompok makanan dan bukan makanan.

“Yang harus dikontrol itu kelompok makanan. Beras di urutan pertama, kedua itu rokok kretek filter. Kalau rokoknya dihilangkan, ini bisa berpengaruh ke angkanya,” kata Kepala BPS Suryamin di kantor BPS Jakarta, Jumat (2/1).

Untuk kelompok makanan di perkotaan, beras menyumbang persentase terbesar terhadap garis kemiskinan, yakni sebesar 23,39 persen. Selanjutnya yaitu rokok kretek filter senilai 11,18 persen, telur ayam ras senilai 3,73 persen, daging ayam ras 2,97 persen, dan mie instan menyumbang 2,62 persen.

Sedangkan untuk kelompok bukan makanan di perkotaan, perumahan di menyumbang 8,05 persen, listrik menyumbang 2,69 persen, dan bensin 2,49 persen, pendidikan 2,37 persen, pakaian jadi anak-anak 2,11 persen, dan angkutan 1,82 persen.

“Terlihat bahwa peranan komoditi makanan masih jauh lebih besar dibandingkan peranan komoditi bukan makanan,” pungkasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Fakta Terbaru: Berpelukan Bisa Usir Penyakit Flu

Jakarta, Aktual.co — Cuaca yang tak menentu, bahkan hujan yang sering melanda, membuat kesehatan Anda rentan untuk sakit di musim tersebut. Salah satunya, flu yang sering sekali menyerang.

Ketimbang mengonsumsi obat-obatan yang membahayakan ginjal, mengapa tidak mencegahnya dengan cara yng lebih romantis seperti berpelukan, demikian dilansir dari Foxnews, Jumat (2/1)
 
Peneliti dari Universitas Carnegie Mellon menemukan, bahwa berpelukan bisa mengusir flu. Selain itu para peneliti juga menemukan, fakta terbaru bahwa berpelukan juga memberikan manfaat kesehatan lain berupa dukungan sosial.

Penulis studi ilmiah, Sheldon Cohen sekaligus psikolog dari Carnegie, mengatakan,  bahwa Bagaimana pun, mereka yang menerima lebih banyak pelukan dapat terlindungi dari infeksi dan flu.

Kami menguji apakah persepsi dukungan sosial sama-sama efektif dalam melindungi kita dari stres akibat kerentanan terhadap infeksi. Dan, lanjutnya, menerima pelukan apakah mungkin bisa menjelaskan perasaan dukungan dan diri mereka sendiri untuk terlindung dari infeksi.

Dukungan sosial yang timbul akibat sering berpelukan ini juga terbukti mampu membuat pasangan terhindar dari konflik. Hal ini dikarenakan berpelukan juga menyumbang sepertiga dari efek perlindungan tersebut.

Hal ini, menunjukkan bahwa dipeluk oleh orang yang terkasih adalah cara efektif untuk mengurangi tingkat stres.

Artikel ini ditulis oleh:

Ekspor Indonesia November 2014 Turun 14,57 Persen

Jakarta, Aktual.co — Ekspor Indonesia pada November 2014 menurun sebesar 11,29 persen dibandingkan bulan sebelumnya.

Sementara itu, dibandingkan November 2013, nilai ekspor Indonesia menurun 14,57 persen.

“Nilai ekspor kita November 2014 mencapai USD13,62 miliar,” ujar Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Suryamin di kantor BPS Jakarta, Junat (2/1).

Lebih lanjut Suryamin mengatakan, penurunan ekspor tesebut dipengaruhi karena menurunnya ekspor non-migas sebesar 10,64 persen dari USD12,879 miliar menjadi USD11,509 miliar. Begitu pula dengan ekspor migas yang turun sebesar 14,68 persen, yaitu USD2,46 miliar menjadi USD2,10 miliar.

Selain itu, penurunan ekspor migas disebabkan oleh menurunnya ekspor hasil minyak sebesar 50,39 persen dan ekspor gas sebesar 15,12 persen. Sementara itu, ekspor minyak mentah meningkat 6,17 persen.

“Ini karena Tiongkok dan Jepang pertumbuhannya juga melambat, jadi ekspor kita ke sana jadi menurun,” pungkasnya.

Untuk diketahui, penurunan ekspor yang signifikan tersebut membuat neraca perdagangan defisit. Terlebih lagi, ekspor Indonesia saat ini lebih besar dari impor Indonesia.

Artikel ini ditulis oleh:

Sudin Sosial Jakpus Amankan 1.811 PMKS

Jakarta, Aktual.co — Suku Dinas Sosial Jakarta Pusat mencatat sepanjang tahun 2014 berhasil mengamankan 1.811 penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS). Akan tetapi keberadaan PMKS hingga saat ini masih banyak ditemui di sejumlah titik.
Kasie Pelayanan dan Rehabilitasi Sosial, Sudin Sosial Jakarta Pusat, Wanson Sinaga mengatakan bahwa PMKS yang berhasil dijaring oleh pihaknya yakni terdiri dari 498 gelandangan, 227 pemulung, 328 pengemis, 23 pekerja seks komersil, 7 waria, 141 psikotik atau orang gila, 69 pengamen, 1 pengedar kotak amal, 56 pedagang asongan, 27 juru parkir liar dan 83 lain-lain.
“Para PMKS tersebut selanjutnya dikirim ke tiga panti yakni Panti Sosial Bina Insan Bangun Daya (PSBI BD) Cengkareng, Panti Sosial di Kedoya Jakarta Barat dan di Panti Sosial Cipayung Jakarta Timur,” ujarnya kepada wartawan, Jumat (2/1).
Meski keberadaan PMKS masih banyak ditemui, namun kata Wanson pihaknya akan terus melancarkan razia. Bahkan sambung Wanson pihaknya juga akan menempatkan petugas Pelayanan Pengawasan Pengendalian Sosial (P3S). 
“P3S akan ditaruh di tiga titik rawan PMKS yakni Bundaran Hotel Indonesia (HI), Perempatan Harmoni dan Karet Bivak,” katanya.
“Setiap hari ada 21 petugas P3S yang berjaga di lokasi tersebut dan mereka akan langsung menangkap jika melihat PMKS yang berkeliaran,” tambahnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Tahun 2014 Polda Sulawesi Tengah Pecat 19 Anggotanya

Jakarta, Aktual.co — Sebanyak 19 polisi di wilayah Sulawesi Tengah diberhentikan tidak hormat selama 2014, karena melakukan beragam pelanggaran disiplin dan kode etik Polri.
Juru bicara Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah AKBP Utoro Saputro mengatakan, pelanggaran yang dilakukan anggota Polri tersebut antara lain terlibat kasus narkoba ilegal, penipuan, kekerasan dalam rumah tangga, dan meninggalkan tugas tanpa ijin dalam waktu tertentu.
“Mereka dipecat dan tidak mendapatkan hak pensiun,” kata Utoro, Jumat (2/1).
Selain itu, ada pula tiga anggota Polri di Sulawesi Tengah harus menjalani proses hukum di pengadilan karena melakukan tindak pidana umum. Dia mengatakan polisi yang diberhentikan tersebut telah melakukan serangkaian sidang kode etik dan profesi, dan dinyatakan terbukti melakukan pelanggaran.
Mereka sebelumnya telah diperingatkan untuk tidak mengulangi perbuatan yang mencoreng nama baik Polri tetapi nekad melakukannya. “Kalau tidak mau dibina, silahkan keluar dari Polri.”
Dia mengatakan, Polda Sulawesi Tengah selama ini melakukan pengawasan internal secara struktural dan terkoordinasi. Dia menyebut selama 2014 terdapat 243 kasus pelanggaran bidang disiplin di tubuh Polda Sulawesi Tengah, sementara pelanggaran kode etik tercatat sebanyak 16 kasus.
Polda Sulawesi Tengah juga telah menerima 73 pengaduan dari masyarakat terkait ulah polisi yang meresahkan warga, dan 71 di antaranya telah ditindaklanjuti. Utoro menyampaikan Polda Sulawesi Tengah tidak setengah hati untuk menertibkan disiplin internal.
“Kalau terbukti bersalah dan tidak mau memperbaiki kesalahan maka akan ditindak tegas,” kata dia.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

Soal Larangan Motor, Polisi: Akan Diperluas Wilayahnya

Jakarta, Aktual.co — Kendaraan roda dua atau motor nampaknya akan kembali tersingkir. Setelah melakukan pelarangan melintasi jalan Thamrin, kini juga akan dilarang melintasi ruas jalan lainnya. Hal tersebut direncanakan oleh Jajaran Kepolisian Daerah (Polda) Metro Jaya.
Demikian disampaikan Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Restu Mulya Budiyanto kepada wartawan, Jumat (2/1).
“Kita berkoordinasi dengan pemda dan instansi terkait lain. Mungkin setelah uji coba, nantinya akan diperluas,” katanya. 
Dikatakan Restu bahwa dengan diberlakukannya pelarangan terhadap sepeda motor, maka nantinya dapat membuat lalu lintas di Jakarta semakin tertib dan pengguna jalan bisa semakin nyaman dalam berkendara.
“Jika ke depan diperluas lagi dan akan semakin banyak yang ditertibkan, Jakarta semakin lancar. Tapi, di Bundaran HI, pemotor tetap boleh lewat,” paparnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Berita Lain