14 Januari 2026
Beranda blog Halaman 39998

Pemerintah Turunkan Harga BBM, EWI: Bagaimana Harga yang Terlanjur Naik?

Jakarta, Aktual.co — Kebijakan pemerintahan Jokowi-JK menurunkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi per 1 Januari 2015, menimbulkan pertanyaan besar dari sejumlah elemen masyarakat.

Direktur Eksekutif Energy Wacth Indonesia (EWI) Ferdinand Hutahaean menilai kebijakan tersebut lebih cenderung kebijakan pemerintah yang reaktif.

“Kebijakan penurunan harga BBM yang telah diumumkan cenderung merupakan bentuk kebijakan reaktif, yang kesannya pro rakyat tapi memboncengi liberalisasi harga BBM,” kata dia dalam keterangan tertulisnya, yang diterima aktual.co, di Jakarta, Kamis (1/1).

Ia mengatakan bahwa ada sejumlah pertanyaan besar saat ini, adalah apakah rakyat kecil menikmati penurunan harga ini, apakah dengan turunnya harga ini pemerintah juga menurunkan ongkos angkutan umum, apakah juga harga-harga bahan pokok dipasar turun harga, sepertinya tidak sama sekali.

“Jadi manfaatnya buat rakyat kecil apa. Lalu, pertanyaan kedua, jika dalam 3 bulan ke depan tiba-tiba harga minyak kembali naik, apa strategi pemerintah untuk menenangkan pasar, apakah akan membiarkan rakyat menghadapi gejolak fluktuasi harga dipasar sendirian karena premium sudah tidak ada subsidi?,” pungkasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Novrizal Sikumbang
Eka

Penurunan BBM Subsidi, DPR: Pemerintah Tidak Konsisten

Jakarta, Aktual.co — Ketua Komisi VII DPR, Kardaya Warnika menilai pemerintah Jokowi-JK tidak konsisten terhadap perubahan harga BBM bersubsidi. Hal ini menyusul langkah pemerintah kembali menurunkan harga BBM per 1 Januari 2015.

Kardaya berpandangan, ketidakkonsistenan pemerintah lantaran saat harga minyak dunia turun drastis dari asumsi dalam APBN sebesar USD105/barel ke posisi sekitar USD60/barel (turun sekitar USD45), pemerintah malah menaikkan harga BBM sebesar Rp2.000/liter.

Akan tetapi, saat ini dalam posisi minyak dunia terus turun dari USD60 ke USD53/barel (turun USD 7 ), pemerintah malah menurunkan harga. Kebijakan pemerintah disaat harga minyak dunia sama-sama turun bertolak belakang dengan kebijakan sebelumnya.

“Artinya yang dulu turunnya besar itu pemerintah menaikan. Kini turunnya sedikit pemerintah menurunkan. Ini kan kebijakan yang dulu dengan sekarang bertolak belakang. Ini bisa dikatakan kebijakan pemerintah sekarang mengkoreksi kebijakan yang lalu,” kata  Kardaya ketika dihubungi, di Jakarta, Rabu (31/12).

Komisi VII DPR RI, kata dia, sampai saat ini belum pernah diajak berkonsultasi oleh pemerintah mengenai kebijakan menurunkan harga BBM ini. Meskipun pihaknya yakin perubahan harga tersebut ditunggu-tunggu masyarakat.

“Kita mengusulkan pemerintah (terlebih) dahulu membatalkan kenaikan harga BBM yang dulu (kembalikan ke harga Rp6.500/liter premium). Jadi pemerintah ini tidak konsisten didalam membuat justifiksi masalah harga BBM,” pungkasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Novrizal Sikumbang
Eka

Selenggarakan JNF, Pemprov DKI Dianggap Tidak Peka

Jakarta, Aktual.co —Jakarta Night Festival (JNF) yang digelar Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) DKI Jakarta untuk merayakan malam Tahun Baru 2015,  menuai kritik dari Satuan Relawan Bencana Betawi Rempug (Sarbeni Rempug). 
Ketua Umum Sarbeni Rempug, Sani Ahmad Irsan menilai penyelenggaraan JNF berlebihan. Mengingat Indonesia saat ini sedang menghadapi berbagai musibah. Sehingga kurang tepat jika mengadakan perayaan Tahun Baru secara besar-besaran.
“Apakah ini wajar dibuat di saat seperti sekarang? Seakan-akan Pemprov DKI tidak peka terhadap bencana yang  terjadi,” kata Sani, saat dihubungi aktual.co, Rabu (31/12).
Dia juga mengatakan kalau kritik juga datang dari masyarakat di media sosial yang beranggapan perayaan tahun baru kali ini lebih mengedepankan hedonisme.
“Seharusnya Ahok (Gubernur) harus perhatikan itu. Jangan sampai disebut pemprov tidak tahu diri.”
Sebelumnya, Kepala Disparbud DKI, Arie Budhiman mengatakan sembilan panggung tersebut digelar untuk memberikan hiburan pada warga pada malam pergantian tahun. 
Menurutnya, dua dari sembilan panggung tersebut merupakan panggung utama dalam kegiatan JNF, lokasinya berada di Bundaran Hotel Indonesia (HI) dan Lapangan Silang Barat Daya Monas.
“Di kedua panggung tersebut, nantinya seluruh pengunjung akan dihibur dengan beragam hiburan yang ditampilkan oleh sederet artis ibu kota,” pungkas Arie.

Artikel ini ditulis oleh:

Sirkuit Internasional Akan Dibangun di Jakarta Barat

Jakarta, Aktual.co —Sirkuit internasional akan dibangun di lahan seluas 52 hektar di kawasan Cengkareng, Jakarta Barat.
Ketua DPRD DKI Jakarta, Prasetio Edi Marsudi mengatakan sirkuit dibangun menyikapi maraknya kawanan gank motor dan aktivitas balapan liar di Jakarta Timur yang dianggap sudah sangat meresahkan masyarakat.
“DKI akan menyiapkan lahannya. Sikuit international, tapi bukan punya Jakarta. Hanya lahannya saja,” kata Pras di DPRD DKI, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Rabu (31/12).
Sirkuit itu akan dibangun menggunakan anggaran Corporate Social Responsibility (CSR) dari sejumlah perusahaan di DKI Jakarta. “Saya akan kita bantu juga,” ungkapnya.
Meski belum menyebutkan kapan pembangunan akan dimulai, Pras berharap proyek akan berjalan lancar. Nantinya pihak Dinas Olahraga dan Pemuda (Disorda) Pemprov DKI tinggal menyiapkan sejumlah fasilitas yang dibutuhkan.
“Mungkin Disorda yang baru bisa melanjuti dari Disorda yang lama nantinya.” 

Artikel ini ditulis oleh:

Aksi Brutal Satpol PP Tertibkan PKL Monas Menuai Kecaman

Jakarta, Aktual.co —Asosiasi Pedagang Kaki Lima Indonesia kecam keras tindakan brutal Satpol PP saat menertibkan PKL di kawasan Monas, Jakarta Pusat, Kamis (31/12).
Ketua Umum DPP APKLI, Ali Mahsun, menegaskan akan mengajukan somasi ke Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) atas tindakan semena-mena aparatnya. 
“Ini tragedi kemanusiaan, tindakan semena-mena tak berperikemanusiaan dan tak beradab di Ibukota Negara RI, Jakarta. Jelas dan tegas melanggar HAM, Pancasila dan UUD 1945,” ujar dia, dalam siaran pers, Kamis (31/12). 
Dia sangat menyayangkan sikap Satpol PP yang memperlakukan PKL seperti pencuri atau perampok dalam melakukan penataan.
“Mereka berjualan untuk mengail rezeki halal nafkahi keluarga. Sebagai warga negara PKL punya hak konstitusional, miliki hak ekonomi, serta hak mendapatkan pekerjaan dan penghidupan yang layak,” ujar dia.
APKLI pun kembali mendesak Pemprov DKI menghentikan penggunaan Perda Ketertiban Umum dan gunakan Perpres RI 125/2012 dalam menata PKL di Jakarta. 
Selain itu, mereka juga mendesak DPRD DKI segera mengambil hak inisiatif membuat Perda Penataan dan Pemberdayaan PKL berlandaskan Perpes RI 125/2012. “Perda ini sifatnya urgensi mengingat Jakarta sebagai Ibukota Negara RI sudah terlau sering wajah dan citranya bopeng akibat tindak kekerasan Satpol PP terhadap PKL.”
Ali yakin jika Perda itu sudah dibuat, maka PKL di Jakarta bisa tertata rapi, bersih, disiplin. “Dan menjadi bagian keindahan dan wisata di Ibukota Jakarta.”
Diketahui, penertiban PKL di Monas oleh ratusan personel Satpol PP di hari terakhir tahun 2014, menorehkan catatan buruk. Yakni berlangsung ricuh. 
Kejadian bermula saat para pedagang yang tak terima barang dagangannya diangkut petugas, lalu melempari petugas dengan batu. Akibatnya, para personel Satpol PP balik marah. Mengamuk dan balas mengejar para pedagang.
Di sinilah kemudian terjadi aksi kekerasan oleh personel Satpol PP terhadap pedagang yang tertangkap. Para pedagang itu menjadi bulan-bulanan dari para personel Satpol PP. Aksi brutal Satpol PP sempat terekam oleh kamera video dari awak media.
Teriakan dan tangisan histeris para PKL, terdengar di Kawasan Pintu Timur Monas dalam kericuhan yang berlangsung satu jam. 
Kepala Seksi Opersional (Kasiops) Satpol PP Kota Administrasi Jakarta Pusat, Maruli Sijabat berdalih anak buahnya melakukan aksi seperti itu lantaran tak terima dengan ulah PKL yang melempar batu. 
“Salah satu personil Satpol PP dari Kecamatan Kemayoran menjadi korban pelemparan batu oleh PKL. Sehingga, personel yang lain tersulut emosinya, dan mengejar para PKL lainnya,” kata Maruli.

Artikel ini ditulis oleh:

Pengunjung Ancol Harap 2015 Kecelakaan Pesawat Tak Terulang

Jakarta, Aktual.co — Sejumlah warga Jakarta yang merayakan pergantian tahun 2014 di taman hiburan Ancol berharap musibah penerbangan seperti yang dialami satu pesawat AirAsia pada 28 Desember lalu tidak lagi terjadi di Indonesia pada 2015.

“Saya hanya berharap dan berdoa semoga pada 2015 tidak ada lagi kecelakaan pesawat seperti yang terjadi pada 2014,” kata Khaerul (25) di Pantai Festival, Jakarta, Rabu malam (31/12).

Menurut Khaerul, kecelakaan AirAsia QZ8501 rute Surabaya-Singapura yang membawa 155 orang penumpang dan tujuh awak pesawat itu terjadi di penghujung 2014.

“Ini menambah catatan buruk kecelakaan transportasi udara yang terjadi di dunia,” katanya.

Harapan senada juga disampaikan pengunjung lain Ancol, Anita (23) yang ditemui di kawasan Pantai Carnaval.

Selain berdoa untuk kesuksesan karirnya, dia juga berdoa agar para korban kecelakaan pesawat QZ8501 bisa segera ditemukan.

Bagi Anita, transportasi Indonesia dapat semakin maju jika warga mendapat pelayanan moda angkutan yang tidak hanya terjangkau tetapi juga nyaman dan aman.

“Intinya jangan sampai ada kecelakaan lagi dan sediakan moda transportasi yang nyaman, aman dan murah untuk masyarakat,” kata mahasiswi salah satu perguruan tinggi swasta di Jakarta ini.

Selain terbebas dari kecelakaan, Iqbal (32) juga mengharapkan kondisi Indonesia yang lebih baik dengan kehidupan rakyatnya yang tidak lagi dihantui dengan dampak kenaikan harga bahan bakar minyak.

Kendati penurunan harga BBM telah diumumkan pemerintah pada Rabu (31/12), dia menganggap kebijakan tersebut sebagai upaya peredaman harga sesaat.

“Ya saya doa supaya pemerintah dapat lebih bijak tentang harga BBM. Jangan naik-turun seenaknya sedangkan harga barang-barang tidak ikut turun,” kata Iqbal yang ditemui di sekitar Pelabuhan Marina, Ancol.

Para pengunjung Ancol Taman Impian merayakan malam pergantian tahun 2014 dengan menyalakan kembang api ke udara.

Tiupan terompet dan ledakan kembang api meramaikan suasana pada pukul 24:00 WIB di salah satu pusat hiburan utama Ibu Kota yang berlokasi di Jakarta Utara itu.

Kendati sempat diguyur hujan gerimis pada sore hingga sekitar pukul 18:00 WIB, warga tetap berdatangan ke sejumlah pantai di kawasan itu untuk menikmati perayaan tahun baru 2015.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain