2 Januari 2026
Beranda blog Halaman 40040

Jelang Tahun Baru, Pengunjung Taman Wisata Umbul Madiun Meningkat

Jakarta, Aktual.co — Pengunjung Taman Wisata Umbul yang berada di Kecamatan Dolopo, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, meningkat signifikan selama liburan Natal tahun 2014 dan Tahun Baru 2015.

Direktur Taman Wisata Umbul Madiun, Afri Handoko, Senin (29/12), mengatakan rata-rata jumlah pengunjung pada hari biasa tidak mencapai 1.000 orang.

“Sejak liburan Natal yang bersamaan dengan liburan sekolah, jumlah pengunjung mencapai lebih dari 1.300 orang setiap harinya,” ujar Afri.

Pihaknya memperkirakan puncak kunjungan akan terjadi pada tanggal 1 Januari 2015 yang bertepatan dengan Tahun Baru 2015. Saat itu diperkirakan jumlah pengunjung bisa mencapai 15.000 orang dari berbagai daerah di sekitar Madiun.

Menurut dia, peningkatan tersebut dipengaruhi oleh banyaknya wahana permainan yang disediakan pengelola di Taman Wisata Umbul. Terdapat delapan wahana rekreasi di taman tersebut.

Dari delapan wahana tersebut, lima di antaranya merupakan wahana baru. Dari lima wahana tersebut, baru tiga wahana yang sudah beroperasi, yakni wahana bianglala, kora-kora, dan “out bond kids”.

“Sedangkan wahana ‘roller coaster’ dengan lintasan terpanjang di Jawa Timur dan bioskop tiga dimensi masih dalam tahap uji coba,” katanya.

Sedangkan, untuk kebun binatang, tahun depan direncanakan bertambah koleksi satwanya. Saat ini Pemkab Madiun masih mengurus administrasinya.

Sementara itu, salah satu pengunjung, Eva, mengaku senang berkunjung ke Taman Wisata Umbul saat liburan. Selain banyak wahana baru, tiket retribusi yang ditarik juga tergolong murah.

“Taman Wisata Umbul saat ini lebih menarik. fasilitasnya tambah banyak. Tiket per wahana juga murah, antara Rp5.000 hingga Rp7.000 per orang,” kata Eva.

Ia menilai jika dikembangkan dengan serius, Taman Wisata Umbul Madiun bisa menjadi tempat berwisata yang lebih baik dari tempat tujuan wiata lainnya di sekitar Madiun.

Seperti diketahui, sejak diperbaiki, Pemkab Madiun sebagai pemilik dan pengelolanya terus berbenah. Di antaranya dengan menambah wahana baru dan memberikan fasilitas umum yang lebih baik dan bersih.

Jelang akhir tahun, jumlah pengunjung Taman Wisata Umbul telah mencapai 100.000 orang, sehingga target pendapatan asli daerah dari sektor retribusi sebesar Rp75 juta yang sebelumnya sulit akhirnya dapat tercapai.

Artikel ini ditulis oleh:

5 Tradisi Menarik di Berbagai Negara Menyambut Tahun Baru

Jakarta, Aktual.co — Malam Tahun Baru adalah kegiatan pergantian tahun yang baru untuk menyongsong hari baru dalam kehidupan. Biasanya perayaan ini dilakukan dengan berjalan-jalan atau menyalakan petasan di sekitar rumah. Berkumpul dengan keluarga dan teman-teman, atau hanya berdiam diri di dalam rumah bersama keluarga.

Tetapi, ternyata ada tradisi-tradisi berbeda yang dilakukan setiap orang di pelosok dunia yang melakukan tradisi tahun baru.

Dan, inilah beberapa di antaranya, demikian seperti dilansir dari LatinTimes, Senin (29/12).
1. Memakan 12 buah anggur pada jam 12 malam, yang menandakan awal keberuntungan awal tahun.
2. Membuka semua jendela rumah dan pintu, mengartikan untuk mengeluarkan hal-hal negatif di tahun lalu.
3. Memakai pakaian berwarna merah yang berarti untuk cinta, hijau untuk perihal keuangan atau warna kuning yang mengartikan kemakmuran di Tahun Baru.
4. Menyapu di tengah malam dan membersihkan rumah, mengartikan bahwa mengeluarkan atau membersihkan hal-hal negatif (negativitas) dari hidup Anda di Tahun Baru.
5. Berciuman di tengah malam. Ini adalah simbol bahwa kasih sayang dan kedekatan akan berlangsung sepanjang tahun, membawa keberuntungan untuk berhubungan.

Lima hal di atas adalah lima tradisi yang dilakukan oleh beberapa orang di berbagai Negara. Percaya atau tidak, tetaplah menyongsong Tahun Baru dengan keyakinan sendiri untuk hal terbaik di tahun yang baru.

Artikel ini ditulis oleh:

Jelang Tahun Baru, Penjual Terompet Mulai Marak

Pengrajin membuat terompet naga pada salah satu emperan toko yang tutup di kawasan Glodok, Jakarta, Senin (29/12/2014). Para pengrajin yang jumlahnya mencapai puluhan ini umumnya berasal dari Cikarang dan mereka sudah berada di ibukota sejak lima hari lalu. Dalam sehari mereka mampu membuat 100 terompet dengan harga bervariasi antar Rp 5000 hingga Rp 35.000 per buah. AKTUAL/TINO OKTAVIANO

Mabes Polri Bangun Posko TIM DVI di Bandara Juanda

Jakarta, Aktual.co — Upaya pencarian pesawat AirAsia QZ8501 yang hilang dengan rute perjalanan Surabaya-Singapura, terus dilakukan. Mabes Polri telah menyiapkan posko Tim Disaster Victim Identification (DVI), di Bandara Juanda, Sidoarjo, Jawa Timur.
“Di Jawa Timur kita buat posko tim DVI yang kini diperlukan keluarga penumpang untuk kebutuhan medis,” kata Karo Penmas Mabes Polri Kombes Agus Riyanto di gedung Humas Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (29/12).
Diterjunkannya tim DVI ini, sambung Agus, diperuntukan bagi keluarga penumpang AirAsia QZ8501 yang hilang guna kebutuhan psikologis. “Tidak menutup kemungkinan untuk situasi psikologis,” katanya.
Meskipun hingga kini para penumpang masih dalam pencarian, namun Mabes Polri telah menyiapkan tim DVI Polri, yang berkoordinasi langsung dengan Basarnas. 
“Tim DVI Mabes Polri juga telah berkoordinasi dengan Basarnas, sewaktu-waktu diperlukan,” tandasnya.
Sebelumnya diberitakan sebuah pesawat dikabarkan jatuh di perairan laut Belitung Timur, Bangka Belitung. Pesawat Air Asia QZ-8501. Pesawat ini membawa penumpang pesawat sebanyak 155 orang yang terdiri dari 138 dewasa, 16 anak-anak dan 1 bayi itu hilang kontak pada pukul 06.17 WIB minggu pagi.

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

Pemukiman di Bantaran Sungai, Salah Satu Penyebab Banjir Jakarta

Jakarta, Aktual.co —Selain persoalan buruknya sistem drainase, banyak beralihnya lahan di bantaran sungai jadi pemukiman padat penduduk dianggap jadi salah satu penyebab banjir di Jakarta. 
Akibatnya, wilayah bantaran sungai jadi titik rawan utama bencana banjir.
“Terutama yang mengalami pendangkalan dan penyempitan karena semakin banyaknya sedimentasi juga sampah,” ujar pengamat perkotaan Yayat Supriatna, ketika dihubungi Senin (29/12).
Padahal kawasan tersebut terlarang untuk dibangun tempat tinggal. Meski dilarang, kenyataannya masih banyak penduduk yang nekat membangun tempat tinggal sekedarnya di kawasan bantaran sungai. Alasannya, faktor ekonomi.
“Lihat saja contohnya seperti di Kampung Pulo itu banjirnya sudah lama terjadi tetapi kali ini semakin parah karena penduduk yang tinggal di situ juga semakin banyak,” kata Yayat.
Daerah rawan banjir lainnya, menurut Yayat, adalah daerah yang memiliki sistem drainase buruk karena turunnya permukaan tanah. Contoh, kasus di perumahan Green Garden.
“Itu menunjukan betapa buruknya sistem drainase Jakarta yang menyebabkan air semakin lama tergenang,” ujarnya.
Kondisi itu diperparah dengan pengambilan air tanah di Jakarta secara berlebihan. Sehingga mempercepat penurunan tanah Jakarta. Akibatnya, wilayah rawan banjir semakin banyak.
Yayat menyarankan perlu dibuat folder sebagai wadah penampung air. “Karena sungai itu atau drainase semakin rendah dibanding permukaan air laut.”
Pemprov DKI juga disarankan untuk berdialog dengan penduduk bantaran sungai agar bersedia dipindah dari bantaran sungai, selain melakukan proyek normalisasi sungai. 
“Normalisasi sungai bisa dilakukan dengan perkiraan lebar sungai 50-70 meter dan kedalaman setidaknya lima meter,” lanjutnya.
Diketahui, Pemprov DKI Jakarta sudah melakukan berbagai upaya untuk mensterilkan kawasan bantaran sungai dari pemukiman penduduk. Namun karena alasan lokasi strategis dekat dengan pasar, membuat penduduk enggan pindah dan memilih tetap tinggal di bantaran kali.

Artikel ini ditulis oleh:

Presiden Minta Pemda Papua Tidak Obral SDA

Jakarta, Aktual.co — Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta agar Pemerintah Daerah Papua tidak mengobral perizinan berusaha untuk eksploitasi sumber daya alam (SDA).
“Jangan mengobral-obral yang namanya lisensi atau izin-izin, kekayaan kita habis, rakyat tidak sejahtera, tidak dapat apa-apa, ini yang saya titip,” kata Presiden saat berdialog dengan para gubernur, bupati, wali kota dan tokoh masyarakat se-Papua Barat di Sorong, Papua Barat, Senin (29/12) pagi.
Pertemuan tersebut mengawali kegiatan Presiden Jokowi di hari ketiga blusukan di tanah Papua, sebelum bertolak kembali ke Jakarta.
Presiden dalam kesempatan itu di dampingi Ibu Negara Iriana Joko Widodo. Tampak hadir sejumlah Menteri Kabinet Kerja diantaranya Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan Edhy Tedjopudjianto.
Selain Gubernur Papua Barat Abraham Oktavianus Atururi, juga dihadiri oleh 12 bupati dan wali kota, pimpinan lembaga legislatif dan yudikatif daerah serta para tokoh adat dan agama di Papua Barat.
Presiden mengingatkan, Indonesia pernah terjebak dalam obral lisensi sumber daya alam. Ia mencontohkan pada 70-an-80-an, Indonesia mengalami boom minyak. Namun kini minyaknya habis, namun kesejahteraan masyarakat juga belum tercapai.
Begitu pula dengan boom kayu di tahun 80 an. “Kini diulang lagi batubara,” kata Presiden.
Untuk itu, Presiden mengingatkan perlunya kebijakan yang benar dan tepat agar mampu menyejahterakan.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain