12 April 2026
Beranda blog Halaman 40083

Ada Apa, Ahok dan Deddy Mizwar Dipanggil Jokowi

Jakarta, Aktual.co — Presiden Joko Widodo memanggil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama, Wali Kota Bandung Ridwan Kamil, dan Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar ke Istana Kepresidenan. Informasi yang dihimpun Rimanews, ketiganya diajak membahas persiapan Peringatan 60 Tahun Konferensi Asia-Afrika (KAA).

Pembahasan terkait semua persiapan, baik akomodasi, logistik, protokol, hingga pengamanan acara peringatan tersebut. “Segala persiapan, akomodasi, logistik, pengamanan, protokol, dan kesehatan harus disiapkan,” kata Presiden Jokowi, di Istana Kepresidenan, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta, Jumat (9/1).

Presiden Jokowi menegaskan, peringatan KAA merupakan momentum baik bagi Indonesia untuk mengingatkan kembali dunia internasional, republik ini adalah pemrakarsa KAA. “Kita igin memori dan ingatan itu diangkat kembali,” tutur mantan Wali Kota Surakarta ini

Museum Timah Indonesia Beri Ruang Ekspresi Suku Jerieng

Jakarta, Aktual.co — Museum Timah Indonesia (MTI) Muntok, Kepulauan Bangka Belitung memberikan ruang kepada Suku Jerieng untuk mengekspresikan seni dan budaya kelompok masyarakat tersebut.

“Kami akan memfasilitasi Suku Jerieng untuk menampilkan seni dan budaya mereka pada puncak peringatan ulang tahun MTI Muntok, pada Minggu (18/1) di komplek Museum,” ujar Kepala MTI Muntok, Fakhrizal Abubakar, Kamis (9/1).

Ia mengatakan, keberadaan Suku Jering yang sebagian besar warganya tinggal di Kecamatan Simpang Teritip selama ini kurang mendapatkan perhatian, padahal daerah lokasinya tidak terlalu jauh dari ibu kota Kabupaten Bangka Barat, Muntok.

“Mereka memiliki kekayaan seni dan budaya, kami harapkan melalui pagelaran yang akan dilaksanakan sehari itu, masyarakat semakin mengenal dan mencintai budaya asli daerahnya,” kata dia.

Menurutnya, pagelaran seni dan budaya Suku Jerieng akan menampilkan beragam seni pertunjukan, seperti seni tari, pertunjukan silat kampong, dambus dan lainnya.

Ia berharap pada kesempatan itu warga banyak yang datang sehingga bisa lebih memahami kekayaan budaya lokal sekaligus mengenal lebih dekat keberadaan Museum satu-satunya di daerah itu.

“Kami harapkan selain memberikan apresiasi keberadaan Suku Jerieng, kegiatan seperti ini juga memberikan tambahan wawasan sejarah dan budaya kepada masyarakat, khususnya generasi muda di Bangka Barat,” kata dia.

Pamong Budaya Kabupaten Bangka Barat Anung Pramono memberikan apresiasi positif kepada pihak manajemen MTI Muntok yang bersedia memfasilitasi seni dan budaya lokal.

“Kami berharap ke depan bukan hanya Suku Jerieng yang diberikan kesempatan tampil, namun kelompok kesenian dari desa-desa di seluruh kecamatan di Bangka Barat juga diberikan kesempatan,” kata dia.

Menurut dia, upaya MTI Muntok yang peduli akan budaya lokal seperti itu patut dikembangkan oleh instansi atau perusahaan lain di daerah itu.
 
“Jika semua pihak bergerak ke arah itu, kami yakin seni dan budaya lokal akan terus berkembang dan tentunya akan membawa dampak positif bagi pariwisata daerah yang selama ini memfokuskan pada sektor wisata sejarah dan budaya,” kata dia.

Artikel ini ditulis oleh:

Kapolri Akui Kesulitan Ungkap Kasus Tewasnya Warga Sipil di Paniai

Jakarta, Aktual.co —  Polri mengaku kesulitan mengusut kasus kerusuhan di Kabupaten Paniai, Papua yang menewaskan empat orang warga sipil yang terjadi pada awal Desember 2014.
“Kesulitan iya,” kata Kapolri Jenderal Sutarman di Jakarta, Jumat (9/1).
Pasalnya keluarga korban berkeberatan bila jenazah korban diotopsi. Padahal ini penting untuk menemukan proyektil peluru yang bersarang di tubuh korban.
“Masyarakat tidak mengizinkan jenazah diotopsi. Tapi kita akan tetap menunggu. Kita harus temukan proyektil peluru. Dari situ akan terungkap pelurunya berasal dari senjata apa,” kata Kapolri Sutarman.
Tim investigasi dari Mabes Polri hingga kini masih mengumpulkan sejumlah bukti dan saksi mata terkait kasus tersebut.
Kendati demikian masyarakat di Paniai masih enggan untuk bersaksi atas peristiwa yang menewaskan empat warga dan melukai belasan orang lainnya itu.
Kerusuhan di Enarotali, Paniai itu berawal dari kasus lalu lintas yang berbuntut pertikaian antara warga dengan aparat keamanan.
Akibatnya warga menyerang markas Koramil dan Mapolsek Paniai Timur serta melakukan aksi pembakaran beberapa unit mobil dinas milik polisi dan TNI.
Peristiwa itu mengakibatkan empat orang tewas yakni Yulian Yeimo, Simon Degei, Alpius Gobay dan Alpius Youw.
Jenazahnya keempatnya kemudian dimakamkan di dalam satu liang di halaman markas Koramil Enarotali.

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

Fadli Zon: Misi KMP Sama dengan Kesepakatn Golkar

Jakarta, Aktual.co — Wakil Ketua Umum (Waketum) Gerindra, Fadli Zon menyatakan kesepakatan dua kubu Golkar untuk menjadi mitra pemerintah yang kritis dalam perundingan islah kemarin, sama persis dengan visi Koalisi Merah Putih (KMP). “Saya kira sama saja. KMP kan juga mitra yang kritis, rasional. Mana kebijakan pemerintah yang prorakyat pasti kita dukung, kalau merugikan tidak kita dukung,” kata Fadli, di Gedung DPR RI Jakarta, Jumat (9/1).

Fadli menilai, persetujuan kubu Aburizal Bakrie dan kubu Agung Laksono membawa Golkar menjadi mitra pemerintah yang konstruktif, solutif namun tetap kritis tidak menandakan partai beringin hengkang dari KMP. Justru sebaliknya, lanjut dia, gagasan yang satu dari dua kubu Golkar selaras dengan visi KMP yang berdiri sebagai penyeimbang pemerintah.

Hingga kini perundingan dua kubu Golkar masih alot pada bahasan perlu tidaknya memisahkan diri dari ikatan KMP yang sempat diklaim koalisi permanen itu. Golkar sendiri merupakan pemain kunci dalam KMP sebab perolehan suaranya pada Pemilu 2014 paling tinggi  di antara Gerindra, PKS, PAN atau Demokrat.

Berbeda, Sopir Angkot di Jayapura Protes Harga BBM Turun

Jakarta, Aktual.co — Sejumlah sopir angkutan kota (angkot) di Kota Jayapura memprotes penurunan harga bahan bakar minyak (BBM) oleh pemerintah pusat.
“Kami protes dan tidak terima dengan kebijakan pemerintah menurunkan harga bahan bakar minyak,” kata Udin, salah satu sopir angkot jurusan Waena-Abepura, di Jayapura, Jumat (9/1).
Menurut dia, penurunan harga BBM itu jelas berdampak pada penurunan tarif yang sudah terlanjur dinaikan oleh pemerintah dan sudah dikenakan kepada penumpang.
Rata-rata, para sopir angkot jurusan Waena-Abepura masih mengenakan tarif angkutan yang baru saja dinaikan yakni Rp 5.000 kepada penumpang.
“Kalau harga BBM turun berarti jelas tarif penumpang juga akan turun lagi, kami tidak terima,” ujarnya.
Berbeda dengan tanggapan yang disampaikan Rahman, salah satu sopir angkot jurusan Entrop -Jayapura.
Menurutnya, baiknya pemerintah menurunkan harga BBM lagi. “Kalau bisa turun lagi, subsidi lagi, kita tinggal ikut saja,” katanya.
Dia mengaku, memang para sopir merasa rugi karena tarif akan turun, namun itulah kebijakan yang harus dipatuhi.
Disisi lain, para sopir merasa rugi dan pendapatannya tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarga.
“Sebenarnya, tidak cukup untuk kebutuhan keluarga, pendapatan sangat kecil, karena hampir angkot yang digunakan, milik orang lain sehingga harus ada uang setoran setiap hari,” ujarnya.
Dia mengaku, setoran ke pemilik angkot yang dikemudikannya sebesar Rp120 ribu per hari, tetapi tidak sama dengan setoran pemilik angkot yang lain.
Penurunan tarif mempengaruhi setoran pemilik angkot, tetapi tergantung pemilik angkot. Meski demikian, pasti setoran pun akan ikut turun sesuai tarif.

Artikel ini ditulis oleh:

Pilpres Sri Lanka: Bekas Sekutu yang Jadi Pesaing Kuat Rajapaksa

Jakarta, Aktual.co — Jutaan rakyat Sri Lanka kembali menuju tempat pemilihan umum (TPU) untuk memberikan suara dalam pemilihan Presiden. Pilpres kali ini telah menjadi ‘sesuatu’ yang di luar dugaan. Pasalnya, kandidat yang bersaing dengan bekas sekutunya mendapat perolehan suara hampir sama kuat dengan  Presiden Mahinda Rajapaksa.

Untuk diketahui, Rajapaksa sendiri telah memegang jabatan sebagai Presiden Sri Lanka sejak tahun 2005 lalu. Dan pemilihan Presiden kali ini digelar dua tahun lebih awal dari jadwal sebelumnya. Padahal, para pengamat sebelumnya sudah memprediksikan bila Rajapaksa akan dengan mudah kembali memenangkan jabatan yang telah dipegangnya hampir selama satu dasawarsa.

Kini popularitas Rajapaksa sedang menurun. Namun, dirinya tetap berkeyakinan tetap memenangkan Pilpres. Alasannya, telah terjadi perpecahan di pihak oposisi.

Namun demikian, hal terburuk tidak terpikirkan oleh Rajapaksa dengan munculnya Mithripala Sirisena, seorang bekas Menteri Kesehatan yang mengundurkan diri dan kemudian membelot ke pihak oposisi menjadi calon Presiden dari pihak oposisi sejak November lalu. Tentu saja hal ini berujung pada gerakan pembelotan kepada pihak Pemerintah yang berkuasa.

Saat melakukan pencoblosan di basis pendukungnya, Kamis (8/1) kemarin, Rajapaksa menyatakan, bahwa dirinya tetap optimis kembali menang jika diberi kepercayaan untuk memimpin Sri Lanka untuk yang ketiga kalinya. (Laporan: Dedy Kusnaedi).

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain