6 April 2026
Beranda blog Halaman 40131

Jaksa Agung Lantik Sepupunya Sendiri Jadi Kajati Bali

Jakarta, Aktual.co — Jaksa Agung HM Prasetyo melantik Momock Bambang Samiarso sebagai Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Bali. Diketahui, Momock merupakan sepupu dari bekas politisi partai NasDem besutan Surya Paloh itu.
Selain itu, pelantikan tersebut juga bersamaan dengan pelantikan 6 pejabat eselon II lainnya. Pelantikan dan serah terima jabatan para pejabat eselon II itu digelar di gedung Baharuddin Lopa, Kejagung, Rabu (7/1) sekitar pukul 14.00wib dan dipimpin langsung oleh Jaksa Agung.
“Saya melihat adanya pancaran semangat dan kebahagiaan daripada hadirin, terlebih pada pejabat yang baru saja kita lantik. Hal ini menjadikan saya lega, harapan saya mutasi dan rotasi kali ini sudah tepat dan tak keliru,”sebut Prasetyo dalam sambutannya.
Menurut Prasetyo, rotasi dan mutasi adalah hal biasa, dengan harapan pejabat baru dapat menghadapi tantangan penegakan hukum yang kian berat. 
“Saya percaya dan yakin dengan kemampauan dan pengalaman yang cukup memadai dapat melalui tanngan yang dimaksud. Oleh itu pejabat yang baru hendaknya segera memahami menguasai tugas barunya, dan melaksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab,”pesan Prasetyo.
Momock sendiri sebelumnya menjabat sebagai Direktur I pada Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen. Selain itu Momock juga pernah menjabat sebagai Kepala Kejaksaan Negeri Surakarta di masa Joko Widodo masih menjabat sebagai Walikota Surakarta.
Bersama Momock, 6 pejabat baru yang dilantik yakni Herman A Koedoeboen selaku Kepala Kejaksaan Tinggi Gorontalo. T.M Syah Rizal sebagai Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara. 
Hidayatullah sebagai Direktur III pada Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen, menggantikan T.M Syah Rizal. Agus Riswanto sebagai Kepala Kejaksaan Tinggi Kepulauan Bangka Belitung menggantukan Hidayatullah.
Deden Riki Hayatul Firman sebagai Kepala Biro Perencanaan pada Jaksa Agung Muda Pembinaan menggantikan Agus Riswanto.  Aditia Warman sebagai Direktur I pada Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen, mengisi jabatan yang ditinggalkan Momock. Aditia sendiri sebelumnya menjabat Kepala Kejaksaan Tinggi Bali yang kini diduduki Momock.

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

Pernah Mediasi ke Mega, Istana Tampaksiring Kembali Digugat Puri

Jakarta, Aktual.co —  Tanah Istana Tampaksiring seluas 2,96 hektare digugat oleh Puri Tampaksiring, Kabupaten Gianyar, Bali karena hingga kini tanah puri belum mendapatkan ganti rugi.
“Tanah tersebut pada tahun 1957 diminta oleh Pemerintah Pusat dalam hal ini Presiden Soekarno pada Almarhum Cok Made Oka,” kata I Wayan Koploantara, SH, penasehat hukum Puri Tampaksiring, Rabu (7/1).
Ia mengatakan, kala itu pihak Puri Tampaksiring pindah rumah ke Banjar Tegalsuci Tampaksiring. Namun sampai saat ini, pihak Puri belum mendapatkan pengganti atas penggunaan tanah tersebut. Oleh sebab itu pihak puri sudah beberapa kali melayangkan surat kepada Kepala Istana sampai ke Kementerian Sekretaris Negara, namun belum mendapatkan tanggapan.
Terkait persoalan ini, pihaknya membawa kasus tersebut ke ranah hukum. “Pihak puri sudah sempat melakukan pembicaraan pada zaman pemerintahan Ibu Megawati”, jelasnya.
Lantaran tidak mendapatkan jawaban, pihak Puri akhirnya menggugat Kepala Istana Tampaksiring, Kementerian Sekretariat Negara dan Kementerian Keuangan.
Dalam gugatannya itu, pihak puri meminta ganti rugi sebesar Rp 88,8 miliar.
“Pihak penggugat punya pipil klasiran tahun 1938 dan SPPT sebagai dasar hukum kepemilikan tanah,” jelas Wayan Koploantara.

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

DPRD DKI Ingatkan Lurah, Jangan Main Anggaran dan Proyek

Jakarta, Aktual.co —DPRD DKI minta 260 lurah di Jakarta menjalankan tugas sesuai prosedur. Khususnya terkait wewenang pekerjaan dan penggunaan anggaran.
Anggota Komisi A DPRD DKI Jakarta Maman Firmansyah, mengingatkan lurah untuk tidak main anggaran dan proyek.  
“Kalau sudah main proyek, bahaya. Makanya, kami nanti minta wali kota untuk mengawasi kinerja lurah. Dan lurah harus sering koordinasi dengan ‎wali kota,” ujar politisi PPP ini, di DPRD DKI, Rabu (7/1).
Komisi A pun berencana memanggil secara bergiliran 260 lurah itu, untuk  menanyakan kesiapan mereka. “Kalau tidak siap, tinjau ulang kembali. Tapi, semoga saja siap,” ujar dia.
Pelantikan 4.676 pejabat eselon II, III, dan IV di Pemprov DKI, Jumat (2/1), menyisakan 1.835 jabatan kosong. Seperti kasi dan wakil lurah.
Pengosongan dilakukan sebagai konsekuensi atas perampingan struktur organisasi dan penerapan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP).
Sebagai gantinya, lurah akan dibantu puluhan orang berstatus pekerja harian lepas (PHL). Yang nantinya akan bertugas membantu perbaikan jalan, trotoar, saluran air, penerangan, dan sampah.

Artikel ini ditulis oleh:

DPRD DKI Dukung Penghapusan Wakil Lurah dan Kepala Seksi

Jakarta, Aktual.co —DPRD DKI Jakarta mendukung kebijakan Pemerintah Provinsi DKI terkait penghapusan jabatan kepala seksi (kasi) dan wakil lurah di kelurahan. Alasannya, kebijakan itu dianggap bisa mengoptimalkan peran lurah dan camat.
Anggota Komisi A, William Yani, menilai jabatan lurah selama ini wewenangnya serba tanggung. Misal saat banjir atau menangani jalan rusak, di mana lurah tidak dibekali anggaran untuk menangani itu. 
“Tapi kan masyarakat tahunya lurah (punya uang). Kalau dia (lurah) datang tapi tidak bawa bantuan apa-apa malah dikomplain warga. Kalau tidak hadir, dibilang tidak merakyat. Jadi ‘simalakama’,” kata politisi PDI-P itu, di DPRD DKI, Selasa (6/1) kemarin.
Kondisi itu, ujar dia, diperparah dengan sikap kepala seksi Pekerjaan Umum (PU) atau kebersihan di kelurahan yang belum tentu bersedia menjalankan instruksi lurah. Karena berpandangan pertanggungjawaban bukan ke lurah, tetapi ke kepala suku dinas (sudin) masing-masing.
Dengan bertambahnya kewenangan Lurah dan Camat, Yani berharap kebijakan itu juga disertai anggaran non nggaran bagi lurah dan camat, seperti jaman Orde Baru.
Karena selama ini, menurutnya, camat dan lurah tidak punya anggaran penguatan yang cukup. Sementara kinerja mereka dianggap selalu lamban, padahal anggaran dipegang SKPD lain.  “Padahal, lurah dan camat itu juga setengah mati,” ungkapnya.
Dukungan juga dilontarkan anggota Komisi A lainnya, Maman Firmansyah. Menurut dia, lurah lebih paham tentang persoalan di wilayahnya masing-masing dan bisa bergerak cepat.  “Kalau ke Sudin dulu kan butuh waktu, kurang lebih sebulan.”

Artikel ini ditulis oleh:

BIN: Jangan Terpengaruh ‘ Travel Warning’

Jakarta, Aktual.co — Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Marciano Norman mengatakan situasi di Surabaya tetap terkendali dan berharap agar masyarakat tidak terpengaruh peringatan perjalanan Amerika Serikat dan Australia. “Seluruh aparat keamanan, baik kepolisian daerah di Jawa Timur, maupun Pangdam Brawijaya, mereka melakukan tugasnya secara responsif dan proporsional. Sehingga saya harap masyarakat tidak ikut terganggu oleh peringatan itu,” katanya saat menggarisbawahi kondisi di Surabaya dan Jawa Timur, Rabu (7/1).

Ia berharap masyarakat justru membantu aparat untuk meyakinkan publik bahwa anggapan Surabaya tidak aman itu tidak benar. Ia menyebutkan bahwa secara umum perkembangan situasi Indonesia memasuki 2015 relatif kondusif dan stabil. “Ancaman-ancaman yang ada kita antisipasi dan InsyaAllah masih dalam batas kemampuan aparat untuk mengatasinya,” katanya.

Sebelumnya Amerika Serikat dan kemudian diikuti oleh Australia mengeluarkan peringatan perjalanan kepada warganya mengenai potensi ancaman pada kepentingan-kepentingan Amerika Serikat di Surabaya.

Menanggapi hal itu, pada Senin (5/1), Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan adalah hak Amerika Serikat mengeluarkan peringatan itu, walaupun kota Pahlawan tersebut sebenarnya aman untuk dikunjungi. “Terserah saja. Mungkin itu (travel warning) laporan intelijennya. Bagi kita tak ada soal, itu hak mereka,” katanya.

Menurut Wapres, Indonesia juga memiliki hak untuk memberi “travel warning” kepada WNI yang berada di luar negeri jika seandainya memang dinilai tak aman. Jusuf Kalla mengatakan kondisi dalam negeri sebenarnya aman dan tak ada keributan. Wapres juga menegaskan tak perlu ada yang dikhawatirkan di dalam negeri, termasuk di Surabaya.

Nelayan Temukan Dua Jenazah QZ8501

Jakarta, Aktual.co — Komandan Pangkalan Udara Iskandar Letkol Penerbang Jhonson H Simatupang mengungkapkan nelayan di wilayah laut Kalimantan menemukan dua jenazah terbaru penumpang AirAsia QZ8501.
“Satu jenazah sedang dijemput Super Puma di tongkang milik Negara Singapura dengan nahkoda asal Indonesia di Tanjung Matalayur Kabupaten Batola Kalimantan Selatan,”
“Satu jenazah lain yang juga ditemukan nelayan sudah dipindahkan ke KRI Banda Aceh. Semua jenazah harus dijemput menggunakan Super Puma karena jaraknya jauh dari Lanud Iskandar,” kata Jhonson, Rabu (7/1).
Sebelumnya, Direktur Operasi dan Latihan Badan SAR Nasional (Basarnas) SB Supriyadi mengatakan telah berkoordinasi dengan Syahbandar yang ada di Kalimantan agar mengkomunikasikan kepada nelayan maupun tongkang apabila melihat jenasah segera dilaporkan.
Hal itu dilakukan sebagai upaya mengantisipasi apabila jenasah penumpang AirAsia terbawa arus air laut keluar dari area yang ditentukan sekaligus bahan untuk memperluas lokasi pencarian.
“Semua sektor kita libatkan untuk mencari dan mengevakuasi pesawat AirAsia ini. Kalau memang nelayan itu bisa mengangkat jenasahnua ke kapal syukut, sekedar menginformasikan juga tidak masalah,” kata Supriyadi.
Jumlah jenazah yang berhasil ditemukan hingga pencarian di hari ke-11 sebanyak 41 jenazah.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain