6 April 2026
Beranda blog Halaman 40132

Semen Indonesia Jadikan Bekas Pabriknya sebagai Museum Industri

Jakarta, Aktual.co — PT Semen Indonesia (Persero) Tbk menjadikan bekas pabriknya di Jalan Veteran, Kabupaten Gresik, Jawa Timur sebagai kawasan ‘heritage’ atau Museum industri yang bisa dimanfaatkan masyarakat dalam berekreasi dan belajar.

“Pembangunan heritage di kawasan Semen Indonesia yang dimulai tahun ini, merupakan inovasi kami dalam melestarikan industri persemenan di Indonesia,” kata Plt. Dirut Semen Indonesia, Suparni di Gresik, Rabu (07/01).

Dikatakannya, Museum dan kawasan pendidikan yang dibangun di lokasi bekas pabrik seluas 3,2 hektar akan digunakan sebagai tempat pameran benda pabrik yang merupakan peninggalan sejarah, seni, ilmu pengetahuan dan sejumlah barang kuno.

“Museum ini akan difungsikan sebagai tempat rekreasi anak dan keluarga yang dilengkapi dengan berbagai mainan, hiburan, tempat istirahat dan resto. Selain itu, mereka bisa mengetahui bagaimana proses pembuatan semen,” paparnya.

Selain itu, PT Semen Indonesia juga akan membangun Kebun Raya yang berada di bekas lahan tambang semen, yakni di Telaga Ngipik, Kecamatan Kebomas dengan luas 49 hektar.

“Konsep kebun raya yang akan dibangun berupa taman budaya dengan tanaman langka, buah langka, tanaman obat dan tanaman penghasil O2 tinggi,” ungkapnya.

Ia berharap pembangunan museum dan kebun raya bisa menjadi tempat pembelajaran serta penelitian bagi akademisi dan masyarakat.

“Ini adalah langkah PT Semen Indonesia memantapkan program pelestarian lingkungan di bekas lahan tambang dan area pabrik yang sudah tidak dimanfaatkan lagi,” ujarnya.

Suparni mengatakan, pembangunan museum dan kebun raya ditargetkan selesai pada tahun 2017, dengan pembangunan yang memakan waktu 2 tahun.

“Semen Indonesia merupakan BUMN pertama yang mengubah kawasan industri menjadi Wisata Industri Nasional yang terpadu, dan Pabrik Semen Gresik yang bertempat di Jalan Veteran Gresik merupakan pabrik semen yang pertama dan diresmikan Presiden RI pertama Soekarno pada tanggal 7 Agustus 1957 dengan kapasitas terpasang 250.000 ton semen per tahun,” urainya lagi.

Artikel ini ditulis oleh:

Beri Informasi Proyek Hambalang, Karyawan Adhi Karya Dapat Uang dari Mahfud

Jakarta, Aktual.co — Karyawan PT Adhi Karya Teguh Suhanta menyebut Dirut PT Dutasari Citra Laras (DCL) Machfud Suroso kerap datang ke kantornya untuk bertemu Kepala Divisi Konstruksi I PT AK, Teuku Bagus M Noor.
Machfud memang mengincar agar pekerjaan mekanikal elektrikal (ME) dapat digarap perusahaannya sebagai subkontraktor pembangunan lanjutan Pusat Pendidikan, Pelatihan dan Sekolah Olahraga Nasional (P3SON) di Hambalang.
“Pak Machfud sering ke kantor ke tempat Pak Bagus, tapi kalau Pak Bagus belum datang (dia) menunggu di pemasaran,” ujar Teguh saat bersaksi untuk terdakwa Machfud Suroso di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Rabu (7/1).
Teguh yang saat itu menjadi staf pemasaran PT AK, mengaku mendengar informasi perusahaan Machfud memang sudah disiapkan menjadi subkontraktor proyek Hambalang yang akhirnya dikerjakan KSO Adhi-Wika. “Denger-denger ini subkonya, (denger) sebelum lelang,” sambungnya.
Saat proses lelang digelar Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), Teguh kerap memberi informasi mengenai perkembangan lelang ke Machfud. Sebagai imbalannya, Machfud memberikan duit untuk Teguh. “Uang Rp 25 juta,” ujarnya.
Duit dari Machfud diberikan melalui kurir yang diserahkan di kantor PT AK. “Waktu itu saya di lantai 2 ditelepon oleh security disuruh ke bawah. Ternyata ada titipan dari Pak Machfud oleh kurirnya,” ungkapnya.
“Saya ikut terlibat dalam lelang dan memberi informasi, beliau tanya sampai mana sih lelangnya,” jelas Teguh mengenai alasan pemberian duit dari Machfud.
Selain uang Rp 25 juta, Teguh mengaku mendapat perintah dari M Arief Taufiqurahman yang saat itu menjabat Manajer Pemasaran Divisi Konstruksi I PT AK, memberikan uang Rp 100 juta ke panitia lelang yang diketuai Wisler Manalu.
Namun, uang yang diserahkan, dikembalikan Wisler dan kembali diberikan Teguh ke Arief Taufiqurahman. “Saya lapor Pak Arief,  disuruh simpan,” sambungnya.
Beberapa saat kemudian, Arief mengambil Rp 30 juta dari uang yang disimpan Teguh. Namun dia tidak mengetahui keperluan penggunaan duit tersebut. “Sisanya Rp 70 juta. Saya kembalikan ke KPK,” aku Teguh.
Teguh pun membenarkan, titipan uang yang sedianya disetor ke panitia lelang, diberikan usai KSO Adhi-Wika dinyatakan sebagai pemenang lelang proyek Hambalang. “(Diberikan) Setelah pemenang lelang,” ujarnya.
Diketahui, Dalam dakwaan yang disusun jaksa KPK dipaparkan, sebelum pelaksanaan lelang proyek P3SON, Machfud bersama dengan Dirut PT Msons Capital, Munadi Herlambang bertemu dengan Arief Taufiqurahman membahas rencana keikutsertaan PT AK. Setelahnya Machfud bertemu Sekretaris Kemenpora saat itu Wafid Muharam bersama Teuku Bagus M Noor dan Arief.

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

Grup Whatsapp Absurd dan Sayyidina Umar yang Dimarahi Istrinya

Jakarta, Aktual.co —Cerita ini bermula dari percakapan absurd di grup Whatsapp yang juga absurd, sebut saja grup itu dengan “Grup Absurd” . Anggotanya bernama : Absurd 1 , Absurd 2, Absurd 3, Absurd 4 , dst.

Percakapan itu dipicu oleh Absurd 1 yang mengirim gambar suaminya sedang menggoreng makanan ke dalam grup, Kelihatannya enak, akan benar – benar menjadi enak jika makanan tersebut bisa dicicipi. Tapi keabsurdan ini bukan tentang proses pencicipan makanan, tapi komentar – komentar yang menjadi akibat dari terkirimnya gambar tersebut.

Absurd 2 memberi pendapat, “Sesibuk apapun aku, tak pernah kubiarkan suamiku menggoreng – goreng”. Absurd 3 menambahi, “Saiki dunia kewolak walik yooo, wkwkwkwk” , dan seterusnya. Dan Absurd terakhir yaitu si penulis sendiri mencoba untuk tampil bijak, meskipun dia belum yakin kalau penampilannya sudah bijak apa belum.

Absurd terakhir itu memulai ceramahnya dengan kalimat “Ada salah satu penyebab mengapa perempuan begitu dimuliakan oleh islam”. Lanjutan “ceramahnya” akan Absurd terakhir lanjutkan pada tulisan ini. 

Tadinya,  Absurd terakhir begitu terpukau oleh pemikiran feminis liberalis yang menurutnya sangat mewakili kepentingan perempuan, meskipun belum pernah mengkaji secara mendalam. Absurd terakhir hanya melihat kulit luar konsep perjuangan feminis untuk kebebasan perempuan sampai menutup mata bahwa terkadang konsep – konsep feminis tersebut bertabrakan dengan syariat islam (Absurd terakhir beragama islam). Seperti membenci dan memandang tidak adil tentang syariat poligami, ataupun tentang jilbab. Alasannya, konsep – konsep yang baik dalam feminis lebih banyak daripada yang menyerang syariat. Jadi, ambil saja yang baik – baiknya.

Sampai suatu hari dia dibuat penasaran oleh pernyataan salah satu seniornya di kantor tentang islamisme dan neoliberalisme. Begitu seniornya terlihat agak santai dan tidak serius melihat layar monitor, Absurd satu langsung duduk manis didepannya dan bertanya.

“Pak Alan (bukan nama yang sebenarnya), kenapa bapak berkata hanya Pan Islamisme yang mampu melawan Neoliberalisme?”, lalu Pak Alan menjawab ini dan itu mengenai hal tersebut (akan Absurd terakhir ceritakan pada tulisan lain).

Setelah Absurd terakhir mendapatkan jawaban dan hendak beranjak kembali ke meja di ruangan lain, Pak Alan mencegah. “Sebentar dulu, belum selesai” katanya. Lalu Pak Alan melanjutkan “Sebenarnya menurut kamu, siapa sih yang bertanggung jawab atas makanan keluarga, pendidikan anak-anak, dan seluruh urusan rumah tangga lainnya?”.  Absurd terakhir menjawab dengan ragu – ragu, “Ya… suami dan istri, sama – sama gitu pak” .

Lalu Pak Alan menghisap cerutunya dilanjutkan mengambil potongan melon untuk dimakan sambil berkata, “Kamu salah. Semuanya tanggung jawab suami sebagai pemimpin keluarga”.

Alkisah, ada seorang laki – laki ingin bertamu ke rumah Umar bin Khattab RA yang pada saat itu menjadi seorang Amirul Mukminin. Laki – laki ini ingin mengadukan perangai istrinya yang kerap marah – marah kepadanya, sehingga dia memutuskan datang menemui Umar bin Khattab RA untuk meminta nasihat.

Sungguh tak disangka, belum sampai laki – laki tersebut ke pintu rumah Umar bin Khattab RA, dia dikejutkan dengan suara yang tidak sengaja didengarnya, suara seorang perempuan yang sedang memarahi Umar bin Khattab RA, perempuan itu adalah istri sang Amirul Mukminin sendiri. Sebagaimana mirip dengan gaya marah istri laki – laki tersebut, yang membesar-besarkan hal remeh dengan nada yang makin lama makin tinggi.

Dan yang membuat si laki – laki ini makin heran, Amirul Mukmininnya tersebut diam saja. Pada saat itu, si laki – laki ini menjadi bimbang, jadi curhat atau tidak. Laki – laki itu kemudian berkata dalam hati, “Jika seorang Amirul Mukminin saja seperti itu, bagaimana denganku?” dan bersiap – siap untuk pergi.

Tapi Umar bin Khattab lebih dulu keluar rumah dan melihat tamunya yang hendak pergi tersebut. Umar bin Khattab memanggil laki – laki tersebut dan bertanya keperluannya. Begitu mendengar dia dipanggil, laki – laki tersebut berbalik dan mengutarakan keperluannya, “Wahai, Amirul Mukminin, aku datang untuk mengadukan perangai buruk istriku dan sikapnya kepadaku. Tapi, aku mendengar hal yang sama pada istrimu,” kata laki – laki itu.

Umar bin Khattab RA kemudian tersenyum. Dia pun mengisahkan kepada laki – laki itu mengapa Umar yang keras begitu sabar menghadapi istrinya. “Wahai, saudaraku, aku tetap sabar menghadapi perbuatannya karena itu memang kewajibanku.”

Alih-alih menghardik istrinya, Umar malah menceritakan betapa besar jasa istrinya dalam kehidupannya di dunia. “Bagaimana aku bisa marah kepada istriku karena dialah yang mencuci bajuku, dialah yang memasak roti dan makananku, ia juga yang mengasuh anak-anakku, padahal semua itu bukanlah kewajibannya,” jawabnya.

Pak Alan mengakhiri cerita dengan potongan melon terakhirnya dihadapan Absurd terakhir yang terbengong – bengong tapi masih punya space untuk berfikir. Jadi, betapa para feminis itu tidak memahami sempurnanya tatanan islam. Tatanan yang memuliakan perempuan. Perempuan tidak pernah memiliki kewajiban untuk mengerjakan pekerjaan rumah tangga, bersebab cinta dan kasih sayangnyalah sehingga mereka mau menangani pekerjaan rumah tangga selagi suami – suami mereka berada di luar.

Inilah yang membuat Sayyidina Umar hanya pasif menghadapi kemarahan istrinya. Dan tentu saja, yang membuat Rasulullah menyebutkan nama ibu sampai tiga kali sebelum ayah. Ya, ini yang menyebabkan perempuan begitu mulia dalam tatanan agama islam.

Lantas bagaimana dengan seorang istri yang juga tidak bisa menangani kewajiban suaminya lalu mendelegasikan kepada orang lain , misalkan pembantu rumah tangga? Dan dia juga berada diluar rumah untuk bekerja mencari nafkah. Tentu saja hal tersebut tidak mengurangi kemuliaan dirinya sebagai perempuan dalam islam.

Tidakkah kita ingat Ummahatul Mukminin Zainab binti Jahsy ? dimana dengan tangannyalah dia bekerja sehingga bisa memberikan sedekah kepada yang membutuhkan. “Adalah Zainab binti Jahsy orang yang paling takwa kepada Allah, paling suka menyambung tali silaturrahim, paling banyak bersedekah, dan paling suka mengorbankan dirinya untuk melakukan pekerjaan dan pekerjaan itu dia dapat bersedekah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.” (HR Muslim) .

Maka, bersyukurlah menjadi seorang perempuan muslim dan mari terus bersemangat untuk memperbaiki akhlak, amal dan kehidupan dunia akhirat. Wallahualam bi showab.

Oleh: Tsurayya Zahra
Aktivis Perempuan

Artikel ini ditulis oleh:

Fahmy Randi: Pemrintah Harus Antisipasi jika Terjadi Migrasi ke 3 Kg

Jakarta, Aktual.co — Meski sudah menaikan harga Elpiji 12 kilogram (kg) sebesar Rp 1.500 per kg, PT Pertamina (Persero) masih mengalami kerugian di tahun ini dari bisnis penjualan Elpiji non subsidi. Menurut Fahmy Randhi, dari Tim refrmasi reformasi tata migas (RKTM) Universitas Gadja Mada, kenaikan Elpiji 12 Kg merupakan hak Pertamina.

Namun sebelumnya, mereka harus meminta izin kepada pemerintah. Kenaikan elpiji 12 Kg pun tergantung dari harga pasar. Dengan kenaikan harga Rp 1.500 per tabung harga jual rata-rata Elpiji 12 kg dari Pertamina menjadi Rp 7.569 per kg.

Angka tersebut merupakan harga langsung dari Pertamina belum dikenakan pajak, biaya angkut dan keuntungan. Jika tiga komponen tersebut disertakan, maka harga menjadi Rp 9.519 per kg atau Rp 114.300 per tabung. Ketika, disinggung tentang kinerja RKTM dalam hal ini, Fahmy menjelaskan bahwa RKTM tidak mempunyai domain dalam hal ini.

Hari Ini, Prasasti Batu ‘Ayo Berprestasi’ Bojonegoro Tiba di Lokasi

Jakarta, Aktual.co —  Prasasti “Ayo Berprestasi” berupa batu berbobot sekitar 80 ton yang diambil dari Desa Sambongrejo, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, tiba di lokasi di alun-alun kota, Rabu (7/1), sekitar pukul 06.30 WIB.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Pemkab Bojonegoro Andi Tjandra mengatakan perjalanan membawa batu berwarna putih keabu-abuan dari lokasinya di Dusun Sukun, Desa Sambongrejo, Kecamatan Gondang, menuju lokasi penempatan membutuhkan waktu tiga hari.

Perjalanan truk, katanya, kecepatannya hanya sekitar 10 kilometer/jam, sehingga proses perjalanan membutuhkan waktu lama. Apalagi, kekuatan truk trailer dalam mengangkut beban maksimalnya hanya sekitar 70 ton.

“Kita sebenarnya untung-untungan dalam mengangkut batu ini, sebab berat batu yang mencapai 80 ton melebihi kemampuan truk yang hanya sekitar 70 ton. Anda lihat badan truk trailer sampai melengkung,” jelas dia.

Bahkan, lanjut dia, dalam perjalanan truk trailer dari lokasi batu di Desa Sambongrejo, menuju alun-alun kota di depan kantor pemkab, yang jaraknya sekitar 40 kilometer lebih, harus mengganti kampas kopling tiga kali.

“Truk harus berhenti setelah berjalan menanjak, sebab kalau diteruskan kampas koplingnya terbakar,” tuturnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan ratusan warga di Desa sambongrejo, dan sekitarnya dengan berkendaraan sepeda motor mengawal perjalanan proses evakuasi batu sampai di Kecamatan Temayang.

Menurut dia, proses evakuasi batu prasti “Ayo Berprestasi” tersebut mengerahkan enam alat berat, berupa dua ‘crane’, dua truk trailer, dan dua ‘backhoe’.

Selain itu, lanjutnya, proses mengangkat batu tersebut mengerahkan 20 tenaga kerja, belum termasuk tenaga teknis dari Dinas PU.

“Kalau dihitung besarnya biaya mengangkut batu ini mencapai Rp250 juta lebih,” ucapnya.

Ia menambahkan posisi batu akan diletakkan di alun-alun di depan kantor pemkab sama dengan posisi aslinya batu di lokasi.

Oleh karena itu, lanjut di, batu yang tingginya 3,8 meter tersebut di lokasi ditempatkan akan ditanam sekitar 1 meter.

“Proses menata peralatan untuk menurunkan batu ini paling tidak membutuhkan waktu 1 jam lebih,” jelas petugas Dinas Pu Muchlisin, menambahkan.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Bojonegoro Amir Syahid, menjelaskan batu prasasti “Ayo Berprestasi” tersebut, berfungsi untuk mendorong generasi mendatang agar terus berprestasi.

Artikel ini ditulis oleh:

Teleskop Hubble Tangkap Foto Menakjubkan Galaksi Eagle Nebula

Jakarta, Aktual.co — Dalam mengeksplor ‘struktur penciptaan’ terjadinya Alam Semesta yang menakjubkan, Teleskop Ruang Angkasa NASA, Hubble kembali mendapatkan sebuah ‘obyek’ foto ikonik istimewa. Foto ini berbeda dengan foto-foto yang pernah ditangkap oleh Hubble sebelumnya, selama 20 tahun – yang sebentar lagi akan merayakan ulang tahun ke-25 di bulan April ini – dalam menjelajah Luar Angkasa.

Gambar terbaru memberikan wawasan kepada kita tentang ‘M16’, sebuah gugusan kecil di Galaksi Eagle Nebula, yang terletak sekitar 6.500 tahun cahaya dari Bumi.

“Seperti kami meletakkan gambar di atas meja. Dan, kami hanya tertuju karena semua detail yang spektakuler bahwa kami melihat untuk pertama kalinya,” kata Dr. Paul Scowen, Profesor riset dari Arizona State University, Amerika Serikat, dan salah satu ilmuwan yang memimpin pengamatan Nebula melalui Hubble, dalam sebuah pernyataan tertulis dari NASA, demikian HuffingtonPost melaporkan, Rabu (7/1).

Susunan dalam ‘M16’ terdiri dari gas hidrogen yang dingin dan debu luar angkasa. Mereka terbentuk menjadi sebuah obyek Luar Angkasa berbentuk bintang – mirip dengan Galaksi Bima Sakti- di mana Matahari kita lahir.

Cluster dalam susunan bintang-bintang besar memancarkan radiasi dan menghasilkan gerakan kencang ‘sandblast’ bagian atas terjauh dari susunan tersebut.

“Ada penjelasan ilmiah yang dapat menerangkan kejadian tersebut, dimana Bintang-bintang besar mengeluarkan tenaga cukup besar dalam bentuk cahaya ultraviolet untuk mengionisasi awan gas dan membuat mereka bersinar,” tutur Scowen dalam pernyataan tertulisnya.

“Pembentuk gugusan bintang Nebula seperti M16 merupakan lampu-lampu cahaya  antar Galaksi,” katanya lagi.

“Kami hanya meneliti sekelompok bintang-bintang besar di sini.”

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain