18 April 2026
Beranda blog Halaman 40248

Karunia Terindah, Ini Dia Skenario Allah SWT Tentang Jodoh Seorang Muslim

Jakarta, Aktual.co —  Jodoh merupakan anugerah dan rezeki. Rezeki adalah karunia. Allah Ta’ala memberikannya kepada siapa pun yang dikehendaki-Nya. Dan, menahannya bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Dia Maha Mengetahui kebutuhan seluruh hamba-Nya.

Maka jodoh akan diberikan tatkala seseorang membutuhkannya, dan itu baik bagi kehidupan sang hamba. Jodoh  adalah rezeki. Maka ‘ia’  misteri. Ada rahasia agung di dalamnya yang mustahil diketahui detail oleh hamba-Nya yang bernama manusia.

Karena misteri itu, jodoh tak bisa ditebak dengan siapa, kapan bersanding dengannya, bagaimana ceritanya, menjadi yang keberapa atau bagaimana kesudahannya.

Dalam tahap inilah seorang Mukmin patut mengambil kesimpulan, bahwa kemisterian itu tidak terlalu penting, sebab itu bukan fokus utamanya. Ketika kemisterian itu dipikirkan secara mendalam hingga dipaksakan, maka yang paling pasti adalah kerugian bagi diri pemaksanya. Sebab, manusia hingga kapan pun mustahil menentang Kuasa-Nya.

Pertanyaannya siapakah jodoh kita?
Yang paling pasti, dia adalah sosok terbaik menurut takdir Allah Ta’ala. Dia tidak mungkin menzhalimi hamba-hamba-Nya. Dalam tahap ini, kebiasaan menge-tag sosok yang belum pasti nampaknya perlu dikoreksi.

Baik, Jika hal itu dimaknai sebagai motivasi, sebab sosoknya memesona agama dan akhlaknya. Namun yang pantas disiapkan juga adalah kemungkinan jika ia belum atau tidak berjodoh. Jawaban atas tanya siapa ini, lebih layak dialihkan dalam amal ibadah.

Seberapa sungguh-sungguh diri ini untuk memperbaiki diri agar layak bersanding dengan ia yang baik agama dan akhlaknya itu.

Lalu,  kapankah kita bertemu jodoh?
Tak ada jawaban “May be Yes, May be No”. Karena apa yang tertulis dalam Lauhul mahfuzh yang terjaga rahasianya adalah pasti. Kapan menjadi penting ketika usia seseorang sudah masuk angka ‘genting’ dalam hitungan manusia. Genting bisa dinilai dari segi kesehatan, kemungkinan hidup karena mengidap penyakit, pertimbangan usia anak-anak yang terlahir, dan bisa jadi tuntutan orangtua.

Semua ini wajar saja. Sebab, menikah yang bermakna bersanding dengan ia yang berjodoh dengan seseorang adalah terminal hidup selepas lahir dan sebelum mati.

Namun demikian, ketika kaca mata yang dikenakan adalah Syariat-Nya, kapan tak menjadi masalah. Sebab lagi-lagi, Dia Maha Mengetahui mana yang terbaik untuk hamba-Nya. Maka yang terpenting adalah mengupayakan sesegera mungkin sesuai dengan upaya terbaik.

Kemudian, jika bukan yang pertama?
Inilah hal yang paling pelik bahkan hingga hari ini. Sebab obsesi bahwa jodoh harus yang pertama dan terakhir ini amat berlebihan jika dilihat dari sudut pandang takdir  Allah Ta’ala. Tahap berikutnya, pelakunya bisa dimasukkan dalam pasal ‘memaksa’ Allah SWT untuk ikuti maunya. Na’udzubillah.

Sejatinya, ketika diri memiliki sedikit ilmu saja tentang sirah Rasulullah SAW yang mulia, obsesi ini sudah terbantahkan. Meskipun, memiliki niat dan mengupayakannya tak pernah dianggap salah.

Dalam hal ini, jika Anda adalah seorang wanita, coba tengoklah Ummu ‘Aisyah binti Abu Bakar. Sosok muda, shalihah dan berwawasan ini, hanya menikah sekali seumur hidupnya. Beliau dinikahi saat berumur sembilan atau dua belas tahun. Namun, lupakah kita bahwa beliau bukan istri pertama Rasulullah SAW.

Beliau dinikahi sebagai istri ketiga selepas wafatnya Ummu Khadijah dan Rasulullah menikahi Ummu Saudah. Tapi, lihatlah kehidupannya, beliau tetap memesona nan cemerlang dimata suami dan perjuangan menegakkan Islam. Beliau bukan istri pertama, namun berhasil mengukir kecemerlagan hidup dalam kemuliaan.

Kemudian, ketika Anda adalah sosok laki-laki, apalagi yang mengaku dan merasa sebagai laki-laki sejati, lantas amat terobsesi terhadap anggapan harus menjadi suami pertama dan terakhir, cobalah melihat Rasulullah SAW nan mulia.

Beliau menikahi Ummu Khadijah sebelum menikahi wanita lain. Artinya, Ummu Khadijah adalah yang pertama bagi Baginda Nabi. Namun, Rasulullah bukanlah suami pertama jika dilihat dari urutan pernikahan sang istri. Sebab sebelumnya, Ummu Khadijah Al-Kubra telah menikah dua kali.

Jadi, Baginda Nabi adalah suami ketiga Ummu Khadijah. Namun perilaku beliau sebagai seorang suami amat memesona dan senantiasa dikenang sejarah dengan catatan emasnya.

Karenanya, tak perlu berkecil hati. Cukup perbaiki niat, persiapkan diri sebaik-baiknya, upayakan jalannya segemilang mungkin, dan segerakan sembari bulatkan keyakinan bahwa Allah Ta’ala akan membantu siapa yang sungguh-sungguh.

Sebab jodoh idaman adalah ia yang siap menemani kita untuk semakin mencintai-Nya dan kelak bersama dengannya di Surga-Nya. Semoga, Amin!.

(Sumber: Keluarga Cinta)

Artikel ini ditulis oleh:

Pemkot Tangerang Doyan Mutasi Pegawai, Dewan Ogah Ikut Campur

Jakarta, Aktual.co —Anggota dewan Kota Tangerang tak mau ikut campur soal mutasi pegawai yang sering dilakukan Pemerintah Kota Tangerang. Padahal seringnya gonta-ganti pegawai itu mendapat sorotan dari kalangan lembaga swadaya masyarakat (LSM).
Ketua DPRD Kota Tangerang Soeparmi berdalih kalau tidak mau ikut campur lantaran menganggap itu merupakan hak Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah sebagai kepala daerah.
“Dewan tidak ikut campur dalam hal itu,” kata Soeparmi, Minggu (4/1).
Ketimbang mempermasalahkan soal pergantian pegawai, kata Soeparmi, pihaknya saat ini lebih memilih untuk mengawasi kinerja para pegawai saja setelah dimutasi. Sehingga bisa dilihat apakah kebijakan mutasi pegawai itu berdampak baik atau tidak bagi Pemkot Tangerang.
“Misalnya dari anggaran. Apakah ada Silpa (sisa anggaran) atau tidak, programnya berhasil atau tidak,” ujar dia, seperti dikutip dari Tangerangnews.
LSM Trains (Tangerang Raya Institute) mencatat beberapa kali mutasi yang sudah dilakukan Pemkot Tangerang. Pertama, 6 Januari 2014 lalu. Ada 10 pegawai yang jadi ‘korban’. Menyusul tujuh orang lagi dimutasi pada 27 Januari 2014. 
Mutasi ketiga di 13 Februari 2014, dengan jumlah besar mencapai 65 orang. Sementara untuk mutasi keempat dilakukan pada 11 Maret 2014 ada 46 pegawai yang dimutasi. Mutasi kelima 12 maret 2014 secara besar-besaran, setidaknya ada 86 orang pegawai dijajarannya dimutasi Arief. Mutasi keenam saat Hari pertama kerja saat puasa, Arief langsung melakukan mutasi sejumlah pejabat pejabat esselon II, III dan IV pada Senin (30/6). Mutasi ketujuh terjadi di penghujung 2014 jumlahnya ratusan untuk pejabat esselon II, III, dan IV. Mutasi ini juga karena alasan adanya perubahan SOTK. 

Artikel ini ditulis oleh:

Jaga Stabilitas Harga, Pemerintah Percepat Program Sistem Resi Gudang

Jakarta, Aktual.co — Menteri Perdagangan (Mendag) Rachmat Gobel mengatakan bahwa pihaknya akan mempercepat implementasi Sistem Resi Gudang (SRG) di Kabupaten Subang, Jawa Barat. Pasalnya, Gobel meyakini jika SRG bisa berperan dalam menjaga stabilitas harga komoditas, terutama bahan pokok.

“Kemendag mengelola berbagai instrumen untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga bahan pokok dan barang penting seiring dengan kebijakan pemerintah menurunkan harga BBM. Salah satu instrumen yang berperan penting mewujudkan stabilisasi harga adalah Sistem Resi Gudang (SRG),” katanya dalam siaran persnya, Senin (5/1).

Ia menilai SRG bisa menjadi salah satu instrumen pengukuran ketersediaan stok nasional, khususnya terkait dengan bahan pangan seperti beras, gabah, dan jagung. Hal ini dimungkinkan lantaran data ketersediaan stok di setiap gudang SRG tereintegrasi melalui suatu Sistem Informasi Resi Gudang (IS-WARE) yang dikelola oleh Pusat Registrasi.

“Dengan adanya keterpantauan stok nasional oleh pemerintah, serta mekanisme tunda jual dan pembiayaan yang dilakukan atau diperoleh oleh petani, maka SRG dapat berperan dalam mewujudkan stabilitas harga komoditas,” terangnya.

SRG juga berperan penting sebagai sarana penyimpanan logistik dalam proses produksi, distribusi, dan konsumsi. Gudang-gudang SRG tersebut dapat menjadi infrastruktur penting dalam pengoperasian supply chain (mata rantai pasok) untuk penciptaan program pengadaan dan penyaluran logistik secara nasional.

Dengan begitu, lanjutnya, intervensi pemerintah dalam pengendalian harga komoditas strategis, khususnya pangan seperti gabah, beras, dan jagung, dapat mulai dikurangi.

“Hal ini dilakukan karena petani yang selama ini tidak memiliki posisi tawar akan mampu menentukan jumlah pasokan komoditas di pasar, sehingga harga komoditas juga dapat mereka kendalikan sendiri,” tandasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Diintimidasi Zulkifli Hasan, Gulat Lapor Hakim

Jakarta, Aktual.co — Mantan Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan saat bersaksi untuk terdakwa suap perubahan luas bukan kawasan hutan di Provinsi Riau, Gulat Medali Emas Manurung mengeluarkan kata-kata yang tak pantas di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (5/1).
Kuasa hukum Gulat, Jimmy Stefanus Mboi, mengaku bahwa kliennya sempat diintimidasi  Zulkifli Hasan, selepas bersaksi. Menurutnya di akhir persidangan Zulkifli sempat melontarkan ucapan menyinggung kliennya.
“Karena setelah pemeriksaan saksi Zulkifli Hasan dia mengucapkan kata-kata yang tidak sepantasnya diucapkan dalam persidangan dan mengundang kegaduhan. Mohon dalam pesidangan selanjutnya diperhatikan,” kata penasehat hukum Gulat, Jimmy Stefanus Mboi, kepada majelis hakim, di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin (5/1).
“Mengenai ucapan yang tidak pantas yang disampaikan saksi Zulkifli Hasan. Setelah memberikan keterangan tadi lalu keluar, kemudian mengucapkan, ‘Gara-gara kau semua orang rugi,’ kemudian keluar dan mengundang tertawa dari pengunjung,” kata Jimmy.
Tak hanya itu, pihak Gulat juga mengeluhkan agenda sidang tersebut. Pasalnya, informasi yang diperoleh dari jaksa penuntut umum (JPU) pada KPK menyebut saksi yang dihadirkan adalah Annas Maamun sementara yang hadir adalah Zulkifli Hasan.
“Karena pada kesempatan yang lalu JPU mengatakan yang akan dihadirkan adalah Annas Maamun dan lima saksi yang lain tapi ternyata hari ini saksi yang dihadirkan adalah Zulkifli Hasan dan lainnya,” katanya.
Jimmy juga protes karena kliennya pagi tadi sempat bersitegang dengan seorang pria di ruang tunggu terdakwa. Bahkan keduanya sempat terlibat cekcok dan melontarkan makian.
“Kami mohon perhatian majelis hakim yang mulia terhadap saksi-saksi yang dihadirkan supaya mereka dapat menjaga persidangan ini,” ujar Jimmy.
Ketua Majelis Hakim Supriyono lantas menanggapi protes dari kubu Gulat. “Terima kasih, karena kebetulan tadi langsung keluar. Perlu ditanggapi penuntut umum,” kata Hakim Ketua Supriyono.
Jaksa Penuntut Umum pada Komisi Pemberantasan Korupsi, Kresno Anto Wibowo, lantas memberi tanggapan atas keberatan Gulat. Tetapi, dari pendapatnya dia menyatakan enggan bertindak dan menyerahkan kepada Gulat serta kuasa hukumnya bila merasa disakiti langsung melapor kepada polisi.
“Kalau ada sesuatu yang kalau sudah bersifat tindak pidana bisa diserahkan ke yang berwajib,” kata Jaksa Kresno.
Namun, Hakim Ketua Supriyono langsung menjawab pendapat jaksa. Menurut dia, mestinya jaksa bertanggung jawab penuh terhadap keselamatan terdakwa saat berada dalam kewenanganya dan selama menjalani persidangan. Tetapi, Jaksa Kresno menyatakan hanya menyerahkan urusan keamanan Gulat kepada pengawal tahanan.
“Itu diserahkan ke pengawal tahanan. Kita lihat dulu klasifikasinya seperti apa,” tambah Jaksa Kresno.
Mendengar jawaban itu, Hakim Supriyono lantas memberi penegasan kepada jaksa.
“Kondisi itu diakomodirlah. Belum menjurus tindak pidana, jangan sampai posisi itu. Sekecil apapun karena duduk di sini belum dinyatakan bersalah juga. Harus dijamin keamanannya, majelis meminta itu, jangan sampai terjadi posisi itu,” sahut Hakim Supriyono.

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

Lemahkan Petral-PES, Migas Watch: Faisal Basri Tak Paham Sektor Migas

Jakarta, Aktual.co — Tim Reformasi Tata Kelola Migas (RTKM) merekomendasikan untuk mencabut kewenangan anak usaha PT Pertamina (Persero), Pertamina Energy Trading Ltd (Petral) dalam mengimpor minyak dan Bahan Bakar Minyak (BBM). Fungsi Petral dalam mengimpor minyak mentah dan BBM akan dialihkan ke Integrated Supply Chain (ISC) yang juga berada di bawah Pertamina.

Menanggapi hal itu, Pengamat Migas Watch Tri Widodo menilai bahwa rekomendasi tim yang dipimpin Faisal Basri itu menunjukan ketidakpahaman akan bisnis Migas. Peralihan fungsi Petral ke ISC akan membahayakan likuiditas dolar di Tanah Air yang kemudian berujung pada kelangkaan, maka rupiah juga akan terus terjungkal.

“Rekomendasi mengalihkan fungsi Petral menunjukan ketidakpahaman tim Faisal Basri. Ia tidak paham betapa bahayanya itu terhadap ekonomi khususnya keuangan negara. Sebab dengan ISC yang melakukan tender sendiri dan tendernya dilakukan di Jakarta itu akan memaksa Pertamina juga Pemerintah harus menyediakan cost besar dalam bentuk dolar. Itu akan membuat dolar semakin langka dan akhirnya rupiah akan kian terpuruk,” kata Tri kepada Aktual.co, Jakarta, Senin (5/1).

Ia berpendapat, mengapa tidak dibiarkan saja keduanya (Petral dan ISC) melakukan tender, Petral di Singapura dan ISC di Indonesia.

“Kita adu mana yang lebih baik. Mana yang lebih murah, efektif dan efisien,” ujarnya.

Untuk soal pembiayaan, kata dia, Petral sudah lebih efektif. Pasalnya, Petral sendiri tidak membebani Pemerintah, karena dengan berada di singapura Petral dapat memperoleh dana pinjaman dari beberapa bank internasional dalam bentuk dolar sehingga tidak mengganggu likuiditas dolar di Tanah Air.

“Sementara ISC, akan membahayakan likuiditas dolar, terjadi kelangkaan maka rupiah kita akan melemah. Secara ekonomi itu akan membayakan perekonomian kita jika dolar terus menguat.  Dolar bisa tembus Rp15 ribu,” ungkapnya.

“RTKM artinya tidak memahami bisnis migas indonesia. Faisal tidak mengerti dagang, itu tidak ditemukan di saat dia jadi dosen dan belajar di UI. Ilmu dagang itu ada di glodok saja tidak ada di UGM dan UI. Tim RTKM isinya bukan orang berkompeten,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Tri juga angkat bicara terkait ditunjuknya Daniel Purba sebagai VP ISC menggantikan Tafkir Husni. Ia menilai Daniel bukanlah orang yang tepat mengisi posisi tersebut.

“Daniel tidak punya kompeten, saya yakin dia tidak bisa apa-apa. Apalagi dia juga kan termasuk anggota tim RTKM, di mana rekomendasi timnya sangat tidak tepat dan menunjukan ketidakpahaman terhadap bisnis migas,” tukasnya

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Ribuan Jabatan Struktural DKI Dibiarkan Lowong

Jakarta, Aktual.co —Pasca pelantikan besar-besaran 4.676 pejabat eselon di jajaran Pemprov DKI Jumat (2/1) minggu lalu, hingga kini sejumlah 1.835 posisi jabatan masih dibiarkan kosong. 
Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) berdalih pengosongan sengaja dilakukan demi memaksimalkan pelayanan. 
“Karena bagi kami yang penting adalah memberikan pelayanan semaksimal mungkin. Jadi, memang ada sejumlah jabatan yang sengaja dikosongkan,” kata Ahok di Balai Kota DKI, Jakarta Pusat, Senin (5/1).
Posisi struktural yang dibiarkan lowong itu, dianggap Ahok tidak terlalu banyak dibutuhkan. “Kita tidak mau lagi punya terlalu banyak jabatan struktural, karena mulai sekarang kita ingin mengedepankan pelayanan kepada masyarakat.”
Namun tampaknya, jabatan-jabatan itu akan terus dibiarkan kosong. “Kita lihat saja, kalau dikosongkan akan jadi seperti apa. Tapi sepertinya memang sudah tidak diperlukan lagi,” ujarnya.
Sebelumnya, Pemprov DKI Jakarta memang memangkas ribuan jabatan. Dari semula 8.011 jabatan menjadi tinggal 6.511 saja. Namun dalam pelantikan yang digelar Jumat (2/1) minggu lalu, yang dilantik Ahok hanya 4.676 pejabat saja. Sehingga total masih ada 1.835 jabatan yang lowong.
Mereka-mereka yang sudah dilantik yakni Wali Kota Jakarta Pusat Mangara Pardede yang sebelumnya menjabat sebagai Sekretaris DPRD DKI. Wali Kota Jakarta Timur Bambang Musyawardhana yang sebelumnya merupakan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI.
Lalu Kepala Dinas Perumahan Ika Lestari Aji yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Sudin Perumahan Jakarta Utara.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain