18 April 2026
Beranda blog Halaman 40252

Cari Formasi Ideal, Arema Cronous Berencana Ubah Susunan Tim

Malang, Aktual.co — Klub sepakbola asal Malang, Arema Cronus kini tengah mencari formasi ideal dalam mengarungi lanjutan Indonesia Super League (ISL)  tahun 2014/2015. Menurut pelatih Arema, Suharno, ada kemungkinan formasi Arema berubah dari musim lalu.

Pasalnya, sejumlah pemain baru yang ikut memperkuat Arema membuat dirinya harus memutar otak untuk mendapatkan formasi yang ideal. Apalagi, dua nama potensial seperti, Abblode Yao Rudy dan Sengbah Kennedy bakal memberi warna baru bagi tim berjuluk ‘Singo Edan’.

“Kami sedang coba beberapa formasi untuk bisa menunjang potensi semua pemain,” ujar Suharno, kepada Aktual, Senin (5/1) di kota Batu, Malang, Jawa Timur.

Striker asal Liberia Yao Rudy, diketahui memiliki posisi tipikal yang mirip dengan Cristian Gonzales, dimana tim pelatih harus saat ini sedang mengutak-atik formasi untuk mengakomodasi dua pemain tersebut.

Formasi 4-3-3 sebagai sistem baku dalam permainan yang dikembangkan musim lalu, lebih menonjolkan Gonzales sebagai ‘target man’.

Kini, hadirnya Yao Rudy juga tak menutup kemungkinan ada dua ‘target man’ di lini depan Arema.

“Dalam beberapa uji coba, kami sudah coba Rudy di posisi Beto. Tapi, selalu kembali ke tengah di posisi Gonzales. Kami masih cari yang terbaik,” katanya lagi.

Tak hanya itu, perubahan formasi juga dilakukan di lini belakang, dengan hadirnya defender ternama asal Persija Jakarta, Fabiano Beltram juga bakal disejajarkan dengan duet bek kuat Arema yakni Victor Igboneffo dan Purwaka Yudhi.

Artikel ini ditulis oleh:

Budi Gunawan jadi Kapolri, ICW: Mimpi Buruk

Jakarta, Aktual.co — Koordinator Divisi Monitoring Hukum dan Peradilan Indonesia Corruption Watch (ICW), Emerson Juntho tidak merekomendasikan Kepala Lembaga Pendidikan Komisaris Jenderal Budi Gunawan dan Asisten Operasi Kepala Kepolisian Republik Indonesia Inspektur Jenderal Badrodin Haiti maju menjadi calon Kepala Kepolisian RI.

Menurut dia, bila satu di antara mereka terpilih, masyarakat akan sulit mempercayai citra kepolisian. “Mimpi buruk bagi penegakan hukum,” katanya saat dihubungi Tempo, Senin, 5 Januari 2015. Emerson berharap kepolisian menindak tegas pelaku kasus-kasus korupsi dan pencucian uang. Keraguan terhadap integritas Kapolri, Emerson melanjutkan, bisa menjadi bumerang bagi citra polisi. “Kedudukan polisi paling tinggi di penegakan hukum yang tidak boleh tersangkut kasus hukum,” ujarnya. (Lihat: Pemilik Rekening Gendut Masuk Bursa Kapolri)

Sebelumnya, pada Juni 2010, majalah Tempo menulis laporan mengenai rekening gendut polisi. Dalam laporan itu, disebut per tanggal 19 Agustus 2008 kekayaan Budi Gunawan mencapai Rp 4,6 miliar. Dia juga dituduh melakukan transaksi dalam jumlah besar, tak sesuai dengan profilnya. Bersama anaknya, Budi disebut telah membuka rekening dan masing-masing menyetor Rp 29 miliar dan Rp 25 miliar.

Adapun Badrodin Haiti per tanggal 24 Maret 2008 disebut memiliki harta Rp 2 miliar dan US$ 4.000. Dia juga dituding membeli polis asuransi kepada PT Prudential Life Assurance Rp 1,1 miliar. Asal dana pembelian ini dari pihak ketiga. Dia juga disebut menarik dana Rp 700 juta dan menerima dana rutin setiap bulan.

ICW mendesak Presiden Joko Widodo melakukan seleksi terhadap calon Kapolri seperti saat mengangkat menteri. “Nama-nama tersebut harus disetor ke PPATK dan KPK. Kalau dapat kartu kuning, jangan dipaksakan,” ujar Emerson.

KAU: RKTM Hasilkan Jalan Mulus Kepentingan Asing

Jakarta, Aktual.co — Tidak ada rekomendasi strategis yang dihasilkan oleh Tim Reformasi Tata Kelola Migas ( RTKM). Tim yang diketuai Faisal Basri hanya memindahkan mafia satu ke mafia lainnya. 
Demikian disampaikan Dani Setiawan Ketua Koalisi Anti Utang saat dihubungi Aktual.co, Senin (5/1).
Menurutnya, ada dua hal dalam kegagalan RTKM, pertama soal reformasi tata kelola migas tidak bekerja dengan maksimal untuk merubah tata kelola migas sesuai dengan namanya. 
“Yang kedua rekomendasi fungsi ISC ke dalam pertamina untuk melakukan impor yang sama sekali tidak menyelesaikan mafia migas,” ujarnya. 
Ia juga menambahkan RTKM diragukan kredibilitasnya yang sejak awal mengontrol Petral dalam mengurusi impor/ekspor bahan bakar minyak. 
Masalah ini bukan berada pada Faisal Basri sebagai ketua Tim RKTM yang merekomendasikan Daniel Purba sebagai VC ISC, tetapi motifnya yang dianggap sebagai pengalihan kepentingan dari dua sarang mafia.
“Tim ini berada di kualitas yang rendah yang cenderung melegalisasikan perusaahaan asing lewat penghapusan Ron 88 dan premium. Yang justru memberikan ruang bagi kepentingan asing,” demikian Dani. 
Laporan: Nailin.

Artikel ini ditulis oleh:

Agung Laksono Membantah Ditawari Jabatan Menteri

Jakarta, Aktual.co —DPP Partai Golkar hasil Munas Jakarta yang dipimpin Agung Laksono membantah telah ditawari jatah menteri oleh pemerintahan Jokowi-JK, sehingga memengaruhi negosiasi dengan kubu Aburizal Bakrie. “Tidak ada pembicaraan jadi menteri. Tidak ada upaya mendekati Jokowi-JK atau minta posisi menteri,” ujar Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar hasil Munas Jakarta, Agus Gumiwang Kartasasmita di DPP Partai Golkar, Jakarta, Senin (5/1).

Sebelumnya, DPP Golkar hasil Munas Jakarta yang dipimpin Agung Laksono meminta kubu Aburizal Bakrie bersedia Golkar keluar dari Koalisi Merah Putih (KMP), apabila ingin berdamai. Namun persyaratan Golkar keluar dari KMP yang disebut “harga mati” itu, menurut Agus Gumiwang sama sekali tidak dilandasi adanya tawaran kursi menteri dari pemerintah.

Meskipun demikian, Agus secara pribadi memandang posisi di pemerintahan penting bagi jati diri Golkar. Dengan berada dalam pemerintahan, Golkar dapat memberikan kontribusi maksimum bagi bangsa dan negara. “Jangan melupakan juga bahwa kita tidak mempunyai kebiasaan menjadi oposisi,” ujar dia.

Sejauh ini juru runding Golkar kubu Agung Laksono telah melakukan satu kali pertemuan dengan juru runding Golkar kubu Aburizal Bakrie, namun belum menemukan kata sepakat. Perundingan selanjutnya baru akan berlangsung 8 Januari 2015 mendatang. Sementara itu pada Senin petang hari ini Golkar kubu Agung Laksono melakukan pertemuan internal di kantor DPP Partai Golkar untuk membahas persiapan perundingan lanjutan dengan kubu Aburizal Bakrie.

Kalangan Pengajar di Tangsel Lebih Suka Pakai Kurikulum 2013

Jakarta, Aktual.co —Pihak pengajar di Kota Tangerang Selatan cenderung lebih menyetujui digunakannya Kurikulum 2013, ketimbang kembali ke Kurikulum 2006 seperti arahan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
Hal itu disampaikan Ketua Dewan Pendidikan Tangsel, Supriano, menanggapi masih belum jelasnya sikap Kota Tangerang terkait penggunaan kurikulum bagi siswa didik.
Dimana Dinas Pendidikan Kota Tangerang Selatan hingga saat ini masih belum juga memutuskan apakah menggunakan kurikulum 2013 atau Kurikulum 2006.
“Dari pengamatan saya, lebih banyak mendukung dan sepakat untuk diterapkan kurikulum 2013. Alasanya ajaran itu sudah disesuaikan dengan abad ke 21 ini dengan berbagapi aspek yang berkaitan, baik SDM guru dan pola pengajaran,” ujar dia, Senin (5/1).
Kendati demikian, dia tetap berharap pihak guru, kepala sekolah, Dewan Pendidikan serta Dinas Pendidikan bisa duduk bersama. “Untuk merumuskan (kurikulum) apa yang perlu disepakati,” kata dia. 
Selanjutnya, hasil pertemuan itu bisa diserahkan ke Wali Kota Airin Rachmi Diany Wardana untuk kepastian penggunaan kurikulumnya. 
Apabila dipilih Kurikulum 2013, Supriano mengingatkan Dinas Pendidikan perlu melengkapi sarana prasarana bagi para tenaga pengajar agar bisa berjalan dengan baik. 
“Para pengajar harus mendapatkan pelatihan. Tujuannya supaya pelaksanaan kurikulum 2013 itu dapat berjalan dengan baik,” ujar dia.

Artikel ini ditulis oleh:

Inilah Jadwal Lengkap Pameran & Teater Seni di TIM Sepanjang Januari 2015

Jakarta, Aktual.co — TIM menawarkan banyak sekali event seni budaya yang menarik di awal tahun ini. Berikut ini merupakan beberapa jadwal kegiatan yang diselenggarakan Teater Salihara selama bulan Januari 2015.

‘Lukisan yang baik’- 20 Desember 2014 hingga 10 Januari 2015, @Galeri Cipta II
Dewan Kesenian Jakarta (DKJ) bersama Pusat Kesenian Jakarta Taman Ismail Marzuki (PKJ-TIM) mengadakan Pameran Lukisan Koleksi PKJ-TIM & DKJ yang mengambil tema khusus 40 Tahun Desember Hitam: Lukisan yang Baik.
‘Lukisan yang baik’ adalah frasa yang tertulis dalam kepala (kop) surat pernyataan dewan juri kepada penerima hadiah

Pameran Besar Seni Lukis Indonesia 1974 yang diikuti oleh 80 pelukis dan merupakan cikal bakal Jakarta Biennale.
Dalam keputusan yang merujuk pada ‘lukisan yang baik’ itu, gaya abstrak dekoratif – yang tengah populer kala itu – menjadi tema yang mengikat para penerima hadiah.

Sebanyak 20 lukisan yang menjadi koleksi Pusat Kesenian Jakarta-Taman Ismail Marzuki dan Dewan Kesenian Jakarta akan ditampilkan untuk memberikan gambaran mengenai polemik yang terjadi pada saat itu. Pameran ini dikuratori oleh Leonhard Bartolomeus dan Riksa Afiaty.

Apresiasi ruang terbuka: ‘Diambang Maut & Siapa Aku? karya Laksmi Noto Kusumo’- 9 Januari 2014, pukul 20.00 WIB, @Teater Kecil, gratis
Lembaga Teater Jakarta dan PKJ (Taman Ismail Marzuki) menyelenggarakan Apresiasi Ruang Terbuka menampilkan “Diambang Maut (Empiri)” dan “Siapa Aku?” karya Laksmi Noto Kusumo. Konser ‘Ananda Sukarlan feat Olivia T.S. dan Hamond Rahardjo’- 11 Januari 2015 | 16.00 WIB @Teater Kecil, HTM Rp 250.000 dan Rp 150.000

Pianis Ananda Sukarlan akan kembali menggelar konser di Jakarta. Di konser bertema “Havin a Good Time”, Ananda akan mengajak penonton untuk lebih aktif, bebas berkomunikasi dan berpartisipasi untuk bertanya dan memberikan komentar.

Akan ada penampilan perdana dari karya terbaru Ananda: ‘Rapsodia Nusantara no 12 A. Yang tak kalah menarik, konser ini akan menampilkan pianist cilik berbakat, yaitu Olivia T.S. dan Hamond Rahardjo. Keduanya merupakan pemenang termuda kompetisi piano Ananda Sukarlan Award 2014 kategori Little Elementary.

Pameran ‘Seni Rupa Solo 4 Sekawan’, 6 – 20 Januari 2015 | 10.00 – 21.00 WIB @ Galeri Cipta II, gratis
Sebuah pameran seni lukis bertajuk ‘Pameran Seni Rupa Solo 4 Sekawan’, menampilkan lukisan-lukisan maha karya empat pelukis Solo, yaitu Yarry Yaryatno, Soegeng Toekio M, Arfial Arsad Hakim, dan Kunara. Lukisan dengan sentuhan gaya masing-masing dari keempat pelukis, ditampilkan lewat cat minyak di kanvas dan dengan teknik akrilik di kanvas. Pameran ‘Seni Rupa Solo 4 Sekawan’ menggambarkan eksistensi empat pelukis dari Solo di dunia seni lukis dalam sebuah pameran.

Teater Benarkah Cinta Sudah Mati oleh Teater Katak, 29 dan 30 Januari 2015 | 20.00 WIB @Teater Kecil, HTM Rp 150.000 (VVIP) RP 100.000 (VIP) Rp 75.000 (Reguler) Rp 50.000 (Balkon)
Naskah yang dimainkan Teater Katak kali ini masih berunsur komedi realis, namun membuat para tetap berpikir kritis. Alkisah, ada seorang putri Suku Menor bernama Papita yang sedang nelangsa melihat pria idaman hatinya Pangeran William dari Suku Pucat direbut oleh Putri Siti dari Suku Legam. Papita sudah berusaha iklas, tetapi hati kecilnya menyimpan kekesalan.

Evil Devil yang akhirnya terbuang kembali ke dunia bawah setelah kalah bertarung dengan manusia, mencium kedengkian dan kekesalan itu. Kebetulan saat itu kondisi dan situasi tiga kerajaan sedang dalam kondisi damai dan tidak siap untuk bertempur. Maka dengan memanfaatkan Putri Papita, Evil Devil mencoba kembali bangkit dan menguasai dunia. Berhasilkah Evil Devil dalam melakukan usahanya?. Selamat menonton!.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain