3 Januari 2026
Beranda blog Halaman 40353

Realisasi Pendapatan Asli Daerah DKI Capai 78 Persen

Jakarta, Aktual.co —  Realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) DKI Jakarta per 18 Desember 2014 mencapai 78 persen atau sekitar Rp25,4 triliun dari targetnya sebesar Rp32,5 triliun, kata Kepala Dinas Pelayanan Pajak DKI Jakarta Iwan Setiawandi.

“Target PAD DKI Jakarta tahun 2014 seperti tidak tercapai, karena ada empat pajak besar yang ternyata realisasinya masih jauh dari harapan,” katanya kepada wartawan di Jakarta, Jumat (19/12).

Menurut Iwan, keempat pajak tersebut di antaranya Pajak Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor, Pajak Reklame, Pajak atas Pengalihan Hak atas Tanah dan atau Bangunan (PPHTB) dan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB).

“Untuk Pajak Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor, realisasi penerimaan tahun ini dibandingkan tahun lalu hanya 89 persennya, disebabkan transaksi jual beli kendaraan bermotor tahun lalu ini menurun,” ujarnya.

Dia menuturkan sedangkan untuk Pajak Reklame dari target sebesar Rp2,4 triliun sampai 18 Desember 2014 baru mencapai 33 persen, karena adanya kenaikan dasar pajak reklame hingga lima kali lipat, sehingga akibatnya para pemilik produk menunda pemasangan reklamenya.

“Lalu PPHTB dari targetnya Rp5 triliun, baru mencapai 63 persen karena transaksi jual beli tanah dan bangunan menurun juga dibandingkan tahun sebelumnya,” katanya lagi.

Dia menjelaskan untuk PBB diprediksi hanya tercapai sebesar 83 persen, di mana terdapat kebocoran sebesar Rp1 triliun dari target Rp6,5 triliun.

“Sedangkan untuk target tahun depan, PAD DKI Jakarta diprediksi sekitar Rp34-36 triliun, namun hingga saat ini belum dipastikan karena masih dibahas di tingkat dewan,” ujarnya.

Dia menambahkan, kekurangan PAD tersebut di tahun 2015 nanti akan diisi oleh pajak dari rencana kenaikan pajak kendaraan bermotor dari 1,5 persen menjadi 2 persen.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Realisasi Pendapatan Asli Daerah DKI Capai 78 Persen

Jakarta, Aktual.co —  Realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) DKI Jakarta per 18 Desember 2014 mencapai 78 persen atau sekitar Rp25,4 triliun dari targetnya sebesar Rp32,5 triliun, kata Kepala Dinas Pelayanan Pajak DKI Jakarta Iwan Setiawandi.

“Target PAD DKI Jakarta tahun 2014 seperti tidak tercapai, karena ada empat pajak besar yang ternyata realisasinya masih jauh dari harapan,” katanya kepada wartawan di Jakarta, Jumat (19/12).

Menurut Iwan, keempat pajak tersebut di antaranya Pajak Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor, Pajak Reklame, Pajak atas Pengalihan Hak atas Tanah dan atau Bangunan (PPHTB) dan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB).

“Untuk Pajak Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor, realisasi penerimaan tahun ini dibandingkan tahun lalu hanya 89 persennya, disebabkan transaksi jual beli kendaraan bermotor tahun lalu ini menurun,” ujarnya.

Dia menuturkan sedangkan untuk Pajak Reklame dari target sebesar Rp2,4 triliun sampai 18 Desember 2014 baru mencapai 33 persen, karena adanya kenaikan dasar pajak reklame hingga lima kali lipat, sehingga akibatnya para pemilik produk menunda pemasangan reklamenya.

“Lalu PPHTB dari targetnya Rp5 triliun, baru mencapai 63 persen karena transaksi jual beli tanah dan bangunan menurun juga dibandingkan tahun sebelumnya,” katanya lagi.

Dia menjelaskan untuk PBB diprediksi hanya tercapai sebesar 83 persen, di mana terdapat kebocoran sebesar Rp1 triliun dari target Rp6,5 triliun.

“Sedangkan untuk target tahun depan, PAD DKI Jakarta diprediksi sekitar Rp34-36 triliun, namun hingga saat ini belum dipastikan karena masih dibahas di tingkat dewan,” ujarnya.

Dia menambahkan, kekurangan PAD tersebut di tahun 2015 nanti akan diisi oleh pajak dari rencana kenaikan pajak kendaraan bermotor dari 1,5 persen menjadi 2 persen.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Saluran Air Tersumbat, Jalan Panjang Digenangi Air Setinggi 80 Centimeter

Jakarta, Aktual.co — Hujan deras yang melanda beberapa wilayah di Ibukota Jakarta pada Jumat (19/12) siang mengakibatkan genangan air di beberapa ruas jalan. Salah satunya di kawasan jalan Panjang Alteri Kebon Jeruk, Jakarta Barat, air menggenangi dengan ketinggian mencapai 80 centimeter.
“Kalau hujan gede kaya gini pasti air naik bisa 80 centi meter karena saluran air yang gak berfungsi,” kata Wahyu (28) Satpam di salah satu gedung di depan jalan tersebut, Jumat (19/12).
Wahyu mengatakan, genangan ini sudah sering terjadi dan belum ada tindak lanjut dari Pemerintah Daerah (Pemda).
“Ga ada tindak lanjut, ya gini kalau hujan pasti banjir, tapi saya dengar sih mau di lebarin saluran airnya tapi ga tau kapan,” ungkapnya.
Hal senada di ungkapkan Ridwan (25) seorang pengendara motor yang kerap melintasi kawasan tersebut mengatakan, gengan air di jalan Panjang ini pasti buat macet dan banyak motor yang mati.
“Ya saya sih berharap pemerintah DKI sekarang ini bisa mengatasi genangan air dan banjir di Jakarta, kasian warga yang tinggal di Jakarta hujan dikit Air nail,” keluhnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Saluran Air Tersumbat, Jalan Panjang Digenangi Air Setinggi 80 Centimeter

Jakarta, Aktual.co — Hujan deras yang melanda beberapa wilayah di Ibukota Jakarta pada Jumat (19/12) siang mengakibatkan genangan air di beberapa ruas jalan. Salah satunya di kawasan jalan Panjang Alteri Kebon Jeruk, Jakarta Barat, air menggenangi dengan ketinggian mencapai 80 centimeter.
“Kalau hujan gede kaya gini pasti air naik bisa 80 centi meter karena saluran air yang gak berfungsi,” kata Wahyu (28) Satpam di salah satu gedung di depan jalan tersebut, Jumat (19/12).
Wahyu mengatakan, genangan ini sudah sering terjadi dan belum ada tindak lanjut dari Pemerintah Daerah (Pemda).
“Ga ada tindak lanjut, ya gini kalau hujan pasti banjir, tapi saya dengar sih mau di lebarin saluran airnya tapi ga tau kapan,” ungkapnya.
Hal senada di ungkapkan Ridwan (25) seorang pengendara motor yang kerap melintasi kawasan tersebut mengatakan, gengan air di jalan Panjang ini pasti buat macet dan banyak motor yang mati.
“Ya saya sih berharap pemerintah DKI sekarang ini bisa mengatasi genangan air dan banjir di Jakarta, kasian warga yang tinggal di Jakarta hujan dikit Air nail,” keluhnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Dradjat Wibowo: Jelang Kongres PAN Tetap Solid

Jakarta, Aktual.co — Wakil Ketua Umum PAN Dradjat H Wibowo menegaskan partainya tetap solid menjelang pelaksanaan Kongres 2015 sehingga tidak akan ada perpecahan seperti yang terjadi di Partai Golkar dan PPP.
“Insya Allah tidak akan terjadi perpecahan, soliditas PAN sangat kuat. Hubungan antarkader terjalin bukan sekedar kepentingan politik,” kata Dradjat melalui pesan Blackberry di Jakarta, Jumat.
Dia mengatakan cara PAN menjaga soliditas internalnya dilakukan melalui komunikasi yang terus menerus, baik secara vertikal maupun horizontal.
Selain itu, Dradjat menilai perbedaan pandangan dan posisi politik tentu ada di internal PAN, namun partainya memiliki mekanisme secara formal maupun informal untuk menyelesaikannya.
“Perbedaan pandangan dan posisi politik tentu ada namun PAN memiliki mekanisme baik formal maupun informal untuk menyelesaikannya,” ujarnya.
Dia mengatakan hubungan personal antara sesama pimpinan PAN sangat akrab dan kekeluargaan. Hubungan itu menurut dia bukan semata-mata karena kepentingan politik dan juga internal PAN terbiasa menyelesaikan perbedaan pendapat dan posisi politik secara bersama-sama sebagai satu keluarga.
“Kita juga sudah terbiasa menyelesaikan perbedaan pendapat dan posisi politik secara bersama-sama sebagai keluarga,” ujarnya.
Dradjat menegaskan satu hal penting, tokoh-tokoh kunci PAN tidak ada satu pun yang rela partainya diacak-acak pihak eksternal. Selain itu dia mengatakan, apabila ada pihak eksternal yang main-main terhadap PAN, maka tokoh partai akan melawan bersama para kader.
“Jika ada pihak eksternal yang main-main, akan dilawan bersama tokoh-tokoh PAN. Jadi insya Allah tidak ada perpecahan,” katanya.
Selain itu Dradjat mengatakan pelaksanaan Kongres PAN 2015 akan dilaksanakan pada bulan Maret 2015.
Sebelumnya Ketua DPP PAN Tjatur Sapto Edy mengungkapkan ada tiga kandidat calon ketua umum PAN periode 2015-2020 yang akan bertarung di Kongres 2015.
“Kongres PAN sekitar bulan Maret atau April, yang muncul ada Zulkifli (Hasan), Hatta (Rajasa), dan Dradjad (Wibowo),” kata Tjatur di Gedung Nusantara I, Jakarta, Selasa (16/12).
Tjatur mengatakan belum tahu calon terkuat yang akan bertarung dalam kontestasi tersebut. Namun dia menilai aspirasi di akar rumput partai masih menginginkan Hatta jadi ketua umum karena perolehan suara PAN di pemilu 2014 naik.
“Belum tahu (calon kuat), tapi ada beberapa teman yang katakan bersama Hatta, PAN suaranya naik,” ujarnya.
Dia mengatakan suara daerah masih belum terlihat secara pasti siapa yang diinginkan untuk maju. Namun menurut Tjatur, Ketua Majelis Pertimbangan PAN Amien Rais sebagai pendiri partai, tegas membuka ruang demokrasi dalam pemilihan ketua umum nanti.

Artikel ini ditulis oleh:

Dradjat Wibowo: Jelang Kongres PAN Tetap Solid

Jakarta, Aktual.co — Wakil Ketua Umum PAN Dradjat H Wibowo menegaskan partainya tetap solid menjelang pelaksanaan Kongres 2015 sehingga tidak akan ada perpecahan seperti yang terjadi di Partai Golkar dan PPP.
“Insya Allah tidak akan terjadi perpecahan, soliditas PAN sangat kuat. Hubungan antarkader terjalin bukan sekedar kepentingan politik,” kata Dradjat melalui pesan Blackberry di Jakarta, Jumat.
Dia mengatakan cara PAN menjaga soliditas internalnya dilakukan melalui komunikasi yang terus menerus, baik secara vertikal maupun horizontal.
Selain itu, Dradjat menilai perbedaan pandangan dan posisi politik tentu ada di internal PAN, namun partainya memiliki mekanisme secara formal maupun informal untuk menyelesaikannya.
“Perbedaan pandangan dan posisi politik tentu ada namun PAN memiliki mekanisme baik formal maupun informal untuk menyelesaikannya,” ujarnya.
Dia mengatakan hubungan personal antara sesama pimpinan PAN sangat akrab dan kekeluargaan. Hubungan itu menurut dia bukan semata-mata karena kepentingan politik dan juga internal PAN terbiasa menyelesaikan perbedaan pendapat dan posisi politik secara bersama-sama sebagai satu keluarga.
“Kita juga sudah terbiasa menyelesaikan perbedaan pendapat dan posisi politik secara bersama-sama sebagai keluarga,” ujarnya.
Dradjat menegaskan satu hal penting, tokoh-tokoh kunci PAN tidak ada satu pun yang rela partainya diacak-acak pihak eksternal. Selain itu dia mengatakan, apabila ada pihak eksternal yang main-main terhadap PAN, maka tokoh partai akan melawan bersama para kader.
“Jika ada pihak eksternal yang main-main, akan dilawan bersama tokoh-tokoh PAN. Jadi insya Allah tidak ada perpecahan,” katanya.
Selain itu Dradjat mengatakan pelaksanaan Kongres PAN 2015 akan dilaksanakan pada bulan Maret 2015.
Sebelumnya Ketua DPP PAN Tjatur Sapto Edy mengungkapkan ada tiga kandidat calon ketua umum PAN periode 2015-2020 yang akan bertarung di Kongres 2015.
“Kongres PAN sekitar bulan Maret atau April, yang muncul ada Zulkifli (Hasan), Hatta (Rajasa), dan Dradjad (Wibowo),” kata Tjatur di Gedung Nusantara I, Jakarta, Selasa (16/12).
Tjatur mengatakan belum tahu calon terkuat yang akan bertarung dalam kontestasi tersebut. Namun dia menilai aspirasi di akar rumput partai masih menginginkan Hatta jadi ketua umum karena perolehan suara PAN di pemilu 2014 naik.
“Belum tahu (calon kuat), tapi ada beberapa teman yang katakan bersama Hatta, PAN suaranya naik,” ujarnya.
Dia mengatakan suara daerah masih belum terlihat secara pasti siapa yang diinginkan untuk maju. Namun menurut Tjatur, Ketua Majelis Pertimbangan PAN Amien Rais sebagai pendiri partai, tegas membuka ruang demokrasi dalam pemilihan ketua umum nanti.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain