2 Januari 2026
Beranda blog Halaman 40355

Kontrak Medco E&P Berakhir, SKK Migas Optimalkan Produksi Blok Kampar

Jakarta, Aktual.co —  Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) menyatakan siap bekerjasama mengoptimalkan produksi minyak di Blok Kampar, Provinsi Riau. Pasalnya saat ini blok tersebut dalam masa transisi dari pengelola lama PT Medco E&P Indonesia ke PT Pertamina (Persero).

“Pada prinsipnya, siapa pun pengelolanya di Blok Kampar, kami siap untuk bekerjasama,” kata Kepala Bagian Humas SKK Migas Rudianto Rimbono, di Pekanbaru Jumat (19/12).

Menurut dia, keputusan maupun pertimbangan untuk penunjukan kontraktor sebagai pengelola Blok Kampar adalah kewenangan dari Kementerian ESDM. Apapun keputusan tersebut, tentunya mengutamakan untuk menjaga kontinuitas produksi minyak tetap terjaga agar tidak berdampak terhadap devisa negara dari sektor minyak dan gas.

“SKK Migas akan tetap menjaga hubungan baik dengan kontraktor dan juga seluruh pemangku keputusan dalam pengelolaan blok migas,” katanya.

Seperti diketahui, kontrak Medco E&P di Blok Kampar sebenarnya sudah berakhir dan diserahkan kembali ke pemerintah pada 2013. Kementerian ESDM kemudian menunjuk PT Pertamina untuk meneruskan pengelolaannya, namun Medco mendapat penugasan sementara untuk mengelola lapangan minyak itu selama proses transisi.

Blok Kampar terdiri dari wilayah area yakni Lindai, Batang dan South Menggala. Hingga kini produksi minyaknya rata-rata mencapai 1.700-1.800 barel per hari.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Kontrak Medco E&P Berakhir, SKK Migas Optimalkan Produksi Blok Kampar

Jakarta, Aktual.co —  Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) menyatakan siap bekerjasama mengoptimalkan produksi minyak di Blok Kampar, Provinsi Riau. Pasalnya saat ini blok tersebut dalam masa transisi dari pengelola lama PT Medco E&P Indonesia ke PT Pertamina (Persero).

“Pada prinsipnya, siapa pun pengelolanya di Blok Kampar, kami siap untuk bekerjasama,” kata Kepala Bagian Humas SKK Migas Rudianto Rimbono, di Pekanbaru Jumat (19/12).

Menurut dia, keputusan maupun pertimbangan untuk penunjukan kontraktor sebagai pengelola Blok Kampar adalah kewenangan dari Kementerian ESDM. Apapun keputusan tersebut, tentunya mengutamakan untuk menjaga kontinuitas produksi minyak tetap terjaga agar tidak berdampak terhadap devisa negara dari sektor minyak dan gas.

“SKK Migas akan tetap menjaga hubungan baik dengan kontraktor dan juga seluruh pemangku keputusan dalam pengelolaan blok migas,” katanya.

Seperti diketahui, kontrak Medco E&P di Blok Kampar sebenarnya sudah berakhir dan diserahkan kembali ke pemerintah pada 2013. Kementerian ESDM kemudian menunjuk PT Pertamina untuk meneruskan pengelolaannya, namun Medco mendapat penugasan sementara untuk mengelola lapangan minyak itu selama proses transisi.

Blok Kampar terdiri dari wilayah area yakni Lindai, Batang dan South Menggala. Hingga kini produksi minyaknya rata-rata mencapai 1.700-1.800 barel per hari.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Ke KPK, Denny Indrayana “Declare” Pertamina EP Tak Terlibat Suap Gas Bangkalan

Jakarta, Aktual.co — Mantan Wakil Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Wamenkumham), yang kini menjabat sebagai Komisaris PT Pertamina EP, Denny Indrayana membantah jika perusahaan minyak dan gas milik negara itu telah telibat dalam kasus korupsi suap jual beli gas di Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur.
“Yang teman-teman tau gak ada terkait EP disitu,” kata Denny, di Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi, Jakarta, Jumat (19/12).
Meskipun Denny tidak menyangkal mengetahui soal penjualan gas ke PT Media Karya Sentosa, namun menurut Denny penjualan itu jual beli gas itu tidak ada kaitannya dengan Pertamina EP.
“Yang saya pahap kaitannya bukan dengan Pertamina EP, kan itu beda perusahaan, kan itu dua anak perusahaan berbeda,” ujar Denny.
Pada Kamis (18/12) KPK memeriksa Dua mantan direktur PT Pertamina EP, anak usaha PT Pertamina bidang eksplorasi dan eksploitasi minyak dan gas bumi, yakni Mantan Presiden Direktur Tri Siwindono dan Direktur Haposan Napitupulu, menurut Denny pemeriksaan tersebut tidak ada kaitannya dengan keterlibatan Pertamina EP dengan kasus korupsi tersebut.
“Yang saya paham kaitannya bukan dengan Pertamina EP,” tandas dia.
Diketahui kasus suap jual beli gas tersebut melibatkan Ketua DPRD Kabupaten Bangkalan, Fuad Amin yang diduga menerima suap dari Direktur PT MKS Antonio Bambang Djatmiko, terkait jual-beli gas alam oleh PT MKS, sejak tahun 2007.
Gas itu seharusnya dialirkan untuk pembangkit listrik, salah satunya untuk PLTG Gili Timur di Bangkalan. Namun, gas tersebut diduga tidak pernah sampai ke PLTG itu. Pembangkit listrik diduga tak pernah mendapat aliran gas, tetapi PT MKS terus mendapatkan kontrak pembelian.

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

Ke KPK, Denny Indrayana “Declare” Pertamina EP Tak Terlibat Suap Gas Bangkalan

Jakarta, Aktual.co — Mantan Wakil Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Wamenkumham), yang kini menjabat sebagai Komisaris PT Pertamina EP, Denny Indrayana membantah jika perusahaan minyak dan gas milik negara itu telah telibat dalam kasus korupsi suap jual beli gas di Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur.
“Yang teman-teman tau gak ada terkait EP disitu,” kata Denny, di Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi, Jakarta, Jumat (19/12).
Meskipun Denny tidak menyangkal mengetahui soal penjualan gas ke PT Media Karya Sentosa, namun menurut Denny penjualan itu jual beli gas itu tidak ada kaitannya dengan Pertamina EP.
“Yang saya pahap kaitannya bukan dengan Pertamina EP, kan itu beda perusahaan, kan itu dua anak perusahaan berbeda,” ujar Denny.
Pada Kamis (18/12) KPK memeriksa Dua mantan direktur PT Pertamina EP, anak usaha PT Pertamina bidang eksplorasi dan eksploitasi minyak dan gas bumi, yakni Mantan Presiden Direktur Tri Siwindono dan Direktur Haposan Napitupulu, menurut Denny pemeriksaan tersebut tidak ada kaitannya dengan keterlibatan Pertamina EP dengan kasus korupsi tersebut.
“Yang saya paham kaitannya bukan dengan Pertamina EP,” tandas dia.
Diketahui kasus suap jual beli gas tersebut melibatkan Ketua DPRD Kabupaten Bangkalan, Fuad Amin yang diduga menerima suap dari Direktur PT MKS Antonio Bambang Djatmiko, terkait jual-beli gas alam oleh PT MKS, sejak tahun 2007.
Gas itu seharusnya dialirkan untuk pembangkit listrik, salah satunya untuk PLTG Gili Timur di Bangkalan. Namun, gas tersebut diduga tidak pernah sampai ke PLTG itu. Pembangkit listrik diduga tak pernah mendapat aliran gas, tetapi PT MKS terus mendapatkan kontrak pembelian.

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

Lesbumi NU Jatim Gelar ‘Tahun Kebudayaan’ pada 21-27 Desember

Jakarta, Aktual.co —  Lembaga Seni Budaya Muslimin Indonesia (Lesbumi) Nahdlatul Ulama (NU) Jawa Timur menggelar ‘NU di Tahun Kebudayaan 2014’ di Gedung PWNU Jatim, Jalan Masjid Al Akbar Timur 9, Surabaya, 21-27 Desember 2014.

“Kami menutup tahun 2014 dan menyongsong tahun 2015 dengan menggelar serangkaian kegiatan berbudayaan selama sepekan. Ya, NU itu milik masyarakat, jadi nggak perlu sungkan ke Kantor NU,” kata Ketua Lesbumi NU Jatim, Nonot S Mono, di Surabaya, Jumat (19/12).

Di sela persiapan perhelatan ‘NU di Tahun Kebudayaan 2014″‘ itu, ia menjelaskan NU itu universal, karena itu Lesbumi membuka pintu bahwa NU itu juga milik seniman, budayawan, dan aktivis seni dari berbagai lapisan masyarakat.

“Acaranya dibuka Dirjen Kebudayaan dan Kepurbakalaan Kemendikbud Prof Kacung Marijan MA pada Minggu (21/12) pukul 15.00 WIB, tapi paginya sejak pukul 09.00 WIB ada workshop kaligrafi,” katanya.

Menurut dia, workshop kaligrafi akan berlangsung dua hari pada 21-22 Desember dengan peserta dari kalangan pesantren, anggota Jamqur, dan pecinta kaligrafi. “Sorenya dilanjutkan dengan pembukaan ‘NU di Tahun Kebudayaan 2014’,” katanya.

Dalam pembukaan itu, katanya, ada orasi budaya dari Ketua PWNU Jatim KH Hasan Mutawakkil Alallah. “Sejak pembukaan (21/12) itu hingga hari terakhir (27/12) akan ada pameran lukisan di Gedung PWNU Jatim yang melibatkan 22 pelukis yang setiap pelukis menyertakan dua karya lukis,” katanya.

Ke-22 pelukis yang terlibat antara lain dirinya, Nasar Bathati, Khusnul Bahri, Kris AW, Andik Eko, Budi Sulaiman, Iwan Suwarno, Zainal AM, Nabila Dewi Gayatri, Lutfi Sakato, Wadji MS, Eddy Kuas, Sulton Akbar, Lukman, Amir Kiah, Farid, Edi Santoso, dan Syamduro.

Pada hari kedua, Senin (22/12), worshop kaligrafi lanjutan akan ditutup dengan diskusi budaya yang dihadiri seniman Eros Djarot (Jakarta) pada pukul 14.00 WIB.

Selain Eros, diskusi budaya juga mengundang Acep Zamzam Noor (Tasikmalaya) dan Suko Widodo (Surabaya), lalu sekitar pukul 19.00 WIB ada Pagelaran Musik Islami yang menampilkan Burdah Banyuwangi, Terbang Jidor Lamongan, dan Kentrung Tulungagung.

Pada hari ketiga (23/12), ada diskusi sastra dan bedah puisi pada pukul 14.00 WIB dan pukul 19.00 WIB ada musikalisasi puisi. Diskusi Sastra mengundang pembicara Binhad Nurrahmat (Jakarta) dan M Shoim Anwar (Surabaya).

“Untuk musikalisasi puisi akan menampilkan musikalisasi puisi Sunan Drajat oleh Komunitas Tikar Merah dari UIN Sunan Ampel Surabaya dan pembacaan puisi Wakil Rais Syuriah PWNU Jatim KH Agoes Ali Mashuri (Gus Ali),” katanya.

Pada hari keempat (24/12) hingga hari ketujuh (27/12) hanya ada pameran lukisan, lalu pada Sabtu (27/12) pukul 16.00 WIB akan ada acara penutupan yang menampilkan Musik Patrol (Sidoarjo) dan pemutaran film dokumenter “NU di Tahun Kebudayaan”.

Sementara itu, PWNU Jatim dalam Taushiyah Tahun Baru dan Maulid Nabi Muhammad SAW mengimbau warga NU se-Jatim mengarahkan penyambutan Tahun Baru 2015 untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, karena Maulid Nabi Muhammad SAW berlangsung hampir bersamaan dengan Tahun Baru 2015.

“Rayakan Tahun Baru 2015 dengan memperbanyak shalawat, istighatsah, khatmil Quran di masjid, madrasah atau sekolah, pesantren, kantor NU, dan pusat-pusat kegiatan masyarakat, sehingga Tahun Baru 2015 akan menambah syiar Islam,” kata Katib Syuriah PWNU Jatim KH Syafrudin Syarif.

Artikel ini ditulis oleh:

Lesbumi NU Jatim Gelar ‘Tahun Kebudayaan’ pada 21-27 Desember

Jakarta, Aktual.co —  Lembaga Seni Budaya Muslimin Indonesia (Lesbumi) Nahdlatul Ulama (NU) Jawa Timur menggelar ‘NU di Tahun Kebudayaan 2014’ di Gedung PWNU Jatim, Jalan Masjid Al Akbar Timur 9, Surabaya, 21-27 Desember 2014.

“Kami menutup tahun 2014 dan menyongsong tahun 2015 dengan menggelar serangkaian kegiatan berbudayaan selama sepekan. Ya, NU itu milik masyarakat, jadi nggak perlu sungkan ke Kantor NU,” kata Ketua Lesbumi NU Jatim, Nonot S Mono, di Surabaya, Jumat (19/12).

Di sela persiapan perhelatan ‘NU di Tahun Kebudayaan 2014″‘ itu, ia menjelaskan NU itu universal, karena itu Lesbumi membuka pintu bahwa NU itu juga milik seniman, budayawan, dan aktivis seni dari berbagai lapisan masyarakat.

“Acaranya dibuka Dirjen Kebudayaan dan Kepurbakalaan Kemendikbud Prof Kacung Marijan MA pada Minggu (21/12) pukul 15.00 WIB, tapi paginya sejak pukul 09.00 WIB ada workshop kaligrafi,” katanya.

Menurut dia, workshop kaligrafi akan berlangsung dua hari pada 21-22 Desember dengan peserta dari kalangan pesantren, anggota Jamqur, dan pecinta kaligrafi. “Sorenya dilanjutkan dengan pembukaan ‘NU di Tahun Kebudayaan 2014’,” katanya.

Dalam pembukaan itu, katanya, ada orasi budaya dari Ketua PWNU Jatim KH Hasan Mutawakkil Alallah. “Sejak pembukaan (21/12) itu hingga hari terakhir (27/12) akan ada pameran lukisan di Gedung PWNU Jatim yang melibatkan 22 pelukis yang setiap pelukis menyertakan dua karya lukis,” katanya.

Ke-22 pelukis yang terlibat antara lain dirinya, Nasar Bathati, Khusnul Bahri, Kris AW, Andik Eko, Budi Sulaiman, Iwan Suwarno, Zainal AM, Nabila Dewi Gayatri, Lutfi Sakato, Wadji MS, Eddy Kuas, Sulton Akbar, Lukman, Amir Kiah, Farid, Edi Santoso, dan Syamduro.

Pada hari kedua, Senin (22/12), worshop kaligrafi lanjutan akan ditutup dengan diskusi budaya yang dihadiri seniman Eros Djarot (Jakarta) pada pukul 14.00 WIB.

Selain Eros, diskusi budaya juga mengundang Acep Zamzam Noor (Tasikmalaya) dan Suko Widodo (Surabaya), lalu sekitar pukul 19.00 WIB ada Pagelaran Musik Islami yang menampilkan Burdah Banyuwangi, Terbang Jidor Lamongan, dan Kentrung Tulungagung.

Pada hari ketiga (23/12), ada diskusi sastra dan bedah puisi pada pukul 14.00 WIB dan pukul 19.00 WIB ada musikalisasi puisi. Diskusi Sastra mengundang pembicara Binhad Nurrahmat (Jakarta) dan M Shoim Anwar (Surabaya).

“Untuk musikalisasi puisi akan menampilkan musikalisasi puisi Sunan Drajat oleh Komunitas Tikar Merah dari UIN Sunan Ampel Surabaya dan pembacaan puisi Wakil Rais Syuriah PWNU Jatim KH Agoes Ali Mashuri (Gus Ali),” katanya.

Pada hari keempat (24/12) hingga hari ketujuh (27/12) hanya ada pameran lukisan, lalu pada Sabtu (27/12) pukul 16.00 WIB akan ada acara penutupan yang menampilkan Musik Patrol (Sidoarjo) dan pemutaran film dokumenter “NU di Tahun Kebudayaan”.

Sementara itu, PWNU Jatim dalam Taushiyah Tahun Baru dan Maulid Nabi Muhammad SAW mengimbau warga NU se-Jatim mengarahkan penyambutan Tahun Baru 2015 untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, karena Maulid Nabi Muhammad SAW berlangsung hampir bersamaan dengan Tahun Baru 2015.

“Rayakan Tahun Baru 2015 dengan memperbanyak shalawat, istighatsah, khatmil Quran di masjid, madrasah atau sekolah, pesantren, kantor NU, dan pusat-pusat kegiatan masyarakat, sehingga Tahun Baru 2015 akan menambah syiar Islam,” kata Katib Syuriah PWNU Jatim KH Syafrudin Syarif.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain