17 April 2026
Beranda blog Halaman 40480

Hargai Proses PK Terpidana Mati, Pakar: Kejagung Harus Hormati Aturan

Jakarta, Aktual.co — Pakar Hukum Pidana Universitas Islam Indonesia (UII) Yogayakarta Mudzakir mengatakan bahwa Kejaksaan Agung (Kejagung) tidak menyalahi aturan dengan mengundur eksekusi terpidana mati yang tengah mengajukan Peninjauan Kembali (PK).
Dia menjelaskan, melakukan PK adalah hak yuridis terpidana mati untuk mengajukan upaya hukum. Terlebih Putusan MK No. 34/PUU-XI/2013 menyatakan PK dapat dilakukan lebih dari satu kali selama terdapat novum (bukti) baru.
“Hak terpidana harus diihargai, tidak boleh dinafikan. Hak terpidana mengajukan PK sah saja jika merasa ada bukti baru. Kalau mau dieksekusi ternyata terpidana mengajukan PK, maka harus dihargai hingga prosesnya berakhir,” kata Mudzakir, di Jakarta, Sabtu (27/12).
PK sekaligus berfungsi sebagai kontrol atau evaluasi dari kemungkinan terjadinya human error dalam putusan-putusan sebelumnya. Mahkaman Agung (MA) sebagai pihak yang memiliki otoritas wewenang harus segera memproses sehingga kepastian hukum dapat diberikan.
“Tugas MA harus segera memproses apakah novum diajukan diterima. Kalau MA mempertimbangkan tidak membuat perkara bebas, maka eksekusi hukuman mati bisa lakukan. MA jangan menjual waktu. MA harus cepat memproses PK itu,” ujarnya.
Pakar hukum pidana Universitas Trisaksi Jakarta, Abdul Fickar Hadjar menyebutkan, meski bertentangan dengan hak asasi manusia (HAM), hukuman mati masih menjadi hukum positif dalam artian masih berlaku di Indonesia.
Fickar menilai MA harus melihat secara seksama apakah materi PK yang diajukan terpidana memiliki perubahan atau tidak. “Harus dilihat sudah berapa kali PK. Kalau Isinya diiajukaan itu-itu saja, maka tidak ada alasan untuk menunda eksekusi. Tapi secara formal orang mengajukan upaya hukum maka harus dihormati. Walau MA menegaskan tidak menunda eksekusi tapi harus diperhatikan juga,” kata Fickar.
Dia menambahkan, untuk mencegah agar PK tidak dijadikan alat oleh terpidana untuk mengulur pelaksanaan eksekusi, maka MA harus memiliki terobosan dengan mengeluarkan surat edaran MA (SEMA).

Artikel ini ditulis oleh:

Ini Enam WNI Yang Akan Berangkat ke Suriah

Jakarta, Aktual.co — Subdit Jatanras Polda Metro Jaya mengamankan enam orang WNI yang diduga anggota milisi, di Terminal 2 Bandara Soekarno-Hatta, yang akan berangkat ke Suriah, Sabtu (27/12) pagi.
Dari informasi yang diperoleh Aktual.co, keenam orang tersebut yakni  Abdul Jabbar Rauf Sutarman lahir pada 9 September 1976, dengan nomor Paspor A 90196442, Ahmad Abdullah Halido Bunaha kelahiran 2 November 1977, nomor paspor A 68108323, Muhammad Ashar Bahtiar kelahiran 1 Oktober 1966 nomor paspor A 90135835.
Kemudian Ashar Jamil Lahee, lahir pada 13 Agustus 1965, nomor paspor A 93047126, dan Nabil Ayip Jabbar lahir pada 22 Mar 2004 dengan nomor paspor A 9019689.
Dari data itu juga terdapat satu nama perempuan yakni Ratna Pratiwi Sulaiman kelahiran 20 Maret 1980 dengan nomor paspor A 90196884.
Enam orang tersebut diciduk karena diduga terlibat milisi dan digelandang ke Markas Komando Brimob, Kelapa Dua, Depok untuk dimintai keterangan lebih lanjut.  
Dalam operasi penangkapan tersebut dilibatkan sejumlah anggota polisi antiteror dalam operasi penangkapan itu. Keenamnya diangkut terpisah menggunakan mobil Subdit Jatanras.
Pemeriksaan juga dimaksudkan untuk mengetahui sumber pendanaan, termasuk untuk perjalanan yang akan menggunakan Qatar Airlines 959, dan untuk pembuatan dokumen yang diduga palsu. 

Artikel ini ditulis oleh:

Awal Januari 2015, Penyesuaian Tarif Listrik

Jakarta, Aktual.co — Terhitung mulai 1 Januari 2015 PT PLN (Persero) mencabut subsidi 12 golongan tarif listrik  kalangan yang dianggap mampu secara ekonomi.
“Kami akan menyesuaikan tarif secara fair. Apabila biaya pokok naik, tarif akan naik. Begitu sebaliknya, apabila turun, tarif akan disesuaikan turun,” kata Kepala Divisi Niaga PLN Benny Marbun, Sabtu (27/12).
Fluktuasi tarif listrik nantinya dipengaruhi oleh tiga indikator yaitu  minyak Indonesia (ICP), kurs dolar, dan inflasi. Dengan demikian, mulai 2015 tarif listrik setiap bulannya dapat berubah (naik dan turun).
“Penerapan ‘tariff adjustment’ diatur dalam Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 31 yang telah disahkan pada 5 November 2014,” kata.
Dari 12 golongan, empat diantaranya sudah lebih dulu mengalami ‘tarif adjustment’ sejak Mei 2014. Keempat golongan tersebut adalah rumah tangga R-3/TR daya 6.600 VA ke atas, bisnis B-2/TR daya 6.600 VA sampai 200 kVA, bisnis B-3/tegangan menengah (TM) daya di atas 200 kVA, dan kantor pemerintah P-1/TR daya 6.600 VA sampai 200 kVA.
Penyesuaian tarif listrik tersebut dilakukan dengan alasan untuk meningkatkan rasio elektrifikasi dan mendorong subsidi yang lebih tepat sasaran. Dari pencabutan subsidi itu, setidaknya bisa menghemat anggaran sebesar Rp 8,4 triliun.
Berikut ini 12 golongan tarif yang subsidinya akan dicabut:1. rumah tangga R-1/tegangan rendah (TR) daya 1.300 VA,2. rumah tangga R-1/TR daya 2.200 VA,3. rumah tangga R-2/TR daya 3.500-5.500 VA,4. rumah tangga R-3/TR daya 6.600 VA ke atas,5. bisnis B-2/TR daya 6.600VA sampai 200 kVA,6. bisnis B-3/tegangan menengah (TM) daya di atas 200 kVA,7. industri I-3/TM daya di atas 200 kVA,8. industri I-4/tegangan tinggi (TT) daya 30 ribu kVA ke atas,9. kantor pemerintah P-1/TR daya 6.600 VA sampai 200 kVA,10. kantor pemerintah P-2/TM daya di atas 200 kVA,11. penerangan jalan umum P-3/TR, dan12. layanan khusus TR/TM/TT.

Artikel ini ditulis oleh:

Warga Aceh Bangun Monumen Korban Tsunami

Jakarta, Aktual.co — Warga Gampong Peulanggahan, Kecamatan Kutaraja, Kota Banda Aceh, membangun monumen tsunami untuk mengenang kerabat mereka yang meninggal dunia dan hilang akibat bencana 26 Desember 2004 lalu.
Monumen berisi nama-nama korban tsunami meninggal dunia asal Gampong Peulanggahan diresmikan Wali Kota Banda Aceh Hj Illiza Saaduddin Djamal, Sabtu (27/12). 
Monumen tsunami itu dibangun di kompleks Masjid Tgk Dianjong, Peulanggahan. Masjid Tgk Dianjong, merupakan masjid tertua di Kota Banda Aceh, didirikan pada 1769 Masehi oleh ulama Tgk Dianjong di masa Kesultanan Aceh dipimpin Sultan Alaidin Mahmudsyah.
Keuchik (kepala desa) Peulanggahan Husaini mengatakan, monumen tersebut dibangun untuk mengenang para warga desa setempat yang menjadi korban tsunami sepuluh tahun silam.
“Di monumen ini diukir lebih dari 2.780 nama penduduk Peulanggahan yang menjadi korban tsunami. Kami sengaja membuat monumen ini agar nama mereka tetap dikenang sepanjang zaman,” kata Husaini.
Husaini menyebutkan, monumen tsunami tersebut dibangun sejak beberapa tahun lalu. Namun, penyelesaiannya terhambat karena lamanya mendapatkan data nama-nama korban tsunami yang merupakan penduduk Gampong Peulanggahan.
Penduduk Peulanggahan yang menjadi korban tsunami mencapai 4.000 orang. Namun, sebagian besarnya belum terdata karena ada satu keluarga yang meninggal atau hilang, sehingga sulit mengidentifikasi nama mereka.

Artikel ini ditulis oleh:

Inilah Beberapa Lokasi Genangan Air di Jakarta

Jakarta, Aktual.co — Hujan yang mengguyur DKI Jakarta selama 2 hari ini, sejak Kamis (25/12), menyebabkan sejumlah wilayah tergenang banjir. Tercatat ada 12 wilayah di Jakarta yang tergenang air dengan tinggi antara 30 cm-100 cm, pada Sabtu (27/12).
Pako (42), salah satu warga Tubagus Angke, Jakarta Barat, menyebutkan genangan air di daerahnya akibat luapan dari kali sekitar wilyahnya.
“Air kali meluap kejalan, ini luapan air kali Pesing kali Angke, banjir ini udah 40 cm sekarang,” kata Pako, Di Jakarta , Sabtu (27/12).
Selain itu, luapan air kali tidak bisa diserap karena sistem drainase di jalan sudah tidak berfungsi,sehingga air luapan kali bersatu dengan air hujan yang tidak terserap di jalan.
Hujan yang mengguyur DKI Jakarta selama 2 hari ini, sejak Kamis (25/12), menyebabkan sejumlah wilayah tergenang banjir. Tercatat ada 12 wilayah di Jakarta yang tergenang air dengan tinggi antara 30 cm-100 cm, pada Sabtu (27/12).
Pako (42), salah satu warga Tubagus Angke, Jakarta Barat, menyebutkan genangan air di daerahnya akibat luapan dari kali sekitar wilyahnya.
“Air kali meluap kejalan, ini luapan air kali Pesing kali Angke, banjir ini udah 40 cm sekarang,” kata Pako, Di Jakarta , Sabtu (27/12).
Selain itu, luapan air kali tidak bisa diserap karena sistem drainase di jalan sudah tidak berfungsi,sehingga air luapan kali bersatu dengan air hujan yang tidak terserap di jalan.
Berdasarkan pantauan dilapangan, saat ini sejumlah warga masih bergerombol di depan jalan jalan Tubagus Angke, di depan makam Pangeran Wijaya Kusuma.
Berikut lokasi genangan air di beberapa wilayah Jakarta: 
1.  Jl Tubagus Angke Jakarta Barat, depan Citraland Grogol, WTC Mangga Dua2. JL Tubagus Angke, di Depan makam Pangeran Wijaya Kusuma3.  Jl Gunung Sahari, Perumahan Green Garden4. Jl Panjang Jakarta Barat, depan Kampus Trisakti Grogol5. Jl Petamburan V Jakpus, depan kantor Pemadam Kebakaran6. Jl Tanjung Duren Jakarta barat,7. Jl Arjuna Selatan Jakarta barat8.Jl Petamburan 1 Tanah Abang, Jakarta Pusat9. Kampung Gaga Semanan, Kalideres, Jakarta Barat.10. Jl Daan Mogot, Jakarta Barat.11. Daerah sekitar SMA 8, Bukit Duri,Tebet12. Jl Satria Raya, Grogol (arah ke Pluit)13. Jl Palmerah Jakata Barat, Perumahan Taman Ratu & Greenville Jakbar14. Jl TB. Simatupang Arah Fatmwati, Jakata Selatan

Artikel ini ditulis oleh:

Terduga Teroris Ditangkap Satgas Anti Teror di Jawa Tengah

Jakarta, Aktual.co — Salah seorang terduga teroris, DS,  ditangkap Satgas Anti Teror Polri di Solo, Jawa Tengah.
Kepala Bidang Penindakan Densus 88 Kombes Pol Ibnu Suhendra mengatakan bahwa penangkapan DS dilakukan di Kampung Gambiran rt 02/14, Makamhaji, Kartasura, Sukoharjo, Jawa Tengah. Penangkapan oleh Satgas Anti Teror pada Selasa (23/12) sekitar pukul 15.00 Wib.
DS adalah terduga teroris kelompok Badri Hartono, yang berafiliasi dengan MIT di Poso, pimpinan Santoso dan Sabar Subagto alias Daengkoro.
Sebelumnya, Densus 88 juga menangkap terduga jaringan teroris di Lamongan dan Banyumanik.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain