2 Januari 2026
Beranda blog Halaman 41033

Golkar Jatim Anggap Munas Golkar ‘Tandingan’ Tak Pernah Ada

Surabaya, Aktual.co — Golkar Jawa Timur dan 38 DPD Golkar Kota/Kab Jatim menolak dan tidak mengakui Munas Golkar di Jakarta yang menetapkan Agung Laksono sebagai Ketua Umum.
Sikap ini diambil karena Golkar Jatim menilai Munas ‘tandingan’ tidak sesuai dengan AD/ART partai. Bahkan, munas tersebut dianggap tidak pernah ada.  
“Munas tandingan tidak pernah ada. Lha kok seperti dagelan politik saja. Selain melanggar AD/ART, munas golkar tersebut juga tidak mendapat dukungan dari beberapa daerah di Indonesia.” kata Sekretaris Golkar Jatim, Gesang Budiarso, Senin (8/12).
Menurut dia, Golkar Jatim hanya mengakui munas Golkar yang digelar di Bali. Oleh sebab itu, Golkar Jatim akan tetap solid mendukung hasil pelaksanaan Munas Golkar yang secara aklamasi mendukung Aburizal Bakrie sebagai ketua umum.
“Di Bali itu kan sudah sesuai dengan AD/ART. Mayoritas pemilik suara di partai Golkar telah berpihak kepada Aburizal Bakrie,” tutupnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Golkar Jatim Anggap Munas Golkar ‘Tandingan’ Tak Pernah Ada

Surabaya, Aktual.co — Golkar Jawa Timur dan 38 DPD Golkar Kota/Kab Jatim menolak dan tidak mengakui Munas Golkar di Jakarta yang menetapkan Agung Laksono sebagai Ketua Umum.
Sikap ini diambil karena Golkar Jatim menilai Munas ‘tandingan’ tidak sesuai dengan AD/ART partai. Bahkan, munas tersebut dianggap tidak pernah ada.  
“Munas tandingan tidak pernah ada. Lha kok seperti dagelan politik saja. Selain melanggar AD/ART, munas golkar tersebut juga tidak mendapat dukungan dari beberapa daerah di Indonesia.” kata Sekretaris Golkar Jatim, Gesang Budiarso, Senin (8/12).
Menurut dia, Golkar Jatim hanya mengakui munas Golkar yang digelar di Bali. Oleh sebab itu, Golkar Jatim akan tetap solid mendukung hasil pelaksanaan Munas Golkar yang secara aklamasi mendukung Aburizal Bakrie sebagai ketua umum.
“Di Bali itu kan sudah sesuai dengan AD/ART. Mayoritas pemilik suara di partai Golkar telah berpihak kepada Aburizal Bakrie,” tutupnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Bank Dunia Prediksi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia di Bawah Target

Jakarta, Aktual.co — Bank Dunia memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2014 berada pada kisaran 5,1 persen atau lebih rendah dari proyeksi dalam laporan sebelumnya sebesar 5,2 persen.

“Pertumbuhan ekonomi dunia yang melambat mengakibatkan turunnya harga sejumlah komoditas Indonesia, serta memperkecil hadirnya peluang baru,” kata Ekonom Utama Bank Dunia Ndiame Diop dalam paparan mengenai Laporan Triwulan baru di Jakarta, Senin (8/12).

Menurut Ndiame, estimasi ini dapat berbalik arah apabila investasi melampaui harapan pada 2015, namun Bank Dunia memberikan proyeksi pertumbuhan ekonomi tahun depan tidak berbeda dengan situasi 2014, yaitu sebesar 5,2 persen.

“Konsumsi domestik masih menjadi penopang pertumbuhan, tapi apabila Indonesia memperkuat fondasi ekonomi dan memperkuat iklim investasi, maka laju pertumbuhan dapat lebih pesat. Namun, diproyeksikan pertumbuhan ekspor masih melemah,” katanya.

Ndiame bahkan memprediksi pertumbuhan ekonomi dapat lebih tinggi dari 5,2 persen tahun depan, apabila pemerintahan baru fokus untuk melakukan pembenahan struktural serta investasi dalam pembangunan infrastruktur dasar maupun fisik.

“Proyeksi dapat lebih tinggi, apabila terjadi kondisi positif yaitu pemerintah berhasil melakukan reformasi struktural, dan investasi tumbuh sesuai harapan. Namun, situasi menjadi negatif apabila implementasi reformasi sangat terbatas dan penyerapan belanja modal lambat sehingga menghambat pertumbuhan,” ujarnya.

Untuk tahun 2014, Ndiame menjelaskan perekonomian Indonesia masih menghadapi sejumlah tantangan yaitu penyerapan belanja modal yang masih jauh dari harapan, serta penurunan defisit neraca transaksi berjalan.

Sampai akhir Oktober, realisasi belanja modal hanya sekitar 38 persen dari pagu dalam APBN, sedangkan defisit neraca transaksi berjalan tercatat baru mencapai 3,1 persen dari PDB pada akhir triwulan III-2014.

“Penurunan secara bertahap defisit transaksi berjalan diperkirakan terus berlangsung dan bisa mencapai angka 2,8 persen dari PDB pada 2015,” kata Ndiame.

Ia menambahkan Indonesia saat ini mempunyai kesempatan untuk memperbaiki pelayanan kesehatan, setelah memiliki ruang fiskal Rp100 triliun dari penyesuaian harga BBM bersubsidi, apalagi dana perlindungan sosial untuk sektor kesehatan selama ini relatif rendah dibandingkan negara lain.

“Pembelanjaan yang baik, termasuk untuk pelayanan kesehatan dan program perlindungan sosial dapat mempercepat upaya pengentasan kemiskinan yang melambat. Tanpa dukungan ini, tingkat kemiskinan yang saat ini 11,3 persen, akan tetap berada diatas angka delapan persen pada 2018,” ujar Ndiame.

Ndiame menambahkan, meskipun memberikan ruang fiskal untuk belanja infrastruktur dan perlindungan sosial, namun penyesuaian harga BBM dalam jangka pendek menyebabkan laju inflasi menjadi lebih tinggi dari proyeksi awal.

“Inflasi diperkirakan mencapai 7,5 persen pada 2015, dan akan menurun pesat sebelum akhir tahun, apabila tidak ada gejolak lainnya,” kata Ndiame.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Bank Dunia Prediksi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia di Bawah Target

Jakarta, Aktual.co — Bank Dunia memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2014 berada pada kisaran 5,1 persen atau lebih rendah dari proyeksi dalam laporan sebelumnya sebesar 5,2 persen.

“Pertumbuhan ekonomi dunia yang melambat mengakibatkan turunnya harga sejumlah komoditas Indonesia, serta memperkecil hadirnya peluang baru,” kata Ekonom Utama Bank Dunia Ndiame Diop dalam paparan mengenai Laporan Triwulan baru di Jakarta, Senin (8/12).

Menurut Ndiame, estimasi ini dapat berbalik arah apabila investasi melampaui harapan pada 2015, namun Bank Dunia memberikan proyeksi pertumbuhan ekonomi tahun depan tidak berbeda dengan situasi 2014, yaitu sebesar 5,2 persen.

“Konsumsi domestik masih menjadi penopang pertumbuhan, tapi apabila Indonesia memperkuat fondasi ekonomi dan memperkuat iklim investasi, maka laju pertumbuhan dapat lebih pesat. Namun, diproyeksikan pertumbuhan ekspor masih melemah,” katanya.

Ndiame bahkan memprediksi pertumbuhan ekonomi dapat lebih tinggi dari 5,2 persen tahun depan, apabila pemerintahan baru fokus untuk melakukan pembenahan struktural serta investasi dalam pembangunan infrastruktur dasar maupun fisik.

“Proyeksi dapat lebih tinggi, apabila terjadi kondisi positif yaitu pemerintah berhasil melakukan reformasi struktural, dan investasi tumbuh sesuai harapan. Namun, situasi menjadi negatif apabila implementasi reformasi sangat terbatas dan penyerapan belanja modal lambat sehingga menghambat pertumbuhan,” ujarnya.

Untuk tahun 2014, Ndiame menjelaskan perekonomian Indonesia masih menghadapi sejumlah tantangan yaitu penyerapan belanja modal yang masih jauh dari harapan, serta penurunan defisit neraca transaksi berjalan.

Sampai akhir Oktober, realisasi belanja modal hanya sekitar 38 persen dari pagu dalam APBN, sedangkan defisit neraca transaksi berjalan tercatat baru mencapai 3,1 persen dari PDB pada akhir triwulan III-2014.

“Penurunan secara bertahap defisit transaksi berjalan diperkirakan terus berlangsung dan bisa mencapai angka 2,8 persen dari PDB pada 2015,” kata Ndiame.

Ia menambahkan Indonesia saat ini mempunyai kesempatan untuk memperbaiki pelayanan kesehatan, setelah memiliki ruang fiskal Rp100 triliun dari penyesuaian harga BBM bersubsidi, apalagi dana perlindungan sosial untuk sektor kesehatan selama ini relatif rendah dibandingkan negara lain.

“Pembelanjaan yang baik, termasuk untuk pelayanan kesehatan dan program perlindungan sosial dapat mempercepat upaya pengentasan kemiskinan yang melambat. Tanpa dukungan ini, tingkat kemiskinan yang saat ini 11,3 persen, akan tetap berada diatas angka delapan persen pada 2018,” ujar Ndiame.

Ndiame menambahkan, meskipun memberikan ruang fiskal untuk belanja infrastruktur dan perlindungan sosial, namun penyesuaian harga BBM dalam jangka pendek menyebabkan laju inflasi menjadi lebih tinggi dari proyeksi awal.

“Inflasi diperkirakan mencapai 7,5 persen pada 2015, dan akan menurun pesat sebelum akhir tahun, apabila tidak ada gejolak lainnya,” kata Ndiame.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Bersama SBY Bahas Perppu Pilkada, Jokowi: Sinyal Demokrat Gabung KIH

Jakarta, Aktual.co — Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan pertemuan yang dilakukan dengan Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) juga membahas soal Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang (Perppu) tentang pemilihan kepala daerah secara langsung.
Pembicaraan itu, diungkapkan presiden usai menerima kunjungan SBY hari ini, di Istana Merdeka, Jakarta Pusat.
“Masih ada waktu sampai Januari, tentu saja ini sesuai dengan harapan rakyat agar pemilihan dilaksanakan dengan langsung,” kata Presiden Jokowi, Senin (8/12).
Mantan Gubernur DKI Jakarta itu pun, belum dapat memastikan apakah kunjungan SBY berujung pada kerjasama antara koalisi Indonesia hebat (KIH) dengan partai demokrat. Menurut dia, keputusan akan diambil melihat perkembangan pada Januari 2015 saat Perpu mulai dibahas oleh DPR.
“Nanti lihat Januari,” jawab dia singkat.
Pun demikian, Jokowi mengakui, Perppu Pilkada ini adalah awal dari bergabungnya partai bintang mercy itu menjadi partai pendukung pemerintah.
“Dalam waktu dekat ini (kerjasamanya) Perppu dulu, kalau diteruskan ya bisa saja. Paling tidak menjadi pintu masuk (untuk bergabung),” ujarnya.
Akan tetapi, presiden enggan mengatakan kesepakatan apa yang telah dibuat dengan SBY untuk melakukan kerjasama ini. “Komitmen hanya saya dan Pak SBY yang tahu,” tukasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Novrizal Sikumbang

Bersama SBY Bahas Perppu Pilkada, Jokowi: Sinyal Demokrat Gabung KIH

Jakarta, Aktual.co — Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan pertemuan yang dilakukan dengan Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) juga membahas soal Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang (Perppu) tentang pemilihan kepala daerah secara langsung.
Pembicaraan itu, diungkapkan presiden usai menerima kunjungan SBY hari ini, di Istana Merdeka, Jakarta Pusat.
“Masih ada waktu sampai Januari, tentu saja ini sesuai dengan harapan rakyat agar pemilihan dilaksanakan dengan langsung,” kata Presiden Jokowi, Senin (8/12).
Mantan Gubernur DKI Jakarta itu pun, belum dapat memastikan apakah kunjungan SBY berujung pada kerjasama antara koalisi Indonesia hebat (KIH) dengan partai demokrat. Menurut dia, keputusan akan diambil melihat perkembangan pada Januari 2015 saat Perpu mulai dibahas oleh DPR.
“Nanti lihat Januari,” jawab dia singkat.
Pun demikian, Jokowi mengakui, Perppu Pilkada ini adalah awal dari bergabungnya partai bintang mercy itu menjadi partai pendukung pemerintah.
“Dalam waktu dekat ini (kerjasamanya) Perppu dulu, kalau diteruskan ya bisa saja. Paling tidak menjadi pintu masuk (untuk bergabung),” ujarnya.
Akan tetapi, presiden enggan mengatakan kesepakatan apa yang telah dibuat dengan SBY untuk melakukan kerjasama ini. “Komitmen hanya saya dan Pak SBY yang tahu,” tukasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Novrizal Sikumbang

Berita Lain