14 Mei 2026
Beranda blog Halaman 41034

Mandi di Kali Malang, Bocah Ini Ditemukan Tewas dengan Kondisi Kaku

Jakarta, Aktual.co — Anwar Ibrahim (15) ditemukan tewas di Kali Malang, Kelurahan Margahayu, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi, siang tadi. Korban diduga tewas setelah tenggelam di kali tersebut.
“Korban ditemukan sudah dalam kondisi meninggal dunia, jasadnya sudah kaku,” kata saksi, Santoso (25) di lokasi tenggelam korban, Rabu (17/12).
Tim SAR melakukan penyisiran di lokasi itu sejak kemarin sore. Namun, mayat Anwar baru diketemukan siang tadi dengan kondisi yang sudah kaku.
Dia mengatakan, lokasi penemuan itu tak jauh dari tempatnya berenang. Santoso mengatakan, korban berenang bersama lima orang temannya. Tapi, setelah mandi beberapa jam, mendadak korban tak ada di atas permukaan air kali. Sehingga membuat teman korban panik.
“Dilaporkan ke warga. Kemudian diteruskan ke kepolisian untuk ditindaklanjuti. Tak lama kemudian tim SAR datang dan menyisir lokasi,” kata dia.
Sejumlah warga menyebut, lokasi tenggelamnya korban angker. Karena, sudah beberapa kali memakan korban. Tapi, anak-anak remaja tidak menggubris imbauan warga. Bahkan, sering mandi di lokasi tersebut.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

Mandi di Kali Malang, Bocah Ini Ditemukan Tewas dengan Kondisi Kaku

Jakarta, Aktual.co — Anwar Ibrahim (15) ditemukan tewas di Kali Malang, Kelurahan Margahayu, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi, siang tadi. Korban diduga tewas setelah tenggelam di kali tersebut.
“Korban ditemukan sudah dalam kondisi meninggal dunia, jasadnya sudah kaku,” kata saksi, Santoso (25) di lokasi tenggelam korban, Rabu (17/12).
Tim SAR melakukan penyisiran di lokasi itu sejak kemarin sore. Namun, mayat Anwar baru diketemukan siang tadi dengan kondisi yang sudah kaku.
Dia mengatakan, lokasi penemuan itu tak jauh dari tempatnya berenang. Santoso mengatakan, korban berenang bersama lima orang temannya. Tapi, setelah mandi beberapa jam, mendadak korban tak ada di atas permukaan air kali. Sehingga membuat teman korban panik.
“Dilaporkan ke warga. Kemudian diteruskan ke kepolisian untuk ditindaklanjuti. Tak lama kemudian tim SAR datang dan menyisir lokasi,” kata dia.
Sejumlah warga menyebut, lokasi tenggelamnya korban angker. Karena, sudah beberapa kali memakan korban. Tapi, anak-anak remaja tidak menggubris imbauan warga. Bahkan, sering mandi di lokasi tersebut.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

Uji Coba Pelarangan Motor, Ahok : Pasti Gak Ada Yang Naik Bus

Jakarta, Aktual.co —Terkait dengan hari pertama pelaksanaan kebijakan pelarangan sepeda motor, Gubernur DKI Jakarta Ahok meragukan pengendara sepeda motor mau menitipkan kendaraannya di gedung yang menjadi kantung parkir dan menaiki bus gratis yang disiapkan Pemprov DKI.
“Pasti ga ada yang mau naik, mereka pasti cari alternatif. Jadi orang itu udah kebiasaan naik motor. Gak bisa kendaraan umum manapun yang mengalahkan sepeda motor,” ujar Ahok di Balai Kota, Rabu (17/12).
Untuk itu, ia mengatakan penyediaan 10 bus tingkat dan bus Transjakarta gratis dapat mencukupi kebutuhan pengendara motor di kawasan pelarangan.
“Makanya kalau nanya bus cukup atau enggak, aku bilang pasti cukup,” ujarnya.
Namun, ia menegaskan akan terus melakukan uji coba pelaksanaan pelarangan sepeda motor hingga pengendara motor dapat terbiasa untuk menaiki bus gratis yang disediakan.
“Tunggu aja, nanti mulut ke mulut ternyata naik bus lebih enak. Nanti lama-lama orang kantoran mau makan ke mall juga naik bus. Lama-lama akan jadi ikut, itu aja. Mesti sabar (maksa naik bus),” tambahnya. 
Ahok pun menyerahkan pelaksanaan peraturan kepada Dinas Perhubungan DKI dan Polda Metro Jaya yang beroperasi di kawasan tersebut. Seperti contohnya, apabila pengendara motor melakukan trik seperti tetap melewati kawasan pelarangan tersebut namun dengan cara didorong.
“Ya itu trik mereka (pengendara motor), pinter juga idenya. Kalau sanksinya itu terserah polisi aja sama Dishub,” tutupnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Uji Coba Pelarangan Motor, Ahok : Pasti Gak Ada Yang Naik Bus

Jakarta, Aktual.co —Terkait dengan hari pertama pelaksanaan kebijakan pelarangan sepeda motor, Gubernur DKI Jakarta Ahok meragukan pengendara sepeda motor mau menitipkan kendaraannya di gedung yang menjadi kantung parkir dan menaiki bus gratis yang disiapkan Pemprov DKI.
“Pasti ga ada yang mau naik, mereka pasti cari alternatif. Jadi orang itu udah kebiasaan naik motor. Gak bisa kendaraan umum manapun yang mengalahkan sepeda motor,” ujar Ahok di Balai Kota, Rabu (17/12).
Untuk itu, ia mengatakan penyediaan 10 bus tingkat dan bus Transjakarta gratis dapat mencukupi kebutuhan pengendara motor di kawasan pelarangan.
“Makanya kalau nanya bus cukup atau enggak, aku bilang pasti cukup,” ujarnya.
Namun, ia menegaskan akan terus melakukan uji coba pelaksanaan pelarangan sepeda motor hingga pengendara motor dapat terbiasa untuk menaiki bus gratis yang disediakan.
“Tunggu aja, nanti mulut ke mulut ternyata naik bus lebih enak. Nanti lama-lama orang kantoran mau makan ke mall juga naik bus. Lama-lama akan jadi ikut, itu aja. Mesti sabar (maksa naik bus),” tambahnya. 
Ahok pun menyerahkan pelaksanaan peraturan kepada Dinas Perhubungan DKI dan Polda Metro Jaya yang beroperasi di kawasan tersebut. Seperti contohnya, apabila pengendara motor melakukan trik seperti tetap melewati kawasan pelarangan tersebut namun dengan cara didorong.
“Ya itu trik mereka (pengendara motor), pinter juga idenya. Kalau sanksinya itu terserah polisi aja sama Dishub,” tutupnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Ini Kronologi Keributan Anggota Polda Kepri

Jakarta, Aktual.co — Bentrok antara anggota Polda Kepulauan Riau dan Polairud Mabes Polri yang terjadi di depan diskotek di Harbour Bay, Batam, Kepri dipicu karena saling senggolan. 
“Ini anggota kami, dengan pengunjung lain senggolan saat keluar. Ini sesama pengunjung, anggota kami tidak pakai uniform,” jelas Kabid Humas Polda Kepri AKBP Hartono, Rabu (17/12).
Berdasarkan versi Polda Kepri, kronologi keributan di diskotek Batam itu berawal, Selasa (16/12), sore sampai pukul 24.00 WIB. ketika itu anggota Polda Kepri dan Polairud saling kontak. 
Mereka janjian bareng makan di Harbour Bay, Batam. Anggota Polairud ini BKO dari Mabes Polri. Ada 10 orang anggota polisi yang ikut, mereka memakai pakaian preman, tak menggunakan seragam.
Setelah itu, Rabu (17/12) dini hari, pukul 00.00-03.00 WIB, setelah makan bersama, 10 polisi ini jalan ke tempat karaoke. Di sana mereka berencana mencari hiburan.
Kemudian, tepat pukul 03.00 WIB, 10 polisi yang sudah makan malam itu, menuju diskotek kemudian keluar dari diskotek. Saat di luar papasan dengan seorang pengunjung. Keributan pecah.
Menurut Hartono, pengunjung itu masuk RS Budi Kemuliaan dan dirawat. Dia saling pukul dengan anggota polisi. Anggota polisi juga mengalami luka di pelipis. Hartono menepis kalau ada bala bantuan yang didatangkan.
Karena keributan ini juga satpam dan tukang parkir ikut dianiaya. Pos dan palang parkir juga dirusak. Atas insiden itu, Polda Kepri meminta maaf. Saat ini polisi yang terlibat juga diperiksa Propam.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

Ini Kronologi Keributan Anggota Polda Kepri

Jakarta, Aktual.co — Bentrok antara anggota Polda Kepulauan Riau dan Polairud Mabes Polri yang terjadi di depan diskotek di Harbour Bay, Batam, Kepri dipicu karena saling senggolan. 
“Ini anggota kami, dengan pengunjung lain senggolan saat keluar. Ini sesama pengunjung, anggota kami tidak pakai uniform,” jelas Kabid Humas Polda Kepri AKBP Hartono, Rabu (17/12).
Berdasarkan versi Polda Kepri, kronologi keributan di diskotek Batam itu berawal, Selasa (16/12), sore sampai pukul 24.00 WIB. ketika itu anggota Polda Kepri dan Polairud saling kontak. 
Mereka janjian bareng makan di Harbour Bay, Batam. Anggota Polairud ini BKO dari Mabes Polri. Ada 10 orang anggota polisi yang ikut, mereka memakai pakaian preman, tak menggunakan seragam.
Setelah itu, Rabu (17/12) dini hari, pukul 00.00-03.00 WIB, setelah makan bersama, 10 polisi ini jalan ke tempat karaoke. Di sana mereka berencana mencari hiburan.
Kemudian, tepat pukul 03.00 WIB, 10 polisi yang sudah makan malam itu, menuju diskotek kemudian keluar dari diskotek. Saat di luar papasan dengan seorang pengunjung. Keributan pecah.
Menurut Hartono, pengunjung itu masuk RS Budi Kemuliaan dan dirawat. Dia saling pukul dengan anggota polisi. Anggota polisi juga mengalami luka di pelipis. Hartono menepis kalau ada bala bantuan yang didatangkan.
Karena keributan ini juga satpam dan tukang parkir ikut dianiaya. Pos dan palang parkir juga dirusak. Atas insiden itu, Polda Kepri meminta maaf. Saat ini polisi yang terlibat juga diperiksa Propam.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

Berita Lain