1 Januari 2026
Beranda blog Halaman 41040

KMP: Golkar Ical yang Diakui

Jakarta, Aktual.co — Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah enggan menanggapi perihal salah satu wacana bahwa hasil Munas tandingan kubu Agung Laksono untuk keluar dari koalisi merah putih (KMP).
Menurut dia, seharusnya Aburizal Bakrie (Ical) selaku presidium dari KMP yang juga petinggi di Golkar untuk menjelaskannya.
“Kalau urusan KMP itu urusannya dengan Ical, karena ketua presidiumnya kan dia,” ucap Fahri kepada wartawan , di Nusantara III DPR RI, Jakarta, Senin (8/12).
Ia pun juga mengatakan meski kondisinya terjadi dua kepengurusan di internal partai pohon beringin. Namun Wakil Sekjen PKS itu mengatakan,  hanya mengakui kepengurusan di bawah pimpinan berdasarkan Munas Golkar yang digelar di Bali beberpa waktu lalu.
“Saya gak mau tahu, meski ada dua Golkar, itu cuman Golkarnya Ical,” tandasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Novrizal Sikumbang

Polda Metro Cokok Pelaku Perampokan Taksi

Jakarta, Aktual.co —Aparat Polda Metro Jaya meringkus sindikat yang diduga pelaku perampokan terhadap penumpang taksi “putih” di kawasan SCBD Jakarta Selatan, beberapa waktu lalu.

“Sudah ada (pelaku) yang diamankan,” kata Kepala Subdirektorat Kejahatan dan Kekerasan Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Ajun Komisaris Besar Polisi Herry Heryawan, saat dikonfirmasi di Jakarta Senin (8/12).

Herry menyebutkan tersangka SU alias Tris (41) dan ESJ alias Eed (31) yang diduga terlibat perampokan terhadap penumpang taksi “gelap”.

Polisi menangkap Eed di kawasan Harmoni Jakarta Pusat pada Sabtu (6/7) malam, sedangkan Tris di Sektor 2 Bintaro Jakarta Selatan, Minggu (7/12).

Saat ini, petugas masih mengembangkan kasus perampokan terhadap penumpang taksi itu dengan memburu dua pelaku lainnya.

Herry mengungkapkan Tris yang berprofesi sebagai sopir Taksi Bluebird diduga otak pelaku yang merencanakan perampokan.

“Tersangka Tris sudah bekerja empat tahun menjadi sopir Bluebird,” ujar Herry.

Sementara tersangka Eed berperan menjadi pelaku yang berada di dalam bagasi taksi.

Dari tangan pelaku, polisi menyita barang bukti berbagai barang bukti termasuk seragam Taksi Bluebird.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Polda Metro Cokok Pelaku Perampokan Taksi

Jakarta, Aktual.co —Aparat Polda Metro Jaya meringkus sindikat yang diduga pelaku perampokan terhadap penumpang taksi “putih” di kawasan SCBD Jakarta Selatan, beberapa waktu lalu.

“Sudah ada (pelaku) yang diamankan,” kata Kepala Subdirektorat Kejahatan dan Kekerasan Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Ajun Komisaris Besar Polisi Herry Heryawan, saat dikonfirmasi di Jakarta Senin (8/12).

Herry menyebutkan tersangka SU alias Tris (41) dan ESJ alias Eed (31) yang diduga terlibat perampokan terhadap penumpang taksi “gelap”.

Polisi menangkap Eed di kawasan Harmoni Jakarta Pusat pada Sabtu (6/7) malam, sedangkan Tris di Sektor 2 Bintaro Jakarta Selatan, Minggu (7/12).

Saat ini, petugas masih mengembangkan kasus perampokan terhadap penumpang taksi itu dengan memburu dua pelaku lainnya.

Herry mengungkapkan Tris yang berprofesi sebagai sopir Taksi Bluebird diduga otak pelaku yang merencanakan perampokan.

“Tersangka Tris sudah bekerja empat tahun menjadi sopir Bluebird,” ujar Herry.

Sementara tersangka Eed berperan menjadi pelaku yang berada di dalam bagasi taksi.

Dari tangan pelaku, polisi menyita barang bukti berbagai barang bukti termasuk seragam Taksi Bluebird.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Pemprov DKI Dukung Penghentian Kurikulum 2013

Jakarta, Aktual.co —Penghentian Kurikulum 2013 yang dilakukan oleh Menteri Kebudayaan dan Pendidikan Dasar dan Menengah Anies Baswedan, didukung oleh Pemprov DKI Jakarta.
Gubernur DKI Jakarta Ahok mendukung penghentian Kurikulum 2013 karena kurikulum tersebut terkesan dipaksakan tanpa persiapan yang matang yang justru berdampak buruk pada pihak sekolah, baik guru maupun murid.
“Saya kira sudah tepat ya keputusan menteri. Kurikulum 2013 ini enggak siap betul, ngapain dipaksain (berjalan),” ujar Ahok di Balai Kota, Senin (8/12).
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan DKI Lasro Marbun juga mendukung hal tersebut.
“Harusnya dalam kurikulum itu harus ada kumpulan norma, kaidah, yang harus dibangun supaya nanti hal itu tertanam dalam kepribadian bangsa,” ujar Lasro di Balai Kota, Senin (8/12).
Ia mengatakan perlu adanya pendidikan moral sedini mungkin. Pendidikan tersebut dapat dimulai di pendidikan anak usia dini (PAUD) dengan porsi yang lebih besar, dan akan mengecil hingga pendidikan perguruan tinggi. Selain pendidikan moral, pendidikan agama dan sosial kebangsaan juga penting. Karena ketiga gal itu menjadi landasan penting dalam pembentukan karakter individu.
“Itu yang harus diperdalam dalam kurikulum. Dari PAUD sampai SD misalkan diterapkan 60 persen dan pengetahuan 40 persen, nanti SMP 50 persen nilai dan 50 persen pengetahuan, dan seterusnya,” ujarnya.
Untuk mencegah pelaksanaan kurikulum yang terpaksa, Lasro menyarankan agar perlu dilakukan uji coba terhadap kurikulum tersebut dan juga memastikan bahwa masyarakat dalam hal ini pihak sekolah dam murid sanggup untuk menjalankan.
“Perlu ada uji kesiapan lah,” tambahnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Pemprov DKI Dukung Penghentian Kurikulum 2013

Jakarta, Aktual.co —Penghentian Kurikulum 2013 yang dilakukan oleh Menteri Kebudayaan dan Pendidikan Dasar dan Menengah Anies Baswedan, didukung oleh Pemprov DKI Jakarta.
Gubernur DKI Jakarta Ahok mendukung penghentian Kurikulum 2013 karena kurikulum tersebut terkesan dipaksakan tanpa persiapan yang matang yang justru berdampak buruk pada pihak sekolah, baik guru maupun murid.
“Saya kira sudah tepat ya keputusan menteri. Kurikulum 2013 ini enggak siap betul, ngapain dipaksain (berjalan),” ujar Ahok di Balai Kota, Senin (8/12).
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan DKI Lasro Marbun juga mendukung hal tersebut.
“Harusnya dalam kurikulum itu harus ada kumpulan norma, kaidah, yang harus dibangun supaya nanti hal itu tertanam dalam kepribadian bangsa,” ujar Lasro di Balai Kota, Senin (8/12).
Ia mengatakan perlu adanya pendidikan moral sedini mungkin. Pendidikan tersebut dapat dimulai di pendidikan anak usia dini (PAUD) dengan porsi yang lebih besar, dan akan mengecil hingga pendidikan perguruan tinggi. Selain pendidikan moral, pendidikan agama dan sosial kebangsaan juga penting. Karena ketiga gal itu menjadi landasan penting dalam pembentukan karakter individu.
“Itu yang harus diperdalam dalam kurikulum. Dari PAUD sampai SD misalkan diterapkan 60 persen dan pengetahuan 40 persen, nanti SMP 50 persen nilai dan 50 persen pengetahuan, dan seterusnya,” ujarnya.
Untuk mencegah pelaksanaan kurikulum yang terpaksa, Lasro menyarankan agar perlu dilakukan uji coba terhadap kurikulum tersebut dan juga memastikan bahwa masyarakat dalam hal ini pihak sekolah dam murid sanggup untuk menjalankan.
“Perlu ada uji kesiapan lah,” tambahnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Ini Alasan Impor Kapal Tiongkok Versi Kadin

Jakarta, Aktual.co — Pemerintah berencana mengimpor kapal dari Tiongkok sebanyak 500 kapal selama lima tahun ke depan. Wakil Ketua Umum Kadin Bidang IT, Komunikasi, dan Jaringan, Didie Soewondho menjelaskan ada beberapa alasan Indonesia impor kapal dari Tiongkok.

“Kita impor 500 kapal dari Tiongkok itu karena ada investornya dari sana. Indonesia belum mampu dalam hal pendanaannya yang mencapai USD5,15 miliar. Ini kan utang, dan utang itu harus ada nilai ekonomisnya,” ujar Didie usai konferensi pers Rapimnas Kadin di Jakarta, Senin (8/12).

Lebih lanjut dikatakan Didie, pengadaan kapal tersebut mulai dilakukan Januari 2015 dan dilakukan bertahap sampai lima tahun ke depan. Hal tersebut bisa memajukkan industri galangan kapal di Indonesia.

“Pengadaan dilaksanakan mulai Januari 2015. Harapan Kadin impor ini bisa memajukkan industri galangan kapal di dalam negeri,” pungkasnya.

Untuk diketahui, Indonesia pada tanggal 9 November yang lalu melakukan MoU terkait impor kapal dari Tiongkok sebanyak 500 kapal. Rencananya, kapal tersebut akan digunakan untuk pengadaan tol laut sesuai visi dan misi Presiden Jokowi-JK

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Berita Lain