1 Januari 2026
Beranda blog Halaman 41041

Ini Alasan Impor Kapal Tiongkok Versi Kadin

Jakarta, Aktual.co — Pemerintah berencana mengimpor kapal dari Tiongkok sebanyak 500 kapal selama lima tahun ke depan. Wakil Ketua Umum Kadin Bidang IT, Komunikasi, dan Jaringan, Didie Soewondho menjelaskan ada beberapa alasan Indonesia impor kapal dari Tiongkok.

“Kita impor 500 kapal dari Tiongkok itu karena ada investornya dari sana. Indonesia belum mampu dalam hal pendanaannya yang mencapai USD5,15 miliar. Ini kan utang, dan utang itu harus ada nilai ekonomisnya,” ujar Didie usai konferensi pers Rapimnas Kadin di Jakarta, Senin (8/12).

Lebih lanjut dikatakan Didie, pengadaan kapal tersebut mulai dilakukan Januari 2015 dan dilakukan bertahap sampai lima tahun ke depan. Hal tersebut bisa memajukkan industri galangan kapal di Indonesia.

“Pengadaan dilaksanakan mulai Januari 2015. Harapan Kadin impor ini bisa memajukkan industri galangan kapal di dalam negeri,” pungkasnya.

Untuk diketahui, Indonesia pada tanggal 9 November yang lalu melakukan MoU terkait impor kapal dari Tiongkok sebanyak 500 kapal. Rencananya, kapal tersebut akan digunakan untuk pengadaan tol laut sesuai visi dan misi Presiden Jokowi-JK

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Kemenkumham Bentuk Tim Analisa Dualisme Golkar

Jakarta, Aktual.co — Kementerian Hukum dan HAM membentuk tim yang terdiri dari Direktur Jenderal Administrasi Hukum Umum dan staf khusus guna menganalisis data-data yang telah diserahkan kedua kubu golkar.
Menurut dia, pihaknya terus membangun komunikasi dengan kedua kubu tersebut. 
“Kami akan menyelesaikan sesuai dengan peraturan atau undang-undang yang berlaku,” ujarnya, di Jakarta, Senin (8/12).
Seperti diberitakan sebelumnya, Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly mengatakan pihaknya masih menampung daftar pengurus yang diajukan oleh kedua kubu di Partai Golkar.
“Kita tampung aja, kita kan pemerintah tidak boleh diskriminatif, mana yang benar mana yang tidak, nanti kita liat,” katanya di Kompleks Istana Kepresidenan di Jakarta, Senin (8/12).
Dua kubu Partai Golkar menggelar Musyawarah Nasional. Kubu Aburizal Bakrie menggelar Munas Golkar di Bali pada 30 November – 3 Desember 2014 di Bali.
Sedangkan Kubu Agung Laksono, Priyo Budi Santoso dan Agus Gumiwang Kartasasmita menggelar Munas pada 6-8 Desember di Jakarta.

Artikel ini ditulis oleh:

Kemenkumham Bentuk Tim Analisa Dualisme Golkar

Jakarta, Aktual.co — Kementerian Hukum dan HAM membentuk tim yang terdiri dari Direktur Jenderal Administrasi Hukum Umum dan staf khusus guna menganalisis data-data yang telah diserahkan kedua kubu golkar.
Menurut dia, pihaknya terus membangun komunikasi dengan kedua kubu tersebut. 
“Kami akan menyelesaikan sesuai dengan peraturan atau undang-undang yang berlaku,” ujarnya, di Jakarta, Senin (8/12).
Seperti diberitakan sebelumnya, Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly mengatakan pihaknya masih menampung daftar pengurus yang diajukan oleh kedua kubu di Partai Golkar.
“Kita tampung aja, kita kan pemerintah tidak boleh diskriminatif, mana yang benar mana yang tidak, nanti kita liat,” katanya di Kompleks Istana Kepresidenan di Jakarta, Senin (8/12).
Dua kubu Partai Golkar menggelar Musyawarah Nasional. Kubu Aburizal Bakrie menggelar Munas Golkar di Bali pada 30 November – 3 Desember 2014 di Bali.
Sedangkan Kubu Agung Laksono, Priyo Budi Santoso dan Agus Gumiwang Kartasasmita menggelar Munas pada 6-8 Desember di Jakarta.

Artikel ini ditulis oleh:

DPRD DKI: DPU Lamban Pengerjaan Jalan Rusak

Jakarta, Aktual.co —Perbaikan jalan rusak yang dilakukan oleh Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Pemprov DKI yang masih menyisahkan 289 titik dari 1.588 di lima wilayah DKI Jakarta, menuai kecaman dari Anggota DPRD DKI Jakarta.
Anggota dari Fraksi Gerindra  M.Syarif menilai bahwa kinerja DPU belum begitu memuaskan warga DKI, karena sampai saat ini di wilayahnya yakni Ciracas Jakarta Timur masih terdapat beberapa titik jalan rusak yang membahayakan pengguna jalan.
’’Walaupun rusaknya tak parah, tapi tetap saja merugikan warga. Oleh sebab itu, DPU jangan hanya pintar mengklaim,’’ katanya kepada wartawan di Gedung DPRD DKI, Senin (8/11).
Dia juga mempertanyakan bahwa kinerja DPU hingga saat ini belum bisa menyelesaikan tugasnya dengan baik. Bahkan kata Syarif seharus DPU dapat mengerjakan semuanya dengan baik mengingat saat ini menjelang akhir tahun 2014. 
“Kalau belum selesai aneh ya, padahal ini sudah mau akhir tahun,” ungkap Sekertaris komisi A ini.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

DPRD DKI: DPU Lamban Pengerjaan Jalan Rusak

Jakarta, Aktual.co —Perbaikan jalan rusak yang dilakukan oleh Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Pemprov DKI yang masih menyisahkan 289 titik dari 1.588 di lima wilayah DKI Jakarta, menuai kecaman dari Anggota DPRD DKI Jakarta.
Anggota dari Fraksi Gerindra  M.Syarif menilai bahwa kinerja DPU belum begitu memuaskan warga DKI, karena sampai saat ini di wilayahnya yakni Ciracas Jakarta Timur masih terdapat beberapa titik jalan rusak yang membahayakan pengguna jalan.
’’Walaupun rusaknya tak parah, tapi tetap saja merugikan warga. Oleh sebab itu, DPU jangan hanya pintar mengklaim,’’ katanya kepada wartawan di Gedung DPRD DKI, Senin (8/11).
Dia juga mempertanyakan bahwa kinerja DPU hingga saat ini belum bisa menyelesaikan tugasnya dengan baik. Bahkan kata Syarif seharus DPU dapat mengerjakan semuanya dengan baik mengingat saat ini menjelang akhir tahun 2014. 
“Kalau belum selesai aneh ya, padahal ini sudah mau akhir tahun,” ungkap Sekertaris komisi A ini.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

3 Amalan yang Paling Dicintai Allah SWT

Jakarta, Aktual.co — Dicintai Allah SWT adalah karunia yang amat berharga dan yang didambakan oleh semua umat. Ada hamba yang terplih menjadi kekasih-Nya, waktu yang dijadikan-Nya mustajabah sehingga doa-doa yang terpanjatkan dikabulkan. Ada pula amalan-amalan khusus yang bisa membuat Dia mencintai siapa pelaku amalan tersebut. Semua itu merupakan bukti bahwa Dia Maha Pencipta dan Mahakuasa untuk melakukan apa pun yang Dikehendaki-Nya.

Amalan-amalan yang dicintai Allah Ta’ala jumlahnya amat banyak. Biasanya, pelaku amal dan amalannya menjadi satu paket. Misalnya, sabar menjadi salah satu amalan unggulan dengan balasan pahala yang berlimpah. Maka dalam firman-Nya, Allah SWT menyebutkan, bahwa Dia bersama dan mencintai orang yang sabar (Shobirin).

Di antara banyaknya amalan yang dicintai Allah SWT itu, ada satu riwayat yang sangat aplikatif untuk kita upayakan. Yakni, tiga amalan yang paling dicintai Allah Ta’ala. Riwayat ini berasal dari Abdullah bin Mas’ud dan diriwayatkan oleh Imam Bukhari dalam kitab Shahih-nya.

Berbakti kepada orang tua
Surga berada di telapak kaki ibu. Ridha Allah Ta’ala, salah satu kuncinya juga terletak dalam ridha orang tua kita. Siapa yang berbakti kepada orang tua, kesuksesan hidup di dunia dan keselamatan di akhirat adalah keniscayaan baginya. Sebaliknya, andai durhaka, maka siksa dunia dan azab Neraka telah menunggu dengan nyalanya yang teramat dahsyat.

Berbakti kepada orang tua menempati derajat yang agung. Bahkan, perintahnya bergandengan dengan larangan berlaku syirik kepada Allah SWT. Maknanya, berbakti kepada orang tua erat kaitannya dengan kualitas akidah seseorang. Semakin benar iman dan taqwanya, maka ia akan semakn berbakti kepada orang tuanya.

Berbakti kepada orang tua hanya berlaku untuk amal shaleh. Ketika orang tua memerintahkan untuk berlaku buruk, seberapa pun kadarnya, maka seorang anak tidak wajib menuruti, harus menolak dan/atau mengingatkan dengan cara yang baik. Bukankah Nabi Ibrahim tidak berbakti kepada bapaknya dalam hal berbuat syirik (menyekutukan Allah SWT).

Shalat tepat waktu
Shalat adalah tiang agama. Siapa mendirikan shalat, maka ia mengokohkan agama. Sedangkan mereka yang meninggalkan shalat, amalan buruknya itu tergolong merobohkan agama. Shalat adalah sarana untuk mengingat Allah Ta’ala, Ia juga merupakan waktu ketika seseorang bisa berkomunikasi dengan sang Maha Penciptanya. Maka, shalat disebut sebagai Mi’rajnya orang yang beriman.

Shalat sudah ditentukan syariatnya. Tentang bagaimana menjalankannya, keutamaan-keutamaan, sunnah-sunnahnya, termasuk waktu dan aturan-aturan lain yang sifatnya pemberian. Sehingga tidak bisa ditawar lagi.

Maka dalam hal ini, mendirikan shalat tepat waktu menjadi salah satu amalan yang paling dicintai Allah SWT. Dalam amalan ini, ada banyak tafsir yang menjelaskan. Di antaranya adalah bersegera dalam melakukan seruan Allah Ta’ala ketika waktu shalat telah tiba. Bersegera dalam shalat bukanlah perkara yang mudah, sebab ada banyak urusan yang harus dikerjakan oleh seorang hamba. Sehingga, dalam diri setiap hamba akan terjadi tarik-menarik kepentingan antara banyak komponen tersebut.

Saat adzan berkumandang, misalnya, ada yang sedang sibuk dengan dagangannya. Maka dengan mudah, ketika Allah SWT, tidak menjadi prioritasnya. Dia akan berkata kepada dirinya, “Nanti saja, waktu masih panjang.” Sama halnya dengan seorang pendidik, murid, karyawan dan sebagainya. Padahal, andai pemahaman shalat tepat waktu dibawa ke ranah tauhid dan ketetapan ajal, maka konsepnya sama, “Siapa yang menjamin hidup kita sedetik lagi sehingga dengannya kita menunda pelaksanaan shalat, padahal waktunya telah tiba dan tak ada halangan syar’i untuk menunda?”

Jihad di jalan Allah SWT
Jihad merupakan kunci kemenangan Islam. Inilah maqam tertinggi, tiada kemuliaan tanpa jihad. Jihad adalah syariat dari Allah SWT untuk mempertahankan ketinggian Islam. Dalam jihad, ada banyak hal yang harus dikorbankan: waktu, usia, dana, harta bahkan keluarga dan nyawa.
Jihad tidak terbatas pada mengangkat senjata di medan perang. Jihad bisa dilakukan di banyak bidang. Maka ada istilah jihad politik, jihad terhadap nafsu, jihad menghidupi keluarga, jihad konstitusi dan puncaknya adalah mengangkat senjata tatkala agama Allah SWT dinistakan.

Jihad adalah puncak amal. Ia hanya bisa dilakukan oleh mereka yang benar imannya dan tidak mengidap penyakit nifaq atau takut mati. Jihad adalah jalan hidup yang semestinya dipilih oleh mereka yang mengikrarkan Islam dan iman kepada Allah Ta’ala. Jihad dalam sebuah ayat disebutkan sebagai perniagaan yang tak pernah merugi karena menukar diri dengan Surga yang lebih luas dari Langit dan Bumi.

(Sumber: Kisah Hikmah)

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain