18 April 2026
Beranda blog Halaman 41215

Indonesia Resmi Bergabung dengan AIIB

Jakarta, Aktual.co — Pemerintah Indonesia memastikan diri untuk bergabung dengan Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB) yang diprakarsai pemerintah Tiongkok. Hal itu disampaikan oleh Menteri Keuangan, Bambang Brodjonegoro.

“Sudah, itu sudah ditandatangani. Kita resmi ikut AIIB,” ujar Bambang di Hotel Kempinski Jakarta, Kamis (11/12).

Dalam keikutsertaannya pada AIIB, Indonesia memberikan sejumlah persyaratan kepada Tiongkok yang menjadi pemegang saham terbesar di bank yang kerap disebut saingan dari World Bank, Asian Development Bank (ADB), dan International Monetary Fund (IMF) tersebut.

“Pertama, kita harapkan regional head­quarter-nya ada di Indonesia. Presiden juga mengharapkan direksi utamanya menyertakan pejabat dari Indonesia. Itu yang akan diperjuangkan,” kata Menko Perekonomian, Sofyan Djalil.

Lebih lanjut dikatakan Sofyan, dengan bergabungnya Indonesia ke AIIB akan menumbuhkan infrastruktur di tanah air. Selain itu, modal dasar AIIB juga sangat besar yakni USD100 miliar, namun setengahnya berasal dari kantong Tiongkok

“Untuk mendapatkan pinjaman dari AIIB, kita harus bersaing dengan negara-negara lain yang sudah bergabung lebih dulu di sana. Tapi ini kan alternatif pembiayaan disamping pinjaman dari World Bank dan ADB,” pungkasnya..

Sebelumnya, Presiden Jokowi menginginkan AIIB berkantor di Indonesia. Dengan begitu, menurut dia, akan ada aliran dana yang masuk ke Indonesia.

“Saya juga meminta AIIB kantornya harus di Indonesia. Mengapa? Ya berarti ada aliran uang masuk ke kami sehingga pembiayaan-pembiayaan infrastruktur jangka panjang ada dananya, ada uangnya, karena itu menjadi rebutan hampir 20 negara,” tutur Jokowi di Beijing.

Untuk diketahui, AIIB merupakan prakarsa Tiongkok untuk memecah kelambanan dalam pembangunan infrastruktur di Asia Pasifik. Sejalan dengan hal tersebut, Indonesia memang memerlukan dana yang besar untuk membuat infrastruktur. Dana tersebut tak bisa seluruhnya mengandalkan APBN karena jumlahnya terbatas.

Namun, banyak pihak yang menyayangkan keikutsertaan Indonesia dalam AIIB. Pasalnya, lembaga pembiayaan infrastruktur yang ada saat ini sudah cukup banyak dan keikutsertaan Indonesia pada AIIB dinilai bukanlah hal yang mendesak  Dengan adanya lembaga baru, dikhawatirkan pengembalian pinjaman tersebut akan memberatkan Indonesia.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Indonesia Resmi Bergabung dengan AIIB

Jakarta, Aktual.co — Pemerintah Indonesia memastikan diri untuk bergabung dengan Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB) yang diprakarsai pemerintah Tiongkok. Hal itu disampaikan oleh Menteri Keuangan, Bambang Brodjonegoro.

“Sudah, itu sudah ditandatangani. Kita resmi ikut AIIB,” ujar Bambang di Hotel Kempinski Jakarta, Kamis (11/12).

Dalam keikutsertaannya pada AIIB, Indonesia memberikan sejumlah persyaratan kepada Tiongkok yang menjadi pemegang saham terbesar di bank yang kerap disebut saingan dari World Bank, Asian Development Bank (ADB), dan International Monetary Fund (IMF) tersebut.

“Pertama, kita harapkan regional head­quarter-nya ada di Indonesia. Presiden juga mengharapkan direksi utamanya menyertakan pejabat dari Indonesia. Itu yang akan diperjuangkan,” kata Menko Perekonomian, Sofyan Djalil.

Lebih lanjut dikatakan Sofyan, dengan bergabungnya Indonesia ke AIIB akan menumbuhkan infrastruktur di tanah air. Selain itu, modal dasar AIIB juga sangat besar yakni USD100 miliar, namun setengahnya berasal dari kantong Tiongkok

“Untuk mendapatkan pinjaman dari AIIB, kita harus bersaing dengan negara-negara lain yang sudah bergabung lebih dulu di sana. Tapi ini kan alternatif pembiayaan disamping pinjaman dari World Bank dan ADB,” pungkasnya..

Sebelumnya, Presiden Jokowi menginginkan AIIB berkantor di Indonesia. Dengan begitu, menurut dia, akan ada aliran dana yang masuk ke Indonesia.

“Saya juga meminta AIIB kantornya harus di Indonesia. Mengapa? Ya berarti ada aliran uang masuk ke kami sehingga pembiayaan-pembiayaan infrastruktur jangka panjang ada dananya, ada uangnya, karena itu menjadi rebutan hampir 20 negara,” tutur Jokowi di Beijing.

Untuk diketahui, AIIB merupakan prakarsa Tiongkok untuk memecah kelambanan dalam pembangunan infrastruktur di Asia Pasifik. Sejalan dengan hal tersebut, Indonesia memang memerlukan dana yang besar untuk membuat infrastruktur. Dana tersebut tak bisa seluruhnya mengandalkan APBN karena jumlahnya terbatas.

Namun, banyak pihak yang menyayangkan keikutsertaan Indonesia dalam AIIB. Pasalnya, lembaga pembiayaan infrastruktur yang ada saat ini sudah cukup banyak dan keikutsertaan Indonesia pada AIIB dinilai bukanlah hal yang mendesak  Dengan adanya lembaga baru, dikhawatirkan pengembalian pinjaman tersebut akan memberatkan Indonesia.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

WKSI: Laju IHSG Diperkirakan Bergerak Positif

Jakarta, Aktual.co — Aksi jual beli kembali menekan laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ke zona merah. Padahal, laju IHSG sepanjang intraday kemarin (11/12) cenderung naik setelah menyentuh level 5.137,20.

Kepala Riset dari Woori Korindo Securities Indonesia (WKSI), Reza Priyambada mengatakan bahwa sejak awal dibukanya IHSG kemarin sudah berada di zona merah. Menurutnya, aksi jual kembali menghempaskan laju IHSG, selain itu BI rate di level 7,75 persen kurang mampu membawa IHSG keluar dari zona merah

“Dalam perjalanannya, laju IHSG terus bergerak naik hingga menyentuh 5.166,70, namun pencapaian level tertinggi tersebut juga tidak kuat dan aksi jual kembali menghempaskan laju IHSG,” tulis Reza dalam risetnya.

Pada perdagangan Jumat (12/12) Reza memprediksikan laju IHSG berada pada rentang support 5.135-5.142 dan resisten 5.162-5.172. Diharapkan penguatan bursa saham AS dapat berimbas positif pada laju IHSG yang sedang mencoba untuk kembali bergerak positif.

“Tetapi, perlu juga waspada akan terjadinya pelemahan lanjutan seiring masih adanya potensi profit taking,” pungkasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

WKSI: Laju IHSG Diperkirakan Bergerak Positif

Jakarta, Aktual.co — Aksi jual beli kembali menekan laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ke zona merah. Padahal, laju IHSG sepanjang intraday kemarin (11/12) cenderung naik setelah menyentuh level 5.137,20.

Kepala Riset dari Woori Korindo Securities Indonesia (WKSI), Reza Priyambada mengatakan bahwa sejak awal dibukanya IHSG kemarin sudah berada di zona merah. Menurutnya, aksi jual kembali menghempaskan laju IHSG, selain itu BI rate di level 7,75 persen kurang mampu membawa IHSG keluar dari zona merah

“Dalam perjalanannya, laju IHSG terus bergerak naik hingga menyentuh 5.166,70, namun pencapaian level tertinggi tersebut juga tidak kuat dan aksi jual kembali menghempaskan laju IHSG,” tulis Reza dalam risetnya.

Pada perdagangan Jumat (12/12) Reza memprediksikan laju IHSG berada pada rentang support 5.135-5.142 dan resisten 5.162-5.172. Diharapkan penguatan bursa saham AS dapat berimbas positif pada laju IHSG yang sedang mencoba untuk kembali bergerak positif.

“Tetapi, perlu juga waspada akan terjadinya pelemahan lanjutan seiring masih adanya potensi profit taking,” pungkasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

4 Hari Jelang Busyro Lengser, KPK Diminta Berhati-hati Buat Keputusan Perkara

Jakarta, Aktual.co — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) empat hari lagi hanya akan dipimpin oleh empat orang komisioner, menyusul akan berakhirnya masa jabatan Busyro Muqoddas pada Senin (16/12).
Lantaran hal itu, Pengamat Hukum dari Universitas Islam Indonesia, Muzakir menghimbau lembaga pimpinan Abraham Samad tersebut untuk berhati-hati dalam memutuskan suatu kasus apalagi dalam menetapkan seorang tersangka.
“Karena memang jika tidak lima orang segala keputusan memang tidak sah, nah akan ada celah untuk menggoyang KPK dari situ, terutama mereka yang ditetapkan jadi tersangka sekarang,” kata Muzakir kepada Aktual.co, Kamis (12/12).
Muzakir mengatakan, Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2002 tentang KPK, yang mengatur ketentuan bahwa lembaga itu harus dipimpin lima orang, dipastikan akan dijadikan landasan untuk pihak yang akan menggoyang KPK.
“Sangat ada kemungkinan digugat, oleh sebab itu segera diputuskan untuk mengisi kekosongan yang ditinggalkan Pak Busyro,” lanjut dia.
Diketahui jabatan Busyro Muqoddas berakhir pada 16 Desember 2014. Hal tersebut, sebagaimana pernyataan juru bicara KPK, Johan Budi. 
Busyro, yang juga mantan Ketua Komisi Yudisial, masuk KPK menggantikan ketua periode sebelumnya, Antasari Azhar, yang menjadi terpidana kasus pembunuhan Nazruddin Zulkarnaen, Direktur Utama PT Putra Rajawali Banjaran. Sedangkan jabatan empat komisioner yang lain akan berakhir pada 14 Desember 2014.
Sebetulnya dua nama calon pengganti Busyro Muqoddas tengah diseleksi oleh DPR RI, yang hingga kini telah sampai pada tahap Fit And Proper test, kedua nama itu yakni, Robby Arya Brata dan Busyro Muqoddas yang merupakan inkumbent.
Namun Komisi III DPR RI yang diberikan mandat untuk memilih calon pimpinan KPK menunda pemilihan tersebut hingga masa reses selesai pada pertengahan Januari 2015.

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

4 Hari Jelang Busyro Lengser, KPK Diminta Berhati-hati Buat Keputusan Perkara

Jakarta, Aktual.co — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) empat hari lagi hanya akan dipimpin oleh empat orang komisioner, menyusul akan berakhirnya masa jabatan Busyro Muqoddas pada Senin (16/12).
Lantaran hal itu, Pengamat Hukum dari Universitas Islam Indonesia, Muzakir menghimbau lembaga pimpinan Abraham Samad tersebut untuk berhati-hati dalam memutuskan suatu kasus apalagi dalam menetapkan seorang tersangka.
“Karena memang jika tidak lima orang segala keputusan memang tidak sah, nah akan ada celah untuk menggoyang KPK dari situ, terutama mereka yang ditetapkan jadi tersangka sekarang,” kata Muzakir kepada Aktual.co, Kamis (12/12).
Muzakir mengatakan, Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2002 tentang KPK, yang mengatur ketentuan bahwa lembaga itu harus dipimpin lima orang, dipastikan akan dijadikan landasan untuk pihak yang akan menggoyang KPK.
“Sangat ada kemungkinan digugat, oleh sebab itu segera diputuskan untuk mengisi kekosongan yang ditinggalkan Pak Busyro,” lanjut dia.
Diketahui jabatan Busyro Muqoddas berakhir pada 16 Desember 2014. Hal tersebut, sebagaimana pernyataan juru bicara KPK, Johan Budi. 
Busyro, yang juga mantan Ketua Komisi Yudisial, masuk KPK menggantikan ketua periode sebelumnya, Antasari Azhar, yang menjadi terpidana kasus pembunuhan Nazruddin Zulkarnaen, Direktur Utama PT Putra Rajawali Banjaran. Sedangkan jabatan empat komisioner yang lain akan berakhir pada 14 Desember 2014.
Sebetulnya dua nama calon pengganti Busyro Muqoddas tengah diseleksi oleh DPR RI, yang hingga kini telah sampai pada tahap Fit And Proper test, kedua nama itu yakni, Robby Arya Brata dan Busyro Muqoddas yang merupakan inkumbent.
Namun Komisi III DPR RI yang diberikan mandat untuk memilih calon pimpinan KPK menunda pemilihan tersebut hingga masa reses selesai pada pertengahan Januari 2015.

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

Berita Lain