21 April 2026
Beranda blog Halaman 41234

Tuan Rumah Jatim Pimpin Perolehan Medali Sementara PON Remaja

Jakarta, Aktual.co — Pekan Olahraga Nasional (PON) Remaja I 2014, memasuki hari kedua penyelenggaraan, Kamis (11/12), sejak dibuka pada Selasa (9/12) malam.

Dari hasil seluruh cabang olahraga yang dipertandingkan, tuan rumah Jawa Timur, berada di puncak perolehan medali sementara, dengan mengumpulkan 25 emas, 18 perak dan 13 perunggu.

Di tempat kedua diikuti oleh kontingen DKI Jakarta yang meraih medali 23 emas, 18 perak dan 10 perunggu.

Sedangkan di tempat ketiga ada kontingen Jawa Barat yang meraih 5 emas, 6 perak dan 6 perunggu.

Berikut klasemen sementara perolehan medali pada PON Remaja I 2014, berdasarkan (emas, perak, perunggu):
1. Jawa Timur 25 18 13
2. DKI Jakarta 23 18 10
3. Jawa Barat 5 6 6
4. Sumatera Barat 5 2 7
5. Jawa Tengah 4 2 11
6. Bali 3 6 5
7. Kalimantan Timur 3 1 1
8. Jambi 3 0 1
9. Riau 2 6 6
10. Sumatera Selatan 2 5 5
11. Sulawesi Selatan 2 4 1
12. D.I Yogyakarta 1 5 2
13. Sumatera Utara 1 2 4
14. Nanggroe Aceh Darussalam 1 2 0
15. Nusa Tenggara Barat 1 1 2
16. Lampung 1 1 1
17. Banten 1 1 1
18. Kep. Bangka Belitung 1 1 0
19. Papua 1 1 0
20. Nusa Tenggara Timur 1 0 2
21. Bengkulu 1 0 0
22. Maluku 0 1 0
23. Kalimantan Selatan 0 0 4
24. Papua Barat 0 0 3
25. Kalimantan Utara 0 0 1.

Artikel ini ditulis oleh:

Tuan Rumah Jatim Pimpin Perolehan Medali Sementara PON Remaja

Jakarta, Aktual.co — Pekan Olahraga Nasional (PON) Remaja I 2014, memasuki hari kedua penyelenggaraan, Kamis (11/12), sejak dibuka pada Selasa (9/12) malam.

Dari hasil seluruh cabang olahraga yang dipertandingkan, tuan rumah Jawa Timur, berada di puncak perolehan medali sementara, dengan mengumpulkan 25 emas, 18 perak dan 13 perunggu.

Di tempat kedua diikuti oleh kontingen DKI Jakarta yang meraih medali 23 emas, 18 perak dan 10 perunggu.

Sedangkan di tempat ketiga ada kontingen Jawa Barat yang meraih 5 emas, 6 perak dan 6 perunggu.

Berikut klasemen sementara perolehan medali pada PON Remaja I 2014, berdasarkan (emas, perak, perunggu):
1. Jawa Timur 25 18 13
2. DKI Jakarta 23 18 10
3. Jawa Barat 5 6 6
4. Sumatera Barat 5 2 7
5. Jawa Tengah 4 2 11
6. Bali 3 6 5
7. Kalimantan Timur 3 1 1
8. Jambi 3 0 1
9. Riau 2 6 6
10. Sumatera Selatan 2 5 5
11. Sulawesi Selatan 2 4 1
12. D.I Yogyakarta 1 5 2
13. Sumatera Utara 1 2 4
14. Nanggroe Aceh Darussalam 1 2 0
15. Nusa Tenggara Barat 1 1 2
16. Lampung 1 1 1
17. Banten 1 1 1
18. Kep. Bangka Belitung 1 1 0
19. Papua 1 1 0
20. Nusa Tenggara Timur 1 0 2
21. Bengkulu 1 0 0
22. Maluku 0 1 0
23. Kalimantan Selatan 0 0 4
24. Papua Barat 0 0 3
25. Kalimantan Utara 0 0 1.

Artikel ini ditulis oleh:

BNPB: Korban Tanah Longsor di Banjarnegara Satu Orang

Semarang, Aktual.co — Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo, menyatakan satu orang meninggal dunia dalam musibah tanah longsoran, yang diakibatkan hujan deras di wilayah Banjarnegara, Jawa Tengah.

Dipaparkan Sutopo, dalam musibah tersebut sebanyak 54 rumah mengalami rusak berat. Dan longsoran itu, berada di 67 titik lokasi.

“Dilaporkan satu orang meninggal dunia karena terkena longsor di Desa Sidengok Pejawaraan,” kata Sutopo dalam keterangan persnya yang diterima di Semarang, Kamis (11/12).

Ia menyebutkan, akibat bencana itu jalan nasional yang menghubungkan Wonosobo, Banjarnegara, dan Tunggoro terputus, karena tertimbun longsoran tanah.

Dari data BNPB, sebanyak empat jalan kabupaten tertimbun longsor, sehingga akses jalan tidak bisa lewat. Diperkirakan jalan desa lebih dari 20 titik lokasi.

Ia mengatakan hujan deras selama sehari menyebabkan sungai Serayu meluap. “Kami sedang melakukan evakuasi, pembersihan dan pengerahan alat berat,” terang Sutopo.

Artikel ini ditulis oleh:

BNPB: Korban Tanah Longsor di Banjarnegara Satu Orang

Semarang, Aktual.co — Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo, menyatakan satu orang meninggal dunia dalam musibah tanah longsoran, yang diakibatkan hujan deras di wilayah Banjarnegara, Jawa Tengah.

Dipaparkan Sutopo, dalam musibah tersebut sebanyak 54 rumah mengalami rusak berat. Dan longsoran itu, berada di 67 titik lokasi.

“Dilaporkan satu orang meninggal dunia karena terkena longsor di Desa Sidengok Pejawaraan,” kata Sutopo dalam keterangan persnya yang diterima di Semarang, Kamis (11/12).

Ia menyebutkan, akibat bencana itu jalan nasional yang menghubungkan Wonosobo, Banjarnegara, dan Tunggoro terputus, karena tertimbun longsoran tanah.

Dari data BNPB, sebanyak empat jalan kabupaten tertimbun longsor, sehingga akses jalan tidak bisa lewat. Diperkirakan jalan desa lebih dari 20 titik lokasi.

Ia mengatakan hujan deras selama sehari menyebabkan sungai Serayu meluap. “Kami sedang melakukan evakuasi, pembersihan dan pengerahan alat berat,” terang Sutopo.

Artikel ini ditulis oleh:

Operasi Lilin, Polres Bogor Turunkan 900 Personel Gabungan

Jakarta, Aktual.co —Menyambut perayaan Hari Raya Natal dan Tahun Baru 2015 di Kota Bogor Jawa Barat, Polres Bogor siap gelar Operasi Lilin Lodaya. Selama 10 hari, mulai 23 Desember sampai 1 Januari 2015.
Kapolres Bogor AKBP Irsan mengatakan akan diturunkan sebanyak 900 personel gabungan Polri dan TNI.
Jumlah itu menurutnya sudah sesuai dengan SOP. “Sebesar 2/3 kekuatan atau yakni sebanyak 750 personel ditambah dengan personel TNI sebanyak 150 orang, jadi total ada 900 personel gabungan yang kita libatkan dalam Operasi Lilin Lodaya 2014,” ujarnya, di Bogor, Kamis (11/12).
Selain personel, sejumlah Pos PAM juga bakal didirikan di sejumlah titik. Juga pos pengaturan arus lalu lintas, dan pos pengamanan khusus di gereja-gereja.
Meski sudah siapkan petugas, dia berharap dukungan penuh dari semua pihak agar menciptakan situasi kondusif di Kota Bogor.
Sedangkan Kasdim 0606 Kota Bogor, Mayor ARM Purnomo mengatakan 150 personel yang diturunkan pihaknya terdiri dari 60 orang anggota Garuda 315, 30 orang staf TNI angkatan Darata, 20 orang anggota TNI AU Atang Sandjaya. Ditambah lagi dari seluruh anggota koramil. 
Dia pun mengimbau tokoh masyarakat setempat untuk menjaga situasi tetap kondusif. Karena ada oknum-oknum tokoh masyarakat yang memberikan pernyataan bahwa Kota Bogor tidak memberikan ruang bagi kebebasan beribadah bagi umat beragama.
“Kami meminta para tokoh masyarakat untuk memberikan arahan kepada umat, agar tidak mudah percaya dengan informasi apapun. Dan menyebarkan informasi yang positif, agar sama-sama menjaga situasi tetap kondusif,” kata Purnomo.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Bogor Usmar Hariman menambahkan, dalam pengamanan natal dan tahun baru diperlukan sinergitas dan aksebilitas yang seluas-luasnya sehingga situasi kondusif dapat terwujud.
“Sinergi dan memberikan aksesbilitas seluasnya akan menghasilkan kolaborasi positif untuk terwujudnya situasi kondusif selama Operasi Lilin Lodaya ini berlangsung,” kata Usmar.

Artikel ini ditulis oleh:

Operasi Lilin, Polres Bogor Turunkan 900 Personel Gabungan

Jakarta, Aktual.co —Menyambut perayaan Hari Raya Natal dan Tahun Baru 2015 di Kota Bogor Jawa Barat, Polres Bogor siap gelar Operasi Lilin Lodaya. Selama 10 hari, mulai 23 Desember sampai 1 Januari 2015.
Kapolres Bogor AKBP Irsan mengatakan akan diturunkan sebanyak 900 personel gabungan Polri dan TNI.
Jumlah itu menurutnya sudah sesuai dengan SOP. “Sebesar 2/3 kekuatan atau yakni sebanyak 750 personel ditambah dengan personel TNI sebanyak 150 orang, jadi total ada 900 personel gabungan yang kita libatkan dalam Operasi Lilin Lodaya 2014,” ujarnya, di Bogor, Kamis (11/12).
Selain personel, sejumlah Pos PAM juga bakal didirikan di sejumlah titik. Juga pos pengaturan arus lalu lintas, dan pos pengamanan khusus di gereja-gereja.
Meski sudah siapkan petugas, dia berharap dukungan penuh dari semua pihak agar menciptakan situasi kondusif di Kota Bogor.
Sedangkan Kasdim 0606 Kota Bogor, Mayor ARM Purnomo mengatakan 150 personel yang diturunkan pihaknya terdiri dari 60 orang anggota Garuda 315, 30 orang staf TNI angkatan Darata, 20 orang anggota TNI AU Atang Sandjaya. Ditambah lagi dari seluruh anggota koramil. 
Dia pun mengimbau tokoh masyarakat setempat untuk menjaga situasi tetap kondusif. Karena ada oknum-oknum tokoh masyarakat yang memberikan pernyataan bahwa Kota Bogor tidak memberikan ruang bagi kebebasan beribadah bagi umat beragama.
“Kami meminta para tokoh masyarakat untuk memberikan arahan kepada umat, agar tidak mudah percaya dengan informasi apapun. Dan menyebarkan informasi yang positif, agar sama-sama menjaga situasi tetap kondusif,” kata Purnomo.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Bogor Usmar Hariman menambahkan, dalam pengamanan natal dan tahun baru diperlukan sinergitas dan aksebilitas yang seluas-luasnya sehingga situasi kondusif dapat terwujud.
“Sinergi dan memberikan aksesbilitas seluasnya akan menghasilkan kolaborasi positif untuk terwujudnya situasi kondusif selama Operasi Lilin Lodaya ini berlangsung,” kata Usmar.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain