18 Januari 2026
Beranda blog Halaman 41451

Ditanya Terkait Pengumuman Dirut Pertamina, Rini: Siapa Bilang?

Jakarta, Aktual.co — Pemerintah hari ini rencananya akan mengumumkan nama Direktur Utama Pertamina. Pengumuman akan dilakukan di Kementerian BUMN sekitar pukul 15.00 Wib nanti.

Ketika dikonfirmasi terkait hal itu, Menteri BUMN Rini Soemarno masih belum mau berkomentar banyak terkait pengumuman tersebut.

“Siapa bilang?,” ujar Rini saat ditanyai wartawan di Kementerian BUMN, Jakarta, Jumat (28/11).

Untuk dikethaui, ada beberapa nama kandidat dirut Pertamina seperti Direktur Utama Semen Indonesia Dwi Sucipto masuk ke dalam tiga nama yang diserahkan ke TPA. Kemungkinan, tiga sosok itu adalah Dwi Sucipto (Dirut Semen Indonesia), Budi Gunadi Sadikin (Dirut Mandiri) dan Handry Satriago (Dirut General Electric). Sementara nama lainnya adalah Ahmad Faisal dan Widyawan Prawiraatmaja.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Hindari Jemur Pakaian di dalam Ruangan!, Ini Akibatnya

Jakarta, Aktual.co —Menjemur pakaian di dalam ruangan, atau mengeringkan pakaian memakai mesin cuci, kami sarankan untuk berhati-hati. Mengapa?

Kebiasaan itu mampu menyebabkan tingkat kelembaban meningkat sebesar 30 persen. Jamur Spora bisa tumbuh dan melekat pada pakaian. Para ahli kesehatan member sinyal waspada terhadap resiko kesehatan serius dari ‘aspergillus fumigatus spora’ yang sangat berbahaya. Terbukti banyak pasien di Inggris yang dirawat setelah mereka menghirup jamur tersebut, demikian lapor Dailymail, Jumat (27/11)

Spora tersebut memberikan efek negatif terhadap paru-paru. Dokter menyarankan agar Anda menjemur dan mengeringkan pakaian di luar ruangan, di bawah terik sinar Matahari. Mengeringkan pakaian memakai mesin  bisa menimbulkan resiko kesehatan yang serius terhadap orang-orang yang sistem kekebalannya lemah, khususnya yang menderita penyakit asma.

Pakaian yang terbungkus dan dikeringkan melalui frame atau radiator hangat pada mesin bisa meningkatkan kadar kelembaban di dalam rumah meningkat hingga 30 persen. Itu berakibat menciptakan kondisi berkembang biak yang ideal untuk spora jamur tersebut. Selain itu, apergillus fumigatus spora juga bisa menyebabkan infeksi pada paru-paru.

Profesor David Denning bersama timnya di National Aspergillosis Centre dari Manchester telah mengeluarkan peringatan, pasca mengobati banyaknya pasien yang telah menghirup spora jamur aspergillus.

“Salah satu beban cuci basah mengandung hampir dua liter air, yang dilepaskan ke dalam ruangan. Sebagian besar dari kita mungkin kebal terhadap jamur yang tumbuh dalam kondisi lembab, atau memiliki sistem yang cukup sehat untuk melawan infeksi. Sebagian yang lain tidak,” urai Profesor Denning.

Kami sarankan, bagi Anda yang memiliki kebiasaan menjemur pakaian dalam ruangan atau mengeringkan menggunakan mesin, segera untuk mengubahnya. Menjemurlah di luar ruangan, agar orang terdekat dengan kita terhindar dari jamur berbahaya yang berasal dari pakaian kita sendiri.

Artikel ini ditulis oleh:

Pengamat: Pilih Dirjen Pajak yang Tepat

Jakarta, Aktual.co — Pemerintah diminta untuk memilih Dirjen Pajak yang tepat, salah satunya yang dapat menaikkan pencapaian pajak negara. Sebab, selama ini dinilai lembaga tersebut tiap tahunnya tidak bisa mencapai 100%, dan bahkan jauh dari harapan pendapatan pajak yang seharusnya.
Demikian dikatakan Direktur Eksekutif The Jakarta Institute (TJI), Reza Pahlevi dalam keterangan tertulisnya, di Jakarta, Jumat (28/11).
“Kalau begitu, ada sesuatu yang perlu dibenahi agar tidak terulang, kan yang rugi kita sebagai masyarakat,” ucapnya.
Saat ditanya soal pelelangan Dirjen Pajak, dia sangat menyayangkan, bila proses itu dilakukan. Sebab, jabatan Dirjen Pajak itu tidak bisa disamakan layaknya melelang besi tua.
“Saya sangat kecewa terhadap pemerintah karena melelang jabatan penting seperti Dirjen Pajak, kalau jabatan itu benar dilelang, nantinya setiap Jabatan di Indonesia dilelang semua, ini mirip dengan besi tua loh” kata dia mengumpamakannya.
Oleh karena itu, ia pun berharap, supaya figur yang dipilih nantinya bebas dari kepentingan asing. “Dirjen pajak itu butuh figur yang lepas dari isu dan jeratan kepentingan asing seperti world bank, ADB dan neoliberalisme.”
“Kita butuh figur yang free value, tidak ada kepentingan dari manapun, apalagi partai politik dan instansi lain,” pungkasnya.
Sebelumnya sempat diberitakan aktual,co, Pengamat ekonomi dari Institut Pertanian Bogor (IPB), Mangasa Sipahutar mengatakan bahwa lelang jabatan pada Dirjen Pajak ini sama esensinya seperti lowongan pekerjaan. Namun karena badan yang mengadakannya adalah Direktorat Jenderal Pajak, maka ini menjadi sangat luar biasa.
“Saya merasa tidak ada bedanya antara lelang jabatan Dirjen Pajak ini dengan lowongan pekerjaan. Sama-sama mencari posisi yang kosong. Namun karena yang mengadakan adalah Ditjen Pajak, ini yang menjadi perhatian banyak kalangan,” ujar Mangasa di Warung Daun Cikini, Jakarta, Minggu (23/11).
Lebih lanjut dikatakan Mangasa, yang harus mendapat perhatian khusus dalam lelang jabatan ini adalah panselnasnya. Sebab anggota panselnas harus orang yang berkompetensi tinggi dan jauh dari kepentingan politik.

Artikel ini ditulis oleh:

Novrizal Sikumbang

KPK Kembali Periksa Atut Terkait Kasus Pengadaan Alkes

Jakarta, Aktual.co — Gubernur Banten nonaktif Ratu Atut Chosiyah kembali menjalani pemeriksaan di gedung Komisi Pemberantasan Korupsi, penyidik KPK bakal memeriksa Atut terkait kasus pengadaan alat kesehatan di Provinsi Banten tahun anggaran 2012-2013.
“RAC diperiksa sebagai tersangka dalam kasus Alkes Banten,” kata Kabag Pemberitaan dan Publikasi KPK, Priharsa Nugraha saat dikonfirmasi wartawan, Jumat (28/11).
Pantauan di lapangan, Atut telah tiba di gedung KPK pukul 10.35 WIB. Namun demikian, tidak ada sepatah katapun yang dikeluarkan, Atut hanya melemparkan senyum ke awak media.
Diketahui sebelumnya KPK telah menetapkan Ratu Atut beserta sang adik, Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi proyek pengadaan alkes di lingkungan Dinas Kesehatan Pemerintah Provinsi Banten tahun anggaran 2012-2013.
Keduanya disangkakan melanggar Pasal 2 ayat 1 atau Pasal 3 Undang-undang Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang Nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP‎.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

Dokter Perawat Salia Tertular Virus Ebola

Jakarta, Aktual.co — Komba Songu M’Briwa, dokter yang sebelumnya merawat Martin Scalia, pasien terjangkit virus Ebola yang akhirnya meninggal dunia, didiagnosa tertular virus mematikan tersebut.
Dilansir dari Washington Post, M’Briwa sebelumnya merawat Salia di pusat perawatan Ebola. Setelah tes awal Ebola, salia dinyatakan negatif dari Ebola, hal ini disambut gembira oleh para staf.
Namun, setelah tes tahap berikutnya ternyata salia dinyatakan positif terjangkit Ebola. Hal ini memicu dugaan bahwa M’briwa tertular.
M’briwa adalah dokter kesembilan di Sierra Leone yang didiagnosis terjangkit virus Ebola.
Theresa, mertua M’Briwa, mengaku tak percaya M’briwa tertular virus mematikan tersebut. 
“Kami khawatir karena ia (M’Briwa) tinggal bersama anak-anak yang masih kecil dan istrinya,” kata Theresa.

Artikel ini ditulis oleh:

Pengusutan Kasus yang Melibatkan Surya Paloh Diragukan

Jakarta, Aktual.co — Pengusutan atas kasus dugaan korupsi termasuk penyalahgunaan kredit Bank Mandiri kepada PT Citra Graha Nusantara senilai Rp 160 miliar yang sempat menyeret Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh, diragukan.
Keraguan tersebut dinilai, karena Jaksa Agung yang saat ini dijabat oleh HM Prasetyo bakal banyak kepentingan. Terlebih lagi, Prasetyo memiliki latar belakang sebagai politikus asal Partai Nasdem, yang merupakan partai besutan Surya Paloh.
Namun demikian, Peneliti Pusat Kajian Antikorupsi Universitas Gajah Mada Fariz Fachryan menyarankan, agar Komisi Pemberantasan Korupsi  mengambil alih kasus tersebut sehingga kasus itu tidak dipolitisasi.
“Karena penuh konflik kepentingan, saya menyarankan agar KPK mengambil alih kasus ini  agar kasus ini tidak dipolitisasi,” kata Fariz saat dihubungi wartawan, Jumat (28/11).
Apalagi, lebih lanjut dia, jangan sampai penegakkan atas kasus tersebut dinodai oleh kepentingan elit partai. “Jangan sampai penegakan hukum dicemari oleh kepentingan-kepentingan elit-elit partai.”
Disisi lain Kejaksaan Agung pun memastikan akan kembali membuka kasus penyalahgunaan kredit Bank Mandiri kepada PT Citra Graha Nusantara senilai Rp 160 miliar. Kasus tersebut merupakan salah satu perkara yang mangkrak dalam proses pengusutannya.
Jaksa Agung Muda Pidana Khusus Kejagung Widyo Pramono mengatakan saat ini pihaknya tengah menelusuri kasus-kasus lama untuk dibuka kembali, termasuk kasus kredit PT CGN.
“Tunggu dulu, ada proses yang harus dilalui. Jadi, semuanya perkara-perkara kita sisir,” kata Widyo kepada wartawan usai acara pisah sambut Jaksa Agung, Kamis (27/11).
Jaksa Agung HM Prasetyo pun memastikan semua perkara yang tengah diusut oleh pihaknya akan menjadi prioritas untuk ditangani. “Kita akan lakukan lagi pemotretan lagi terhadap kasusnya. Semuanya akan jadi prioritas,” kata dia.
Pada Jumat 21 November 2014, Prasetyo berjanji akan mengusut kasus tersebut termasuk menyeret seluruh pihak yang terlibat. “Nanti kita akan bicarakan dengan Jampidsus di mana kendala, hambatan, permasalahannya. Kita urai satu persatu. Lalu kita ambil langkah selanjutnya seperti apa.”
Hanya saja, dia mengaku belum mendalami kasus ini karena baru menjabat. Termasuk soal satu terpidana kasus ini, Komisaris PT CGN Saiful. Namun, ia menegaskan, akan berusaha menangkap buronan itu. “Saya tidak kenal Saiful (tapi) kita lakukan sungguh-singguh,” paparnya.
Seperti diketahui, Surya Paloh pada Senin 11 Juli 2005, pernah diperiksa Kejagung terkait kasus ini. Namun, Paloh membantah keterlibatannya dalam kasus tersebut. Surya Paloh diperiksa sebagai saksi terhadap tiga tersangka dari direksi Bank Mandiri Neloe cs.
PT CGN merupakan salah satu debitor yang terkait kasus kredit macet Bank Mandiri. Tim penyidik telah menetapkan tiga orang tersangka dari PT CGN yaitu Direktur Utama Edison dan Direktur keuangan Diman Ponijan. Mereka telah dieksekusi untuk menjalani hukuman, sedangkan Komisaris PT CGN Saipul hingga kini masih buron.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

Berita Lain