16 Januari 2026
Beranda blog Halaman 41470

Polda Metro Jaya Selidiki Kelangkaan Elpiji 3 Kilo

Jakarta, Aktual.co —  Polda Metro Jaya saat ini tengah menyelidiki terjadinya kelangkaan elpiji ukuran tiga kilogram di DKI Jakarta.

“Sejauh ini masih dilakukan penyelidikan dan masih dianalisa,” kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Komisaris Besar Polisi Rikwanto saat ditemui di Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (27/11).

Namun demikian, kepolisian belum bisa memastikan kelangkaan tersebut disebabkan oleh adanya pihak-pihak tertentu yang melakukan penimbunan. “Kemungkinan ada spekulan yang sengaja menahan dulu gas elpiji tiga kg di lapangan.”

Selain itu, pihak kepolisian, kata Rikwanto menganalisa kemungkinan kelangkaan tersebut bisa diakibatkan oleh naiknya harga bahan bakar minyak. Rikwanto mengatakan, jika dalam dalam penyelidikan ditemukan ada pihak yang sengaja menahan atau menimbun elpiji 3 kg tersebut, akan ditindak tegas.

Dia berharap, jika ada masyarakat yang menemukan ada pihak menimbun tabung elpiji 3 kg, segera melaporkan ke pihak kepolisian. “Saya harap masyarakat bisa melapor jika menemukan ada pihak yang menimbun baik elpiji maupun BBM jenis solar atau premium,” katanya.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

Konser Bangkit dari Patah Hati di Trans Studio Bandung

Jakarta, Aktual.co — Konser musik bertajuk ‘Generasi Patah Hati’ rencana akan digelar pada tanggal 12 Desember 2014 mendatang  di Trans Studio Bandung, mulai pukul 18.30 WIB. Dito Indra Rukmana selaku ketua panitia event acara tersebut, mengatakan, dalam konser itu juga akan menampilkan alur cerita drama yang menarik.

Konser ini akan menghadirkan tiga penyanyi pria ternama Indonesia dengan tembang cintanya. Seperti, Rio Febrian, Marcell Siahaan dan Sammy Simorangkir. Mereka bertiga akan menyanyikan lagu masing-masing, sesuai konsep konser ini.

“Judulnya aja ‘Generasi Patah Hati’, tapi disini kita nggak hanya terpaku pada patah hatinya, tetapi bagaimana survive dari patah hati tersebut,” timpal Sammy Simorangkir dalam jumpa pers di Menara Bank Mega, jalan Kapten Tendean, Jakarta Selatan, pada Kamis (27/11).

“Jadi nggak hanya mempersembahkan lagu menye-menye tapi kita akan mengajarkan bagaimana survive dari patah hati yang loe alami” lanjutnya.

Namun demikian, Rio Febrian belum mau membocorkan secara detail tentang konser tersebut. “Nggak akan kita kasih tahu nanti nggak suprise dong,” ucapnya.

Ada banyak kejutan yang akan dipersembahkan dalam konser tersebut. Selain Kota Kembang, event musik ini juga akan dihelat di beberapa kota besar di tanah air.  “Nanti akan ada lagi di beberapa kota juga, tapi mungkin dengan tema yang berbeda,” kata Dito Indra Rukmana.

Bagi Anda warga Bandung, jangan lupa untuk menonton konser ‘Generasi Patah Hati’ ini. Tiket dapat dibeli di website panitia penyelenggara.

Artikel ini ditulis oleh:

Pertamina Optimis Mampu Blok Mahakam, Pemerintah ‘Keukeuh’ Gandeng Total EP

Jakarta, Aktual.co — Disaat PT Pertamina (Persero) menyatakan kesiapannya untuk mengelola sumur gas Blok Mahakam secara penuh. Pemerintah justru menginginkan Pertamina menggandeng Total EP Indonesia dalam pengerjaan blok yang terletak di Kalimantan Timur itu.

Ketika ketidakselarasan tersebut dikonfirmasikan kepada Menteri ESDM Sudirman Said, mantan Dirut Pindad itu justru pelit bicara.

Ia hanya mengatakan bahwa saat ini hal itu sedang dibicarakan dan kelak akan menemui solusi terbaiknya.

“Mereka sedang dialog. Pasti akan ketemu satu solusinya,” kata dia singkat saat ditemui usai menemui Rini Soemarno di Kementerian BUMN, Jakarta, Kamis (27/11).

Sebelumnya, Direktur Pemasaran dan Niaga Pertamina Hanung Budya menyatakan bahwa pihaknya siap 100 persen mengelola blok Mahakam.

“Siap 100 persen. Kita juga siap jika kita diminta mengerjakan sendiri Blok tersebut. Memang ini mega proyek, butuh dana besar dan belum tentu Pertamina bisa membiayai. Tapi kalau kita diberi 100 persen, Bank-bank itu akan datang ke kita. Pasti mereka antri ke kita,” tutupnya

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Jakarta Sudah Tak Mampu Tampung Curah Hujan Ekstrem

Jakarta, Aktual.co —Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memastikan dengan kondisi DKI Jakarta seperti yang sekarang ini, maka saat puncak musim penghujan tiba banjir sulit terelakkan.
“Kondisi daya tampung Jakarta ini sudah tidak mampu menampung curah hujan ektrim,” ujar Kepala Pusat Data dan Informasi BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, di Jakarta, Kamis (27/11).
Meski Badan Metereologi, Klimatologi dan Geogifika (BMKG) memprediksi intensitas hujan normal karena tidak ada pengaruh badai elnino, dijelaskan Sutopo, curah hujan kali ini diramalkan akan lebih basah dan lebih panjang dari biasanya.
“Dengan kondisi yg saat ini ada, Jakarta akan tetap ada banjir tetapi besaran banjirnya masih kami ramalkan,” ujarnya. 
Diakuinya, besaran banjir di Ibukota sangat tergantung dari intensitas curah hujan. “Kalau melihat daerah rawan sekaligus polanya, puncak hujan di Jakarta akan terjadi pada bulan Januari sampai Februari.”
Kendati demikian, disampaikannya kalau guyuran hujan November ini belum seberapa dibanding potensi yang ada, berdasarkan kejadian banjir di tahun 2002, 2007, 2013, 2014. “Dimana banjir Jakarta umumnya terjadi sampai awal februari.”
Sutopo lalu berkaca pada banjir yang melanda Jakarta pada pergantian tahun 2013-2014, yang menurutnya bercurah hujan ekstrim.

Artikel ini ditulis oleh:

Langgar Aturan Parkir, Kendaraan Plat Merah di Lumajang Digembosi

Lumajang, Aktual.co — Dishub Kab. Lumajang, Jawa Timur, memberikan reaksi keras terhadap pelanggar parkir kendaraan di sembarang tempat, termasuk kendaraan plat merah. 
Sebuah sepeda motor Thunder Plat merah nopol N-2892-YP yang diduga milik salah satu instansi di Lumajang dan sebuah mobil Ambulance Desa milik Desa Kenongo, tak luput dari tindakan penggembosan ini.
Selain menindak dua kendaraan dinas tersebut, petugas Dishub Lumajang juga melakukan tindakan penggembosan terhadap 25 kendaraan lainnya. 
“Ada sekitar 25 sepeda motor dan 1 mobil ambulance desa yang kami gembosi hari ini,” kata Herry, Kasi Dalops Dishub Lumajang.
Untuk dua kendaraan dinas yang digembosi pihaknya hanya sebatas melakukan tindakan saja, tidak dilanjutkan ke instansinya ataupun pihak inspektorat. 
Sejumlah petugas kepolisian yang melihat peristiwa ini mengacungi jempol tindakan yang dilakukan Dishub Lumajang. Dishub dinilai tidak tebang pilih dalam menindak para pelanggar. 

Artikel ini ditulis oleh:

KPK Imbau Dana Bansos Jelang Pilkada 2015 Tak Disalahgunakan

Jakarta, Aktual.co — Komisi Pemberantasan Korupsi mengimbau, agar dana hibah dan bantuan sosial menjelang pelaksanaan pemilu kepala daerah pada tahun 2015 tak disalahgunakan.
“Pada 2015 ada sekitar 400-an pilkada, dan pemberian dana hibah serta dana bantuan sosial menjelang hari-hari pelaksanaan pilkada itu sudah koruptif sehingga semua pihak harus ikut mencermati serta mengkritisi,” kata Wakil Ketua KPK Busyro Muqqodas di Semarang, Kamis (27/11).

Namun demikian, KPK mengklaim telah melakukan upaya-upaya penekanan terhadap hal tersebut. Terlebih lagi, KPK sebelumnya sudah mengirim surat kepada Presiden periode 2009-2014 Susilo Bambang Yudhoyono untuk mengingatkan besarnya potensi penyalahgunaan dana hibah dan dana bantuan sosial.

“Hingga saat ini KPK terus melakukan upaya-upaya untuk memberikan penekanan pencegahan yang ofensif secara bersama-sama.”

Busyro menegaskan, dalam hal ini pun KPK mengajak semua pihak termasuk masyarakat sipil dan kalangan wartawan dalam melakukan upaya pencegahan terjadinya penyalahgunaan dana hibah serta dana bantuan sosial.

“Selama ini KPK sangat tertolong adanya sinergi yang bagus dengan pemerintah daerah dan kementerian-kementerian dalam melakukan pencegahan penyalahgunaan dana hibah serta dana bantuan sosial,” katanya.

Menanggapi adanya spanduk berisi keterangan siap menerima “serangan fajar” yang dipasang masyarakat di lingkungan masing-masing setiap menjelang penyelenggaraan pilkada, Busyro berpendapat bahwa itu menandakan masyarakat sudah mengalami demoralisasi.

“Demoralisasi terjadi akibat proses-proses ‘money politik’ di hampir semua pilkada.”

Hal tersebut disampaikan Busyro usai menjadi pembicara pada kegiatan semiloka dengan tema “Koordinasi dan Supervisi Pencegahan Korupsi Untuk Peningkatan Kesejahteraan Rakyat Yang Berkeadilan di Provinsi Jawa Tengah” yang berlangsung di Gedung Gradhika Bakti Praja, kompleks kantor Gubernur Jateng.

Semiloka tersebut juga dihadiri oleh Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, Direktur Pengawasan Badan Usaha Perminyakan dan Gas Bumi BPKP Yus Muharaam, serta Kepala Perwakilan BPKP Jateng Bambang Wahyudi.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

Berita Lain