15 Januari 2026
Beranda blog Halaman 41493

Dua Menteri Jokowi Hadiri Kegiatan Politik PKB di NTT

Jakarta, Aktual.co — Dua Menteri Kabinet Kerja Presiden Joko Widodo (Jokowi) hadir dalam kegiatan Musyawarah Kerja Wilayah (Mukerwil) Dewan Pimpinan Wilayah Partai Kebangkitan Bangsa Nusa Tenggara Timur yang digelar di Kupang, Rabu (26/11).
“Dua Menteri Kabinet Kerja Jokowi yang hadir itu masing-masing Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi dan Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri,” kata Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PKB Nusa Tenggara Timur Yucundianus Lepa di sela-sela kegiatan Mukerwil VI PKB.
Menpora Imam Nahrawi tiba di Bandara El Tari Kupang menggunakan pesawat Garuda Indonesia, Rabu (26/11) sekitar pukul 10.30 Wita. Dia akan menuju Universitas Nusa Cendana (Undana) untuk memberi kuliah umum, kemudian menuju Gedung Olahraga (GOR) Oepoi dan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) NTT untuk meninjau fasilitas olahraga provinsi kepulauan itu.
“Sebelum kembali lagi ke Jakarta pada hari yang sama, Menpora memberikan materi kepada kader partai di forum Muskerwil,” katanya.
Sementara itu, Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri tiba di Kota Kupang pada Rabu (26/11) sekitar pukul 19.00 Wita, menggunakan pesawat Garuda.
Hanif akan memberi materi di Mukerwil tanpa ada kegiatan lain dalam kapasitasnya sebagai menteri di Kabinet Kerja Jokowi. Pada Kamis (27/11), Menteri Ketenagakerjaan sudah harus kembali ke Jakarta dan mulai kembali bekerja.

Artikel ini ditulis oleh:

Dianggap Menghina, Akil dan Anas Dapat Sanksi lagi dari KPK

Jakarta, Aktual.co — Dua terdakwa yang saat ini menjalani hukuman di Komisi Pemberantasan Korupsi, yakni bekas Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum dan eks Ketua Mahkamah Konstitusi Akil Mochtar kembali berulah.
Setelah sebelumnya mereka kedapatan juga membawa telepon genggam di penjara, keduanya kembali melanggar aturan Rutan. Langgaran tersebut, karena keduanya telah memprotes soal aturan ketat yang diberlakukan oleh rumah tahanan. 
Namun, dalam surat protes itu Anas dan Akil mencantumkan kalimat yang mengandung unsur menghina dan berniat menghalang-halangi petugas. Karena hal tersebut, Anas dan Akil akhrinya dilarang dibesuk selama satu bulan oleh keluarga maupun sahabat.
“Karena mereka memprotes aturan rutan, namun dalam surat tersebut dianggap ada unsur menghina, menghalang-halangi petugas dalam menjalankan tugas. Sesuai aturan Permenkum HAM masuk kategori pelanggaran berat‎,” kata Kabag Pemberitaan KPK, Priharsa Nugraha saat dikonfirmasi, Rabu (26/11).
Hukuman itu terhitung diterapkan dari 12 November sampai 12 Desember 2014. “Betul mereka mendapat sanksi.” 
Padahal, baik Anas maupun Akil belum lama ini juga mendapat sanksi tak boleh dijenguk selama sebulan. Sebabnya, mereka kedapatan membawa telepon genggam yang merupakan benda sangat terlarang dibawa di dalam penjara.
Sebelumnya Akil juga pernah mendapat sanksi tak boleh dijenguk selama satu bulan. Sebabnya, Akil berseteru dengan tahanan lain, yakni Rachmat Yasin. 

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

Semen Baturaja Kaji Bisnis Beton Pracetak

Jakarta, Aktual.co — PT Semen Baturaja Tbk (SMBR) mengkaji bisnis “precast” atau beton pracetak seiring dengan gencarnya pemerintah membangun infrastruktur di wilayah Sumatera.
Direktur Keuangan Semen Baturaja Ageng Purboyo Angrenggono mengatakan selain mengembangkan bisnis intinya, yaitu semen perseroan juga berniat untuk masuk ke dalam bisnis beton pracetak.
“Saat ini perseroan sudah melakukan pembicaraan dengan beberapa BUMN lain untuk melakukan sinergi dalam pengembangan bisnis baru itu. Hal ini kami lakukan untuk diversifikasi usaha,” ujarnya usai paparan publik PT Semen Baturaja Tbk di Jakarta, Rabu (26/11).
Terkait bisnis inti perseroan, lanjut dia, pada tahun 2015 mendatang Semen Baturaja mengincar angka produksi semen sebesar 1,7 juta ton atau meningkat sekitar 30,76 persen dibandingkan proyeksi produksi semen hingga akhir tahun ini yang hanya mencapai 1,3 juta ton dengan harga jual rata-rata sebesar 957.51 ribu rupiah per ton.
Meningkatnya angka produksi seiring dengan derasnya pembangunan di wilayah Sumatra, khususnya Sumatra Selatan menyusul agenda ASEAN Games pada 2018 mendatang. Saat ini, perseroan memiliki kapasitas produksi terpasang sekitar 2.000.000 ton semen per tahun.
Untuk mendukung pembangunan infrastruktur, lanjut dia, Semen Baturaja Tbk juga siap menyuntikkan dana belanja modal sekitar Rp900 milair yang akan digunakan untuk meningkatkan kapasitas produksi semen dengan menggunakan kas internal.
Sementara itu, Direktur Utama Semen Baturaja Pamudji Rahardjo mengatakan bahwa pihaknya juga sedang menyiapkan proses pembangunan pabrik Semen Baturaja II senilai Rp2,9 triliun yang ditargetkan sudah dapat dimulai pada tahun depan.
Perseroan sudah menunjuk kontraktor pembangunan untuk proyek itu. Saat ini, Semen Baturaja sudah mengantongi dana sebesar Rp2,3 triliun yang berasal dari dana penawaran umum perdana saham (IPO) dan juga kas internal, sisanya akan didapatkan dari pinjaman perbankan.
“Kita sudah ada penawaran dari beberapa bank BUMN untuk mencukupi pendanaan pembangunan pabrik,” katanya.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Taruna TNI-Polri Bakal Galar Pendidikan Bersama

Jakarta, Aktual.co — Pendidikan bersama antara taruna calon perwira Polri dan TNI rencananya akan diselenggarakan di Akademi Militer di Magelang, Jawa Tengah, pada tahun 2015 mendatang.
Hal itu karena lokasi di Magelang paling luas dibandingkan Akademi Kepolisian di Semarang, Akademi Angkatan Udara di Yogyakarta, atau Akademi Angkatan Laut di Surabaya, Jawa Timur.
“Sedang dihitung apa (pendidikannya) tiga bulan atau empat bulan saja. Tidak akan sampai satu tahun,” kata Kapolri Jenderal Sutarman di Mabes Polri, Rabu (26/11).
Menurut Sutarman, tujuan pendidikan ini adalah untuk menjalin hubungan bersama TNI dan Polri. Materinya, dia menjelaskan, yakni pembentukan karakter bangsa dan disiplin.
Lulusan Akademi Kepolisian 1981 itu optimistis bahwa pendidikan bersama itu tetap berdampak positif sepanjang konflik antara TNI-Polri yang beberapa kali terjadi tidak dipandang sebagai konflik institusi melainkan individual.
“Masalah-masalah itu bisa diselesaikan. Yang jadi persoalan itu kalau komandannya ikut-ikutan mendukung apa yang dilakukan oleh anak buah. Komandan harus bisa mengatur anak buah. Apapun bentuk konflik maka itu tidak bisa dibenarkan,” katanya.
Namun, kata Kapolri, untuk bintara dan tamtama TNI-Polri hampir tidak ada kesempatan untuk dididik bersama karena persoalan jumlah. “Tidak mungkin ya, karena rekrutan bintara Polri itu banyak. Bahkan jadi  20 ribu rekrutan baru tahun ini,” ujar bekas Kabareskrim itu.
Selama ini, para bintata polisi dididik di Sekolah Kepolisian Negara (SPN) yang tersebar di berbagai provinsi di Indonesia.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

Tunjuk Jaksa Agung dari Kalangan Politisi, Presiden Kehilangan Arah

Jakarta, Aktual.co — Peneliti Pusat Kajian Antikorupsi Universitas Gajah Mada Fariz Fachryan sangat menyesalkan ditunjuknya, Politikus asal Partai Nasdem HM Prasetyo sebagai Jaksa Agung oleh Presiden Joko Widodo.
Menurutnya, penunjukan Jaksa Agung yang berlatar belakang politisi sangat kental dengan kepentingan, mengingat Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh diduga terlibat kasus dugaan korupsi penyalahgunaan kridit Bank Mandiri oleh PT Cipta Graha Nusantara tahun 2004 yang tangani Kejaksaan.
“Jokowi kehilangan arah terhadap penegakan hukum. Pemilihan jaksa agung dari politisi sangat kental dengan kepentingan,” kata Fariz saat dihubungi di Jakarta, Rabu (26/11).
Selain itu dia juga mengatakan, mantan Gubernur DKI Jakarta itu telah kebablasan menunjuk Prasetyo sebagai Jaksa Agung. Fariz menilai pemilihan jabatan sebagai orang nomor satu di korps Adhiyaksa kali ini lebih buruk dari pemerintahan sebelumnya.
“Pemilihan jabatan ini malah lebih buruk dari pemerintah sebelumnya.”

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

FBR Nyatakan Keluar dari Bamus Betawi, Beda Pendapat Soal Ahok

Jakarta, Aktual.co —Forum Betawi Rempug (FBR) menyatakan sikap keluar dari Badan Musyawarah (Bamus) Betawi.  ” Saya secara pribadi dan  mewakili seluruh keluarga besar FBR menyatakan mundur dari Majelis Tinggi Bamus Betawi dan menarik FBR dari barisan ormas pendukung Bamus Betawi. Surat resminya akan kita layangkan nanti ke Bamus,” ujar Imam Besar FBR, KH Lutfi Hakim, saat dihubungi Aktual.co, Rabu (26/11).
Adalah sikap Bamus Betawi yang menyatakan dukungan terhadap dilantiknya Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) itulah yang jadi alasan keluarnya FBR dari ormas yang menaungi lebih dari 180 organisasi masyarakat Betawi di DKI tersebut.
Ditegaskan Lutfi, sikap Bamus yang mendukung Ahok dengan berharap diangkatnya salah satu putra Betawi, yakni Nachrowi Ramli, sebagai cawagub merupakan bentukan menghina diri di kaki Ahok. “Di saat seluruh elemen masyarakat Jakarta sedang melakukan penolakan terhadap pengangkatan Ahok sebagai Gubernur DKI Jakarta,” ujarnya. 
Dijelaskannya, sikap Bamus Betawi yang mendukung Ahok bermula dari pertemuan segelintir Majelis Tinggi dan pengurus Bamus Betawi di sebuah tempat bernama “Central Aljazeera”.
Hasil pertemuan itulah yang kemudian dijadikan sebagai keputusan resmi institusi Bamus Betawi mendukung Ahok.
Harusnya, ujar Luthfi, Ahok lah yang mengemis kepada warga Betawi. “Bukan sebaliknya kita yang mengemis ke Ahok,” tegasnya.
Seperti diberitakan sebelumnya Bamus Betawi menyatakan sikap menyetujui rencana pelantikan Ahok sebagai Gubernur DKI. 
Namun Bamus Betawi meminta satu persyaratan. Yakni Ahok harus mengangkat Wagub dari tokoh Betawi. Misal, Nacrowi Ramli.
Dikatakan Sekretaris Jenderal Bamus Betawi, Zamakh Sari, saat berbicara di acara Lebaran Betawi di September lalu Ahok berjanji mengambil orang Betawi sebagai wakil jika sudah menjadi Gubernur DKI definitif.  
Saat itu Ahok mengatakan yang pantas mendampinginya adalah Nachrowi Ramli.  
“Bila nanti Ahok ingkar dengan perkataannya maka Bamus Betawi tidak akan mendukung Ahok menjadi Gubernur,”  ujarnya 17 November lalu.
Sebelumnya, Bamus Betawi telah mengadakan rapat kerja pada 14-16 November lalu di Cisarua, Jawa Barat. Di situ mereka sepakat menentukan sikap terkait rencana pelantikan Ahok. 
Rapat kerja itu dihadiri sejumlah tokoh, antara lain Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Unggung Cahyono, mantan Wagub DKI Edy M Nalapraya, Sekda DKI Saefullah, Ketua DPRD DKI Prasetyo Edi Marsudi, Azis Khafia dari DPD RI, dan Firdaus Dailami dari DPD RI.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain