18 April 2026
Beranda blog Halaman 41737

Abraham Minta Pengisian Kekosongan Pimpinan KPK Dilakukan 2015

Jakarta, Aktual.co — Ketua KPK Abraham Samad meminta jika proses pengisian calon pimpinan KPK untuk tidak dilakukan tahun ini. Akan tetapi, dilakukan bersamaan dengan berakhirnya masa jabatan pimpinan lembaga antirasuah lainnya, yakni pada 2015 nanti.
Hal itu dikatakan Abraham saat rapat dengar pendapat (RPD) dengan Komisi III DPR RI, di gedung DPR, Jakarta, Senin (1/12).
“Posisi kami pak tidak akan berubah sebaiknya mungkin pengisisian calaon wakil KPK (Busyro Muqoddas) di laksanakan pada tahun 2015 bersamaan dengan habisnya (empat) jabatan pimpinan KPK lainnya,” kata dia.
Menurut dia, bila pengisian pimpinan KPK dilakukan pada 2015 tidak akan melanggar ketentuan perundang-undnagan yang ada, terkait adanya kekosongan satu pimpinan lembaganya. Atau dengan arti kata, KPK akan dijalankan oleh empat pimpinan KPK nantinya.
“Tidak ada aturan yang dilanggar bila KPK dipimpinan oleh 4 orang. Sehingga ideal mungkin pemilihan dilakukan secara bersamaan di 2015,” kata dia.
Meski demikian, pihaknya  menyerahkan sepenuhnya kepada putusan parlemen terkait mekanisme  pengisian pimpinan KPK.
“Akan tetapi kami menyerahkan komisi III apakah akan dilakukan saat ini (2014), atau memilih calon pengganti pak Busyro Muqoddas pada tahun 2015,” kata dia.
Diketahui, masa jabatan satu dari lima pimpinan KPK, yakni Busryo Muqqodas akan berakhir pada 10 Desember 2014. Sementara Pansel calon pimpinan KPK sudah menyerahkan Robby Arya Brata dan Busryo kepada Presiden pada Kamis 16 Oktober 2014, keduanya akan mengikuti uji kelayakan dan kepatutan di DPR untuk mengisi calon pimpinan KPK.

Artikel ini ditulis oleh:

Novrizal Sikumbang

Air Mineral Kandung Nutrisi dan Mineral, Ini Langkah Membuatnya

Jakarta, Aktual.co — Air mineral yang kita minum setiap hari banyak mengandung nutrisi penting bagi tubuh dan otak kita. Anda bisa membuat air mineral tersebut di rumah.

Sekedar informasi, bahwa air mineral berbeda dari air yang disaring. Sementara, air yang disaring hanya bebas dari kotoran dan bakteri. Sedangkan, air mineral murni bermanfaat kaya akan nutrisi serta mineral seperti kalsium, magnesium, natrium dan kalium.

Sebagian orang, mungkin enggan untuk membeli air mineral kaleng karena harganya yang mahal. Dan, lebih memilih praktis untuk membuatnya di rumah. Berikut, kami sajikan kepada Anda langkah-langkah dalam membuat air mineral, demikian lapor laman Stylecraze, Senin (01/12)

1. Saring air
Menyaring air keran adalah langkah pertama untuk membuat air mineral di rumah. Anda dapat menggunakan pemurni air biasa untuk itu. Ambil sekitar 1 atau 2 liter air keran. Lalu, masukkan ke dalam botol dan transfer ke filter air Anda. Pastikan, air benar-benar sudah disaring. Setelah air murni, Anda masukkan ke dalam ember terbuka. Pastikan bahwa bejana tersebut bersih dan bebas dari bau.

2. Tambahkan baking soda
Langkah selanjutnya yakni, menambahkan baking soda ke dalam air murni. Tambahkan sekitar 1/8 sendok teh baking soda untuk 1 liter air murni. Namun, untuk 2 liter air murni, tambahkan ½ baking soda. Baking soda (atau sodium bikarbonat) bermanfaat dalam menjaga kondisi kesehatan Anda seperti gangguan pencernaan, sembelit, kembung, mulas dan arthritis. Ini adalah langkah awal dalam mengubah air yang disaring menjadi air mineral.

3.  Campur garam epsom
Setelah Anda menambahkan baking soda ke dalam air murni, kemudian tambahkan sekitar 1/8 sendok teh garam epsom untuk 1 liter air yang sudah disaring serta dicampur dengan baking soda. Epsom salt berkhasiat dalam menangkal serangan bakteri dalam tubuh.

4. Masukkan kalium bikarbonat
Langkah selanjutnya yaitu, menambahkan kalium bikarbonat ke air murni yang diobati dengan natrium bikarbonat dan garam epsom. Kalium bikarbonat berguna memperlancar peredaran darah pada tubuh manusia. Mineral ini penting untuk menjaga kesehatan jantung dan mengurangi risiko serangan jantung mendadak. Langkah terakhir, masukkan sekitar 1/8 sendok teh kalium bikarbonat ke air murni menjadi air mineral.

Artikel ini ditulis oleh:

Masalah Kartu Sakti Jokowi

Jakarta, Aktual.co — Ratusan warga miskin di Kecamatan Babat, Lamongan, menggadaikan Kartu Perlindungan Sosial KPS, yang merupakan syarat untuk pencairan dana kompesasi BBM.
Hal ini dilakukan warga dengan alasan pemenuhan kebutuhan rumah tangga hingga keperluan sekolah anak.
Lembaga simpan pinjam di daerah tersebut sudah lama menjalankan profesi menerima jaminan debitur, mulai dari surat nikah, KTP, dan kini menerima jaminan KPS. Gadai KPS dari warga ini terjadi sejak September tahun lalu. Warga ada yang langsung mendatangi dan ada juga yg mengkordinir untuk penmyerahan kartu.
“Orang miskin tidak bisa makan dan bayar sekolah, kasihan. Dan niat kita menolong,” kata Pemilik Lembaga Simpan Pinjam, Romly alias Ucok.
Warga yang menggadaikan KPS ini akan kesulitan untuk mencairkan dana PSKS pemerintah, karena kartu tersebut merupakan salah satu syarat pencairan.
Sementara itu, Seorang Nenek berusia 69 tahun, tewas, usai antre penerimaan dana bantuan Program Simpanan Keluarga Sejahtera (PSKS) pemerintah, di Kantor Camat Kadipaten, Jumat (28/11).
Mak Icih, warga Kampung Torowek, Desa Dirgahayu, Tasikmalaya, pingsan saat menunggu angkot, seusai menerima dana PSKS.
Korban segera dilarikan menggunakan ambulans yang sudah disediakan di lokasi, namun nyawanya tak tertolong.
Selain itu, Sutini (69) seorang Janda tua asal Tembung, Kota Medan, terduduk lesu di salah satu jejeran bangku yang disediakan dibawah tenda depan Kantor Pos Besar kota Medan, Kamis (27/11).
Sutini merenungi nasib, sebab usahanya untuk mendapatkan dana Program Simpanan Kesejahteraan Sosial (PSKS) yang merupakan kompensasi dari kenaikan harga BBM, tak berhasil. Padahal, dirinya sudah membawa kartu keluarga, dan beberapa berkas lain. Sutini tak dapat dana PSKS karena tidak memiliki kartu kuning.
“Petugas Kantor Pos bilang, dia (Sutini) tidak dapat dilayani karena tak memiliki kartu kuning (Kartu Perlindungan Sosial),” kata  Jumino, tetangga yang menemani Sutini.

Artikel ini ditulis oleh:

Aliansi Mahasiswa Papua, Peringati Deklarasi Negara Papua Barat

Ratusan Mahasiswa yang Tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Papua melakukan aksi di Bunderan HI dalam memperingati 1 Desember 2015 Hari Deklarasi Negara Papua Barat, Senin (1/12/2014). Dalam aksinya mahasiswa Papua meminta menutup tambang Freeport, BP LNG Tangguh dan MNC yang merupakan dalam kejahatan diatas Tanah Papua. AKTUAL/MUNZIR

Abraham Tak Mau Penujukan Pimpinan KPK Melalui Perppu

Jakarta, Aktual.co — Ketua KPK Abraham Samad mengatakan, pihaknya menolak soal usulan agar presiden menerbitkan Perppu penunjukan pimpinan lembaga antirasuah terkait berakhirnya masa jabatan Busyro Muqoddas selaku pimpinan KPK 10 Desember 2014 nanti.
“Kami pertegas, kami akan menolak diterbitkan Perppu/Perpres oleh pemerintah untuk menunjuk satu pimpinan. Kami tidak mau, karena sifat penunjukkan itu berbahaya,” kata Abraham disela-sela sebelum rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi III, di gedung DPR, Jakarta, Senin (1/12).
Dia beralasan, penolakan terhadap diterbitkannya Perppu disebabkan KPK bukan dalam situasi genting. Dia pun menegaskan KPK tetap bisa berjalan kendati hanya ada empat pimpinan. Sama halnya dengan kepolisian dan kejaksaan yang tetap bisa berjalan kendati hanya di pimpin oleh satu orang.
Meski demikian dirinya menyerahkan sepenuhnya kepada komisi III DPR terkait dengan proses seleksi calon pimpinan KPK ini.
“Perlu saya sampaikan, kalau ada pendapat dan wacana kalau empat pimpinan KPK itu menjadi persoalan sama sekali tidak benar, jadi empat pimpinan tidak jadi masalah, kami bisa bekerja secara maksimal, jangankan empat, dua pun tidak masalah, kepolisian sampai kabupaten, kejaksaan sampai kabupaten bisa dipimpin satu orang,” kata Abraham.
Sebagaimana diketahui, Presiden Joko Widodo dapat mengeluarkan peraturan pemerintah pengganti undang-undang (Perppu) untuk memperpanjang masa jabatan Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Busyro Muqoddas jika DPR gagal menentukan calon pimpinan KPK yang baru.

Artikel ini ditulis oleh:

Novrizal Sikumbang

Jokowi Pimpin Upacara HUT Korpri ke 43

Presiden Joko Widodo (ketiga kanan), duduk bersama Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama (kedua kiri) dan Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia (Menpan & RB) Yuddy Chrisnandi, saat upacara HUT Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) ke-43 di lapangan Silang Monas, Jakarta, Senin (1/12/2014). Joko Widodo dalam sambutan pada HUT Korpri itu meminta jajaran aparatur meninggalkan mental priayi dalam melayani tugas dan tanggung jawabnya. AKTUAL/TINO OKTAVIANO

Berita Lain